Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 190 — Pendekar Alam Cahaya


__ADS_3

Selepas mengajarkan pengetahuan-pengetahuan dasar pada Bailian, Zhou Yuan kembali melatih ilmu pedang lagi pada gadis itu.


Linxia tidak ketinggalan untuk belajar meski hanya memperhatikan dari jauh, sebagai seseorang yang mengenal Zhou Yuan lebih awal dia tentu mengetahui kemampuan pedang Zhou Yuan yang sangat tinggi.


Dua minggu berlalu semenjak kepergian Yun Feiyu, Zhou Yuan terus memberikan pengajaran pada Bailian. Walau hanya sebentar tetapi peningkatan Bailian pada pedang sudah berkembang dengan pesat.


Hal ini terjadi karena dua faktor, pertama Zhou Yuan sangat ahli dalam menggurui seseorang lalu kedua karena Bailian adalah gadis yang cerdas sehingga bisa belajar dengan cepat.


Di suatu hari ketika Zhou Yuan dan Bailian sedang melakukan latihan tanding, tiba-tiba sebuah portal muncul di tengah mereka.


Zhou Yuan terkejut namun dengan cepat bisa menenangkan dirinya, hanya ada satu orang yang bisa melakukan demikian dan orang itu adalah Yun Feiyu.


Benar saja, ketika portal itu semakin membesar Yun Feiyu akhirnya keluar dari sana tetapi dengan kondisi yang berantakan.


Rambut perempuan itu tampak kusut serta gaun merah yang dipakainya robek di beberapa tempat. Kulit mulus Yun Feiyu juga terlihat kotor dan berlumpur.


"Nenek!"


"Bibi?!"


Zhou Yuan dan Bailian hampir bersamaan terkejut melihat kondisi Yun Feiyu.


"Ah, maaf aku pasti mengganggu kalian berlatih..." Yun Feiyu tersenyum lebar sambil menepuk-nepuk gaunnya yang kotor. "Ada banyak hal yang terjadi saat aku mengambil tanaman anggrek itu, meski menyebalkan namun aku bisa mendapatkan banyak."


Zhou Yuan sebenarnya lebih mengkhawatir Feiyu namun setelah melihatnya lebih jelas, meski kotor tetapi tidak ada luka ditubuh perempuan tersebut.


"Apa Nenek baik-baik saja?" Bailian bertanya dengan nada cemas sambil berjalan menghampiri.


"Kondisiku baik Lian'er, aku hanya sedikit berantakan." Yun Feiyu tersenyum lembut sambil mengelus rambut cucunya agar tenang.

__ADS_1


Linxia tak lama kemudian menghampiri setelah ia keluar dari rumah dan melihat Yun Feiyu sudah kembali.


Yun Feiyu kemudian menoleh ke arah Zhou Yuan sebelum mengeluarkan kantong kulit dari cincin ruangnya, mata Zhou Yuan dan Linxia seketika melebar saat membuka kantong kulit itu yang berisi tanaman Anggrek Matahari dan Anggrek Bulan dengan jumlah yang besar.


"Yuan'er, Xiaxia, aku hanya bisa mendapatkannya sebanyak ini tapi tenang saja jika nanti kurang, aku akan mencarinya kembali." Yun Feiyu menjelaskan.


Zhou Yuan tersenyum tipis, jumlah yang diberikan Feiyu lebih dari cukup untuk dirinya menerobos ke tingkatan yang lebih kuat lagi.


Zhou Yuan segera berterimakasih dengan amat sangat, ia tidak menduga Feiyu akan melakukan semua ini untuk dirinya padahal hubungan keduanya bisa dibilang baru bertemu.


"Tidak perlu berterimakasih seperti itu Yuan'er, anggap saja ini sebagai bayaran karena kau telah mengajari cucuku berpedang." Yun Feiyu tersenyum hangat.


Yun Feiyu juga mengeluarkan kantong kulit lainnya dan itu diberikan pada Linxia, gadis itu merasa terharu dan berterimakasih.


"Terimakasih Bibi..." Linxia menyeka air matanya karena pemberian Feiyu yang sangat berharga baginya.


"Tidak masalah, kau juga harus bertambah kuat Xiaxia." Yun Feiyu mengangguk pelan.


"Kalau Bibi tidak ada keperluan denganku mungkin aku akan melakukan latihan tertutup dikamar."


Yun Feiyu tersenyum hangat, "Daripada di kamar sebaiknya kau berlatih ditempat yang tepat." Yun Feiyu berucap demikian sambil mengayunkan tangannya, tak lama kemudian sebuah portal terbentuk.


