Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 66 — Dua Debaran Hati


__ADS_3

Malam semakin larut, Zhou Yuan menyuruh Linxia beristirahat mengingat kondisi tubuhnya sementara ia yang akan berjaga. Meski sedikit enggan tetapi pada akhirnya gadis itu mengalah lalu berbaring di dekat api unggun.


Tak lama kemudian Linxia terlelap, Zhou Yuan menggelengkan kepalanya saat melihat calon tunangannya itu. Menurutnya Linxia terlalu memaksakan diri dalam kompetisi ini.


Zhou Yuan menghabiskan waktu malamnya untuk berlatih, menelan pil sumberdaya untuk penerobosan ke tingkatan tahapan selanjutnya.


"Tubuh ini..."


Zhou Yuan menahan nafasnya sesudah memurnikan satu pil tersebut, tidak ada efek yang terasa ditubuhnya melainkan hanya sedikit, sangat sedikit sampai merasa tidak ada perubahan apapun.


Zhou Yuan tidak bisa membayangkan butuh berapa pil untuk ia menerobos ke tahap selanjutnya, tapi yang pasti sangat banyak.


"Aku masih tidak mengerti tentang tubuh ini, disisi lain ia bisa membuatku lebih kuat dengan cepat tetapi disisi berbeda sumberdaya yang dibutuhkannya benar-benar amat mengerikan..."


Dikehidupan pertamanya, Zhou Yuan tidak menghabiskan sumberdaya sebanyak ini dalam berlatih. Zhou Yuan mengetahui hal ini disebabkan tubuh Raja Langitnya yang istimewa.


Tubuh Raja Langit nyatanya membutuhkan porsi sumberdaya yang sangat besar dalam setiap penerobosannya.


Zhou Yuan menghela nafas, entah harus bersyukur atau tidak dengan kondisi tubuhnya. Zhou Yuan kembali menelan pil lain sebelum memurnikannya.


Ketika langit mulai sedikit terang, Zhou Yuan bangkit dari latihannya sebelum mencari sesuatu yang bisa dimakan untuk keduanya.


Linxia terbangun ketika cahaya matahari membasuh wajahnya dengan lembut, gadis itu merasa lebih segar kembali, tidak tampak wajah kelelahan seperti sebelumnya.


"Apel?"


Zhou Yuan melemparkan satu apel pada gadis itu yang di segera ditangkapnya dengan mudah.


"Terimakasih."


Zhou Yuan mengangguk pelan. "Bagaimana tujuan selanjutnya, masih menyusuri perbatasan?"


"Untuk hari kedua aku berpikir untuk memasuki kedalaman hutan, sepertinya memang tidak ada Anggrek Bulan disekitar sini."


Zhou Yuan mengangguk pelan, ia setuju dengan gadis itu karena selama perjalanan keduanya menelusuri perbatasan, belum ada tanda-tanda cahaya seperti yang dikatakan Patriark Sekte.

__ADS_1


Linxia menghabiskan buah apelnya sebelum memadamkan api unggun, "Kemarin aku menemukan aliran sungai saat mencari ranting, selagi pagi kita harus menyegarkan diri terlebih dahulu."


Zhou Yuan tidak menolak, ia membiarkan gadis itu yang memimpin perjalanannya.


Ada dua hal yang membuat Zhou Yuan bertindak demikian, pertama karena Linxia mempunyai pengalaman hidup di hutan dan kedua gadis itu mengenal hutan Gunung Bambu lebih baik dari siapapun.


Tidak lama kemudian keduanya tiba di sungai yang dimaksud, sungai besar dan lebar tetapi memiliki kedalaman yang dangkal.


"Sungai ini benar-benar memiliki air yang segar, dari mana datangnya air-air ini?"


"Di gunung bambu, tentu saja, airnya terasa segar karena berasal dari sumber pegunungan yang asli."


Linxia kemudian mengatakan bahwa ia akan membersihkan diri disini sebentar, Zhou Yuan pergi ke hulu sungai takut gadis itu salah sangka lagi sekaligus ia juga mandi di sana.


Setelah tiga puluh menit, Zhou Yuan kembali dan mendapati gadis itu sudah selesai dari mandinya. Dia kini terlihat lebih manis dan anggun.


"Ini baru pertama kali ada seorang lelaki tidak memandangku dengan ketertarikan perasaan..." Linxia tersenyum tipis melihat Zhou Yuan yang seperti tidak terbius dengan parasnya.


Linxia bukan bermaksud sombong mengatakan demikian, kenyataannya dirinya memang adalah gadis yang memiliki kecantikan di atas rata-rata.


"Ada berbagai macam alasan..." Zhou Yuan tersenyum canggung. "Seperti yang kau katakan, kau terlalu muda untuk menarik perhatianku..."


