
"Kenapa mereka ada disini?!"
"Celaka, itu adalah Perompak Mata Satu, kita bisa mati jika bertemu mereka!"
"Perompak Mata Satu kau bilang?! Sial, habis sudah aku hidup..."
Para awak mulai menepi ke sisi kapal untuk melihat para perompak datang di depan kapal mereka dan sedang menuju kemari, mereka terkejut sekaligus cemas saat mengenali kelompok perompak tersebut.
Kapal yang ditumpangi Zhou Yuan langsung menurunkan kecepatan lajunya bahkan berhenti ditempat. Pemilik Kapal yang bagian mengemudi tidak berani menggerakkan kapalnya lebih jauh.
Zhou Yuan juga bisa melihat kapal-kapal para perompak itu, tepat disebelah selatan ada 11 kapal yang sedang menuju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.
Satu diantara sebelas kapal itu memiliki ukuran besar yang sama dengan kapal yang ia tumpangi, sekiranya bisa menampung ratusan orang sementara 10 kapal tersisa berukuran sedang, cukup memuat puluhan orang di dalamnya.
Zhou Yuan mengenal Perompak Mata Satu dari buku kriminal yang ia baca, setahunya kelompok mereka adalah salah satu dari sepuluh kriminal yang menguasai perairan dan termasuk kelompok berbahaya.
Perompak Mata Satu mempunyai kekuatan yang mengimbangi atau bahkan sedikit melebihi Keluarga Zhou, Ketua mereka adalah sosok pendekar yang telah mencapai Alam Kristal Menengah.
Zhou Yuan mengepalkan tangannya, tidak menduga kelompok perompak setingkat itu ada di perairan ini.
'Kenapa mereka ada disini, apa mereka tidak takut dengan pemerintah kekaisaran?!'
Zhou Yuan yakin meski perompak Mata Satu adalah kelompok yang kuat tetapi seharusnya dengan kekuatan mereka sekarang, Perompak Mata Satu belum cukup berani menyinggung Keluarga Kekaisaran.
Jika mereka berulah di jalur dekat perairan Ibukota maka hanya soal waktu pemerintah kekaisaran datang dan turun tangan mengatasi mereka.
Di dunia persilatan biasanya tingkatan kejahatan semakin menurun jika dekat dengan ibukota atau pusat pemerintahan tetapi sebaliknya jika suatu tempat sangat jauh dari ibukota maka umumnya semakin rawan kejahatan itu terjadi.
Perompak Mata Hitam terlalu gegabah bertindak diperairan ibukota yang notabennya sangat dekat dengan istana Kekaisaran, Kekaisaran Bulan pasti tidak akan tinggal diam dan akan memburu mereka sampai habis.
Tidak lama lonceng kapal dibunyikan, Huang Li dan Qiyao keluar dari kamarnya lalu mendekati Zhou Yuan, mereka terbangun akibat suara bising para awak kapal.
"Saudara Yuan, apa yang terjadi?" Huang Li bertanya dengan nada cemas.
__ADS_1
"Kita kedatangan tamu tak diundang." Zhou Yuan menunjuk kapal Perampok Mata Satu yang menghadang jalan kapalnya. "Sepertinya perjalanan kali ini tidak setenang yang kalian pikirkan..."
Saat Huang Li dan Qiyao muncul, diwaktu yang sama Xi Jinxue bersama rombongannya keluar dari kapal untuk melihat yang terjadi.
Xi Jinxue terkejut dengan alasan berbeda ketika melihat Zhou Yuan begitu juga dengan pemuda itu yang berekspresi sama ketika keduanya sama-sama melihat.
"Nona Xi!"
"Saudara Yuan, anda juga disini?!"
Zhou Yuan mengerutkan dahi beberapa saat sebelum akhirnya mulai mengerti bahwa Xi Jinxue adaah orang yang Pemilik Kapal maksud yang telah menyewa kapal ini.
"Nona Xi, sudah lama tidak bertemu tapi untuk sekarang kita tidak punya waktu bercakap-cakap." Zhou Yuan menoleh ke kapal para perompak. "Kita harus menangani yang didepan dulu."
Xi Jinxue mengangguk, kini kapal perompak itu mulai mendekat ke arah mereka.
Pemilik Kapal sebenarnya ingin putar balik namun dengan kondisi kapalnya yang besar akan membutuhkan waktu lama agar bisa berputar haluan.
