Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 226 — Menelusuri Makam Kuno III


__ADS_3

"Sudah sekian lama aku tidak melihat ada seseorang yang sampai ke ruangan ini, manusia, kau datang di waktu yang tepat. Kemari dan biarkan aku menyantap daging kalian hari ini..."


Zhou Yuan terkejut ketika mendengar siluman laba-laba itu bisa berbicara, ia pernah mendengar kejadian itu dari gurunya bahwa siluman yang sudah lama hidup akan mempunyai kecerdasannya sendiri salah satunya kemampuan untuk berbicara namun menyaksikannya langsung jelas terasa berbeda


"Siluman itu hampir mencapai raja atau ratu siluman, jika dia dibiarkan hidup lebih lama mungkin akan mencapai hal tersebut. Pendekar Yuan, kita tidak boleh membiarkannya lolos."


Laba-laba itu tertawa mendengar ucapan Jian Chen, "Manusia, kau ingin membunuhku? Kalau tidak ada formasi di ruangan ini yang menyegel sebagian kekuatanku mungkin aku sudah keluar dari sini dan memangsa kaum kalian."


Ekspresi Zhou Yuan menjadi buruk, ia tidak menduga akan menemukan monster mengerikan di makam ini.


"Teknik Pedang Elemen — Alunan Nada Angin!"


Zhou Yuan mengayunkan pedangnya yang kemudian menciptakan pisau angin yang tajam, serangan tersebut mengarah pada laba-laba itu, dengan ukurannya yang besar ia tidak akan bisa menghindar.


Zhou Yuan berpikir pisau angin itu cukup membuat salah satu kaki laba-laba terputus namun ternyata dugaannya salah, pisau angin Zhou Yuan hanya menciptakan goresan kecil pada kulitnya.


"Kau ingin melukaiku dengan serangan anak-anak seperti ini, bangsa manusia sungguh lucu!" Laba-laba itu tertawa keras.


Zhou Yuan mendengus lalu kembali mengayunkan pedangnya untuk menciptakan pisau angin kembali.


Laba-laba itu tertawa mengejek dan tidak berusaha untuk menghindar sampai akhirnya tawa itu menghilang karena pisau angin Zhou Yuan kali ini bisa melukainya lebih dalam.


"Apa sekarang kau berpikir semua ini lucu!" Zhou Yuan yang kali ini tersenyum mengejek.


Laba-laba itu mendesis marah. "Manusia, jangan harap mati setelah aku menangkapmu!"


Laba-laba itu kemudian melepaskan jaringnya yang menembak dengan cepat ke arah Zhou Yuan.


Zhou Yuan menghindari jaring itu dengan melayang terbang di udara, ia bisa merasakan jika terkena jaring tersebut mungkin dirinya tidak akan bisa terlepas kembali.


Satu hal yang membuat Zhou Yuan merasa diuntungkan situasinya, ruangan yang ditempati laba-laba itu memiliki ukuran yang luas sehingga Zhou Yuan dapat terbang di sekitarnya.


Jian Chen tidak berdiam diri, dia bergerak cepat dan tiba-tiba sudah berada di atas laba-laba itu. Jian Chen menghunuskan pedangnya berniat menusuk tubuh laba-laba tersebut namun kulit laba-laba itu nyatanya terlalu keras untuk di tembus pedang asura.

__ADS_1


Jian Chen mengerutkan dahinya, sebelum ia menghujamkan pedangnya kembali Laba-laba itu sudah melapisi kulitnya dengan elemen petir. Jian Chen tidak bisa berbuat banyak dan langsung menjauhi laba-laba itu sebelum listrik itu mengenai dirinya.


"Manusia, kekuatan kalian memang tinggi tetapi belum cukup untuk membunuhku!" Laba-laba itu mendesis kesal, dia ternyata bisa melakukan perubahan jenis juga.


"Kulitnya keras tapi aku sudah menemukan permata silumannya, kita harus melumpuhkan gerakannya terlebih sebelum bisa mengambil permata itu." Jian Chen melayang di samping Zhou Yuan, aksi yang membuat pemuda itu menahan nafas.


Permata siluman adalah kelemahan bagi setiap siluman, jika permata itu dihancurkan atau diambil maka mereka akan segera mati.


Zhou Yuan mengangguk, ia sedikit berdecak kagum karena Jian Chen sudah menemukan permata siluman dalam waktu yang singkat.


"Elemental Kabut — Hembusan Nafas Kabut!"


Zhou Yuan menyemburkan uap di mulutnya dengan jumlah yang besar, uap itu terus bertambah dengan signifikan hingga memenuhi ruangan sebelum akhirnya berubah menjadi kabut yang tebal.


