Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 153 — Babak Utama III


__ADS_3

Para penonton berharap penampilan Zuo Lang kali ini lebih membuat mereka tertarik, saat dipertandingan di babak penyisihan, Zuo Lang tidak terlalu menggunakan kemampuan gelembungnya.


"Kuharap kali ini Saudara Zuo memamerkan kekuatan gelembungnya."


"Benar, bukan hanya sebagai alat seni saja tetapi dia juga harus memamerkan kekuatan gelembung peledaknya kepada penonton."


"Katanya dia bisa menciptakan hewan dengan gelembung itu seperti hewan yang hidup sungguhan, aku ingin melihatnya secara langsung dibandingkan mendengar dari omongan orang lain..."


Zhou Yuan bisa mendengar semua suara obrolan penonton dengan indra pendengarannya yang tajam. Dia tersenyum tipis ketika hampir tidak ada yang mendukungnya kecuali beberapa orang saja.


Jiang Long menyaksikan Zhou Yuan dengan penuh semangat dan penasaran, ia ingin melihat kemampuan pemuda itu ketika melawan seorang jenius yang dikatakan sebagai kandidat juara.


Yifei, Linxia dan Xiao Rou mendukung Zhou Yuan dalam diam, walupun mereka tahu kemungkinan besar Zhou Yuan menjadi pemenang sangat besar.


Tak lama kemudian Xiong Bian memberi aba-aba dengan suara peluitnya menandakan pertandingan dimulai.


Zhou Yuan awalnya berpikir Zuo Lang akan mengambil jarak dengannya ketika pertandingan dimulai atau setidaknya langsung meniup gelembung namun diluar perkiraannya, laki-laki itu maju dengan cepat dan menyerang Zhou Yuan dengan serangan tapak.


Zhou Yuan tetap tenang dan langsung mengikuti serangan tapak itu hingga kedua tapak beradu, Zhou Yuan maupun Zuo Lang sama-sama terdorong dua langkah.


"Tidak buruk, Saudara Yuan..." Zuo Lang tidak berhenti di sana dan kembali menyerang Zhou Yuan, kali ini laki-laki itu menggunakan tenaga dalam.


Zhou Yuan mengikuti serangan pemuda itu dengan tenang, setiap serangan tapak keduanya berbenturan mencipta gelombang kejut yang menggetarkan udara sekitarnya.


Zhou Yuan bisa merasakan setiap serangan tapak Zuo Lang terus bertambah kuat seiring berjalannya waktu.


Zuo Lang memasang senyum penuh kemenangan, ia yakin Zhou Yuan sudah mengalami luka dalam atau rasa sakit di pergelangan tangannya setelah bertukar serangan tapak sekuat ini namun diluar perkiraannya, ia melihat Zhou Yuan tampak biasa-biasa saja dan tidak ada tanda-tanda pemuda itu terluka.


'Hm, dia juga ahli pertarungan jarak dekat seperti ini, dia benar-benar mengurangi jumlah kelemahannya...' disisi lain Zhou Yuan berdecak kagum sambil menilai kekuatan Zuo Lang.


Jika seseorang melawan Zuo Lang, mereka akan menganggap untuk menghadapi di jarak dekat sebagai strategi menghadapi pembuat gelembung itu, namun kenyataan Zuo Lang juga sangat ahli dalam ilmu tangan kosong.


Keduanya bertukar serangan sampai puluhan jurus sampai akhirnya Zuo Lang memilih mengambil jarak.


"Sepertinya kau memang mempunyai fisik yang kuat, pantas saja Wu Liang bisa kalah darimu..." Zuo Lang sudah menggunakan segenap kekuatan fisiknya namun tidak ada tanda-tanda Zhou Yuan merasakan kesakitan atau akan menyerah.


Zuo Lang kemudian mengeluarkan alat peniup gelembungnya dibalik jubahnya.


Zhou Yuan tersenyum tipis, "Kupikir Saura Zuo tidak akan menggunakannya saat melawanku..."


