
Ketika jarak Zhou Yuan dengan Hantu Pedang tinggal beberapa meter lagi, tiba-tiba dari arah belakang muncul seseorang sambil menghunuskan pedang ke arah punggung Zhou Yuan.
Zhou Yuan tidak menoleh dan membiarkan orang itu menancapkan pedangnya, ketika pedang itu menyentuh tubuhnya, ia tidak menembus melainkan tertahan seperti menyentuh benda yang keras.
Seseorang yang menyerang Zhou Yuan itu terkejut karena pedang yang sudah dialiri tenaga dalamnya tidak berhasil menembus kulitnya.
Sebelum ia mengambil jarak, Zhou Yuan sudah mengangkat kaki dan memberikan tendangan ke arah perut orang itu.
Orang yang menyerang Zhou Yuan seketika terlempar cukup jauh dengan beberapa tulang rusuk yang patah, darah segar muncul di sudut bibirnya.
"Sudah kuduga, kau bukan satu-satunya kriminal yang datang kesini, bukan?" Zhou Yuan tersenyum kepada Hantu Pedang.
Perhatian Hantu Pedang sama sekali tidak terarah pada Zhou Yuan melainkan seseorang yang di tendang sebelumnya.
Orang yang menyerang punggung Zhou Yuan adalah pendekar Alam Cahaya yang kekuatannya tidak jauh dari Hantu Pedang tetapi pemuda itu dalam sekali serangan langsung membuatnya mengalami luka dalam yang cukup serius.
"Pendekar, aku akui kau memiliki kekuatan yang tinggi tetapi kuharap kau tidak merasa sombong."
Dua pendekar mendarat di hadapan Hantu Pedang, mereka memakai jubah serba merah dengan membawa senjata seperti arit dan golok.
Zhou Yuan menyipitkan mata pada dua pendekar berpakaian merah itu, ia sepertinya pernah melihat mereka berdua tetapi entah kapan dan dimana.
"Hm, kalian tidak terlalu asing, jika tebakanku tidak salah bukankah kalian adalah Setan Kembar yang terkenal?" Tebak Zhou Yuan.
Kedua pendekar berpakaian merah itu tertawa cekikikan, "Tidak kusangka kami langsung dikenali padahal sudah puluhan tahun bersembunyi, harus kuakui aku merasa tersanjung."
Zhou Yuan tersenyum tipis, melihat mereka mengakui identitas Setan Kembar yang ia maksud membuat Zhou Yuan sedikit memahami situasinya.
__ADS_1
Setan Kembar adalah dua orang kriminal yang hidup sudah lama seperti Hantu Pedang, keduanya merupakan pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi meski kekuatannya tidak sekuat Hantu Pedang.
Setan Kembar mempunyai reputasi yang hampir sama, keduanya telah berbuat banyak kejahatan di banyak tempat, tidak hanya membunuh, mereka juga kerap sekali mencuri banyak harta para bangsawan.
Secara garis besar, Setan Kembar biasanya membunuh demi uang atau sumberdaya, selain karena kedua hal ini mereka tidak akan membuat kejahatan.
Zhou Yuan melirik sekitar dan baru menyadari sudah banyak kriminal yang berkumpul ikut menonton dirinya bertarung dengan Hantu Pedang.
'Ini lebih banyak dari yang aku duga...' Zhou Yuan tersenyum canggung sambil melihat sekelilingnya.
Alasan Zhou Yuan membuat keributan dan menjadi pusat perhatian dengan bertarung bersama Hantu Pedang karena ingin memancing pendekar-pendekar kriminal di Kota Hanma bermunculan.
Rencana ini cukup berhasil, Zhou Yuan bisa merasakan beberapa penonton yang melihatnya memancarkan niat membunuh padanya dan tidak sedikit dari mereka yang ingin menyerang Zhou Yuan diam-diam seperti seseorang yang menyerang punggungnya barusan.
"Kau sepertinya lebih cerdas dari yang aku duga, jika kau memahami situasimu aku saran kau untuk tidak melanjutkan ini lebih jauh atau kau akan mengetahui kejadian setelahnya..." Setan Kembar tersenyum sinis.
"Bukankah semuanya sudah jelas, pendekar tingkat tinggi sepertimu pasti menginginkan Buah Surgawi juga bukan?" Setan Kembar tersenyum penuh makna.
