
"Rou'er, Xia'er, lama tidak bertemu..." Zhou Yuan tersenyum lalu pandangannya melihat sekitar. "Sebaiknya kita lanjutkan pertemuan ini nanti..."
Zhou Yuan bisa melihat semua pandangan langsung terarah kepadanya apalagi murid akademi laki-laki.
Ada banyak yang Xiao Rou dan Linxia ingin katakan pada Zhou Yuan namun ia mengerti situasinya, disisi lain Yifei memasang wajah cemberut ketika Zhou Yuan memanggil Xiao Rou dan Linxia dengan panggilan dekat.
Pertandingan Babak Penyisihan hari pertama telah selesai, peserta yang belum bertanding hari ini akan bertarung besok dan hari selanjutnya.
Xiong Bian menutup acara turnamen tersebut, tak lama kemudian para penonton dan peserta akademi mulai membubarkan diri termasuk Zhou Yuan yang kembali ke penginapannya.
"Yuan'er, aku tidak menduga kau akan sekuat ini?" Jiang Long menepuk pundak Zhou Yuan sambil tertawa cukup senang.
Meski Zhou Yuan melewati tiga pertandingan yang hebat hari ini namun semua orang menyadari pemuda itu masih belum menggunakan seluruh kemampuannya.
Zhou Yuan tersenyum canggung lalu berterimakasih atas pujian Jiang Long.
"Hari ini aku tidak akan menginap di penginapan, aku bersama 3 Kaisar lain akan makan-makan di restoran Kota Lily sampai besok hari. Tolong jaga Yifei untukku."
Zhou Yuan mengangguk, tidak masalah. Tak lama kemudian Jiang Long pergi meninggalkannya.
"Saudara Yuan, siapa dua gadis tadi?" Setelah pamannya pergi, Yifei keluar dari penginapan dan langsung bertanya mengenai Xiao Rou dan Linxia.
Zhou Yuan tersenyum canggung, ia bisa merasakan Jiang Yifei tidak menyukai kedekatannya dengan dua gadis itu. Saat Zhou Yuan ingin menjawab, suara ketukan terdengar dari arah gerbang luar penginapan.
Zhou Yuan kemudian menghampiri lalu membuka gerbang tersebut, mendapati Xiao Rou dan Linxia sudah berdiri di depan pintu gerbang.
Zhou Yuan batuk pelan, ia memang sudah memberitahu lokasi penginapannya di akademi ini namun tidak menduga Xiao Rou dan Linxia akan datang bersamaan.
"Rou'er, Xia'er, lama tidak berjumpa, aku-..."
Sebelum Zhou Yuan menyelesaikan kalimatnya, Xiao Rou langsung memeluknya dengan erat membuat Linxia yang ada disampingnya terkejut dengan reaksi tersebut.
"Rou'er..." Zhou Yuan terkejut, ia tidak menduga Xiao Rou langsung memeluknya seperti itu.
__ADS_1
"Saudara Yuan, aku amat merindukanmu..."
Zhou Yuan tersenyum canggung, gadis itu berkata demikian tanpa memasang eskpresi apapun serta sambil memeluknya, membuat Zhou Yuan bingung harus menjawab seperti apa.
Tak lama kemudian Yifei datang menghampiri, ekspresi gadis itu lebih kusut dari biasanya ketika menemukan Zhou Yuan sedang dipeluk gadis lain sementara Linxia terlihat tenang sambil menebak hubungan Zhou Yuan dengan Xiao Rou seperti apa.
Zhou Yuan menghela, pada akhirnya ia mengajak ketiganya masuk ke penginapan.
***
Zhou Yuan tidak bisa menjamu Linxia dan Xiao Rou di dalam penginapannya karena takut ada kesalahpahaman sehingga ia harus menjamu mereka di luar tepatnya diberanda penginapan.
Zhou Yuan memberikan teh hijau pada Xiao Rou dan Linxia, termasuk Yifei. Suasana hening mencakup ketiganya membuat situasi jadi canggung.
Zhou Yuan menyadari Yifei, Xiao Rou, dan Linxia saling diam, tidak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. Zhou Yuan tersenyum canggung, lebih baik ia mempertengahi dan memperkenalkan mereka satu sama lain agar bisa saling mengenal dan lebih akrab.
***
Jiang Yifei akhirnya mengetahui bahwa sebelum dirinya bertemu dengan Zhou Yuan, ada gadis lain yang lebih dulu bertemu pemuda itu dibandingkan dirinya.