Zuo Lang tidak menjawab, ia mulai menciptakan gelembung yang keluar dari alatnya, gelembung yang keluar bukan berbentuk bulat melain menyerupai seekor kupu-kupu.


Mata semua penonton terpana apalagi Zuo Lang tidak menciptakan satu kupu-kupu saja melainkan puluhan dalam sekali tiup


Kupu-kupu gelembung tersebut mulai mengepakkan sayapnya di udara dan ketika Zuo Lang menunjuk Zhou Yuan, seketika koloni kupu-kupu mulai terbang ke arahnya.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia mempunyai firasat agar jangan bersentuhan dengan kupu-kupu gelembung tersebut


Kupu-kupu gelembung itu bergerak lebih cepat dari kupu-kupu hidup pada umumnya, melihat koloni mereka menjadi semakin mendekat Zhou Yuan mencabut pusakanya dan menebaskan pada kupu-kupu tersebut.


Sebuah ledakan segera tercipta, Zhou Yuan segera mundur sebelum ledakan itu mengenai tubuhnya.


"Lihat, itu adalah kemampuan gelembung peledak dari Zuo Lang?!" Seru salah satu penonton.


Hal yang paling mengasikan bagi penonton adalah ketika gelembung tersebut meledak, kontras dengan Zhou Yuan yang dibuat repot karenanya.


Baru Zhou Yuan ingin menjaga jarak tetapi kupu-kupu gelembung itu sudah kembali mengejanya. Zhou Yuan menghela nafas, ia bukan takut karena ledakan gelembung tersebut melainkan khawatir pakaiannya hancur.

__ADS_1


Zhou Yuan tidak punya pilihan lain saat ini, daripada mundur ia lebih dulu mendekati kupu-kupu itu dan menghancurkan mereka dengan pedangnya.


Walaupun kupu-kupu itu menciptakan ledakan namun daya letupan yang dihasilkan sangat kecil serta tidak membahayakan sehingga Zhou Yuan akan selalu menghindar ketika ia membunuh mereka.


Zuo Lang tidak menduga Zhou Yuan akan memilih cara nekat seperti itu, Zuo Lan kembali meniupkan gelembung lainnya, kali ini sebuah burung mulai terbentuk di alat Zuo Lang.


Burung gelembung itu kembali mengejar Zhou Yuan kali ini kecepatan gerakannya lebih gesit dibandingkan kupu-kupu sebelumnya.


Zhou Yuan berusaha menghindar namun kupu-kupu itu tidak mau melepaskannya.


Zhou Yuan menghela nafas, harus dia akui jurus gelembung Zuo Lang memang merepotkan.


Zhou Yuan menyarungkan pedangnya, ia tidak berniat menghindar lagi melainkan menghancurkan burung-burung tersebut dengan kepalan tangannya.


Jika seseorang melihatnya dengan jelas, kulit Zhou Yuan kini menampilkan sisik emas yang menyelimuti tubuhnya, Zhou Yuan memang sedang menggunakan teknik Sisik Naga Emasnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari ledakan gelembung tersebut.


"Bagaimana dia melakukannya, aku jelas-jelas melihat dia terkena ledakan gelembung Zuo Lang..."


"Tidak mungkin, gelembung Zuo Lang seharusnya cukup membuat Alam Emas terluka, apa dia mempunyai baju pelindung yang kuat atau teknik yang membuatnya kebal."


"Sepertinya demikian, dia pasti mempunyai teknik agar kulitnya menjadi kuat dan keras."


Kini perhatian penonton juga mulai tertuju ke arah Zhou Yuan juga, mereka bisa melihat Zhou Yuan masih dalam keadaan tenang meski sudah bertarung sejauh ini.


Zuo Lang mendengus, ia mengalirkan tenaga dalam yang besar, membuat gelembung selanjutnya yang jauh lebih besar.


Zuo Lang menciptakan bola gelembung raksasa lalu dirinya masuk ke dalamnya. Di waktu yang sama, ia juga membuat gelembung raksasa lainnya dengan cepat sehingga dalam waktu singkat, gelembung besar sudah menutupi arena turnamen.


