Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 199 — Perpisahan


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya Zhou Yuan berterimakasih pada Yun Feiyu atas pemberian darinya. Tidak hanya harta emas yang melimpah ternyata Yun Feiyu juga memberikan ratusan pusaka yang memiliki kualitas tinggi.


"Bibi ada satu hal yang ingin aku tanyakan, kenapa Bibi berbuat begitu baik kepadaku?" Di saat keluar dari bawah tanah, Zhou Yuan mengutarakan rasa penasarannya selama ini.


Zhou Yuan memahami kalau Feiyu mungkin adalah orang baik tetapi seseorang yang memberikan apapun pada orang lain dengan jumlah begitu besar, jelas ada niat atau tujuannya.


Pertanyaan Zhou Yuan membuat Feiyu berpikir sejenak, dia memegang dagunya sambil memiringkan kepala.


"Mungkin ini adalah cara agar aku merasa lebih baik..." Jawab Yun Feiyu singkat setelah terdiam sejenak.


Zhou Yuan menaikan alisnya, tampak tidak memahami maksud perkataan perempuan itu.


"Yuan'er, mungkin kau berpikir sekarang adalah orang baik karena memberikan banyak hal untukmu tetapi kenyataannya aku tidak seperti yang kau pikirkan bahkan aku jauh dari kata baik."


Yun Feiyu menghela nafas, pertanyaan Zhou Yuan mengingatkannya pada ingatan-ingatan yang berusaha dia lupakan.


"Kau mengetahui bahwa aku hidup ditengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk, semua itu ada alasan, semua itu ada masa lalunya."


"Apa Bibi mempunyai masalah dengan orang lain?" Tanya Zhou Yuan.


"Aku..." Yun Feiyu tersenyum tipis. "Kau benar, aku memang mempunyai masalah dengan mereka, masalah yang cukup besar hingga aku memutuskan meninggalkan semuanya dan memilih menyendiri bersama cucuku."


Zhou Yuan bisa melihat wajah Feiyu yang biasanya selalu ceria kini berubah jadi tampak sedikit sedih meski ia berusaha menyembunyikan hal tersebut, Zhou Yuan merasa bersalah karena bertanya demikian.


"Maaf, Bibi, aku tidak bermaksud seperti itu..." Zhou Yuan merasa menyesal.


"Maaf untuk apa? Aku sama sekali tidak keberatan." Yun Feiyu kembali tersenyum lebar sambil menepuk pundak Zhou Yuan dengan keras. "Oh ya, ada satu hal lagi yang ingin kuberikan padamu selain uang dan pusaka?"


"Ada lagi?"


"Ya, tapi aku yakin kau tak bisa menolaknya kali ini." Yun Feiyu tertawa kecil sebelum mengeluarkan berbagai jenis tanaman sumberdaya. "Kau sudah membaca cukup banyak, kurasa kau tahu semua tanaman ini?"


Selain berlatih, Zhou Yuan juga sering membaca buku selama tiga tahun terakhir, buku-buku itu adalah pemberian dari Feiyu karena ia sempat melihat Zhou Yuan sedang membaca Kitab Raja Langit.

__ADS_1


Karena Feiyu adalah seorang tabib, jadi kebanyakan buku yang disimpannya mengenai tentang ilmu pengobatan. Salah satu cabang dari ilmu pengobatan adalah harus mengenal nama tanaman yang berkhasiat bagi manusia, baik itu tanaman sumberdaya ataupun tanaman obat.


Zhou Yuan menarik nafas dingin melihat tumpukan tanaman yang dikeluarkan perempuan itu merupakan jenis tanaman yang berkhasiat tinggi.


Zhou Yuan tidak tahu harus berkata apa karena Feiyu memberikan banyak hal yang diluar imajinasinya.


"Jangan menolak pemberian orang lain, seperti biasa kau bisa mengambil semua tanaman ini." Yun Feiyu menepuk pundak Zhou Yuan kembali sementara pemuda itu hanya bisa membalasnya dengan senyuman tipis.


***


Selama dua minggu terakhir Zhou Yuan menghabiskan waktunya untuk berlatih, hanya saja keberadaan tiga gadisnya yang selalu menempel bersamanya membuat latihannya sering terganggu.


Mungkin Linxia, Yifei, maupun Xiao Rou menyadari Zhou Yuan akan pergi tak lama lagi jadi mereka memilih banyak menghabiskan waktu dengannya.


Tiga gadis tersebut selalu mengajak Zhou Yuan untuk berlatih tanding namun demikian tidak ada yang bisa mengalahkan Zhou Yuan apalagi mereka selalu bertanding satu lawan satu.


Linxia, Yifei, dan Xiao Rou telah mencapai pendekar Alam Cahaya dengan satu meridian yang terbuka, mereka telah menjadi kuat tetapi tetap saja kekuatan ketiganya tidak bisa disandingkan dengan kekuatan Zhou Yuan yang sekarang.


