
"Itu dia orangnya!" Salah satu organisasi salju abadi akhirnya menemukan keberadaan Zhou Yuan.
Zhou Yuan berdecak kesal, ia ingin membunuh lebih banyak lagi tetapi gagal karena sudah ada yang melihatnya. Disisi lain dengan senjata pisau lemparnya, Zhou Yuan telah membunuh seperempat dari jumlah mereka.
Tiga ratus anggota organisasi Salju Abadi memang berkumpul di daerah gedung tersebut, sebagian kecil dari mereka ada yang masuk sementara sebagian besarnya ada diluar karena sedang berjaga.
Kumpulnya mereka pada satu titik menunjukkan bahwa salju abadi telah menguasai kediaman walikota Hana dalam waktu yang cukup singkat.
Sekitar seratus lebih anggota Salju abadi segera bergerak menyerang Zhou Yuan, saking marahnya pada anak muda tersebut karena telah membunuh rekan-rekannya, mereka tidak menggunakan jarum beracunnya karena berpikir membunuh Zhou Yuan secara langsung akan meringankan penderitanya.
Mereka ingin menyiksa Zhou Yuan terlebih dahulu sampai berharap anak muda itu menginginkan kematian.
Disisi lain Zhou Yuan merapatkan giginya, andai sekarang ia membawa pedang, tidak keberatan jika ia harus melawan mereka semua. Tidak ada cara lain, Zhou Yuan menarik nafas yang dalam sebelum berlari ke arah anggota salju abadi tersebut. Zhou Yuan menghadapi mereka dengan ilmu tangan kosongnya.
***
Sejak diundang walikota masuk ke dalam gedung, Zhou Bing sudah berusaha mungkin untuk pergi dari lantai 4 tetapi disisi lain ia merasa tidak enak hati saat walikota menyambutnya dengan ramah.
Walikota banyak berbincang dengan Zhou Bing, tampak jelas pria buncit paruh baya itu ingin memilki hubungan baik dengannya.
Zhou Bing selaku ketua keluarga bangsawan serta pendekar tingkat tinggi sangat jarang ditemui di dunia persilatan, walikota yang memiliki kesempatan bertemu dengannya hari ini tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan ingin memiliki hubungan baik dengan pemimpin Keluarga Zhou tersebut.
Walikota menyambutnya dengan beberapa hidangan yang lezat, ia juga memperkenalkan pada keluarga serta menantunya yang beberapa saat lalu baru menikah.
Di lantai 4 gedung, hanya ada tamu penting yang hadir di sana, sebagian adalah anggota keluarga pernikahan yang terlibat sementara sisanya merupakan tamu terhormat atau bahkan pendekar.
__ADS_1
Walikota memang mengundang pendekar tertentu yang ada di kota Hana selain Zhou Bing, walau begitu Zhou Bing adalah pendekar paling kuat di sana dan satu-satunya pendekar yang berada ditingkatan Alam Kristal.
Di lantai itu juga ada beberapa pengawal pribadi walikota yang selalu berjaga disampingnya setiap waktu. Walikota telah memperkerjakan pendekar alam emas untuk melindungi ia dan keluarganya.
Karena walikota Hana bukan berasal dari kaum bangsawan sehingga ia harus mempunyai kekuatan untuk melindungi diri, sebab itu menyewa seorang pendekar adalah pilihan yang bijak.
"Walikota maaf tetapi aku harus pergi, cucuku telah menunggu diluar dan aku tidak bisa membuatnya menunggu lebih lama lagi..." Zhou Bing akhirnya bangkit dari kursinya sembari memberikan hormatnya, ia berniat pergi dari sana.
"Sesepuh Zhou, kembang api sebentar lagi akan dinyalakan, bagaimana kalau anda pergi setelah pertunjukan kembang api selesai. Dilantai empat mereka akan terlihat lebih jelas." Walikota berusaha menahan sedikit mungkin.
Zhou Bing menghela nafas pelan tetapi akhirnya mengangguk, harus dirinya akui walikota Hana ini memang pandai dalam berbicara.
Walikota tersenyum lebar lalu memberikan arahan pada salah satu pelayannya agar menyalakan kembang api.
Tidak berselang lama kembang api itu dihidupkan, langit malam menjadi terang serta meriah oleh letusan kembang api yang meledak diudara.