"Disana adalah tempat yang cocok untukmu melakukan latihan tertutup, Bailian dulu sering berlatih disana..." Feiyu kemudian menoleh pada Linxia, "Xiaxia, kau juga bisa ikut ke sana kalau kau mau?"


"Tidak Bibi, terimakasih, aku akan berlatih dilain waktu." Meski Linxia mempunyai sumberdaya yang cukup untuk menerobos sekarang namun ia memilih melakukannya nanti.


Zhou Yuan kemudian berpamitan sebelum masuk ke dalam portal itu, ia sendiri sedikit merasa penasaran dengan tempat yang ditunjuk Feiyu.


Zhou Yuan keluar dari portal lalu menemukan dirinya sedang berada ditengah-tengah danau, Zhou Yuan berdiri disebuah daratan kecil yang dikelilingi danau yang begitu luas.

__ADS_1


Di daratan kecil yang Zhou Yuan pijak ada satu pohon sakura besar yang tengah berbunga dengan indah. Zhou Yuan akhirnya mengerti kenapa tempat ini cocok menjadi tempat yang bagus untuk melakukan latihan tertutup. Pohon sakura tersebut memancarkan aura energi yang tak biasa, menanamkan emosi ketenangan serta membuat pikiran lebih jernih.


"Aku mendengar guru mengatakan bahwa ada pohon yang bisa melepaskan aura, sepertinya yang dimaksud guru adalah pohon semacam sakura ini..." Gumam Zhou Yuan pelan sambil memandang pohon sakura tersebut.


Zhou Yuan kemudian meletakkan kantong kulit yang berisi tanaman anggrek itu sementara dirinya duduk bersandar pada pohon sakura itu.


"Kekuatanku akan meningkatkan pesat andai mengekstrak semua anggrek ini..." Zhou Yuan tersenyum lebar sebelum mulai mengonsumsi salah satunya.


Zhou Yuan mulai memejamkan mata dan fokus menyerap khasiat anggrek di tubuhnya, khasiat tersebut sangat besar, membutuhkan waktu yang lama hingga Zhou Yuan bisa menyerap seluruhnya dalam satu tanaman.


Selain kekuatan yang meningkat, kapasitas tenaga dalam Zhou Yuan juga terus bertambah karena mengonsumsi Anggrek Matahari seiring waktu.


Dalam waktu seminggu Zhou Yuan telah mengembalikan kekuatannya yang telah hilang akibat menggunakan totokan terlarangnya selama dua kali berturut-turut.


Zhou Yuan telah kembali ke tingkatan alam kristal semula, ia yang berpikir akan membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam melakukannya namun tidak menduga bisa dipangkas dengan menggunakan dua anggrek sumberdaya ini.


Meski ini bukan pertama kalinya ia mengonsumsi tanaman tersebut tetapi Zhou Yuan akui dua anggrek ini memiliki khasiat yang sangat mengerikan.


Zhou Yuan tidak berhenti sampai di sana, ia terus mengekstrak Anggrek Bulan dan Anggrek Matahari secara terus menerus.


Tubuh Raja Langitnya yang memerlukan banyak sekali asupan sumberdaya membuat Zhou Yuan tidak akan mengalami efek samping karena memakan tanaman sumberdaya yang terlalu banyak.


Zhou Yuan bisa merasakan bagaimana tubuhnya seperti kehausan sumberdaya, sudah puluhan anggrek yang ia konsumsi namun tidak ada tanda-tanda dirinya akan menerobos ke tahap selanjutnya.


Sesekali saat di pelatihannya, Zhou Yuan menemukan sebuah kotak nasi yang ditaruh tak jauh darinya duduk. Zhou Yuan menebak yang meletakan nasi tersebut adalah Feiyu dengan menggunakan cincin portalnya.


Entah dihari ke berapa Zhou Yuan akhirnya berhasil menerobos kembali, kali ini Zhou Yuan bisa merasakan ada semacam pembatas yang menghalangi kekuatannya.


"Gerbang Cahaya..." Zhou Yuan mengenal pembatas tersebut sebagai gerbang cahaya.

__ADS_1


Gerbang Cahaya adalah titik pembatas seorang pendekar di Alam Kristal untuk bisa menerobos ke tingkatan Alam Cahaya.


Gerbang cahaya inilah yang membedakan antara kekuatan Alam Cahaya dengan tingkatan alam dibawahnya. Gerbang Cahaya mengidentifikasikan bahwa mereka yang berhasil membukanya telah mencapai level berbeda dari seorang manusia.


__ADS_2