Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 39 — Kota Hana


__ADS_3

"Kakek, apakah hidup ini hanya untuk mencari kebahagiaan?" Zhou Yuan bertanya.


"Bukankah semua orang seperti itu? Orang miskin, orang kaya, pejabat, rakyat biasa semuanya hidup untuk mencari kebahagiaan, bahkan orang jahat sekalipun ia berbuat jahat karena ingin mencari kebahagiaannya sendiri."


"Tapi Kakek, orang jahat mendapatkan kebahagiaan dengan cara yang salah?"


"Itu benar Yuan'er. Sumber kebahagiaan memang tidak selalu baik, tetapi kebaikan akan selalu mendatangkan kebahagiaan..."


Zhou Yuan tersenyum mendengar perkataan Kakeknya, percakapannya hari ini membuka sedikit pemikirannya tentang kehidupan yang ia jalani.


Apakah saat ini hidupnya bahagia? Apakah tindakannya selama ini untuk mencari kebahagiaan? Zhou Yuan belum memikirkan hal tersebut tetapi ia mengerti harus menjadi apa dirinya kedepannya.


***


Kota Hana, adalah salah satu kota besar di Kekaisaran Bulan yang merupakan pusat perdagangan paling besar kedua setelah Ibukota Kekaisaran.


Setiap tahunnya ada banyak para pedagang dari luar kota yang berdatang ke sini untuk menjual barang-barang mereka. Bukan hanya dari Kekaisaran Bulan saja, terkadang di waktu tertentu ada pedagang dari kekaisaran lain berkunjung kesini.


Zhou Yuan menatap Kota Hana dari luar perbatasan, setelah menempuh jarak sekian kilometer akhirnya ia tiba ditujuan kota selanjutnya.


"Sudah lama sekali aku tidak kesini, ternyata tidak ada yang berbeda..." Zhou Yuan menatap dinding kota itu dari jauh yang menurutnya tetap sama saat ia berkunjung di kehidupan pertamanya.


Saat sudah melakukan latihan tertutup dari gurunya, Zhou Yuan berkelana ke berbagai tempat dan salah satunya adalah Kota Hana didepannya.


"Yuan'er, untuk hari ini kita akan berisitirahat disini terlebih dahulu. Besok kita akan lanjutkan lagi perjalanannya..." Zhou Bing yang berada disampingnya memberitahu.


Zhou Yuan mengangguk, keduanya telah menempuh perjalanan selama empat hari sesudah meninggalkan desa itu, Perbekalan yang dibawanya sudah habis, keduanya harus mengisi persediaan kembali di kota ini.


Kota Hana sebenarnya tempat persinggahan terakhir mereka karena tidak jauh dari kota ini, Sekte Bambu Hijau sudah dekat.


Zhou Yuan dan Zhou Bing kemudian memacu kudanya ke gerbang kota, tampak ada banyak kereta yang mengantri masuk, hampir semua kereta tersebut adalah kereta pedagang.

__ADS_1


Di antrian paling depan ada para petugas yang memeriksa barang bawaan mereka, petugas-petugas itu mengecek satu persatu orang yang akan masuk ke dalam.


Zhou Yuan tidak terkejut dengan antrian para pedagang tersebut, karena memang Kota Hana dulunya merupakan kota bagi para pebisnis.


Selain para pedagang, banyak masyarakat yang mengadu nasib mereka bekerja disini, para pendekar pun umumnya sering singgah. Di Kota Hana ada banyak keperluan yang tidak bisa dicari dikota lain, sumberdaya adalah salah satu contohnya.


"Berhenti, tunjukkan identitas kalian?" Tiga penjaga menghentikan kuda Zhou Yuan dan Zhou Bing.


Zhou Bing memberikan tanda pengenal bahwa ia berasal dari Keluarga bangsawan, menyadari status itu membuat tiga petugas tersebut berubah, mereka langsung bersikap sopan pada keduanya.


"Tuan, silahkan masuk..." Petugas itu langsung mempersilahkan Zhou Yuan dan Zhou Bing tanpa pemeriksaan lebih jauh sesudah mengetahui identitasnya.


Zhou Bing dan Zhou Yuan masuk ke dalam kota, baru beberapa langkah kuda mereka bergerak, hal pertama yang menyambut keduanya adalah begitu padatnya kota tersebut.


Terdapat banyak sekali orang berlalu lalang, disisi bahu jalan ada para pedagang kecil yang membuka toko kecilnya, hal tersebut membuat jalanan menjadi sempit.


