
"Kau, dasar lelaki biadab!"
Wajah Linxia seketika menjadi merah padam saat menyadari ada seorang laki-laki yang melihatnya mandi. Emosinya memuncak dan tatapannya dipenuhi niat membunuh yang kuat.
Zhou Yuan segera memalingkan wajah takut melihat hal itu lebih jauh. "Nona, ini hanya kesalahpahaman, aku hanya-..."
Linxia langsung menyambar gaunnya saat Zhou Yuan memalingkan wajah, ia menarik pedangnya sebelum bergerak menyerang Zhou Yuan. Gadis itu tidak membiarkan Zhou Yuan mengakhiri ucapannya.
Jika bukan karena instingnya yang tajam Zhou Yuan mungkin akan terlambat menghindari serangan gadis itu yang begitu tiba-tiba, biarpun berhasil menghindar, luka goresan terukir di pipinya.
Ekspresi Zhou Yuan menjadi buruk dan segera mengambil jarak, sedetik saja ia terlambat menghindar mungkin nyawanya sudah melayang tadi.
Zhou Yuan menelan ludah, "Nona, aku tidak sengaja datang kesini. Aku tadi-..."
"Diam, tutup mulutmu!"
Linxia benar-benar tidak membiarkan Zhou Yuan berbicara lebih jauh, sekali lagi ia bergerak mendekatinya sebelum menyerangnya dengan teknik pedang.
Zhou Yuan menghindari setiap ayunan pedang gadis itu sambil berusaha berbicara dengannya, hanya saja berapa banyak kata yang keluar, Linxia tetap tidak mau mendengar, gadis itu benar-benar ingin membunuhnya.
Setelah beberapa kali serangan Linxia mengerutkan dahi melihat Zhou Yuan dapat menghindari serangan pedangnya dengan mudah. Hal itu membuatnya menghujani Zhou Yuan lebih serius.
"Kau bisa menghindari seranganku tetapi bagaimana dengan yang ini..."
Permainan pedang Linxia mendadak berubah, Zhou Yuan mengangkat satu alisnya saat merasakan ritme ayunan pedang lawannya menjadi berbeda.
"Gerakan ini... Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa menggunakan Teknik Pedang Suara!" Zhou Yuan terkejut saat mengenali teknik pedang yang digunakan gadis itu.
Kali ini justru Linxia juga ikut terkejut, ia langsung melompat mundur dan mengambil jarak dengan Zhou Yuan.
"Kau, bagaimana bisa mengetahuinya?!"
"Seharusnya aku yang bertanya demikian, bagaimana bisa teknik pedang yang sudah menghilang dalam sejarah sekalipun bisa digunakan olehmu?"
__ADS_1
Zhou Yuan sangat mengenali Teknik Pedang Suara karena ia juga mampu melakukan teknik tersebut.
Dikehidupan pertama, pengguna Teknik Pedang Suara sudah tidak ada di dunia persilatan karena klan Yue yang menciptakan teknik tersebut sudah dihancurkan beberapa ratus tahun lamanya.
Jika bukan karena bertemu gurunya, Zhou Yuan mungkin tidak akan mengetahui bahwa di dunia ini ada teknik pedang yang disebut Teknik Pedang Suara.
Bisa dibilang saat itu hanya guru Zhou Yuan saja yang mengetahui dan menguasainya. Melihat Teknik Pedang Suara tiba-tiba ada dihadapannya dengan penggunanya adalah seorang gadis muda, tentu saja membuat Zhou Yuan sangat terkejut.
Bahkan jika seseorang memperagakan teknik itu dihadapan orang lain, mereka hanya menganggap teknik tersebut adalah teknik pedang biasa.
Linxia ingin mengatakan sesuatu yang lain saat Zhou Yuan mengetahui teknik pedang klannya, tapi ia buru-buru menggelengkan kepala, berpikir yang terpenting sekarang adalah dirinya harus membunuh Zhou Yuan.
Gadis itu kembali memperpendek jarak antar keduanya, Zhou Yuan berdecak kesal, dia pikir gadis itu akan berhenti menyerang setelah mendengar sesuatu yang mengejutkan.
"Nona, apa kau yakin ingin membunuhku?" Zhou Yuan masih berusaha untuk tidak membawa ini lebih jauh.
Linxia menyipitkan mata. "Apa yang membuatmu berpikir aku akan membiarkan mu hidup..."