Pemilik Kapal hanya bisa berharap para perompak itu tidak melakukan sesuatu padanya atau setidaknya jangan sampai membahayakan nyawa namun sayangnya alasan mereka disebut perompak karena kelakuan mereka yang telah menghabisi banyak nyawa.
"Nona Xi, berlindung dibelakang kami!" Dua puluh penjaga yang bersama Xi Jinxue segera merapat mendekati gadis itu dan siap melindunginya dari hujan panah.
Huang Li dan Qiyao mengeluarkan dua pedang pendeknya bersiap menangkis anak panah tersebut sementara awak kapal yang lain mulai panik mencari tempat berlindung.
Zhou Yuan terkejut, tidak menduga tanpa basa-basi apapun para perompak itu ingin membunuh setiap orang yang ada di kapal ini.
Zhou Yuan merapatkan gigi lalu melompat cukup tinggi sebelum menarik pedangnya ke arah anak panah itu.
"Teknik Pedang Elemen — Alunan Nada Angin!"
Dalam sekali ayunan yang dilapisi banyak sekali tenaga dalam, pedang Zhou Yuan menciptakan kesiur angin yang besar bagai sebuah badai pada hujan anak panah itu.
Kesiur angin itu segera membelokkan serta menghancurkan semua anak panah yang ada. Hal itu membuat para perompak terkejut sekaligus terkesima melihat teknik yang dilepaskan Zhou Yuan.
__ADS_1
Bukan hanya para perompak saja yang terkejut tetapi orang-orang yang ada di kapal sama terkejutnya.
Huang Li dan Qiyao tidak menduga Zhou Yuan mempunyai teknik pedang yang cukup mengesankan seperti ini sementara Xi Jinxue hanya bisa terpana melihatnya.
'Anak ini, dia mempunyai teknik pedang setingkat ini...' Kakek Bai yang melihat aksi Zhou Yuan jadi kagum, dia adalah satu-satunya orang yang tidak panik melihat para perompak itu.
Zhou Yuan mendarat di atas permukaan air, ia berniat menghadapi Perompak Mata Satu seorang diri karena dari Xi Jinxue dan pengawalnya, kekuatan mereka masih belum memadai menghadapi lawannya.
Para perompak itu segera menghentikan laju kapal mereka saat melihat kekuatan Zhou Yuan serta aksi pemuda itu yang bisa berjalan di atas air, hanya mereka yang memiliki keahlian tinggi yang dapat berdiri dipermukaan air.
"Saudara Yuan, hati-hati, Ketua mereka adalah pendekar yang berada di Alam Kristal." Huang Li mengingatkan.
Hung Li langsung mencari tahu kekuatan perompak itu dari burung yang terbang disekitarnya, kata gadis itu, Ketua perompak mereka adalah pendekar Alam Kristal Tahap Menengah.
Zhou Yuan mengangguk, ia yakin pertarungan kali ini tidak mudah bahkan berisiko membahayakan nyawa.
Dari 11 kapal itu tiba-tiba ada satu orang yang melompat dari kapal lalu berjalan di atas air, Zhou Yuan menyipitkan mata saat satu orang itu adalah ketua yang dimaksud Huang Li.
Pemimpin Perompak Mata Satu mulai melakukan sesuatu di atas air seperti menari, mata Zhou Yuan melebar saat perlahan-lahan air disekitar ketua itu mulai melayang di udara sebelum terkumpul pada satu titik.
Air yang terkumpul di udara itu terus bertambah hingga menjadi besar sampai akhirnya terbentuk bola air raksasa.
Tanpa basa-basi, Pemimpin Perompak Mata Satu mulai mengayunkan tangannya, bola air raksasa yang ia kumpulkan beberapa saat lalu mulai menembak ke arah Kapal Zhou Yuan dengan kecepatan tinggi.
Zhou Yuan berdecak pelan, dengan bola air sebesar itu andai mengenai targetnya maka kapalnya akan terbalik dan hancur.
'Aku pernah mendengar air akan kalah jika melawan api yang lebih besar...'
Zhou Yuan mengumpulkan tenaga dalam yang besar pada mulutnya lalu melakukan perubahan jenis elemen api.
"Elemental Api — Hembusan Bola Api!"
Dari mulutnya, Zhou Yuan menciptakan bola api yang tak kalah besar dengan bola air itu.
__ADS_1
Bola api yang dibuat Zhou Yuan memiliki suhu panas yang tinggi sehingga ketika jurusnya bertabrakan dengan bola air lawannya, air yang terkumpul itu segera menguap dan berubah menjadi asap yang tebal.