Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 117 — Paras Cantik


__ADS_3

"Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang besar?"


Saat Zhou Yuan kebingungan harus bertindak seperti apa dengan situasi yang terjadi di depannya, suara dari seseorang terdengar ke telinganya, ia mengenali suara tersebut yang terdengar berat namun mengandung nada yang ramah.


Zhou Yuan menoleh ke satu arah, mendapati Jiang Qisha sudah berdiri di sana. Kedatangannya yang begitu tiba-tiba langsung menghentikan keributan Yue Jian dan Xiao Fan.


"Yang Mulia..." Zhou Yuan langsung memberikan hormatnya pada Jiang Qisha.


Jiang Qisha mengangguk. "Aku sedang berkeliling istana lalu tanpa sengaja mendengarkan keributan disini, Saudara Fan, Saudara Jian, apakah ada masalah diantara kalian?"


Dua kakek itu saling pandang sambil tersenyum canggung, mereka tidak bisa menjawab kebenarannya bahwa keduanya bertengkar karena soal perjodohan cucu.


"Kami hanya sedikit berdebat karena berbeda pendapat, Yang Mulia..."


"Saudara Fan benar, ini hanya perselisihan yang tidak penting..."


Zhou Yuan tertawa kecil melihat reaksi kedua kakek tersebut, biarpun kekuatan mereka tidak terlampau jauh namun dihadapan Jiang Qisha, mereka masih segan dan menghormatinya.


Jiang Qisha bernafas lega, ia pikir ada masalah besar yang membuat keduanya bertengkar.


Jiang Qisha tidak mau dalam pertemuan besar nanti ada seseorang yang bermusuhan sementara saat ini Kekaisaran Bulan harus bersatu dalam memerangi kasus pil hitam dan organisasi kriminal.


"Saudara Fan, Saudara Jian, bagaimana kalau kita minum-minum, sudah sejak lama kita tidak berkumpul, mungkin sedikit bersenang-senang bisa membuat hubungan kita jadi lebih baik lagi." Jiang Qisha mengajak Xiao Fan dan Yue Jian.


Tanpa bisa menolak, Xiao Fan dan Yue Jian menerima ajakan tersebut. Ketiganya berpamitan kepada Zhou Yuan lalu pergi meninggalkannya.


Zhou Yuan melihat ketiga kakek tersebut, sebenarnya ia terkejut hubungan pihak pemerintah dan sekte sudah sedekat ini.


Zhou Yuan masih ingat ketika ia masih hidup dikehidupan pertamanya, hubungan pihak pemerintah dan sekte tidak berjalan baik bahkan bisa dibilang mereka bermusuhan.

__ADS_1


Pihak para sekte menolak untuk menganggap bahwa Keluarga Bangsawan adalah sosok status yang di atas mereka. Bagaimanapun bagi pihak para sekte yang semuanya merupakan pendekar, kekuatan adalah yang paling dihormati, bukan tahta.


Sementara untuk kaum bangsawan mereka menganggap bahwa pihak para sekte sebagai sebuah kelompok yang tidak memiliki aturan dan selalu bertindak semena-mena.


Hal inilah yang memicu konflik puluhan tahun diantara keduanya, kaum bangsawan memang bukan seluruhnya pendekar namun mereka mengerti yang namanya dunia politik. Menjadi seorang pemimpin adalah keahlian mereka.


Mereka juga lah yang mengatur penduduk biasa, membuat aturan serta hukum, membuat pajak dan perlindungan bagi rakyatnya dari kejahatan


Meskipun konflik keduanya sangat panjang dan mementingkan ego masing-masing. Pada akhirnya pihak para sekte yang sulit diatur pemerintahan, mau tidak mau harus bekerjasama dengan kaum bangsawan karena masalah organisasi kriminal yang semakin besar dan berniat menguasai dunia persilatan dengan kejahatan.


Meski pihak para sekte selalu semena-mena, mereka bukanlah orang jahat. Sebab itu karena tidak punya pilihan lain, mereka harus bekerjasama untuk melawan para organisasi kriminal.


Saat menyaksikan Xiao Fan dan Yue Jian saat ini sangat akrab serta menghormati Kaisar Bulan, Zhou Yuan menyadari begitu dekatnya hubungan pihak sekte dan pemerintahan.