Zhou Yuan mengumpat, sadar tidak bisa keluar dari situasi ini.
Walaupun kedua pedang mereka beradu dan saling berbenturan, hampir tidak ada suara yang keluar dari pertarungan keduanya. Bisa dibilang mereka bertarung diatas keheningan.
Seperti namanya, Teknik Pedang Suara memiliki ikatan kental dengan sebuah suara. Teknik pedang ini memungkinkan si pengguna dapat memanipulasi suara.
Berbeda dengan Teknik Pedang Air yang memfokuskan pada kelenturan tubuh, Teknik Pedang Suara menitik beratkan pada kelembutan ayunan gerakannya.
Misalnya Linxia, gadis itu bisa menggunakan Teknik Pedang Suara dengan baik membuat setiap ayunan pedangnya hampir tidak menimbulkan bunyi.
Seolah tubuh dan pedang gadis itu tidak bersentuhan dengan udara disekitarnya, bahkan ketika pedang keduanya berbenturan, tidak ada suara yang timbul.
Hal tersebut sangat menganggu konsentrasi orang yang dilawannya karena keheningan yang terasa ganjil, padahal indra pendengaran adalah indra yang sering di pakai kedua setelah penglihatan.
Sesudah memberikan serangan yang bertubi-tubi, gadis itu mengerutkan dahi karena Zhou Yuan seperti tidak terpengaruh oleh keheningan di sekitarnya.
__ADS_1
Gadis itu mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu mengayunkannya keras pada Zhou Yuan.
Bunyi dengung terdengar ketika pedang Zhou Yuan menahan ayunan pedang tersebut, disisi yang lain pandangannya menjadi buram beberapa detik.
Ketika pandangan Zhou Yuan kembali normal, ia mendapati tubuh Linxia sudah menjadi dua cerminan.
Dua tubuh gadis itu segera menyerang Zhou Yuan dari kiri dan kanannya, Zhou Yuan menahan serangan salah satunya.
"Kau bisa mengetahuinya?!" Mata Linxia melebar ketika Zhou Yuan berhasil menebak jurus ilusi dari Teknik Pedang Suara.
"Menggunakan perantara suara untuk membuat ilusi, itu bukan sesuatu yang baru di dunia persilatan."
Zhou Yuan balik menyerang saat gadis itu masih terkejut dan kebingungan, dengan permainan pedangnya yang lincah gadis itu tidak punya pilihan selain diposisi bertahan.
Untuk kesekian kalinya gadis itu dikejutkan dengan permainan pedang Zhou Yuan yang menurutnya sangat ahli, dalam beberapa pertukaran saja Linxia sudah kewalahan.
Zhou Yuan terus menyudutkan gadis itu sebelum mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, ayunan berikutnya pedang Zhou Yuan melepaskan gelombang pedang.
"Maafkan aku Nona, aku terpaksa melakukannya..."
Yue Linxia menahan gelombang pedang itu buru-buru namun hal tersebut membuat tubuhnya terdorong beberapa meter bahkan hampir kehilangan keseimbangan.
Linxia merasakan nyeri yang lumayan di tangannya saat menahan gelombang pedang tersebut, pedang yang dipegangnya gemetar bahkan hampir terlepas.
Saat Linxia melihat ke depan, Zhou Yuan sudah tidak ada lagi di pandangannya. Gadis itu merasa kesal tetapi tidak berbuat apa-apa, meski bisa mengejarnya, dia tidak yakin bisa mengalahkan Zhou Yuan.
"Siapa sebenarnya laki-laki itu, bagaimana kemampuan pedangnya begitu sangat tinggi?"
Seingat Linxia, ia pernah melihat kemampuan ayah dan kakeknya saat menggunakan pedang namun dibandingkan dengan lelaki sebelumnya, Linxia merasa kemampuan pedang pria itu justru lebih ahli daripada ayah dan kakeknya.
Tentu saja yang paling mengejutkan adalah laki-laki itu bisa mengenali teknik pedangnya, padahal teknik pedang suara seharusnya sudah tidak ada yang mengenal di era ini.
Linxia kemudian teringat di pakaian yang digunakan lelaki itu tertera plat perak yang menunjukkan bahwa ia adalah salah satu peserta kompetisi.
__ADS_1
"Seharusnya dia akan muncul di kompetisi nanti, aku harus menemukan laki-laki itu..." Linxia menghela nafas, merasa tidak bisa berbuat apa-apa setelah hal besar terjadi padanya.