Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 134 — Restoran Mewah


__ADS_3

Meski siluman elang putih adalah siluman terbang tercepat di dunia persilatan namun tetap saja membutuhkan waktu lama untuk ia pergi ke akademi yang jaraknya puluhan ribu kilometer dari ibukota.


Belum lagi elang putih hanya bisa terbang selama delapan jam sehari, sisanya ia menggunakan waktunya untuk beristirahat serta makan.


Sehingga tidak mengejutkan ketika mereka tiba di perbatasan kekaisaran jauh dari perkiraan awal waktu mereka, sebelumnya Jiang Long menyebutkan bahwa membutuhkan waktu tiga minggu agar mencapai Akademi namun kenyataan di lapangan, waktu mereka sampai ke akademi sekitar hampir mencapai empat minggu.


Ini karena rombongan Zhou Yuan harus terhenti selama beberapa hari saat hujan tiba, elang putih yang dikendarai Jiang Long akan menolak untuk basah oleh hujan serta rentan terhadap suhu dingin.


"Kita beristirahat dulu di kota ini, akademi tidak jauh lagi, mereka ada di sana." Jiang Long menunjuk sebuah langit yang kini dipenuhi oleh awan.


Zhou Yuan dan Yifei melihat yang ditunjuk Jiang Long, mereka tidak bisa melihat apapun kecuali hanyalah hamparan awan.


"Maksud Paman akademi ada di atas awan?" Tanya Yifei.


Jiang Long mengangguk, "Benar, tepatnya berada di atas gunung yang menembus awan..."


Yifei tampak kebingungan namun tidak lama kemudian ia menemukan jawabannya ketika elang yang ditunggangi mereka menemukan sebuah gunung yang besar dan juga tinggi.


Zhou Yuan yang melihatnya sampai berdecak kagum, ia baru pertama kali melihat sebuah gunung sebesar dan setinggi itu hingga puncaknya menembus awan di atas langit.


Zhou Yuan memang pernah mendengar bahwa Akademi Empat Kekaisaran dibangun di atas awan atau puncak gunung tersebut namun mendengar dan melihatnya secara langsung terasa jauh berbeda.


Jiang Long kemudian mulai menurunkan kecepatan elang sekaligus menurunkan ketinggiannya, ia berniat tidak langsung ke puncak gunung itu melainkan singgah di tempat berbeda terlebih dahulu.


Tepat di kaki gunung Akademi Empat Kekaisaran ternyata ada sebuah kota besar yang mengelilinginya. Menurut Jiang Long, kota ini adalah kota biasanya para murid berbelanja.


"Itu berarti mereka harus naik turun gunung jika mau ke kota ini?" Yifei menelan ludah ketika menyadari sesuatu.


"Benar Fei'er, para murid akademi akan mendaki selama 3 jam untuk turun dan 3 jam lainnya lagi untuk naik."


Yifei membelalakkan mata, ia merasa beruntung karena dulu pernah menolak tawaran Kakeknya untuk masuk ke akademi tersebut.

__ADS_1


Jiang Long mendaratkan elangnya di tengah-tengah kota tepatnya di tempat terbuka yang luas dan tidak ada orang di bawahnya.


Kedatangan elang Jiang Long menarik perhatian yang lain sebab bukan hal yang umum melihat elang putih yang langka di sepanjang hidup mereka.


"Kita akan cari tempat restoran terlebih dahulu sebelum pergi ke akademi, urusan perut harus jadi prioritas utama..." Kata Jiang Long sambil mengelus perutnya.


Zhou Yuan dan Yifei saling pandang, keduanya sudah tidak terkejut lagi dengan sikap Kakek paruh baya itu. Jiang Long memang memiliki tubuh yang sedikit buncit, menurut Yifei dia sangat gemar makan dan tidak ada yang mengalahkan nafsu makannya di istana.


Rombongan Zhou Yuan kemudian mencari makan di kota tersebut, dari Jiang Long Zhou Yuan mengetahui bahwa nama kota di kaki gunung ini bernama Kota Lily.


Kota Lily disebut-sebut sebagai kota empat Kekaisaran karena ia berada di perbatasan empat kekaisaran langsung. Di kota ini mereka mempunyai hukum tersendiri, tidak terikat oleh kekaisaran manapun sesuai kebijakan walikota yang menjabat.


Tidak beberapa lama kemudian akhirnya ketiganya menemukan restoran yang dituju, sebuah restoran yang tampak besar serta memiliki lima lantai, dalam sekali lihat saja, Zhou Yuan menyadari restoran didepannya merupakan restoran mahal.


