
"Anak muda, bagaimana bisa kau melakukan itu?!" Pria paruh baya itu terkejut, sepertinya ia mengerti apa yang telah dilakukan Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum tipis namun tidak langsung menjawabnya, Zhou Yuan meminta pada tabib agar cucu pria paruh baya itu diberi pil penghangat tubuh.
Usai kondisinya membaik, ia kemudian dipindahkan ke ruangan pasien. Zhou Yuan memilih tetap di toko namun tak lama kemudian pria paruh baya yang sudah mengantarkan cucunya datang untuk menemuinya.
"Anak muda, terimakasih karena telah menyelamatkan cucuku." Pria paruh baya itu menepuk pundak Zhou Yuan, nadanya kali ini jadi bersahabat dan hangat.
Zhou Yuan mengerut dahi, ia baru menyadari aura pria paruh baya yang ditolongnya itu tidaklah biasa, mungkin karena sebelumnya ia terfokus ke cucunya membuatnya tidak memperhatikan pria paruh baya itu lebih jelas.
Pria paruh baya itu kini tampak berkarisma, berwibawa serta gagah, meski umurnya tampak berusia lanjut namun masih terpancar di wajahnya aura kebangsawanan.
Zhou Yuan merasa kecil saat menatapnya, ia menelan ludah ketika sadar bahwa saat ini dirinya bertemu dengan seseorang yang terpandang. Aura kebangsawanan Zhou Yuan bahkan kalah dengan aura kebangsawanan pria paruh baya tersebut.
"Kakek, sudah sepatutnya kita harus menolong seseorang, jadi tidak perlu dipikirkan." Setelah berucap demikian, Zhou Yuan memilih langsung berpamitan usai pil yang dipesannya telah selesai namun belum ia keluar dari pintu toko pria paruh baya itu menghalanginya.
"Anak muda, aku belum membalas pertolonganmu. Bagaimana kalau kita berbicara sebentar, ada yang ingin aku berikan untukmu..."
Zhou Yuan menggeleng pelan, "Kakek, aku melakukan ini atas inisiatifku sendiri. Kakek tidak perlu memberikan apapun."
Zhou Yuan sebisa mungkin tidak mau terikat hubungan dengan pria paruh baya tersebut karena kakek itu telah melihat kemampuannya saat mengobati cucunya.
Saat ini Zhou Yuan sedang menyembunyikan kemampuannya dari siapapun apalagi jika orang tersebut adalah orang terpandang seperti pria paruh baya di depannya.
Pria paruh baya itu memutar otaknya, jelas ia tidak mau melepaskan Zhou Yuan begitu saja, sesaat pria paruh baya itu melihat ke arah kantong kulit yang dibawa Zhou Yuan yang berisi pil sumberdaya dan itu membuat satu ide muncul dalam pikirannya.
"Apa kau yakin, aku sebenarnya ingin memberikan hadiah ini padamu..." Pria paruh baya itu mengeluarkan sebotol ramuan kecil berwarna kemerahan.
__ADS_1
Ada aroma khas yang keluar dari ramuan itu dan Zhou Yuan yang mengenali baunya seketika menahan nafasnya.
"Sepertinya kau mengetahui ramuan apa ini?" Pria paruh baya itu sedikit terkejut menyadari reaksi Zhou Yuan.
"Ramuan anggrek darah, membantu dalam pelatihan pemurnian darah sebesar 6 persen."
Pria paruh baya itu tertawa kecil sebelum mengangguk pelan. "Benar, aku ingin menghadiahkan ini padamu Nak, asal jika kau mau berbincang denganku..."
Zhou Yuan menelan ludah, awalnya ia siap menolak apapun yang diberikan Kakek tersebut namun setelah melihat hadiahnya, sulit baginya untuk menolak.
Anggrek darah sangat berharga bagi pendekar meski khasiatnya tidak sebanding dengan Pil Sutra Emas. Zhou Yuan membutuhkan ramuan itu untuk peningkatan kekuatannya.
Zhou Yuan menggaruk kepala sebelum menghela nafas, pada akhirnya ia menuruti permintaan pria paruh baya tersebut.
***
Zhou Yuan dan pria paruh itu berbicara di sebuah restoran dekat dengan Toko Terang Bulan berada, mereka memesan beberapa makanan untuk memulai percakapan.
"Tentu saja, ramuan ini tidak sebanding dengan pertolongan yang telah kau berikan pada cucuku. Aku akan memberikan hadiah besar lainnya jika kita bertemu nanti." Kata pria paruh baya tersebut.
