Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 83 — Akhir Kompetisi


__ADS_3

Linxia akhirnya tidak bertanya lebih jauh mengenai kemampuan Zhou Yuan, sebaiknya gadis itu harus terbiasa mengenai kekuatan Zhou Yuan yang selalu mengejutkannya.


Keesokan harinya , Zhou Yuan dan Linxia pergi dari gua. Keduanya berniat meninggalkan hutan Gunung Bambu dan menyudahi kompetisi.


Kompetisi sebenarnya sudah selesai akibat laporan Xi Yan atas adanya siluman ratusan tahun di Gunung Bambu, pihak sekte telah memberikan pengumuman pada yang lain agar para peserta diharuskan kembali ke Sekte Bambu Hijau secepatnya.


Beberapa panatua digerakan atas situasi tersebut untuk mencari peserta yang masih belum kembali. Kompetisi bisa dibilang sedikit kacau karena adanya siluman yang diluar kemampuan para peserta dan berpotensi membunuh mereka.


Membutuhkan waktu dua hari agar semua peserta bisa dikumpulkan seluruhnya, untungnya tidak ada korban jiwa atas kompetisi tersebut kalau tidak, Sekte Bambu Hijau harus bertanggung jawab atas situasi yang telah terjadi.


Sekte Bambu Hijau berjanji akan memberikan kompensasi atas keteledorannya menangani masalah siluman di Gunung Bambu ini kepada setiap para peserta.


Minimal para peserta akan diberikan sumberdaya yang tak kalah jauh lebih berharga dibandingkan sang pemenang kompetisi.


"Nona Yue, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"


Zhou Yuan dan Linxia saat ini masih dalam perjalanan menuju Sekte Bambu Hijau, keduanya bisa dibilang peserta paling terlambat meninggalkan hutan Gunung Bambu.


Saat keduanya berjalan bersama, Zhou Yuan bertanya terhadap sesuatu yang membuatnya penasaran selama ini. Linxia mengangguk, mempersilahkan Zhou Yuan meneruskan ucapannya.


"Nona Yue, Anggrek Bulan adalah hadiah utama di kompetisi ini dan siapa yang mendapatkannya berarti menjadi pemenang tetapi kenapa yang kau incar hanya status kemenangannya saja?"


Awalnya Zhou Yuan berpikir incaran Linxia adalah mendapatkan popularitas dalam memenangkan kompetisi ini tetapi dari karakternya selama beberapa waktu bersama, Zhou Yuan pikir dugaannya sepertinya salah, Linxia bukanlah seseorang yang tergila-gila akan popularitas.


"Sebenarnya aku ingin membuktikan kemampuanku pada Ayah dan Kakekku..."


Zhou Yuan mengerutkan dahi, masih belum memahami arah ucapan gadis itu sementara Linxia tersenyum tipis sebelum melanjutkan perkataannya.


"Sewaktu kecil, segala keputusan hidupku semuanya telah diatur oleh keluargaku, dari jalanku menjadi seorang pendekar hingga hubungan asmara yang nanti akan terjalin di masa depan..."

__ADS_1


Linxia menjelaskan bahwa segala pilihan yang dilakukannya selama ini bisa dibilang adalah keputusan dari keluarganya sehingga membuat Linxia tidak pernah merasa bebas dan memilih apa yang benar-benar ia inginkan dalam kehidupannya termasuk menjalin pertunangannya dengan seseorang.


Tentang pertunangannya, sejak awal Linxia tidak setuju namun ia tidak berani menyuarakannya kepada orang tuanya.


Mengingat tentang pertunangannya tersebut membuat Linxia refleks melirik Zhou Yuan.


Linxia bukanlah gadis naif yang tidak mengetahui tentang perasaannya, ia sadar bahwa saat ini dirinya sedang jatuh hati pada lelaki di sampingnya itu dan Linxia mengakui perasaan tersebut.


Setelah menghabiskan banyak waktu bersama Zhou Yuan, Linxia merasa Zhou Yuan tidak sejahat yang dia pikirkan saat pertama kali keduanya bertemu.


Zhou Yuan menyelamatkan nyawanya beberapa kali di kompetisi ini dan rela mati agar membuatnya selamat. Linxia belum pernah melihat lelaki sepemberani itu yang berani mengorbankan dirinya untuk seseorang yang belum lama ia kenal.


Yang paling utama adalah hati Linxia merasa nyaman ketika bersama Zhou Yuan dan detak jantungnya selalu berdebar ketika melihat wajah lelaki itu.