Seorang pelayan gadis muda menyambut kedatangan ketiganya dan sedikit terkejut ketika melihat elang putih karena baru pertama kali melihat elang sebesar itu.


"Apa aku bisa menitipkan hewan peliharaanku disini?" Jiang Long melemparkan beberapa keping emas pada pelayan itu.


"Kami mempunyai beberapa pendekar yang menjaga restoran ini, aku akan memerintahkan mereka untuk menjaga hewan peliharaan anda."


Jiang Long mengangguk kemudian mengajak Zhou Yuan dan Yifei memasuki restoran itu.


Zhou Yuan maupun Yifei mengetahui Jiang Long akan mencari tempat duduk yang berada di lantai lima, dimana lantai teratas adalah lantai termahal namun memiliki menu makanan yang paling enak.


Satu keping emas diserahkan agar ketiganya bisa masuk ke lantai teratas, di sana hanya ada beberapa meja yang dihias demikian rupa beserta panggung kecil untuk pertunjukan.


Di lantai lima belum ada siapapun kecuali rombongan Zhou Yuan, ketiganya mencari tempat duduk yang berada di samping jendela, tak lama kemudian seorang pelayan datang sambil tersenyum ramah, menanyakan makanan yang di pesan.


"Tidak perlu, bawa semua makanan yang ada di menu kalian, aku akan memesan semuanya..." Ucap Jiang Long pada pelayan itu.


Zhou Yuan tersedak nafasnya sendiri sementara Yifei hanya bisa tersenyum canggung.

__ADS_1


Zhou Yuan terkejut karena menurutnya Jiang Long terlalu berlebihan memesan makanan, mengingat mereka saat ini berada di restoran mewah pasti setiap makanan yang dipesan akan sangat mahal.


"Ehm, harga semua makanan mempunyai harga yang tinggi di lantai lima, apa anda yakin akan memesan semuanya?" Tanya pelayan itu memastikan.


"Tidak perlu khawatir, aku mempunyai uang yang cukup..." Jiang Long memberikan kantong kulit pada pelayan itu yang berisi belasan koin emas.


Mata pelayan itu melebar, dengan koin sebanyak itu, lebih dari cukup untuk membayar semua makanan di lantai lima.


"Baik, karena pesanannya lumayan banyak kami akan memerlukan waktu, semoga Tuan dan Nona bisa bersabar menunggu..." Setelah berucap demikian pelayan itu kemudian pergi.


"Paman, bukan terlalu berlebihan menghamburkan uang sebanyak itu?" Jiang Yifei mengeluhkan sifat pamannya yang terlihat boros.


Jika di istana, mungkin Yifei tidak masalah Jiang Long makan sebanyak apapun namun untuk sekarang, pamannya itu terasa berlebihan.


"Kau tidak perlu khawatir Fei'er, uang perjalanan kita masih banyak." Jiang Long menunjukkan kantong kulit yang ukurannya jauh lebih besar, isinya berisi hampir ribuan koin emas.


Yifei menghela nafas, terkadang ia selalu heran kenapa pamannya yang sudah berumur masih sedikit bersifat kekanak-kanakan.


Zhou Yuan mengamati Jiang Long dan Yifei yang saling berbicara sejak tadi, ia tidak berkomentar banyak dan lebih mengamati area panggung restoran karena tidak lama lagi ada pertunjukan tarian di sana.


Sambil menunggu makanan tiba, Zhou Yuan melihat pertunjukan tarian itu, tak lama kemudian suara alat musik terdengar membuat gadis-gadis itu mulai menari di atas panggung.


Zhou Yuan sudah lama tidak menyaksikan hiburan seperti ini sejak terlahir kembali, padahal dikehidupan pertama, ia paling menyukai namanya sebuah keindahan seni.


Yifei yang melihat Zhou Yuan sedang memandang gadis yang menari itu langsung menunjukkan ekspresi tidak suka. Dia langsung mencubit Zhou Yuan yang membuat lelaki meringis kesakitan.


"Fei'er, kenapa kau mencubitku?" Zhou Yuan mengelus tangannya yang dicubit.


Jika cubitan biasa mungkin Zhou Yuan tidak akan merasakan sakitnya tetapi gadis itu mencubitnya dengan menggunakan tenaga dalam juga.


"Hmph!" Yifei mendengus dan langsung membuang wajahnya dengan kesal.

__ADS_1


Zhou Yuan menggaruk kepala, sepertinya ia mulai mengerti perasaan gadis itu padanya. Ketika Zhou Yuan ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba dari arah tangga, ada rombongan lain yang naik ke lantai lima.


__ADS_2