Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 295 — Bilah Pedang IV


__ADS_3

Huang Zhang sudah dikejutkan dengan keberadaan pedang Ingrid yang bisa melayang dan ketika pemuda itu mengeluarkan pedang Kusanagi dari ruang hampa, jantung Huang Zhang hampir berhenti sesaat.


Disisi yang sama Pedang Iblis tak kalah bereaksinya, ia sudah mengetahui Pedang Ingrid dibandingkan yang lain karena pedang itulah yang membantai pasukan organisasi dibarisan tengah namun yang tidak ia ketahui adalah pedang tersebut adalah miliki Zhou Yuan.


Zhou Yuan tidak menunggu mereka pulih dari keterkejutannya, ia menghilang dari pandangan mereka sebelum tiba-tiba muncul di depan Pedang Iblis sambil mengayunkan kedua pedangnya.


Pedang Iblis terkejut namun ia masih sempat mengangkat pedangnya untuk menahan serangan Zhou Yuan namun dirinya tidak menduga, ayunan pusaka Zhou Yuan langsung membuat pusakanya hancur berkeping-keping.


Sebelum Pedang Iblis bereaksi atas pedangnya, Zhou Yuan sudah mengangkat kaki dan memberikan tendangan kuat ke arah perut pria paruh baya itu.


Tendangan yang dilapisi tenaga dalam itu membuat Pedang Iblis terlempar belasan meter.


Pedang Iblis terbatuk-batuk dan merasakan beberapa tulang rusuknya patah, darah segar keluar dari bibirnya, ia segera memulihkan kondisinya dengan tenaga dalam.


Huang Zhang sampai mematung melihat pertukaran singkat itu dan menyaksikan kondisi Pedang Iblis tetapi ia tidak punya waktu untuk terkejut, bersama dua kriminal Alam Cahaya lainnya ia kembali menyerang Zhou Yuan.


Ketiganya kembali bekerja sama untuk menekan Zhou Yuan namun tidak seperti sebelumnya dimana Zhou Yuan memilih bertahan, kali ini pemuda itu menggunakan teknik pedangnya untuk menyerang balik.


Zhou Yuan menggunakan Pedang Ingrid di tangan kirinya sementara Pedang Kusanagi di tangan kanannya. Dengan kombinasi dua pusaka ia mulai menekan mereka.


Setiap serangan Zhou Yuan dilapisi tenaga dalam yang besar ditambah pedangnya memiliki ketajaman yang lebih tinggi dari pada pusaka kelas awan, tidak membutuhkan waktu lama untuk dirinya membalikan situasi.


Huang Zhang dan dua kriminal Alam Cahaya bersamanya merasakan perubahan drastis kekuatan Zhou Yuan, mereka hampir lupa bahwa beberapa saat ini pemuda itu belum menggunakan kekuatannya untuk menyerang.


Setiap senjata mereka berbenturan dengan pedang Zhou Yuan tangan mereka akan terasa sakit, dan yang lebih parah dari itu pusaka ketiganya mulai mengalami retakan halus.


Zhou Yuan terus memainkan teknik dua pedangnya dengan lincah dan tajam, gerakannya yang rumit serta sulit di tebak membuat Huang Zhang bersama dua kriminal lainnya mulai diposisi terdesak bahkan terluka.


"Kalau situasinya seperti ini terus pertarungan ini akan berlangsung lama..." Meski Zhou Yuan diposisi yang unggul ia tidak merasa senang dengan keadaannya.

__ADS_1


Zhou Yuan yakin bisa mengalahkan lawannya dengan kekuatannya yang sekarang namun itu tetap membutuhkan waktu.


Masalahnya peperangan ini masih berlanjut ketika Zhou Yuan bertarung, setiap detiknya pasti akan ada yang terbunuh. Zhou Yuan tidak mau ada banyak korban di pihak pasukan pemerintahan jika terus di situasi seperti ini, tidak hanya ingin memenangkan peperangan tetapi Zhou Yuan juga ingin meminimalkan jumlah korban di pasukan pemerintahan.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam lalu mengayunkan dua pedangnya secara bersamaan untuk membuat lawan-lawannya terdorong hingga memisahkan diri darinya.


"Ingrid, tahan dua dari mereka sebentar, aku akan menghabisinya satu persatu." Zhou Yuan berbicara pada Ingrid.


Ingrid menjawabnya dengan dengusan tetapi gadis itu tidak menolak permintaan Zhou Yuan.


Zhou Yuan melemparkan pedang Ingrid ke udara seketika pedang itu langsung melayang dan terbang ke arah dua kriminal Alam Cahaya untuk menyibukkan mereka sementara disisi lain Zhou Yuan langsung bergerak ke arah Huang Zhang.


Walaupun Ingrid tidak bisa membunuh pendekar tingkat tinggi dengan kekuatannya tetapi pedang itu mampu merepotkan mereka bahkan membuat keduanya kewalahan.