Zhou Yuan tersenyum, ia berpikir bahwa kehidupan keduanya ini tidak seburuk yang ia pikirkan. Meski kejahatan pasti akan terjadi, dirinya bukan satu-satunya yang akan menghentikan kejahatan itu.


***


"Tuan muda, Tuan Putri menyuruh anda untuk pergi ke kediamannya sekarang juga..."


Zhou Yuan baru menempelkan tubuhnya di tempat tidur saat ada pelayan yang mengetuk kamarnya dan memerintahkan ia pergi menemui Jiang Yifei.


Zhou Yuan tersenyum tipis, tidak punya pilihan, ia pergi ke kediaman gadis itu.


Sudah dua hari Zhou Yuan tidak bertemu Jiang Yifei, ia mengetuk kediamannya lalu tak lama kemudian pintunya terbuka dan terlihat Jiang Yifei yang sudah menunggunya .


Mata Zhou Yuan tak berkedip saat memandang gadis itu, tepatnya melihat paras manisnya.


Sebenarnya Jiang Yifei setiap hari selalu berpenampilan anggun serta manis khas seorang Tuan Putri, tapi berbeda dengan hari ini, gadis itu tampak terlihat riasannya, membuat wajah manisnya semakin kental terlihat.

__ADS_1


Zhou Yuan saja yang memiliki mental lima puluh tahunan sulit memalingkan pandangannya dari kecantikan gadis itu, harus dirinya akui kalau gadis berambut pink itu adalah wanita tercantik yang pernah ia temui di dua kehidupannya.


"Apa kau lihat-lihat?!" Jiang Yifei melotot kesal saat Zhou Yuan terus memandangnya.


Zhou Yuan tersenyum tipis, tersadarkan dari lamunannya. Meski memasang wajah jutek, wajah Yifei tetap terlihat manis bahkan menggemaskan.


"Tuan Putri, kau terlihat cantik hari ini." Zhou Yuan tersenyum, tulus memuji gadis itu.


"Hmph! Baguslah kalau kau sadar, cepat masuk, kita berlatih tanding seperti biasa!"


Jiang Yifei memalingkan wajah lalu berjalan terlebih dahulu ke kediamannya, Zhou Yuan tidak yakin tapi samar-samar ia melihat pipi gadis itu sedikit memerah ketika ia memujinya.


Seperti latihan biasanya, Jiang Yifei akan mengajak Zhou Yuan berlatih tanding. Tidak ada yang berbeda dari hasilnya, berapapun kali gadis itu mencoba, ia tidak akan bisa menang melawan Zhou Yuan.


Satu hal yang membuat Zhou Yuan menaikan alisnya, serangan Jiang Yifei kali ini tampak sedang menahan kekuatannya.


Jika biasanya gadis itu menyerang dengan sungguh-sungguh tanpa keraguan sedikitpun namun kali ini ia lebih terkesan berhati-hati agar Zhou Yuan tidak terluka. Hal tersebut jelas membuat Zhou Yuan lebih cepat menang.


Di pertandingan yang ketujuh kali, Zhou Yuan menghentikan latihan tandingannya. Dia bisa melihat stamina Yifei sudah terkuras cukup banyak dan nafasnya pun mulai tidak beraturan.


"Tuan Putri, gaya pertarungan anda semakin meningkat karena pengalaman bertarung anda semakin banyak. Tuan Putri bisa-..."


"Namaku Yifei, kau bisa panggil aku dengan namaku atau Fei'er." Potong gadis itu tiba-tiba.


Zhou Yuan terbatuk-batuk karena tersedak nafasnya sendiri, terkejut dengan penuturan gadis itu. "Tuan Putri, itu terlalu lancang, aku bisa bahaya kalau-..."


"Tidak apa-apa, khusus dirimu aku mengecualikannya. Jangan salah paham, bukannya aku ingin akrab denganmu, aku hanya tidak ingin tampak lebih tua ketika kau menyebutku dengan gelarku..." Yifei melipat tangannya di dada lalu membuang wajah.


Zhou Yuan tersenyum canggung. 'Sejak kapan gelar kehormatan dianggap tua, biasanya kebanyakan orang justru ingin memperebutkannya...'

__ADS_1


__ADS_2