Hal tersebut membuat Linxia semakin yakin untuk memutuskan pertunangan dari orangtuanya, meski tidak ada kepastian Zhou Yuan akan membalas perasaannya namun membiarkan pertunangan itu terus terjalin bukanlah keputusan yang bijak untuknya.


"Aku berharap dengan memenangkan kompetisi ini, Keluargaku bisa melihat bahwa aku sudah cukup kuat untuk membuat jalan hidupku sendiri..." Linxia mengakhiri penjelasannya.


Sebenarnya Zhou Yuan juga tidak berbeda jauh dengan situasi Linxia, ia harus belajar tentang dunia politik oleh keluarganya dan harus bersikap seperti seorang bangsawan.


Hanya saja keadaan Zhou Yuan tidak separah Linxia, ia masih bisa mengambil keputusan atas apa yang ia inginkan dalam kehidupannya dan orang tuanya membiarkan ia mencari jalan hidupnya sendiri.


Zhou Yuan tidak bertanya lebih dalam mengenai masalah Linxia apalagi setelah beberapa menit mereka melangkah, keduanya sudah tiba di gerbang pembatas Sekte Bambu Hijau.


"Nona Yue, kalau begitu kita berpisah disini, untuk kesepakatan kita sebelumnya kau bisa menemuiku di sekte."


Linxia ingin menanyakan nama Zhou Yuan sebelum keduanya berpisah namun lelaki itu pergi meninggalkannya setelah berucap demikian.


"Bagaimana aku bisa menemuinya jika aku tidak mengetahui namanya..." Batin Linxia yang merasa menyesal karena tidak langsung bertanya nama Zhou Yuan lebih awal.

__ADS_1


Tentu saja Linxia tidak menyadari Zhou Yuan adalah tunangannya sendiri sebab itu ia tidak mengetahui bahwa cepat atau lambat dirinya akan bertemu lagi dengan lelaki yang membuatnya jatuh cinta tersebut.


Zhou Yuan bergerak cepat terlebih dulu kelapangan sekte, ia bisa melihat ada beberapa panatua sekte yang ada di sana bersama beberapa peserta yang berkumpul.


Kedatangan Zhou Yuan yang selamat langsung disambut rasa lega oleh Zhou Bing yang sudah menantinya sejak dua hari lalu.


"Yuan'er, kau kemana saja, jangan buat Kakek khawatir..." Zhou Bing memeluk cucunya dengan erat.


Zhou Yuan tersenyum canggung. "Maaf Kakek, ada sedikit halangan saat Yuan menuju kesini."


Kabar di Gunung Bambu ada siluman ratusan tahun yang berbahaya sudah terdengar ke telinga Zhou Bing, sejak kompetisi di hentikan paksa ia tak bisa tenang sebelum Zhou Yuan kembali.


Ketika Zhou Yuan merasa baik-baik saja tentu membuat Zhou Bing senang serta bersyukur.


Kedatangan Zhou Yuan nyatanya tidak disambut Zhou Bing saja melainkan rombongan Xi Yan. Setelah Zhou Yuan menolong mereka, Xi Yan mulai berubah sikap pada Zhou Yuan dan ingin menjalin hubungan baik dengannya.


Tidak lama Zhou Yuan kembali, kabar Linxia datang ke sekte segera tersebar dengan cepat apalagi gadis itu membawa Anggrek Bulan ditangannya.


Kemenangan Linxia adalah pelengkap kompetisi ini berakhir, pihak Sekte Bambu Hijau awalnya berpikir kompetisi ini telah gagal dilaksanakan mengingat tidak ada pemenang tetapi melihat Linxia mendapatkan Anggrek Bulan membuat suasana kompetisi jadi berjalan seharusnya.


"Ah, Nona Yue memang paling mengagumkan, tidak mengherankan dia adalah gadis paling jenius di sekte."


"Benar, dia bisa bertahan di saat ada siluman ratusan tahun menunjukkan bakatnya yang luar bisa. Kalau dipikir-pikir sebenarnya aku sudah menduga dia akan jadi pemenang."


Berbagai pujian terdengar dari para peserta tentang Linxia, Zhou Yuan mendengar semua itu sambil tersenyum tipis.


"Maaf Kakek Yuan belum cukup kuat untuk memenangkan kompetisi ini."


"Kau berbicara apa Yuan'er, selama kau bisa berkembang di kompetisi ini, itu sudah cukup bagi Kakek..." Zhou Bing tersenyum lembut, mengelus kepala cucunya.

__ADS_1


Dari panggung, Linxia diberikan selamat oleh Ketua Sekte yaitu Yue Luo ayahnya sendiri. Terlihat ayahnya sangat bangga atas prestasi Linxia.


__ADS_2