Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 182 — Yun Feiyu


__ADS_3

'Apa aku berpindah tempat karena portal tersebut...' Gumam Zhou Yuan dalam hatinya.


Zhou Yuan pernah melihat Kakek Bai melangkah keluar dalam portal dan melakukan perpindahan tempat, ada kemungkinan hal serupa terjadi padanya juga.


Sepertinya Zhou Yuan dan tiga gadisnya secara tidak sengaja terhisap ke dalam portal itu secara tidak sengaja.


Saat Zhou Yuan masih memikirkan apa yang terjadi pada ia dan tiga gadisnya, tiba-tiba diruangannya ada sebuah portal terbentuk dengan cepat.


Zhou Yuan terkejut bukan main menyaksikan hal tersebut sementara Linxia dan Yun Bailian tampak berekspresi biasa saja seolah mereka sering melihatnya setiap hari.


Portal itu semakin membesar hingga seukuran orang dewasa, tidak lama kemudian seseorang keluar dari portal tersebut.


"Nenek!?" Bailian segera memeluk orang yang keluar dari portal tersebut sementara Linxia memberikan hormat padanya.


Zhou Yuan melihat orang itu sebelum dahinya kemudian mengerut, jika menurut penjelasan Linxia tidak salah dia menebak bahwa orang yang dipeluk Bailian merupakan Yun Feiyu, Nenek dari Yun Bailian.


Bailian memang tinggal di rumah ini berdua bersama neneknya.


Yang membuat dahi Zhou Yuan mengerut adalah tampilan Yun Feiyu, ia tidak menemukan ciri-ciri orang tersebut disebut sebagai nenek karena ia tampak tidak seperti orang yang sudah tua.


Tidak hanya tidak memiliki kulit yang keriput atau rambut beruban, Yun Feiyu justru tampak begitu muda dengan wajah cantik dan gaun merah yang menawan.


Seseorang yang melihatnya pertama kali akan berpikir Yun Feiyu seperti seorang gadis berusia 20 tahun.


"Anak muda aku mengerti diriku cantik tetapi sebaiknya kau tidak jatuh hati padaku, meskipun aku terlihat muda tetapi usiaku lebih dari seribu tahun." Yun Feiyu tertawa kecil, melihat Zhou Yuan menatapnya sampai tidak berkedip.


Zhou Yuan tersedak nafasnya sendiri sampai terbatuk-batuk, ia tidak berpikir demikian, dirinya hanya terkejut tampilan Yun Feiyu yang tampak begitu muda.


Di dunia persilatan bukan hal asing seseorang mempertahankan kemudaannya dengan ilmu tenaga dalam apalagi ketika kekuatan mereka sudah sangat tinggi.


"Maaf Bibi, aku tidak bermaksud seperti itu..." Zhou Yuan tersenyum canggung.

__ADS_1


"Bibi?" Nenek Bailian itu tertawa. "Sudah lama sekali aku tidak dipanggil demikian, kau membuatku teringat ketika aku masih muda dulu."


Zhou Yuan menggaruk pipinya canggung, ia justru berpikir Nenek Bailian ini sedang menipunya dengan mengatakan telah berumur seribu tahun lebih, padahal kenyataannya boleh jadi ia lebih muda dari yang terlihat.


"Kalau begitu Bibi, terimakasih karena telah menyelamatkanku." Zhou Yuan mengucapkan terimakasihnya sedalam mungkin.


Yun Feiyu mengangguk, ia kemudian menghampiri Zhou Yuan dan menyentuh pergelangan tangannya. Yun Feiyu tengah memeriksa kondisi pemuda tersebut.


"Kondisimu sudah membaik, kau hanya tinggal memulihkan stamina dan tenagamu, untuk sementara wakatu sebaiknya kau tetap di tempat tidur..." Yun Feiyu kemudian menoleh pada Bailian. "Lian'er, ambil obat ginseng hitam untuknya, dia akan membutuhkan banyak ginseng dalam pemulihannya!"


Zhou Yuan tidak mengetahui obat sejenis ginseng hitam itu tetapi ia kembali berterimakasih pada Yun Feiyu.


Bailian kemudian pamit untuk mengambil obat itu sementara Yun Feiyu mengeluarkan sebuah kantong sedang dari udara kosong.


Zhou Yuan terkejut menyaksikan hal tersebut meski ia sudah melihatnya ketika Kakek Bai melakukannya.


"Xiaxia, apa kau bisa memasak daging kelinci?" Tanya Yun Feiyu pada Linxia.


"Tentu Bibi, apa aku harus memasaknya sekarang?"


