Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 253 — Perebutan Buah Surgawi


__ADS_3

Alunan kecapi terus dimainkan hingga beberapa menit kemudian sebagian para tamu mulai menguap dan merasa mengantuk setelah mendengar kecapi tersebut.


Hanya pendekar tingkat tinggi yang tidak terpengaruh oleh alunan nada kecapi Mu Lingling.


Memang selain Zhou Yuan, para pendekar khususnya Hong Sha, Hantu Pedang, dan lainnya segera menyadari nada yang dimainkan kecapi itu bukanlah seni musik biasa.


Para pendekar Alam Emas ke bawah akan terpengaruhi oleh kecapi yang dibunyikan oleh Mu Lingling, mata mereka akan terasa berat, mengantuk, dan ingin segera cepat tertidur.


"Ah, kenapa mengantuk sekali, padahal aku ingin melihat pelelangan ini."


"Benar, mataku rasanya seperti dipaksa untuk tertidur. Aku tidak kuat lagi, aku akan pulang ke penginapan sekarang juga!"


Para tamu yang terkena efek kecapi Mu Lingling tak tahan lagi menahan rasa kantuk yang menyiksa sehingga mereka mulai pergi dan meninggalkan pelelangan ini.


Dalam waktu singkat separuh lebih pengunjung yang datang ke kediaman Keluarga Mu pergi, yang tersisa kini hanya para pendekar dengan tingkatan yang mencapai Alam Kristal ke atas.


"Sepertinya Keluarga Mu ini memang dengan sengaja mengusir para tamunya..." Zhou Yuan tersenyum tipis sambil melihat ke sekelilingnya.


Alunan kecapi Mu Lingling hanya berkisar lima menitan sebelum gadis itu mengakhiri pertunjukannya, menyadari tidak ada lagi yang terpengaruh teknik kecapinya gadis itu tidak bisa berbuat banyak, meski ia memainkan sampai berjam-jam sekalipun tidak akan berefek pada pendekar Alam Kristal ke atas.


"Ah, sepertinya para tamu sudah mengantuk, mungkin mereka kelelahan sesudah bekerja seharian..." Mu Liang tertawa saat melihat para tamu hanya berjumlah seperempat dari jumlah yang datang diawal.


Zhou Yuan dan para pendekar lainnya tersenyum sinis, jelas menyadari siasat Mu Liang yang sebenarnya. Zhou Yuan tidak menghentikan rencana Mu Liang karena situasi ini menguntungkannya untuk rencana ia kedepannya.


"Baik, karena malam sudah larut, kita langsung saja ke acara pelelangan ini. Tanpa perlu basa-basi, barang pertama kita akan perlihatkan di atas panggung..."


Barang yang dilelang Mu Liang pertama kali adalah sebuah pil sumberdaya bagi pendekar, karena yang tersisa di pelelangan ini adalah pendekar Alam Kristal ke atas maka pil yang dijual juga bukan pil biasa.


"Pil berwarna merah ini bernama Pil Darah Abadi yang berkhasiat untuk membantu meningkatkan Penyaringan Darah sebesar 40 persen. Harga awal dimulai sepuluh ribu keping emas..." Mu Liang mulai menjabarkan harga barang di pelelangan ini.


Beberapa pendekar yang tertarik mulai mengangkat tangan dan menawarkan harga yang lebih tinggi, Zhou Yuan dan Yifei justru sebaliknya, keduanya tampak abai dan tidak menaruh minat pada pil tersebut.

__ADS_1


Zhou Yuan sudah menyempurnakan lima pondasi penempaan fisiknya termasuk Penyaringan Darah sehingga ia tidak membutuhkan pil tersebut sementara Yifei, meski belum menyempurnakannya tetapi ia mempunyai tanaman sumberdaya yang lebih berharga dari dunia lain dibandingkan pil itu.


Pil Darah Abadi kemudian terjual oleh salah satu pendekar yang berasal dari sebuah sekte, Mu Liang kemudian melelang barang selanjutnya namun barang kedua ternyata bukan Buah Surgawi.


Yifei menguap lebar dibalik topengnya dan mulai terasa bosan menunggu, barang-barang yang dilelang Keluarga Mu itu hampir tidak ada yang membuat gadis itu tertarik bahkan perhiasan sekalipun.


"Kapan Buah Surgawi itu muncul, aku tidak sabar ingin melihatnya..." Keluh Yifei sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Zhou Yuan tersenyum, "Mungkin Buah Surgawi akan dilelang diakhir, biasanya barang yang paling berharga akan ditunjukkan sebagai penutup."


Barang yang dilelang Keluarga Mu ternyata jauh lebih banyak sehingga para pendekar harus menunggu lebih lama untuk menunggu Buah Surgawi ditampilkan.


