Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 136 — Akademi Empat Kekaisaran


__ADS_3

Karena di undang khusus oleh akademi sendiri membuat rombongan Zhou Yuan diistimewakan dibandingkan peserta yang lain.


Seorang murid akademi kemudian menuntun rombongan mereka masuk, ia membawa Zhou Yuan dan lainnya ke tempat penginapan mereka saat di akademi.


Kediaman itu lumayan besar dibandingkan kediaman yang lain, karena rombongan Zhou Yuan adalah tamu istimewa akademi membuat penginapan yang dihinggapinya sedikit lebih luas.


Terdapat beberapa kamar, dapur, dan halaman yang di depan penginapan, ada juga pembatas dinding agar tidak sembarang bisa masuk ke halamannya.


Murid akademi itu selepasnya pergi sesudah mengantar rombongan Zhou Yuan, siluman elang yang ditunggangi mereka akan diurus oleh pihak akademi.


Zhou Yuan memilih berisitirahat di kamarnya begitu juga dengan Yifei serta Jiang Long, mungkin karena kelelahan akibat menempuh perjalanan jauh Zhou Yuan tidur begitu lama dan bangun keesokan harinya.


Tubuh Zhou Yuan terasa bugar kembali usai bangun pagi-pagi apalagi setelah membersihkan dirinya, ia pergi ke halaman luar namun menemukan Yifei sedang berlatih tanding bersama Jiang Long.


"Fei'er, kau telah meningkat cukup pesat setelah beberapa minggu terakhir tidak bertemu..." Jiang Long berdecak kagum melihat kemampuan Yifei yang meningkat signifikan.


Yifei mengangguk, ia menyadari semua perkembangan ini disebabkan oleh Zhou Yuan.


Bertanding dengan Zhou Yuan membuatnya mendapatkan pencerahan terhadap teknik-teknik yang ia pelajari khususnya ilmu tangan kosong. Selain itu pengalaman bertarung Yifei juga jadi lebih terasah.


Yifei terus menyerang Jiang Long dengan ilmu tangan kosongnya tanpa melibatkan tenaga dalam apalagi melepaskan api biru, biarpun tidak bisa mengalahkan lawan tandingnya tapi cukup membuat Jiang Long sedikit kerepotan menerima ilmu tangan kosongnya terutama teknik tendangan Yifei.


"Fei'er, sejak kapan kau belajar ilmu tendangan sehebat ini?"


"Sejak beberapa minggu kemarin Paman, seseorang telah mengajarkannya padaku." Yifei menaikan kecepatan tendangannya lebih kuat lagi.


Jiang Long mengerutkan dahi, tendangan Yifei semakin sulit di tebak olehnya sehingga membuat ia tambah kewalahan. Pandangan Jiang Long kemudian tertuju satu arah karena menyadari ada sepasang mata yang melihat latihan keduanya.


"Yuan'er, kebetulan kau sudah bangun." Jiang Long segera menghentikan latihan tersebut begitu juga dengan Yifei. "Kebetulan aku harus pergi, bisakah kau melanjutkan melatih Fei'er, kudengar kau pernah menjadi gurunya selama beberapa minggu ini."

__ADS_1


Jiang Long tentu banyak mendengar kabar Zhou Yuan dari Jiang Qisha, meski ia tidak mengetahui kemampuan Zhou Yuan seperti apa namun dirinya yakin ia tak kalah berbakat seperti Yifei mengingat Jiang Qisha meminta cucunya diajari oleh pemuda tersebut.


Zhou Yuan mengangguk lalu Jiang Long berpamitan pada keduanya, Jiang Long harus menemui Ketua pihak istana untuk melaporkan bahwa dirinya adalah perwakilan dari Jiang Qisha yang tidak bisa hadir.


Meski puluhan ribu kilometer namun kabar penyerangan istana telah menyebar luas bahkan sampai diluar kekaisaran termasuk akademi.


Ketika turnamen berlangsung, Empat Kaisar akan menghadiri acara tersebut dan menyaksikan siapa pendekar generasi muda era ini yang paling berbakat.


Jiang Long diberi tugas selain mendampingi Zhou Yuan dan Yifei, ia juga diperintahkan untuk melaporkan semua kejadian penyerangan istana agar tiga kaisar yang lain waspada pada organisasi Kuil Awan Langit.


***


"Berlatih dengan giat memang bagus tapi kau harus menjaga tubuhmu agar tetap dalam kondisi prima..." Zhou Yuan mengelus pucuk kepala Yifei setelah keduanya berlatih.