Zhou Yuan menelan ludah ia tidak bisa membayangkan ledakan besar dari gelembung sebesar itu. ia memilih menghindar dan mencari cara agar bisa menang.


Zhou Yuan terus bergerak mundur hingga posisinya kini berada sudut arena, Zhou Yuan menghela nafas karena tidak ada cara lain yang terpikirkan oleh otaknya kecuali rencana yang terburuk.


"Elemental Api— Hembusan nafas api!


Zhou Yuan melepaskan lautan api yang cukup besar pada gelembung-gelembung yang ada di arena, api yang dilepaskan Zhou Yuan sangat panas sehingga membuat gelembung-gelembung itu langsung menguap ketika bersentuhan dengannya.


Zuo Lang terkejut dengan hembusan api yang menyembur tiba-tiba, ia tidak berpikir dua kali dan segera melompat ke luar arena.


Semua orang yang melihat menahan nafas, kini ingatan mereka kembali jelas dengan kemampuan Zhou di babak penyisihan yang bisa menciptakan bola api sebesar itu.


Zhou Yuan terus menyemburkan api namun Xiao Bian muncul dibelakangnya dan menghentikan pertarungan. "Cukup, pertandingan dimenangkan olehmu, kau lolos ke babak selanjutnya..."


Zuo Lang merasa tidak terima namun ia sadar kemampuan Zhou Yuan memang di atasnya, para peserta yang tersisa juga mulai menganggap Zhou Yuan sebagai lawan yang harus diperhitungkan sekarang.


Para penonton merasa kecewa karena tidak percaya jagoan mereka kalah tetapi mereka juga tidak bisa menyalahkan Zuo Lang sepenuhnya, kekuatan Zhou Yuan memang sangat diluar kemampuan Zuo Lang.


Zhou Yuan turun dari arena dan melihat Xiao Rou tampak kagum pada Zhou Yuan.


"Semoga aku tidak menjadi lawanmu dibabak selanjutnya..." Yifei mengutarakan niatnya. "Aku ingin melawanmu di final."


Zhou Yuan tersenyum lembut sambil mengelus pucuk kepala gadis itu.


Xiong Bian kemudian mengumumkan pertarungan selanjutnya dimana Liu Yuwen yang akan bertarung.


Zhou Yuan melihat lawan Liu Yuwen kali ini adalah seorang pendekar tombak bermana Zhang Xin.


Zhang Xin terkenal dengan kemampuan tombaknya yang lincah dan gesit. Xiong Bian segera memulai pertandingan dengan meniup peluitnya.

__ADS_1


Zhang Xin melompat dan mengayunkan tombaknya ke arah Yuwen dengan begitu cepat, Yuwen yang tidak bisa menghindar akhirnya terpaksa harus mencabut pedangnya dan menaham ayunan tombak Zhan Xin.


Keduanya kemudian bertukar jurus, awalnya Zhang Xin di posisi diunggulkan karena dia adalah yang pertama kali menyerang namun tidak lama setelah Yuwen menggunakan teknik pedang terbaiknya posisi seketika terbalik.


Pedang Yuwen tiba-tiba diselimuti oleh api ketika pemuda itu mengayunkan pedangnya begitu cepat.


Zhou Yuan berdiri dari tempat duduknya, 'Tidak mungkin, bagaimana bisa dia menggunakan Teknik Pedang Api!',


Zhou Yuan tidak mungkin salah mengenal teknik tersebut karena teknik pedang api adalah permainan pedang yang memfokuskan serangannya pada kecepatan ayunan.


Yang membuat Zhou Yuan tidak mengerti bagaimana Yuwen dapat menguasai Teknik Pedang Api karena menurutnya gurunya, Teknik Pedang Elemen hanya ada di Kekaisaran Bulan saja.


"Klan yang memperdalam Teknik Pedang Api telah hancur beberapa puluh tahun lalu, seharusnya tidak ada yang bisa mengetahuinya lagi..." Zhou Yuan berpikir atas segala kemungkinan.