Zhou Yuan tersenyum tipis tetapi tidak menjawabnya, ia sadar keberadaan Buah Surgawi tidak hanya memancing para pendekar dari klan atau sekte berkumpul tetapi juga kaum kriminal.
Kejadian ini pernah Zhou Yuan saksikan dikehidupan pertama ketika Buah Surgawi muncul di suatu kota, hal ini menimbulkan pertempuran besar karena hampir semua pihak menginginkan Buah Surgawi.
Zhou Yuan tidak keberatan melanjutkan pertarungan ini namun situasinya tidak tepat, melihat banyak kriminal disekitarnya ia khawatir mereka akan menjadikan penduduk yang tidak bersalah di sekitarnya menjadi korban atau sandera.
"Kuharap ini pelajaran bagimu agar kau tidak berbuat semena-mena lagi, kau bukan pendekar Alam Cahaya satu-satunya di kota ini atau kejadian selanjutnya mungkin nyawamu yang melayang..." Zhou Yuan tersenyum pada Hantu Pedang sebelum kemudian berbalik dan meninggalkan area pertempuran.
Hantu Pedang merapatkan giginya dan ingin menyerang Zhou Yuan lagi tetapi Setan Kembar segera mencegahnya.
__ADS_1
"Apa kau berpikir bisa menang darinya?"
"Aku belum mengeluarkan semua jurusku, jika aku serius dia bukan tandinganku." Hantu Pedang berdecak kesal.
Setan Kembar saling melirik sebelum menghela nafas, keduanya sudah ada disini sejak Hantu Pedang dan Zhou Yuan bertarung, mereka bisa melihat bagaimana Zhou Yuan mengungguli lawannya dan sepertinya Zhou Yuan juga belum mengerahkan semua kekuatannya.
Setan Kembar sendiri sebenarnya sedikit terkejut Zhou Yuan yang terlihat masih muda mempunyai kekuatan yang tinggi dan dapat mengungguli Hantu Pedang.
"Tenangkan dirimu dulu Hantu Pedang, kita harus ingat prioritas dan alasan kita kesini, jika semua urusan selesai kau boleh bertarung dengan pemuda itu lagi, saat ini perwakilan Kuil Awal Langit sedang menuju Kota Hanma."
Hantu Pedang berdecak kesal, ia tentu mengetahui hal tersebut. Hantu Pedang memang sudah bergabung dengan Kuil Awan Langit begitu juga Setan Kembar dan kriminal lainnya.
Mereka datang kesini memang untuk merebut Buah Surgawi, demi memastikan buah itu jatuh ke tangan organisasi, pihak Kuil Awan Langit mengirimkan banyak pendekar hebat kesini.
Hantu Pedang melihat Zhou Yuan yang semakin jauh, sambil mengepalkan tangannya dengan keras ia tidak punya pilihan selain menuruti perkataan Setan Kembar.
Menyaksikan pertarungan ini tidak berlanjut sampai ke tingkat hidup dan mati, para penonton di sekitarnya mulai membubarkan diri usai Zhou Yuan pergi. Beberapa dari mereka merasa tidak puas karena berakhir seperti ini sementara sebagian lainnya bernafas lega.
Hantu Pedang dan Setan Kembar juga meninggalkan lokasi tak lama setelahnya, karena identitas keduanya sudah terbongkar membuat suasana Kota Hanma menjadi berubah.
Penduduk kota mulai menyuruh anak dan keluarganya agar segera cepat kembali ke rumah dan bersembunyi, mereka menyadari keadaan kota sudah tidak aman lagi.
Disisi yang sama Zhou Yuan sudah kembali ke penginapan yang telah ia pesan sebelumnya, saat dia tiba di sana, hal pertama yang menyambutnya adalah Yifei yang terlihat menunggunya dengan kesal.
"Kenapa lama sekali, aku sudah menunggumu sejak tadi?!" Yifei mengembungkan pipinya dengan eskpresi sebal serta kedua tangannya diletakkan di pinggangnya.
Zhou Yuan tersenyum canggung sambil mengelus pucuk kepala gadis itu. "Maaf, tadi aku berjalan-jalan di sekitar kota dulu sebentar."
__ADS_1
*Maaf selama beberapa hari kemarin saya tidak bisa update karena suatu alasan, tetapi tenang saja, insyallah, besok-besok upnya akan berlangsung seperti biasanya.