Zhou Yuan menolaknya karena beralasan ia akan pergi dari kota Hana besok hari, ia juga merasa cukup atas pemberian Kakek tersebut.
Pria paruh baya itu kemudian menanyakan nama Zhou Yuan namun Zhou Yuan merasa enggan memberitahukan hal tersebut sehingga ia hanya menyebutkan nama depannya saja.
Pria paruh baya itu untungnya mengerti Zhou Yuan sedang menyembunyikan identitasnya jadi dia tidak memaksa lebih jauh. Disisi lain ia meminta pada Zhou Yuan agar memanggilnya dengan sebutan Kakek Jiang.
'Jiang?' Zhou Yuan mengerutkan dahi ketika marga Kakek itu disebutkan, ada satu dipikirannya mengenai Keluarga Jiang namun ia segera menepisnya karena tidak mungkin Kakek itu adalah bagian dari Keluarga Bangsawan yang dimaksudnya.
__ADS_1
Ada banyak marga yang sama di dunia persilatan ini termasuk marga Keluarga Bangsawan, nama yang mengatasnamakan Keluarga Zhou saja sudah ada 3 di Kekaisaran Bulan.
"Yuan'er, aku baru mengetahui ada seorang jenius di Kekaisaran Bulan setingkat dirimu, sepertinya kau adalah anak jenius yang tersembunyi ya? Cucuku saja yang merupakan pendekar jenius di generasi muda sekarang tidak bisa disandingkan denganmu..." Tanya pria paruh baya tersebut.
Zhou Yuan tersenyum tipis, ia sudah menebak pembicaraan ini akan ke arah mana. "Aku hanya sedikit belajar dari guruku, Kakek, dialah yang paling jenius menurutku..."
Zhou Yuan mengerti rasa takjub dari kakek tersebut karena menyembuhkan racun dengan tenaga dalam bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan oleh seorang pendekar.
Di dunia persilatan, hanya mereka yang mempunyai pengendalian tenaga dalam cukup tinggi yang bisa menetralkan racun dengan tenaga dalam tanpa harus mengonsumsi obat penyembuh.
Pengendalian tenaga dalam tersebut membutuhkan pelatihan yang lumayan lama, setidaknya 30 tahun jadi tidak mengherankan Kakek di depannya keheranan dengan kemampuan Zhou Yuan yang masih begitu muda.
Zhou Yuan sendiri memang belajar pengontrolan tenaga dalam dari gurunya, meski begitu hanya racun ringan saja yang ia bisa sembuhkan sementara racun tingkat tinggi harus dibantu dengan pil dan obat penawar lainnya.
Racun ular es sendiri sebenarnya adalah racun mematikan namun karena racun itu belum menyebar keseluruh tubuh sehingga Zhou Yuan dapat menetralkannya.
Menyadari Zhou Yuan sepertinya tidak mau membahas tentang bakatnya sendiri akhirnya pria paruh baya tersebut mengubah topik ke hal lain. Dia menanyakan tentang racun yang ada di cucunya karena menurutnya Zhou Yuan seperti mengerti racun yang disebut racun ular es itu.
"Ular es adalah salah satu ular mematikan yang hidup di sekitar pegunungan bersalju, memang aneh ketika di kota ini ada yang terkena racun dari ular tersebut." Ungkap Zhou Yuan.
"Yuan'er, apa maksudmu cucuku sedang diracun?"
"Ada kemungkinan memang demikian, dan setahuku ada organisasi yang memanfaatkan racun ular es pada senjatanya. Tapi aku tidak yakin mereka ada disini."
Pria paruh baya itu mengerutkan dahi, tidak menduga bukan hanya kemampuannya tinggi tetapi Zhou Yuan memiliki pengetahuan yang luas. "Yuan'er, organisasi apa yang kau maksud?"
Zhou Yuan memejamkan mata beberapa saat sebelum menghela nafas. "Organisasi Salju Abadi."
__ADS_1
Ekspresi pria paruh baya itu berubah menjadi serius, ia tentu mengetahui organisasi tersebut yang kebetulan adalah salah satu organisasi jahat yang ahli dalam racun.
Pria paruh baya itu baru mengetahui racun yang organisasi itu pakai adalah racun ular es, sesaat ia tidak mengerti bagaimana Zhou Yuan bisa mengetahui informasi tersebut karena menurutnya hal itu bersifat sangat rahasia.