Zhou Bing kemudian membawa Zhou Yuan ke tempat penginapan yang cukup tersohor di kota ini, Zhou Bing pernah ke Kota Hana dan dia mengenali beberapa pemilik penginapan disini.


Setelah Zhou Bing memesan kamar untuk keduanya, Zhou Yuan ingin melakukan sesuatu di kota tersebut.


Zhou Bing tidak langsung setuju, ia justru khawatir cucunya hilang atau tersesat mengingat begitu luasnya kota ini, apalagi Zhou Yuan baru pertama kali ke Kota Hana pikirnya.


"Kakek, Yuan bisa menjaga diri, Kakek tenang saja aku akan kembali sebelum matahari tenggelam." Zhou Yuan seperti mengerti apa yang dipikirkan Zhou Bing.


"Baiklah Yuan'er, tapi jangan jauh-jauh pergi dari penginapan ini?"


Zhou Yuan mengangguk, ia segera keluar dari penginapan tersebut. Zhou Yuan sudah lama menunggu momen ini dan merencanakan apa yang harus dilakukan ketika tiba di Kota Hana.


Zhou Yuan pergi ke sebelah barat, di perjalanannya ia sempat melihat sekitar kota dan banyak sekali yang membuatnya terkenang dengan kehidupan pertamanya.


Meski ada beberapa bangunan atau toko yang baru dan berubah, Kota Hana tidak memiliki banyak perubahan.

__ADS_1


Langkah Zhou Yuan kemudian berhenti di salah toko persenjataan, ia memang berniat belanja besar di kota ini dengan koin emas yang didapatkannya dari para perampok sebelumnya.


Ketika Zhou Yuan masuk, beberapa pelayan gadis muda menghampirinya dengan memasang wajah ramah, kebetulan di toko itu sedang tidak banyak pembeli dan kedatangan Zhou Yuan membuatnya jadi pusat perhatian.


Dikerumuni para gadis yang manis serta harum membuat Zhou Yuan tidak bisa untuk tidak tersenyum, Zhou Yuan mungkin tidak pernah mengenal cinta dikehidupan pertamanya tetapi tetap saja ia adalah seorang lelaki yang normal.


Apalagi Zhou Yuan yang sekarang memiliki garis keturunan bangsawan membuat aura tubuhnya tampak berbeda dengan orang biasa. Orang lain yang memandangnya akan merasakan aura kharisma serta wibawa pada diri Zhou Yuan.


Terlebih Zhou Yuan juga mempunyai paras yang rupawan untuk seorang laki-laki meski dirinya masih berusia 12 tahun, tidak mengherankan jika nanti ada gadis yang jatuh hati padanya dalam sekali lihat.


"Aku ingin membeli beberapa senjata disini," Zhou Yuan batuk pelan, ia hampir terbuai oleh para gadis yang mengerumuninya jika saja usianya telah dewasa secara naluriah. "Untuk harga tidak masalah."


"Ah, Tuan muda memang tepat datang kesini. Toko kami adalah toko persenjataan terlengkap di Kota Hana..." Salah satu gadis pelayan menjelaskan dengan penuh antusias. "Mari sini ikuti kami Tuan muda."


Zhou Yuan tersenyum canggung, para gadis itu mengajaknya berkeliling toko sambil melihat senjata-senjata yang disediakan, salah satu dari mereka menjelaskan setiap senjata yang ada.


Zhou Yuan memperhatikan senjata-senjata itu dalam diam, kualitas mereka beragam dan memiliki banyak bentuk, ia juga melihat ada pusaka kelas tiga yang dijual disini.


Pusaka memiliki harga lebih mahal dibandingkan dengan senjata biasa, Zhou Yuan tidak berniat membeli pusaka-pusaka tersebut, ia lebih memilih senjata berkualitas biasa.


"Tuan muda, senjata apa yang akan ada beli?" Salah satu gadis pelayan menyadarkan Zhou Yuan dari lamunannya.


"Aku ingin senjata jarak jauh," Zhou Yuan kemudian melihat ada beberapa pisau kecil di dekatnya. "Berapa harga pisau-pisau ini?"


Pisau-pisau yang ditunjuk Zhou Yuan memiliki ukuran kecil, biasanya pisau tersebut digunakan dengan cara dilemparkan bukan untuk memotong.


Pelayan gadis itu kemudian menjelaskan harganya, karena kualitas pisau itu terbilang biasa mereka menjualnya dengan harga yang sedikit terjangkau.


...----------------...


*Maaf mau sedikit bertanya, bagaimana tanggapan kalian tentang novel ini?

__ADS_1


__ADS_2