Zhou Yuan membatasi jarak pandang laba-laba itu meski hal sama berlaku untuknya, Zhou Yuan bisa diuntungkan karena ukuran laba-laba itu memiliki ukuran yang cukup besar.


SPLASH!


Tebasan Zhou Yuan memang tidak berhasil memotong kaki laba-laba itu namun cukup membuatnya mengalami luka dalam, apalagi Zhou Yuan terus mengayunkan pedangnya ke tempat yang sama berulang-ulang.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga salah satu kaki laba-laba itu akhirnya terpotong.


"Arrgghhh! Kau, tidak akan kubiarkan kau hidup!"


Siluman laba-laba itu semakin marah dan melepaskan jaring ke segala arah karena tidak bisa melihat Zhou Yuan yang bergerak di tengah kabut tebal.


Jian Chen yang baru mengerti rencana Zhou Yuan ikut gabung bergerak untuk melukai Laba-laba yang lain.


Keduanya bergerak cepat dan terus melukai kaki laba-laba itu satu persatu, kualitas pusaka mereka yang tajam dengan cepat melukainya hingga ke tingkat serius.


Menyadari tujuan lawannya laba-laba itu hanya bisa mendesis marah, karena ukurannya yang besar serta Zhou Yuan dan Jian Chen yang bergerak dengan kecepatan tinggi membuatnya tidak dapat melakukan perlawanan yang berarti.


Tidak membutuhkan waktu lama hingga 8 kaki laba-laba itu hanya tersisa dua lagi.

__ADS_1


Siluman laba-laba tidak bisa mempertahankan keseimbangannya dengan kaki yang tersisa sehingga ia terjatuh, diwaktu yang sama Jian Chen melompat ke atas kepalanya dan menancapkan pedangnya.


Berbeda dengan sebelumnya, Jian Chen mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pedang asura. Pedang itu menembus kepalanya, membuat laba-laba meronta dengan kuat sebelum kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.


Zhou Yuan bernafas lega sesudah siluman itu tewas sementara Jian Chen mengambil permata dibalik tubuh laba-laba itu, ukuran permatanya sangat besar karena usia laba-laba itu yang sudah lama.


Jian Chen kemudian melemparkan permata silumannya pada Zhou Yuan.


"Ini... Pendekar Jian, bukankah anda yang membunuhnya?"


"Kita berdualah yang membunuhnya," Jian Chen mengoreksi sambil tersenyum. "Seperti yang aku bilang, aku ke makam ini hanya ingin mengambil satu benda yaitu pedang."


Zhou Yuan terdiam, ia melihat permata itu yang ukurannya sangat besar, akan membutuhkan waktu lama untuk menyerap seluruhnya.


'Jika aku berhasil menyerap permata siluman ini seluruhnya mungkin tenaga dalamku meningkatkan sampai enam ribu lingkaran tenaga dalam...'


Saat dua minggu perjalanannya ke Kekaisaran Bulan, Zhou Yuan sering menggunakan permata siluman untuk mengisi tenaga dalamnya, hal itu berdampak kepada kapasitas tenaga dalamnya yang terus meningkat.


Jika ia menyerap permata siluman laba-laba itu sepenuhnya maka ada kemungkinan tenaga dalam Zhou Yuan meningkat sampai enam ribu lingkaran tenaga dalam.


Zhou Yuan berterimakasih pada Jian Chen sebelum menyimpan permata siluman itu pada cincin ruangnya.


Dinding ruangan terbuka kembali ketika mereka telah berhasil membunuh siluman laba-laba, namun yang berbeda kali ini bukan lorong makam yang terlihat melainkan sebuah pintu ke ruangan lainnya.


Zhou Yuan dan Jian Chen saling pandang sesaat sebelum memasuki ruangan itu, berbeda dengan sebelumnya, ruangan berikutnya itu tidak ada mahluk atau siluman yang biasa menghadang melainkan gunungan harta.


"Sepertinya kita sudah sampai pada ujung makam, laba-laba itu mungkin adalah penjaga terakhir di makam ini..." Gumam Jian Chen pelan.


Zhou Yuan tidak membalas perkataan Jian Chen karena perhatiannya tertuju pada gunungan koin emas di sekitarnya, ia merasa dikehidupan keduanya ini hidupnya terlalu mewah sampai melibatkan banyak harta, kontras dengan kehidupan pertamanya yang merupakan seorang pengemis.


Di atas gunungan koin emas itu terdapat singgasana yang mewah diduduki oleh seseorang yang sudah berubah jadi tulang belulang.


Tengkorak itu duduk di singgasana sambil memeluk sesuatu yaitu sebuah pedang yang berwarna emas.

__ADS_1


__ADS_2