Saat pelelangan terus berlanjut tiba-tiba suara keras terdengar, sebuah hantaman keras dari seorang pendekar yang menghancurkan meja hingga berubah menjadi serpihan kayu, pendekar tersebut adalah Hantu Pedang.


"Bisakah kau tunjukkan Buah Surgawi yang kau katakan itu, kami tidak punya waktu tinggal disini lebih lama!" Hantu Pedang menatap Mu Liang dingin bahkan tidak segan memancarkan nafsu membunuh padanya.


Mu Liang berusaha tetap tenang sambil tersenyum tipis dengan kejadian tersebut.


"Baiklah, apa yang dikatakan Saudara ini benar, aku terlalu sibuk menjual barang-barangku sehingga lupa niat sebenarnya kalian datang kesini..." Mu Liang tertawa kecil lalu kemudian mengeluarkan sebuah buntalan dibalik jubahnya. "Barang ini adalah para saudara-saudari cari, Buah Surgawi..."


Semua pendekar di pelelangan itu hampir tidak berkedip ketika buah itu ditunjukkan, beberapa dari mereka menelan ludah serta lainnya menahan nafasnya.


"Yuan Gege, apa itu Buah Surgawi yang dikatakan dalam lagenda?" Yifei bertanya dengan terpana ketika melihat apel emas tersebut.


"Pastinya demikian, tidak hanya bercahaya tetapi aura yang dipancarkan buah itu tidaklah biasa..."


Zhou Yuan belum pernah melihat Buah Surgawi secara langsung karena Buah Surgawi yang didapatkannya dikehidupan pertama sangatlah berbeda terutama dari tampilannya yang berwarna hitam pekat.


Buah Surgawi yang ditunjuk Mu Liang selain bercahaya keemasan ia juga memancarkan aura misterius. Zhou Yuan yakin buah yang seperti apel itu adalah Buah Surgawi sungguhan.


Mu Liang menatap para tamu yang terlihat takjub menatap Buah Surgawi sebelum tersenyum lebar.

__ADS_1


"Keluarga Mu tidak akan berbohong dalam berbisnis karena kami sangat memegang teguh kejujuran dalam berdagang. Para pendekar sekalian bisa melihat keaslian Buan Surgawi ini, aku akan menawarkan harga awal sebesar sepuluh juta keping emas!"


Buah Surgawi yang sangat langka dengan khasiat misterius didalamnya membuat harga buah tersebut sangat mahal, Mu Liang tidak segan-segan menawarkan puluhan juta di harga awal.


"20 Juta keping emas, aku akan ambil!" Hantu Pedang segera mengangkat tangannya di awal.


Para pendekar yang lain terkejut, mereka semua adalah orang yang memiliki banyak harta tetapi tidak sampai jutaan, Hantu Pedang justru menawarkan dua kali lipat dari harga aslinya seperti angin lalu.


"30 juta keping emas!" Zhou Yuan kali ini yang mengangkat tangan.


Hantu Pedang terkejut dibalik topengnya sebelum menaikan harga lagi. "40 juta keping emas."


"50 juta keping emas!" Balas Zhou Yuan dengan tenang.


"Kalau begitu 70 juta keping emas!"


"80 juta keping emas!"


"Kau!" Hantu Pedang menunjuk Zhou Yuan dengan geram. "Seratus juta keping emas!"


Hantu Pedang tersenyum sinis, ia yakin Zhou Yuan tidak mungkin mempunyai uang lebih dari seratus juta, hanya sebuah Keluarga Bangsawan besar yang memilikinya itupun penghasilan mereka selama setahun.


Zhou Yuan tertawa kecil sebelum menaikan tangannya lagi. "Dua ratus juta keping emas!"


"Ini..."


Para pendekar yang menyaksikan terkejut mendengar nominal yang disebutkan, dua ratus juta keping emas bukanlah nominal yang mudah dibayangkan oleh pikiran mereka sekalipun.


Hantu Pedang mengumpat dan kemarahannya memuncak pada Zhou Yuan, ia kemudian menoleh pada Mu Liang yang memegang Buah Surgawi sebelum tiba-tiba ia berlari ke arahnya, berniat menyerangnya dan merebut Buah Surgawi itu secara paksa.


Mu Liang terkejut dan tidak menyangka Hantu Pedang akan bermain tangan, sebelum Hantu Pedang menyerangnya Zhou Yuan tiba-tiba muncul dan memberikan tendangan pada Hantu Pedang itu.

__ADS_1


Hantu Pedang terdorong beberapa meter karena tendangan itu, ia terkejut karena tendangan Zhou Yuan tidak asing menurutnya. "Tendangan ini... Kau?!"


Zhou Yuan tersenyum mengejek. "Tidak punya uang lalu menggunakan kekerasan, aku tidak menyangka kalian para kriminal akan bertindak serendah ini."


__ADS_2