Dahi Linxia mengerut, tidak memahami Zhou Yuan memandangnya seperti apa "Usiamu hanya terpaut satu atau dua tahun dariku, kau sudah memandangku demikian, atau jangan-jangan kau lebih tua dari yang terlihat."


"Tidak, usiaku sekarang 12 tahun, sedikit lebih muda darimu."


Linxia tidak menyembunyikan keterkejutan di wajahnya, ia mengamati ekspresi Zhou Yuan untuk menemukan kebohongan dari perkataan laki-laki itu, tapi nyatanya Zhou Yuan berkata hal yang jujur.


Linxia batuk pelan, bingung harus menjawabnya seperti apa sekarang. Baginya Zhou Yuan terlihat seperti remaja usia 15 tahun karena tinggi maupun postur tubuhnya yang terlihat demikian.


Tinggi Zhou Yuan mencapai 165 sentimeter, tubuhnya juga terlihat gagah. Sulit mempercayai bahwa orang di depannya dibawah usianya.


Mengingat usia Zhou Yuan yang berumur 12 tahun, ia jadi teringat dengan tunangannya yang berusia sama. Tentu saja Linxia tidak berpikir bahwa orang didepannya ada calon tunangannya sendiri.


***

__ADS_1


Zhou Yuan dan Linxia kembali melanjutkan perjalanan menuju hutan Gunung Bambu lebih dalam, berbeda dengan sebelumnya yang bergerak dengan cara berlari. Kali ini keduanya berjalan normal dan tidak terlalu buru-buru.


Menurut Linxia, semakin dalam hutan yang ada di Gunung Bambu makan semakin banyak siluman atau hewan buas di sana.


Meski boleh jadi tidak ada yang membahayakan keduanya tetapi tidak ada salahnya untuk mereka menghindari sesuatu yang merepotkan.


"Hutan bambu ini ternyata memiliki banyak tanaman ajaib yang berharga..."


Zhou Yuan melihat tanaman Rumput Darah yang berguna dalam pelatihannya memurnikan darah, ia memetiknya begitu juga dengan Linxia.


"Selain mencari Anggrek Bulan, para peserta bisa tetap mendapatkan keuntungan mengikuti kompetisi ini meski nanti mereka akan kalah, salah satunya mereka bebas mengambil tanaman ajaib yang tumbuh di sekitar Gunung Bambu..."


Linxia menjelaskan bahwa ada berbagai macam tanaman ajaib atau buah-buahan yang baik untuk kemajuan pendekar di Gunung Bambu. Jika seseorang beruntung mungkin mereka akan mendapatkan tanaman yang langka.


"Alasan Gunung Bambu dibuka lima tahun sekali karena berhubungan dengan sumberdaya yang ada di gunung ini, dulu banyak sekali pendekar yang mengambilnya hingga jumlah tanaman ajaib sampai menipis. Karena alasan tersebutlah Gunung Bambu di tutup oleh umum dan dibuka selama lima tahun sekali yaitu ketika kompetisi mencari Anggrek Bulan."


Zhou Yuan mengangguk pelan, semakin keduanya masuk ke dalam hutan maka semakin banyak tanaman ajaib yang tumbuh.


Meski kualitasnya biasa-biasa saja dan butuh pengolahan tetapi dengan jumlah sebanyak itu mereka tetap mempunyai nilai yang besar jika dijual atau dikonsumsi.


Langkah Zhou Yuan maupun Yue Linxia terhenti ketika melihat ada tapak kaki besar di tanah.


Zhou Yuan mengerutkan dahi melihat jejak tersebut karena merasa tidak asing menurutnya sementara Linxia sedikit terkejut karena baru pertama kali melihat jejak kaki sebesar itu.


Sebelum keduanya bereaksi lebih jauh, tanah yang mereka pijak bergetar hebat, Zhou Yuan melotot ketika melihat seekor babi hutan raksasa sudah muncul di dekatnya dengan posisi hendak menyeruduk.


Tidak ada waktu, Zhou Yuan menarik tubuh Linxia ke dekapannya sebelum ia melompat tinggi ke salah satu dahan pohon, menghindari serudukan babi hutan tersebut.


"Kau tidak apa-apa?"


Zhou Yuan terpaksa harus memeluk gadis itu karena situasinya yang tidak memungkinkan.


"Aku baik-baik saja, terimakasih..." Linxia segera menjauhkan dirinya dari Zhou Yuan.


Beberapa detik saja Zhou Yuan terlambat menyelamatkan Linxia mungkin nasibnya akan berbeda, jantung gadis itu berdebar jauh lebih cepat, bukan karena ia takut pada babi hutan itu melainkan karena alasan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2