
Zhou Yuan diberikan tenda oleh Xi Jinxue untuk tempatnya berdiam diri di perkemahan ini, gadis itu berpikir Zhou Yuan saat ini sedang kelelahan mengingat telah berjalan jauh serta bertarung dengan dua serigala sebelumnya.
Zhou Yuan sendiri tidak menolak tawaran tersebut, setelah Jinxue meninggalkan tendanya Zhou Yuan memilih duduk bersila dan mengeluarkan permata siluman yang ia kumpulkan selama beberapa hari terakhir.
"Aku akan melihat situasinya terlebih dahulu, mungkin ada beberapa petunjuk mengenai anggrek bulan di tempat ini..." Gumam Zhou Yuan pelan.
Sambil menunggu Zhou Yuan memanfaatkan waktunya untuk berlatih. Zhou Yuan kemudian mengeluarkan permata siluman lalu menggenggam masing-masing di kedua tangannya, ukuran permata itu cukup besar, ia lalu menyerap esensinya ke dalam tubuhnya.
Permata siluman sering digunakan pendekar sebagai pembantu dalam meningkatkan kapasitas lingkaran tenaga dalam seseorang.
Selain itu ia juga mempunyai fungsi yang dapat memulihkan tenaga dalam namun cara seperti itu jarang dilakukan seorang pendekar karena permata siluman mempunyai efek samping jika digunakan secara rutin apalagi terus menerus.
Mereka yang menggunakan secara berlebihan akan mengalami mutasi fisik seperti tumbuh tanduk, ekor, atau sejenisnya.
Sebab itu permata siluman hanya digunakan selama tiga sampai lima kali setahun oleh pendekar agar tidak mengalami dampak dari efek samping tersebut.
Akan tetapi ada pengecualian bagi sebagian pendekar lain dimana mereka dapat mengonsumsi permata siluman lebih banyak dari pendekar pada umumnya.
Pendekar-pendekar tersebut biasanya adalah seseorang yang mendalami penguasaan ilmu tenaga dalam.
Salah satu contohnya adalah Jiang Qisha, dia merupakan pendekar yang menitik beratkan kekuatannya pada penguasaan tenaga dalam. Dengan teknik yang ia pelajari dari Keluarga Jiang secara turun temurun, ia dapat mengonsumsi sepuluh sampai lima belas permata siluman pada setiap tahunnya.
Hal itu membuat kapasitas tenaga dalam Jiang Qisha sangat besar, mencapai sekitar empat ribu sampai lima ribu lingkaran tenaga dalam. Di dunia persilatan, akan sulit menemukan kapasitas tenaga dalam sebanyak itu.
Dua permata siluman yang digenggam Zhou Yuan tiba-tiba pecah sesudah dia menyerap seluruh esensinya. Zhou Yuan bisa merasakan sepuluh lingkaran tenaga dalam baru telah terbentuk di dantiannya.
__ADS_1
"Akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai jumlah tenaga dalamku seperti di kehidupan sebelumnya..." Zhou Yuan menghela nafas.
Zhou Yuan termasuk pengecualian yang lainnya, dengan teknik khusus yang diajarkan gurunya ia dapat mengonsumsi permata siluman sebanyak yang ia mau tanpa mengalami efek samping yang seharusnya terjadi.
Di kehidupan pertama, selain dirinya adalah seorang pendekar pedang tingkat tinggi, Zhou Yuan adalah pendekar yang mempunyai jumlah tenaga dalam yang besar tak kalah dengan Jiang Qisha.
Ketika merasakan tenaga dalam yang dibentuknya sekarang masih sangat minim Zhou Yuan tak kuasa untuk mengeluh. Padahal dengan tenaga dalam sebanyak itu di tingkatan Alam Emas hampir tidak ada yang bisa menyamainya.
Zhou Yuan kembali mengambil permata lainnya, ia berniat menghabiskan semua persediaan permata silumannya disini.
Awalnya Zhou Yuan akan mengonsumsi permata siluman yang dikumpulkannya ketika kembali ke rumahnya namun setelah ia menemukan Pedang Kusanagi yang membutuhkan tenaga dalam yang besar dalam penggunaannya, Zhou Yuan mengubah rencana latihannya itu.