Saat kembang api itu masih meledak di atas, para tamu yang berada di lantai 4 tiba-tiba mulai berjatuhan ke lantai dengan alasan yang tidak dimengerti, mengejutkan Zhou Bing, Walikota serta putra dan menantunya yang kebetulan tidak minum racun di dalam teh.
Para pengawal pribadi walikota yang tidak diperbolehkan makan hidangan saat acara pernikahan berlangsung juga tidak ikut tertidur.
Menyaksikan semua para tamu undangan terjatuh begitu saja membuat walikota jadi ketakutan sementara Zhou Bing dan pengawal pribadinya berubah menjadi waspada.
Dalam sekali lihat saja mereka menyadari tidak ada yang beres, tertidur bersama diwaktu yang sama bukanlah fenomena yang umum dilihat di dunia luar.
Sebelum mereka semua mencerna situasi lebih jauh, dari arah tangga seorang pengawal tiba-tiba datang dengan nafas terputus-putus.
__ADS_1
"Tuan Walikota, gawat... Ada penyusup yang sedang menyerang, dia berada di lantai tiga sekarang dan akan menuju kesi-..."
Pendekar itu belum selesai melaporkan apa yang dilihatnya saat tiba-tiba sebuah jarum melesat mengenai lehernya yang seketika membuat ia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Zhou Bing sudah mencabut pedang dari sarungnya begitu juga pengawal pribadi walikota.
Zhou Bing selalu membawa pedangnya kemanapun ia pergi, ia tidak bisa meninggalkan senjatanya begitu saja seperti Zhou Yuan karena pedangnya itu merupakan pusaka kelas ternama, orang-orang akan saling berebutan untuk memilikinya jika jauh darinya.
Tidak lama pengawal tadi tumbang, dari bawah tangga muncul tiga pendekar yang berada di puncak alam emas, lima pendekar lainnya kemudian muncul dibalik jendela sehingga kini ada 8 pendekar puncak alam emas di lantai 4 sekarang.
Zhou Bing melangkah lebih maju dan melepaskan aura kekuatannya pada lawannya agar mereka menjadi gentar. Disisi lain Zhou Bing juga berkata pada pengawal pribadi walikota agar mereka fokus melindungi walikota sementara dia akan mengurus 8 pendekar bertopeng itu.
Salah satu dari kedelapan anggota salju abadi menaikan alisnya saat melihat Zhou Bing melangkah penuh percaya diri padanya, terutama aura yang terpancar dari tubuh kakek tua itu terasa begitu mengancam dirinya.
"Gawat-! Ternyata dia beneran ada disini?!" Salah satu dari mereka menyadari identitas Zhou Bing, wajahnya tegang dan penuh kecemasan.
"Apa kau takut? Dia sendiri kita berdelapan, dia tidak mungkin bisa mengalahkan kita..." Berbeda dengan temannya, yang lain justru merasa antusias.
"Kita jangan ambil resiko, pendekar alam kristal bukanlah tingkatan yang sama dengan alam emas. Sebaiknya kita tunggu Tetua Ketiga dan Keempat datang." Ucap pendekar yang cemas itu mengingatkan.
"Kau benar-benar penakut, aku sedikit heran bagaimana kau bisa mencapai tingkatanmu yang sekarang..." Teman lainnya membalas dengan nada mengejek.
Ketika delapan pendekar alam emas itu sedang berbincang, Zhou Bing memperhatikan mereka lebih teliti terutama seragam dan topengnya. Zhou Bing merasa pernah melihat seragam tebal yang mereka pakai namun tidak bisa mengingatnya dengan jelas.
"Siapa kalian, berani menyerang pemerintahan seperti ini, apa kalian ingin diperangi seluruh Kekaisaran Bulan!" Salah satu pengawal pribadi walikota bertanya dengan nada tegas.
__ADS_1
Mendengar pernyataan itu membuat beberapa dari mereka tertawa. "Apa kau pikir kami takut dengan ancaman seperti itu, sebelum menyerang kesini kami sudah mengetahui resiko yang akan didapat. Kekaisaran Bulan? setelah gilirannya nanti kami juga akan menyerang kekaisaran juga..."
Mendengar itu kerutan semakin terlihat di dahi Zhou Bing, belum pernah ada seseorang yang berani berkata demikian. Melihat perkataannya dipenuhi rasa percaya diri menunjukkan perkataannya bukan bualan semata.