"Yuan gege, untuk hari ini kami bertiga akan bersama melawanmu seperti dulu. Aku pastikan kau akan kalah hari ini!" Yifei mendengus kesal, karena dia selalu kalah dalam bertanding dengan pemuda itu akhirnya berencana bertarung tiga lawan satu.


"Tidak masalah, satu lawan satu atau satu lawan tiga, kalian tetap bukan tandinganku." Zhou Yuan tertawa kecil, memancing emosi Yifei.


Yifei semakin kesal lalu mengajak Xiao Rou dan Linxia untuk ikut bergabung, "Kita harus mengalahkannya, minimal satu luka sudah cukup."


Zhou Yuan tersenyum melihat Yifei yang tampak geram padanya, di halaman rumah Bailian, ketiganya kemudian mulai bertarung untuk menyerang Zhou Yuan.


"Elemental es..."


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada tangannya sebelum merubahnya menjadi energi, dari telapak tangannya kemudian muncul serbuk es yang terkumpul dan memadat sebelum mulai membentuk pedang es.


Ketiga gadis itu segera memulai pertarungan, saling bekerjasama untuk melukai Zhou Yuan sementara pemuda itu dengan tenang menyambut setiap serangan yang datang dengan pedang esnya.


Biarpun menggunakan kekuatan gabungan, nyatanya ketiga gadis itu tidak cukup untuk melukai Zhou Yuan apalagi sampai mengalahkannya.

__ADS_1


"Tidak perlu marah, kau bisa berlatih lebih giat lagi saat aku pergi nanti..." Zhou Yuan tersenyum hangat, mengelus pipi Yifei yang sedang cemberut padanya akibat kalah dalam pertandingan.


"Aku tahu!" Yifei memalingkan wajah, meski terlihat marah dia sebenarnya senang Zhou Yuan memperlakukannya dengan lembut.


Beberapa hari kemudian akhirnya waktu kepergian Zhou Yuan sudah tiba, Zhou Yuan berdiri di halaman rumah Bailian, selain tiga gadisnya, Yun Feiyu dan Bailian juga ikut menyertai kepergian pemuda itu.


"Bibi, kalau aku bisa membalas kebaikan Bibi sekarang maka aku akan membalasnya dengan sepuluh kali lipat yang telah Bibi berikan padaku." Zhou Yuan membungkukkan badannya. "Terimakasih karena telah merawat serta membantuku berlatih hingga mencapai kekuatanku yang sekarang. Jasa Bibi tidak akan pernah aku lupakan."


"Ah, agak menyebalkan ketika terjadi sebuah perpisahan, lebih baik aku meninggalkan daripada ditinggalkan..." Feiyu tersenyum tetapi ia juga merasa sedih ketika Zhou Yuan pergi.


Walupun tiga tahun keduanya bertemu namun ada banyak peristiwa yang telah terjadi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan perasaan kehilangan akan terasa oleh Feiyu.


Zhou Yuan tersenyum, selain pada Feiyu, Zhou Yuan juga berterimakasih pada Bailian karena telah merawatnya saat ia tak sadarkan diri selama dua bulan.


"Tidak perlu memikirkannya Saudara Yuan, aku juga sudah melupakannya. Memang sudah sepatutnya kita saling peduli dan menolong sesama." Bailian mengangguk pelan, merasa itu bukan sesuatu yang besar untuknya.


Terakhir Zhou Yuan mengucapkan perpisahan pada Linxia, Yifei, dan Xiao Rou. Ketiga gadis itu serempak langsung memeluknya dengan erat.


"Berhati-hatilah di sana, saat waktunya tiba aku akan datang dan pergi menyusulmu..." Linxia menyeka air matanya yang keluar.


"Kau harus berjanji agar menunggu kami, aku tidak mau saat aku kembali kau malah kenapa-napa." Yifei menunjuk wajah Zhou Yuan.


"Aku akan berusaha keras disini, meski membutuhkan waktu tetapi kuharap aku bisa cepat mendampingimu..." Xiao Rou tersenyum pahit, merasa kecewa karena dirinya tidak cepat berkembang seperti Zhou Yuan.


Zhou Yuan mengelus pucuk kepala tiga gadis itu satu persatu sambil berusaha menenangkannya. Tentu saja Zhou Yuan juga merasa berat ketika berpisah dengan mereka.


"Untuk sekali lagi terimakasih, Bibi, Nona Yun, kalau begitu aku pamit pergi..."


Setelah menenangkan tiga gadisnya, Zhou Yuan kemudian memecahkan cermin portalnya. Tidak lama kemudian sebuah portal mulai terbentuk.


Portal itu tampak berbeda dari portal yang selama ini Zhou Yuan lihat, portal dari cermin tersebut berwarna merah menyala dengan kilatan petir memenuhi sekitarnya.


Tidak menunggu lebih lama Zhou Yuan kemudian masuk ke dalam portal tersebut, ia merasakan tubuhnya terdorong hebat memasuki portalnya seperti terhisap ke dalam.

__ADS_1


Zhou Yuan menarik nafas yang dalam, ia sadar perjalanannya di lorong portal akan berakhir panjang.


__ADS_2