"Aku mengerti..." Yifei mengangguk, wajahnya sedikit memerah karena Zhou Yuan mengelus kepalanya kali ini dengan inisiatifnya sendiri.


Zhou Yuan meminta agar gadis itu istirahat terlebih dahulu sementara dirinya pergi ke dapur untuk memasak, saat ini Zhou Yuan ataupun Yifei sama-sama belum sarapan pagi.


Tidak berselang lama masakan yang dibuat Zhou Yuan telah selesai, ia menemui Yifei dan memberikan satu masakannya yang lain.


"Kau bisa memasak?" Yifei terkejut setelah mengetahui Zhou Yuan ternyata ahli dalam memasak dan makanan yang dibuatnya juga lumayan enak serta bisa dinikmati.


"Tidak terlalu, aku belajar memasak dari ibuku..." Zhou Yuan tersenyum tipis.


Yifei memaksakan senyum, ia sebagai seorang gadis merasa malu karena tidak bisa memasak.


Yifei yang mempunyai status tinggi sebagai Putri Kaisar Bulan, jangankan untuk memasak, ia bahkan belum pernah ke dapur istana kecuali hanya beberapa kali saja seumur hidupnya.


Setelah keduanya sarapan pagi, Zhou Yuan berencana akan pergi selama beberapa waktu.

__ADS_1


"Kau mau kemana?" Tanya Yifei yang melihat Zhou Yuan hendak keluar penginapan.


"Aku ingin melihat-lihat akademi, pemandangan disini cukup indah..."


Yifei yang mendengar tersebut jadi ingin ikut bersama Zhou Yuan. "Jangan salah paham, bukannya aku ingin bersamamu, aku hanya ingin melihat peserta turnamen yang lain..."


Zhou Yuan tersenyum canggung sebelum mengajak gadis itu, Yifei kembali ke kamarnya beberapa saat untuk sedikit berias, tak lama ia kembali dengan wajahnya yang kali ini lebih cantik dari sebelumnya.


Zhou Yuan mengikuti jalan setapak yang ada di akademi bersama Yifei, karena ia baru pertama kali kesini Zhou Yuan tidak mau tersesat seperti sebelum-sebelumnya jadi mengikuti jalan yang sudah ada.


"Sepertinya walaupun masih lama, para peserta turnamen memilih datang lebih awal..." Zhou Yuan melihat sepanjang perjalanan, selain murid akademi, ada banyak peserta turnamen seperti dirinya.


Datang lebih awal sebenarnya memiliki dampak yang baik salah satu contohnya adalah untuk mengumpulkan informasi lawan.


Hal serupa Zhou Yuan lakukan sekarang, selain jalan-jalan ia juga ingin melihat kekuatan peserta lain.


Tidak ada yang mencapai pendekar Alam Emas sejauh yang ia temui saat ini, Zhou Yuan menghela nafas, sudah kuduga turnamen ini akan sangat mudah baginya.


"Apa yang-..." Zhou Yuan baru tersadar dari lamunannya saat menyadari ada banyak pasang mata terpusat ke arahnya, lebih tepatnya ke arah Jiang Yifei.


"Kenapa mereka menatapku seperti itu, menyebalkan sekali..." Yifei menggerutu kesal melihat orang-orang yang melihatnya.


"Tidak perlu memperhatikan mereka, kita fokus saja jalan-jalan." Zhou Yuan tersenyum canggung, tentu saja ia mengerti tatapan itu karena sebab melihat paras Yifei yang begitu menarik perhatian.


Meski masih berusia 15 tahun, Yifei sudah memiliki kecantikan yang biasanya ditunjukkan gadis dewasa muda, Zhou Yuan saja ketika pertama kali bertemu dengan Yifei terpesona oleh kecantikannya yang berada di atas rata-rata perempuan cantik.


"Menyebalkan, lihat, rasanya ingin kucongkel mata-mata mereka!" Yifei terus menggerutu, tentu saja suaranya tidak keras namun masih terdengar oleh Zhou Yuan.


"Itu karena wajahmu sangat cantik Fei'er..." Zhou Yuan tertawa kecil. "Mereka terpesona oleh kecantikan dirimu."

__ADS_1


Yifei mendadak merasa senang dengan pujian itu dan wajahnya langsung tersipu malu, gadis itu tidak menduga Zhou Yuan akan berkata demikian padanya. Hal itu membuat pipi dan telinganya menjadi merah.


__ADS_2