Pandang Yifei tertuju ke arah Xiao Rou, dari cerita yang diucapkan Zhou Yuan, gadis berambut merah itu adalah wanita yang lebih dulu bertemu Zhou Yuan dibandingkan dirinya bahkan saat usia Zhou Yuan ketika itu masih tujuh tahun.
Disisi lain Yifei merasa tidak senang ternyata Zhou Yuan sudah mempunyai calon tunangan yaitu Linxia, ia sudah menduga bahwa tidak mungkin Zhou Yuan tidak memiliki sebuah hubungan bersama seorang gadis.
Suasana jadi lebih canggung setelah Zhou Yuan memperkenalkan masing-masing ketiga gadis itu, ia yang berpikir situasi akan berubah justru tambah lebih parah.
Terlepas dari semuanya, ada satu kesamaan yang Zhou Yuan katakan kepada ketiga gadis itu yaitu mereka sama-sama murid Zhou Yuan.
"Jadi kuharap kalian bisa lebih akrab..." Zhou Yuan mengakhiri ceritanya, salah satu tangannya kemudian mengelus pucuk kepala Yifei, Xiao Rou dan Linxia secara bergantian.
Xiao Rou, Linxia dan Yifei saling pandang, saat itulah mereka menyadari kedekatan mereka dengan Zhou Yuan ternyata hampir sama.
Mereka juga sadar, bukan hanya kedekatan saja tetapi perasaan yang tumbuh di hati mereka juga ternyata sama.
__ADS_1
"Guru, aku tidak menduga anda sudah sepopuler ini?" Xiao Rou, untuk pertama kalinya sejak berpisah dengan Zhou Yuan, akhirnya menunjukkan senyumannya yang manis.
Xiao Rou memang tidak pernah menunjukkan ekspresinya pada siapapun kecuali pada orang terdekatnya seperti Zhou Yuan dan kakeknya.
Xiao Rou telah banyak perubahan menurut pandangan Zhou Yuan terutama kecantikan gadis berambut merah itu yang semakin terlihat dewasa dan sempurna.
"Aku tidak menduga anda memiliki murid lain, Saudara Yuan." Linxia tersenyum kecil.
Linxia juga tak kalah berubah, gadis itu tampak lebih anggun dari seingatnya dengan gaun putih yang selalu ia pakai.
"Hmph, kenapa kau tidak membicarakan sejak awal. Mungkin kami bisa saling mengenal..." Yifei mendengus.
Yifei sendiri sejak awal bertemu memang memiliki kecantikan yang berada di atas rata-rata perempuan, sedikit di atas kecantikan Linxia dan Xiao Rou.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ini tidak seperti yang dia bayangkannya.
Meski tidak mengatakannya secara langsung namun Zhou Yuan menyadari baik itu Yifei, Linxia dan Xiao Rou memiliki perasaan khusus padanya, setidaknya Zhou Yuan yakin mereka tidak pernah menganggapnya sebagai teman melainkan sesuatu yang lebih daripada itu.
Melihat kini ketiga gadis itu mulai akrab bahkan saling mengobrol membuat Zhou Yuan semakin heran. 'Aku tidak mengerti dengan pikiran perempuan?'
Meski kebingungan namun Zhou Yuan bersyukur ketiga gadis itu bisa akrab, ketiganya saling berbicara terutama pengalaman mereka masing-masing.
Hari semakin gelap, Xiao Rou dan Linxia sebenarnya ingin bersama Zhou Yuan lebih lama namun ia menyadari besok keduanya harus mengikuti turnamen.
Keduanya pamit dan akan kemari besok harinya, kini yang tersisa adalah Zhou Yuan dan Jiang Yifei.
"Fei'er, kau belum tidur?" Zhou Yuan mengelus pucuk kepala gadis itu setelah menemukan ia masih berdiri di beranda penginapan ketika Zhou Yuan sudah mengantarkan Xiao Fan dan Linxia pulang.
"Kau ternyata memiliki dua gadis yang baik." Ucap Yifei.
Zhou Yuan tersenyum canggung, bingung harus menjawabnya seperti apa.
"Ini pertama kalinya aku mempunyai seorang teman disepanjang hidupku, mereka juga tampak bisa menerima keberadaanku." Jiang Yifei mengutarakan hatinya.
__ADS_1
Zhou Yuan mengerti, karena statusnya sebagai Putri dari Kaisar Bulan membuat gadis itu kesulitan memiliki teman sebayanya apalagi mereka yang seumuran dengan Yifei cenderung memandangnya dengan penuh hormat dibandingkan ingin akrab.
Meski hanya sebentar Yifei baru pertama kali bisa berteman dengan seseorang, bisa dibilang emansipasi orang yang memiliki perasaan sama cenderung bisa lebih cepat akrab.