Membutuhkan waktu hampir tiga hari untuk menyerap seluruh permata yang Zhou Yuan kumpulkan. Kini tenaga dalam Zhou Yuan telah mencapai 160 lingkaran.
"Sudah kuduga, permata siluman memang sumberdaya yang paling cepat untuk meningkatkan jumlah tenaga dalam pendekar..."
Perkembangan Zhou Yuan saat ini bisa dibilang sangat mengerikan bagi seorang pendekar. Mungkin tidak akan ada yang percaya seseorang mampu membentuk 60 lingkaran hanya dalam beberapa hari saja.
Ketika Zhou Yuan membuka matanya, ia melihat langit sudah terang. Zhou Yuan mendesah pelan merasakan tubuhnya yang sedikit kaku. Dia kemudian berjalan keluar tenda untuk menghirup nafas yang lebih segar.
"Hm, sepertinya semuanya sudah pergi?" Saat diluar Zhou Yuan menemukan pemukiman perkemahan kelompok Xi Yan sudah lumayan sepi.
Zhou Yuan sudah mendengar beberapa informasi selama ia berlatih, kelompok Xi Yan saat ini tengah pergi ke suatu tempat untuk mencari petunjuk Anggrek Bulan.
Jinxue juga ikut dalam pencarian tersebut sehingga kini di perkemahan hanya ada beberapa peserta saja yang tinggal untuk menjaga tenda-tenda ini.
__ADS_1
Zhou Yuan sebenarnya ingin berpamitan pada Jinxue dan Xi Yan hari ini karena ia akan pergi dari perkemahan mereka. Saat menyadari mereka tidak ada Zhou Yuan tidak bisa pergi begitu saja, ia akan menunggu kedua saudara itu kembali.
Waktu terus bergerak sampai hari sudah menginjak malam, Zhou Yuan mengerutkan dahi ketika tidak menemukan tanda-tanda kelompok Xi Yan dan Jinxue akan kembali ke perkemahan.
"Apa mereka berniat bergerak di waktu gelap, akan berbahaya jika bertindak demikian..."
Saat Zhou Yuan berpikir rombongan Xi Yan akan kembali esok pagi, tiba-tiba dari kejauhan ada suara seseorang yang berteriak menyebutkan namanya.
"Nona Xi, apa yang terjadi?!"
Zhou Yuan terkejut yang berteriak tersebut adalah Xi Jinxue, yang membuatnya terkejut adalah kondisi mengenai gadis itu.
Jinxue tampak kelelahan dengan nafas yang memburu seperti telah berlari cukup jauh. Tubuh Jinxue juga memiliki beberapa luka di tubuhnya sehingga Zhou Yuan menyadari ada sesuatu yang terjadi pada gadis itu.
"Saudara Zhou, tolong bantu Kakakku, dia saat ini sedang dalam bahaya..." Dengan nafas yang terputus-putus, Xi Jinxue menjelaskan apa yang terjadi dengannya.
Secara singkat, rombongan Xi Yan saat ini sedang menuju sebuah gua besar yang diduga adalah tempat Anggrek Bulan berada.
Di sana ternyata terdapat siluman ular raksasa yang menjaganya. Awalnya rombongan Xi Yan berpikir akan melawan ular itu namun setelah melihat kekuatannya jangankan untuk membunuh ular tersebut, mereka bahkan tidak bisa lari darinya.
Ular itu saat ini sedang bertarung habis-habisan dengan Xi Yan dan kelompoknya. Mereka sengaja mengambil kesempatan pada Xi Jinxue untuk pergi dan melarikan diri agar dapat meminta bantuan pada panatua sekte.
"Bukankah ada kembang api, kenapa kalian tidak menggunakannya?" Zhou Yuan teringat kembang api yang dibagikan pada setiap peserta untuk digunakan ketika kondisi darurat.
Xi Jinxue menggeleng pelan, hampir semua kelompok Xi Yan tidak ada yang membawa kembang api darurat tersebut karena tidak berpikir mereka akan mengalami situasi demikian.
__ADS_1
Biarpun mereka membawa, tidak ada perubahan yang akan terjadi. Panatua sekte akan datang terlambat jika menolong mereka sekarang mengingat jarak sekte dan lokasi ular itu berada cukup jauh.
Sebab itu Xi Jinxue berlari ke arah tendanya, berpikir satu-satunya cara menyelamatkan Kakaknya adalah Zhou Yuan.