Dua kriminal Alam Cahaya itu bertukar serangan dengan Ingrid, mereka tampak kebingungan harus menyerang bagian mana karena pedang itu tidak memiliki pemegangnya.


Saat mereka berusaha menyerang, Pedang Ingrid bisa menghindar seperti mahluk yang hidup, ukurannya yang relatif lebih kecil serta bergerak cepat membuat lawannya kesulitan untuk menyerang.


Baru beberapa langkah Huang Zhang bergerak Zhou Yuan sudah muncul dan menghadangnya.


"Kau ingin pergi, kenapa kau tidak bertanya apakah aku memperbolehkannya atau tidak?" Zhou Yuan tersenyum dingin.


Huang Zhang berdecak pelan, "Jangan halangi aku, aku memang tidak bisa mengalahkanmu tapi bukan berarti tak dapat mencederaimu?!"


"Oh, aku ingin lihat cedera seperti apa yang akan kau torehkan padaku..."


Huang Zhang merapatkan giginya sebelum bergerak maju, Zhou Yuan tak tinggal diam dan ikut menyerang, keduanya kemudian bertukar serangan puluhan jurus.


Huang Zhang sudah cukup kewalahan menghadapi Zhou Yuan ketika bersama yang lain dan kini saat ia bertarung sendiri, Huang Zhang kesulitan mempertahankan ketenangannya.

__ADS_1


Gerakan pedang Zhou Yuan yang memiliki pola serangan yang beragam serta banyak variasi membuatnya dengan cepat melukai tubuh Huang Zhang, namun anehnya Huang Zhang merasa tidak asing dengan teknik pedang tersebut.


Hingga di satu titik akhirnya Huang Zhang berhasil mengingatnya. "Gerakan pedang ini... Tidak mungkin! Bagaimana kau bisa melakukannya?!"


Huang Zhang tidak mungkin lupa dengan gerakan pedang yang telah memutuskan tangannya. Teknik pedang yang menurutnya paling hebat di dunia persilatan yang pernah ia temui dalam hidupnya.


"Tua bangka, kau akhirnya mengingatnya..." Zhou Yuan tertawa melihat ekspresi keterkejutan Huang Zhang.


"Bagaimana bisa kau melakukannya, hanya seseorang yang sudah lama mati yang bisa menggunakan teknik pedang tersebut?" Huang Zhang masih tidak percaya. "Apa kau adalah murid pendekar yang memakan buah surgawi itu?"


Zhou Yuan tidak menanggapi tetapi ia memberikan sebuah pernyataan. "Seratus tahun yang lalu aku terbunuh olehmu karena kau membawa pasukanmu dan sekarang, akan kupastikan kau yang terbunuh dan dendamku terbalaskan."


"Seratus tahun yang lalu, tunggu dulu, jangan bilang kau..." Huang Zhang sejak awal merasa tidak asing dengan teknik pedang Zhou Yuan dan kini ia memahaminya.


Zhou Yuan tidak menjawab, ia mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya lalu menggunakan teknik pedang elemen, gelombang ombak, untuk melukai Huang Zhang.


Ayunan pedang Zhou Yuan kali ini sangat berbeda, selain kuat Huang Zhang tidak bisa mengikuti kecepatannya.


Pedang Zhou Yuan memotong tangan Huang Zhang yang satunya lagi dalam waktu sepersekian detik, membuat pria tua itu kini tidak lagi memiliki tangan.


Huang Zhang melihat tangannya yang jatuh ke tanah sebelum menjerit keras seperti kambing yang akan disembelih, darah mengucur deras dari tangan yang terputus.


Darah yang terus keluar akhirnya membuat pandangan Huang Zhang jadi kabur serta tubuhnya menjadi lemas, Huang Zhang kemudian jatuh dalam posisi berlutut.


"Ada kata-kata terakhir..." Zhou Yuan menempelkan pedangnya ke leher Huang Zhang.


Huang Zhang memandang Zhou Yuan terakhir kali sebelum tertawa keras dengan nada yang terkesan kesal, "Aku tidak menduga kau adalah pendekar itu, kau mungkin menang hari ini tetapi setelah kematianku Kuil Awan Langit akan bergerak dan memburumu. Kau akan seperti di kehidupan sebelumnya dan kau-...."


Sebelum Huang Zhang menyelesaikan perkataannya Zhou Yuan sudah menggerakkan pedangnya, memisahkan kepala dan tubuh pria tua itu.

__ADS_1


Zhou Yuan tersenyum puas melihat jasad Huang Zhang, sudah lama sekali ia memendam kebencian di hatinya untuk kriminal tersebut, setelah membunuhnya Zhou Yuan merasakan kepuasan yang tidak bisa dilukiskan.


*Sabar ya, masih belum crazy up, hehehe, tapi boleh kok kalau crazy vote...


__ADS_2