
"Apa yang terjadi, kenapa bulannya menjadi merah seperti ini?" Qiyao berkomentar, memandang ke atas langit sebelum menoleh pada Huang Li. "Kakak, apa kau mengetahui tentang fenomena ini?"
"Qiyao, kau sungguh tidak mengetahuinya?" Huang Li menatap adiknya tidak percaya.
Qiyao mengangkat bahu, yang membuat Huang Li menghela nafas. "Di kekaisaran lain mungkin fenomena bulan merah tidak begitu istimewa namun bagi seseorang yang tinggal di Kekaisaran Bulan, fenomena ini sangat membekas..."
Huang Li nyatanya mengetahui tentang bulan merah dan buah surgawi, sebenarnya pengetahuan ini termasuk informasi umum di Kekaisaran Bulan karena tercacat di buku sejarah bahkan hampir rata-rata penduduknya akan mengetahui tentang 7 buah surgawi tersebut.
Meski sudah seratus tahun telah berlalu, sejarah peperangan merebutkan buah surgawi tidak akan pernah terlupakan karena di dalam era tersebut ada banyak tragedi besar yang terjadi.
Tentu saja Huang Li sangat terkejut ketika melihat bulan merah itu, meski ia tidak menyaksikannya langsung era buah surgawi itu namun dirinya bisa membayangkan kekacauan yang terjadi saat itu.
"Bukankah itu berarti Kekaisaran Bulan akan dalam fase serupa juga?" Tanya Qiyao yang menyadari sesuatu.
"Benar, kurasa Saudara Yuan juga sudah menyadari itu, bukankah begitu Saudara Yuan?" Huang Li menoleh ke arah Zhou Yuan namun ia menemukan ekspresi pemuda itu dipenuhi kecemasan.
"Saudara Yuan, apa kau tidak apa-apa?" Qiyao menepuk pundak pemuda itu pelan.
Tepukan Qiyao menyadarkan Zhou Yuan dari lamunannya, ia tidak mendengar percakapan kedua gadis kembar itu sebelumnya karena terlalu larut dalam pikirannya.
"Aku baik-baik saja, maaf aku tadi hanya sedang banyak pikiran." Zhou Yuan tersenyum lembut, berusaha menutupi perasaan kekhawatirannya.
Saat Zhou Yuan melihat bulan merah, semua kejadian dirinya dikehidupan pertama bermunculan seolah baru terjadi kemarin.
Selain teringat buah surgawi, ia juga mengingat tentang kejadian besar setelah bulan merah itu muncul, kekacauan dan peperangan besar yang terjadi dimana-mana.
Situasi dunia persilatan di Kekaisaran Bulan saat ini sebenarnya sudah cukup buruk dengan adanya gejolak perang antara pemerintahan dengan organisasi kriminal apalagi saat Kuil Awan langit menyerang kediaman kaisar tiga tahun lalu.
Jika buah surgawi itu betulan muncul di sana maka lengkap sempurna peperangan besar itu akan terjadi. Adannya buah surgawi sudah cukup untuk menciptakan kekacauan yang tidak terkira.
Dikehidupan pertama, Zhou Yuan mungkin tidak akan peduli adanya fenomena bulan merah ini muncul atau tidak karena saat itu ia sudah tidak memiliki siapa-siapa untuk dilindungi usai gurunya meninggal.
Tapi di kehidupannya sekarang Zhou Yuan mempunyai seseorang yang ingin dia jaga salah satunya adalah orang tua dan Keluarganya.
__ADS_1
"Saudara Yuan, apakah anda lupa kalau aku bisa membaca pikiran." Qiyao yang menatap mata Zhou Yuan sejak tadi, menerawang pikirannya.
Zhou Yuan menepuk jidatnya, ia hampir lupa fakta tersebut.
"Saudara Yuan, kalau kau ingin kembali ke Kekaisaran Bulan kenapa anda tidak langsung ke sana?" Qiyao bertanya.
Huang Li menatap adiknya sesaat sebelum memandang Zhou Yuan, sepertinya gadis itu mengerti situasi yang terjadi.
"Dari tempat ini? Akan membutuhkan waktu satu tahun agar aku bisa ke Kekaisaran Bulan." Zhou Yuan tersenyum kecut.
"Sebenarnya tidak selama itu saudara Yuan, jika menggunakan jalan alternatif yang biasa digunakan orang mungkin akan membutuhkan waktu satu tahun namun ada jalan rahasia agar bisa cepat ke sana." Huang Li berbicara.
"Jalan Rahasia?"
"Ya, aku dan adikku saat pergi ke Kekaisaran Bintang setidaknya membutuhkan waktu tujuh bulan agar bisa kesini, jika tidak mempunyai masalah diperjalanan mungkin waktu tersebut bisa lebih singkat lagi sampai 6 bulanan..."
Zhou Yuan terkejut, ia tidak mengetahui ada jalan rahasia yang dimaksud Huang Li.
Huang Li menjelaskan Zhou Yuan harus memiliki peta benua terlebih dahulu, peta benua sebenarnya sangat sulit didapatkan karena dibuat terbatas sehingga sangat langka.
Zhou Yuan menghela nafas, harus dirinya akui ia ingin segera secepatnya tiba di Kekaisaran Bulan. "Nona Li, mohon bantuan darimu..."