"Tidak perlu malu Bibi, dibandingkan jasa Bibi yang telah menyelamatkan kami semua, ini bukan apa-apa...." Linxia tersenyum kemudian pergi membawa kantong daging itu ke dapur.


"Sepertinya kalian memiliki hubungan istimewa?" Setelah Linxia pergi, Yun Feiyu bertanya pada Zhou Yuan.


Zhou Yuan tidak coba mengelak sehingga dia membalasnya dengan anggukan. "Dia seseorang yang sangat penting bagiku."


"Oh, itu cukup mengesankan Yuan'er..." Yin Feiyu memangut-mangutkan kepalanya lalu kemudian menunjuk dinding. "Apa dua gadis di samping ruanganmu ini juga?"


Zhou Yuan membutuhkan waktu untuk menyadari dua gadis yang dimaksud itu adalah Xiao Rou dan Yifei, dia baru mengetahui kalau dua gadis itu ternyata berada di samping ruangannya.


"Benar Bibi, mereka bertiga adalah orang-orang berhargaku."

__ADS_1


"Wow..." Yun Feiyu semakin terkejut sebelum digantikan dengan tepuk tangan dan wajah antusias. "Kau lelaki hebat Yuan'er, bisa memiliki tiga gadis cantik diusia yang begitu muda."


Zhou Yuan menggaruk kepala, bingung harus menjawabnya seperti apa, beruntung Bailian sudah kembali dan membawa beberapa obat untuknya.


"Ini..." Zhou Yuan memegang obat ginseng hitam tersebut yang memiliki bentuk bulatan kecil.


"Ini adalah obat yang terbuat dari ginseng hitam, seseorang biasanya memakannya ketika sedang memulihkan tenaga atau meningkatkan stamina. Meski disebut obat tidak ada batasan untuk mengonsumsinya, semakin banyak kau memakannya maka semakin cepat kau sembuh." Jelas Yun Feiyu.


Zhou Yuan mengangguk, tanpa banyak bicara dia mengambil segenggam bulatan pil ginseng itu ke dalam mulutnya.


"Oh aku belum mengatakan kalau obat itu sangat pahit."


Saat Yun Feiyu mengatakan demikian, beberapa bulatan telah masuk ke dalam mulut Zhou Yuan dan mengenai lidahnya.


Pemuda itu segera memasang ekspresi meringis ketika rasa pahit yang hebat menyentuh lidahnya, Zhou Yuan berusaha cepat menelannya meskipun hal itu sangat sulit dilakukan.


"Bibi, obat apa ini..." Zhou Yuan masih memasang wajah meringis, meski ia sudah menelannya rasa pahitnya masih terasa di lidah.


"Sudah kubilang itu obat ginseng, obat terpahit yang pernah ada di dunia pengobatan." Yun Feiyu tertawa kecil melihat ekspresi Zhou Yuan, bukan kali pertama ia menyaksikan kejadian seperti ini dan dirinya sangat menikmatinya.


"Jangan salah paham, meski pahit obat ginseng hitam memiliki khasiat tinggi. Kau bisa merasakannya tidak lama lagi."


Seperti yang dikatakan Yun Feiyu, beberapa detik kemudian Zhou Yuan bisa merasakan khasiat obat ginseng hitam tersebut. Tubuhnya terasa hangat dan ia bisa merasakan tenaganya jadi lebih kuat.


"Ini..."


Zhou Yuan terkejut, bukan hanya tenaga fisiknya tetapi tenaga dalamnya juga ikut meningkat serta terisi. Satu lingkaran tenaga dalam terbentuk usai memakan bulatan obat tersebut.


"Jika kau mengonsumsinya secara rutin kau bisa pulih dalam beberapa hari lagi." Yun Feiyu mengatakan bahwa ia mempunyai cukup persediaan obat ginseng hitam di dalam jadi Zhou Yuan tidak perlu takut kalau kehabisan obat.


Zhou Yuan berterimakasih, ia tidak menduga obat ginseng hitam itu tidak berbeda jauh dengan pil sumberdaya.

__ADS_1


Yun Feiyu dan Bailian kemudian pergi karena mereka harus sarapan masakan Linxia, Zhou Yuan memandang obat ginseng tersebut, meski pahit ia sepertinya harus mengonsumsinya untuk memulihkan kondisinya.


Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum menjepit hidungnya dengan satu tangan dan menelan bulatan obat itu lagi. Zhou Yuan meringis menahan rasa pahit namun ia tidak berhenti melainkan justru memakan lebih banyak lagi.


__ADS_2