Pertandingan Yuwen dan Zhang Xin tidak berlangsung lama, setelah Yuwen menggunakan teknik pedang apinya, Zhang Xin tidak bertahan lebih lama dalam menghadapinya.


Pertandingan tersebut begitu cepat, Yuwen diputuskan lolos ke babak berikutnya.


"Tidak heran dia dijuluki murid nomor satu terjenius di akademi, ternyata kemampuan pedangnya sehebat ini."


"Aku sampai tak bisa melihat pergerakan ayunan pemuda itu, gerakannya terlalu lincah dan gesit."


"Itu bukan seberapa jika dibandingkan dengan pedangnya yang mulai diselimuti oleh api."


Para penonton mulai memuji Liu Yuwen karena permainan pedangnya yang begitu cepat dan lincah.


Zhou Yuan disisi lain jadi penasaran bagaimana Yuwen bisa menguasai Teknik Pedang Api tetapi disisi lain saat ini bukan saatnya ia memikirkan hal tersebut.


Xiong Bian kembali memanggil peserta selanjutnya, kali ini yang bermain adalah Linxia melawan seseorang gadis yang memakai cakram sebagai senjatanya bernama Bing Xhu.


Linxia memegang pedangnya begitu juga dengan Bing Xhu, ketika aba-aba pertandingan dibunyikan keduanya langsung bertukar serangan.


Bing Xhu melemparkan empat cakram pada Linxia yang mudah dihindari oleh gadis itu. Ketika Linxia hendak menyerang, ia merasakan ada yang bergerak ke arahnya dari belakang.


Cakram yang dipegang Bing Xhu ternyata bisa bergerak sendiri seperti mempunyai pikiran sendiri, kini empat cakram tersebut mengelilingi Bing Xhu agar Linxia tidak bisa menyerang dan mendekatinya.


"Bagaimana bisa ada senjata seperti itu..."


"Ini aneh, cakram itu seperti mempunyai pikiran sendiri, dia seperti menganggap gadis itu sebagai tuannya."


Zhou Yuan juga merasakan keanehan empat cakram tersebut, ia bahkan melihat keanehan, ketika Linxia mencoba menyerang gadis itu dari titik butanya cakram itu segera menyadari keberadaan Linxia sementara si gadis baru mengetahui setelah ada cakramnya berbenturan dengan pedang Linxia.


"Sepertinya ini sebuah kecurangan..." Zhou Yuan menyipitkan matanya ke arah bangku penonton, ia yakin cakram-cakram itu tidak dikendalikan oleh gadis itu melainkan seseorang dibaliknya.


Linxia mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar untuk membelah cakram tersebut namun tidak dia duga, cakram itu menghindar dan langsung menyerang Linxia.


Linxia seperti bertarung dengan hantu karena dia melawan empat cakram, Zhou Yuan masih fokus ke arah bangku saat itulah matanya menemukan seseorang yang sedang mengayunkan tangannya di bangku penonton.


Zhou Yuan curiga bahwa orang tersebut adalah orang yang mengendalikan empat cakram itu, sebelum ia bertindak tiba-tiba Jiang Long sudah melompat ke orang yang mengendalikan cakram itu.


"Saudara Xiong, hentikan permainannya!" Jiang Long kemudian mendapatkan bukti bahwa orang tersebutlah yang menggunakan empat cakram tersebut bukan Bing Xhu.


Xiong Bian menggeleng pelan, tidak menduga ada seseorang yang curang di turnamen ini. Orang yang mengendalikan empat cakram tersebut adalah seorang pendekar yang telah mencapai alam kristal.


Tanpa basa-basi lagi, gadis yang menjadi lawan Linxia segera didiskualifikasi oleh turnamen sementara Linxia lanjut ke babak selanjutnya.


Sebenarnya Babak Utama masih ada banyak pertandingan setelah Linxia namun pertandingan tersebut bisa dianggap membosankan.

__ADS_1


Berbeda dengan babak penyisihan yang harus berhari-hari, Babak Utama selesai dalam satu hari saja. Xiong Bian kemudian memberi pengumuman bahwa lusa adalah babak semi final.


__ADS_2