Huang Li mengangguk, ia mengatakan membutuhkan waktu dua hari untuk membuat peta benua itu mengandalkan ingatan di kepalanya, dirinya juga harus memastikan peta itu akurat dengan menggabungkan beberapa peta yang lain.
***
Selama dua hari di markas Organisasi Bayangan Malam, Zhou Yuan melakukan banyak persiapan sebelum keberangkatannya.
Zhou Yuan sempat memburu beberapa siluman yang ada disekitar markas untuk diambil permatanya, ia akan menggunakan permata itu untuk mengisi tenaga dalamnya dengan cepat ketika di tengah perjalanannya nanti.
Zhou Yuan juga sudah memberitahu pada Xu Miao dan lainnya bahwa ia akan pergi ke Kekaisaran Bulan tak lama lagi, gadis itu tidak mencegah atau melarang Zhou Yuan karena mengerti situasi yang dihadapinya.
Disisi lain Zhou Yuan berharap saat dua hari itu cincin portalnya berfungsi, ia mencobanya beberapa kali namun hasilnya selalu nihil.
__ADS_1
'Sepertinya cincin ini masih membutuhkan waktu untuk bisa kugunakan...' Zhou Yuan menghela nafas, andai saja cincin portal itu aktif mungkin dirinya ke Kekaisaran Bulan hanya hitungan menit.
Di suatu waktu sebelum keberangkatan Zhou Yuan, ia meminta Xu Miao bersama 8 Tetuanya untuk berkumpul. Zhou Yuan ingin melakukan sesuatu pada mereka.
Zhou Yuan meminta mereka untuk duduk berbaris serta memunggunginya, sembilan gadis itu tampak kebingungan namun ia menuruti perintah Zhou Yuan.
Zhou Yuan meletakan satu tangannya di punggung Xu Miao, "Mungkin ini terasa sakit tetapi tidak akan lama, kuharap Nona Miao bisa bertahan selama beberapa menit."
Xu Miao mengangguk, Zhou Yuan mengatakan bahwa dirinya akan memberikan kekuatan padanya tetapi ia tidak memahami cara Zhou Yuan memberikan kekuatan tersebut.
Tak lama kemudian Zhou Yuan mulai mengalirkan tenaga dalam pada Xu Miao, gadis itu serentak merasakan rasa sakit yang hebat di tubuhnya namun ia bisa menahannya sambil mengigit bibir.
Rasa sakit itu terlalu lama seperti yang Zhou Yuan katakan, sesudah rasa sakit itu mereda Xu Miao bisa merasakan kekuatan hebat mengalir di dalam tubuhnya.
"Ini... Aku telah menerobos ke Alam Kristal?" Xu Miao menyadari keadaan tubuhnya.
Zhou Yuan mengangguk. "Aku tahu selama ini kalian sedang berusaha menerobos ke tingkatan selanjutnya, meski kalian berhasil akan membutuhkan waktu lima tahun agar kalian bisa menerobos ke Alam Kristal."
Zhou Yuan menjelaskan bahwa dirinya menggunakan tenaga dalam untuk memaksa tubuh Xu Miao naik tingkatan, sebab itu prosesnya tadi sangat menyakitkan.
Di dunia persilatan sebenarnya tidak ada teknik yang bisa melakukan seperti ini, Zhou Yuan bisa melakukannya karena ia mempelajarinya di Kitab Raja Langit.
Tentu saja teknik ini mempunyai syarat tertentu salah satunya adalah pendekar itu harus berada di puncak alam emas. Zhou Yuan mampu membantunya dengan cara paksa oleh tenaga dalamnya.
Zhou Yuan kemudian melakukan hal serupa pada delapan Tetua yang lain termasuk Huang Li dan Qiyao. Dalam waktu singkat, sembilan gadis itu telah menjadi pendekar Alam Kristal.
Sembilan gadis itu tampak gembira serta berterimakasih pada Zhou Yuan, andai mereka tidak dibantu olehnya bahkan walaupun berbakat sekalipun mereka akan bisa menerobos ke Alam Kristal diusia tiga puluhan tahun.
Zhou Yuan mengangguk, ia sengaja membantu mereka karena menyadari potensi Organisasi Bayangan Malam di masa depan. Keesokan harinya peta yang dibuat Huang Li akhirnya selesai. Zhou Yuan tidak membuang waktu, ia segera berpamitan pada yang lain.
"Terimakasih Saudara Yuan atas bantuanmu, jika anda membutuhkan bantuan, Organisasi Bayangan Malam bersedia akan membantumu sampai kapanpun." Huang Li meneteskan air matanya, walaupun Zhou Yuan hanya sebentar bersama mereka namun pemuda itu sudah melakukan banyak hal untuk organisasinya.
Zhou Yuan mengangguk, "Aku harus pergi, setelah urusanku di Kekaisaran Bulan selesai aku akan kembali kesini."
__ADS_1
Selepas berkata demikian Zhou Yuan kemudian melayang di udara, membuat orang yang memandanginya menahan nafas dengan terkejut. Bagi mereka, ini baru pertama kali melihat seorang pendekar bisa terbang seperti itu.
Zhou Yuan tersenyum tipis, tanpa peduli reaksi yang melihatnya ia segera melesat terbang ke udara, menuju kekaisaran Bulan.