Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 287 — Situasi Dalam Perang


__ADS_3

Zhou Yuan tidak berhenti terbang semenjak ia meninggalkan pemukiman Ras Manusia Binatang, selama lebih dari 12 jam ia terbang dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya tiba di tempat yang diberitahukan Xu Miao.


Tempat tersebut berupa padang rumput yang luas, menurut gadis itu disinilah peperangan akan terjadi.


Saat Zhou Yuan sampai di sana bertepatan dengan kedua belah pihak pasukan pemerintahan dan organisasi kriminal tiba. Hari sudah malam, Zhou Yuan yang melihat di atas langit bisa menyaksikan situasinya dengan jelas.


Zhou Yuan bisa melihat pasukan kriminal yang memiliki jumlah lebih banyak dari pasukan pemerintahan, hal ini membuat pemuda itu merapatkan gigi serta mengepalkan tangannya keras.


Zhou Yuan melirik ke sisi yang lain dan menemukan dua pendekar yang dikenalinya, Jiang Long dan Xiao Fan yang berdiri di barisan paling depan.


"Jadi Senior Jiang dan Senior Fan memimpin peperangan ini, kupikir Yang Mulia Kaisar akan turun tangan..." Zhou Yuan tampak berpikir, ini menunjukkan peperangan di hadapannya tidak terlalu di anggap serius oleh pemerintahan atau kemungkinan lainnya saat ini pemerintahan sedang disibukkan oleh sesuatu.


"Dasar manusia... Sebelum aku terkurung hingga sampai sekarang ras kalian tidak pernah berubah, selalu saja suka peperangan. Aku tidak mengerti apa yang kalian inginkan hingga saling membunuh sesama bangsa kalian sendiri..." Ingrid muncul di pundak Zhou Yuan, mengomel menyaksikan barisan pasukan manusia.


Zhou Yuan tersenyum tipis, kesulitan menanggapi pernyataan gadis itu. Keserakahan, kesombongan, dan ambisi adalah sisi lain dari sifat manusia.


Zhou Yuan mengeluarkan sebuah topeng di cincin ruang lalu memakainya di wajahnya, hal tersebut membuat Ingrid bertanya-tanya.


"Kenapa kau memakai topeng?"


"Di dalam perang ada sebuah peraturan yang tidak tertulis bahwa generasi muda tidak diizinkan untuk ikut serta dalam peperangan. Melihat wajahku, mereka akan mengetahui usiaku yang masih belasan tahun."


Baik itu pihak pemerintahan ataupun pihak organisasi kriminal mereka akan sepakat dan setuju dengan yang dikatakan Zhou Yuan.


Logika ini sebenarnya cukup sederhana, generasi muda adalah penopang bagi masa depan dan andai mereka dibunuh maka tidak ada penerus setelah generasi yang sudah tua.


Pihak kriminal menyadari hal tersebut begitu juga pihak pemerintahan, lagi pula generasi yang lebih tua memiliki banyak pengalaman bertarung yang lebih luas.


Melihat peperangan tidak lama lagi akan meletus Zhou Yuan kemudian turun dengan cepat dan mendarat diantara pasukan pemerintahan.


Tidak ada yang menyadari kedatangannya, Zhou Yuan dengan cepat berbaur dengan pendekar lainnya sambil membaca situasi lebih jauh.

__ADS_1


***


Suara terompet dibunyikan dengan suara yang melengking di udara, pertanda perang akan dimulai. Suara yang sama terdengar di pihak organisasi kriminal, dalam waktu sekejap kedua pasukan mulai bergerak.


Xiao Fan dan Jiang Long yang berada barisan paling depan bergerak maju terlebih dahulu disusul lima ribu pasukan di belakangnya.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk kedua pasukan saling bertemu dan bertukar serangan, suara pedang saling sahut menyahut, teriakan dan rasa sakit menggema keras di pertengahan peperangan.


Zhou Yuan mulai maju ke arah pasukan musuh, ia menggunakan tangan kosong saat ada beberapa kriminal yang hendak menyerangnya, dalam satu pukulan, ia berhasil membuat lawannya terlempar.


Walaupun hanya menggunakan tangan kosong serangan Zhou Yuan tetap berbahaya, dengan tenaga fisik yang ia miliki dirinya kembali membuat beberapa kriminal terlempar hingga mengenai kriminal lain di belakangnya.


Kriminal-kriminal yang mendekati Zhou Yuan hanya berada di kekuatan Alam Perak dan Alam Perunggu. Tidak hanya membuat mereka patah tulang tetapi pukulan Zhou Yuan langsung membuat mereka berhenti bernafas.


"Ayo maju, aku sanggup melawan lebih banyak dari kalian..." Zhou Yuan mendengus kesal.


Zhou Yuan tidak segan membunuh, dia terus bergerak maju dan menghabisi pasukan organisasi dalam sekali serangan.


Dalam waktu beberapa menit semakin banyak kriminal yang terlempar ke berbagai arah, tindakan Zhou Yuan yang bertarung dengan tangan kosong berhasil menarik perhatian beberapa pendekar di dekatnya termasuk salah satu pendekar di puncak Alam Emas.


"Bagaimana bisa ada orang yang bertarung dengan tangan kosong di situasi perang seperti ini, apa dia sudah gila?!"


"Jangan lengah, dia mungkin tidak memakai senjata tetapi pukulannya sangat mematikan."


Zhou Yuan tidak ambil pusing melihat semakin banyak kriminal yang menghampirinya, tangannya selalu dengan cepat memukul mereka sebelum lawannya menyerang balik.


Tidak ada yang berhasil selamat dari ilmu tangan kosong Zhou Yuan saat tiba-tiba sebuah palu besar terayun ke arahnya dengan cepat.


"Terlalu lambat..."


Zhou Yuan tidak terkejut kedatangan palu besar yang diayunkan oleh seorang kriminal yang berada di puncak Alam Emas.

__ADS_1


Palu itu tidak hanya terbuat dari bahan yang keras tetapi memiliki duri tajam di ujungnya namun yang dilakukan Zhou Yuan alih-alih menghindar justru mengarahkan kepalan tinjunya ke arah ayunan palu tersebut.


Tinju Zhou Yuan dan palu itu kemudian beradu, menimbulkan suara keras.


Mata semua orang yang melihatnya melebar ketika menyaksikan palu yang diayunkan kini mengalami retakan yang besar.


Zhou Yuan tidak berhenti di sana lalu mengayunkan tinju lainnya, kali ini tidak hanya retak tetapi palu itu langsung hancur berkeping-keping.


Pendekar kriminal yang membawa palu itu tidak percaya apa yang dilihatnya tetapi sebelum dia bereaksi lebih jauh, Zhou Yuan sudah memberikan pukulan berikutnya namun kali ini diarahkan ke perut kriminal tersebut.


Kriminal Alam Emas itu terlempar puluhan meter hingga mengenai pasukan organisasi di belakangnya, kali ini Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pukulannya sehingga serangan itu lebih kuat dari sebelumnya, alhasil pukulannya membuat kriminal Alam Emas itu tewas seketika.


"Dia bukan manusia, dia monster!"


Beberapa kriminal yang melihat pertukaran serangan singkat itu terkejut dengan kekuatan fisik Zhou Yuan yang diluar nalar, mereka menelan ludah dan begitu ketakutan menyaksikannya.


"Hm, mungkin sudah saatnya aku mulai bertarung dengan serius..." Zhou Yuan melihat sekitarnya, menyaksikan situasi peperangan yang semakin memanas.


Zhou Yuan mengeluarkan pedang di cincin ruangannya yang merupakan pusaka kelas Awan. Pusaka ini adalah pemberian dari Yun Feiyu, sebelum ia menyerahkan banyak pusaka pada Organisasi Bayangan Malam Zhou Yuan sempat menyimpan beberapa untuk dirinya gunakan.


Zhou Yuan tidak menggunakan pedang Kusanagi karena pedang itu akan menguras banyak sekali tenaga dalamnya apalagi ia sudah menghabiskan banyak sekali tenaga dalam saat terbang kesini. Disisi lain perang besar seperti ini biasanya akan berangsur lama.


Walaupun bukan Pedang Kusanagi tetapi pusaka yang di pegang Zhou Yuan tetap memiliki ketajaman yang tinggi.


Zhou Yuan mulai memainkan pedangnya menggunakan Teknik Pedang Suara, gerakan pedangnya begitu lembut dan hampir tidak menimbulkan bunyi, dalam beberapa tarikan nafas ia sudah menghabisi pasukan musuh di sekitarnya.


Pedang Zhou Yuan begitu cepat membunuh pendekar-pendekar yang berada di dalam jarak serangannya. Ketika Zhou Yuan menggunakan pedang, korban yang dihabisinya jauh meningkat tajam.


Pasukan organisasi akhirnya menyadari kekuatan Zhou Yuan yang sangat tinggi, kriminal Alam Perak dan Alam Emas mulai mencari bantuan pendekar yang lebih kuat di atasnya.


Tanpa mereka sadari saat Zhou Yuan memainkan pedangnya, pemuda itu terus bergerak maju menerobos ke tengah pasukan musuh.

__ADS_1


__ADS_2