
Zhou Yuan menyipitkan matanya sambil meningkatkan kewaspadaannya, dia berada di tempat asing, seharusnya tidak ada orang yang akan mengenalnya saat ini.
Pemuda yang disebut Jian Chen itu menyadari kewaspadaan Zhou Yuan terhadap keduanya jadi dia menjelaskan situasinya.
"Pendekar Yuan, bukankah sebelumnya anda menyebutkan nama anda pada Senior Xin dan Wang Lun? Kami mengetahui nama anda dari mereka, kuharap anda tidak salah paham." Jian Chen menjelaskan sambil tetap berusaha tenang.
Penjelasan Jian Chen cukup membuat Zhou Yuan sedikit memahami situasinya. Wang Xin dan Wang Lun adalah sepasang ayah dan anak yang ia selamatkan sebelumnya di tengah hutan ketika melawan ular perak.
Zhou Yuan juga pernah memperkenalkan namanya pada mereka.
"Apa anda mengenal keduanya?" Tanya Zhou Yuan.
"Kami mengenal tapi tidak bisa dikatakan akrab, sama seperti dirimu aku juga adalah pengelana dari tempat yang jauh. Aku dan istriku baru tiba kesini beberapa hari yang lalu."
Jian Chen menjelaskan kalau dirinya ke kota ini karena memang mengincar makam tersebut terutama harta rahasia di dalamnya.
"Pendekar Yuan, sebenarnya alasan aku kesini karena ingin mengajakmu bekerjasama. Bagaimana kalau kita membuat kelompok dan pergi ke makam itu bersama-sama?"
Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia merasa sejak awal pemuda yang bernama Jian Chen ini memang mengincar untuk berinteraksi dengan dirinya.
Zhou Yuan tidak langsung menjawab, ia berpikir beberapa saat. Zhou Yuan sebenarnya diam-diam sedang meraba kekuatan pemuda bermata emas itu namun tidak berhasil, ia sungguh tidak bisa melihat tingkatan kekuatannya.
"Apa anda yakin ingin bekerjasama denganku?" Tanya Zhou Yuan memastikan.
"Aku tidak pernah keliru dalam pilihanku, setelah menolong Senior Xin sebelumnya aku cukup yakin anda adalah orang baik."
Setelah mendapatkan jawaban tersebut barulah Zhou Yuan menurunkan kekhawatirannya. "Maaf sikapku sebelumnya, aku hanya waspada terhadap orang asing."
"Tidak mengapa Pendekar Yuan, semua orang harus bersikap demikian. Aku juga yang salah karena langsung menyebutkan namamu."
Zhou Yuan kini merasa lebih santai, dia juga melihat pemuda bernama Jian Chen ini bukanlah orang jahat atau licik seperti dugaannya.
"Jadi apa yang anda ingin rencanakan jika kita membuat kelompok?" Tanya Zhou Yuan.
__ADS_1
Jian Chen tersenyum lalu menjelaskan rencananya, Zhou Yuan mendengarkan sampai akhir sebelum mengangguk pelan.
"Itu tidak terlalu sulit, aku mungkin bisa melakukannya..." Setelah mendengarkan rencana Jian Chen, Zhou Yuan pikir tidak sulit untuk mengikuti sesuai rencana pemuda itu.
"Untuk masalah hasil, aku tidak membutuhkan yang lain kecuali hanya satu saja yaitu sebuah pedang, sisanya anda boleh mengambilnya."
"Anda berbicara seolah mengetahui bahwa di makam itu ada pedang?"
"Bisa dibilang demikian, alasanku berasal dari jauh dan datang kesini karena mengetahui di dalam makam itu ada pedang, aku berniat mengambilnya."
Jian Chen kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari ruang hampa, aksi itu tidak disadari orang lain namun Zhou Yuan bisa melihatnya dengan jelas.
"Bukankah itu cincin ruang?" Nafas Zhou Yuan tertahan.
Jian Chen tersenyum. "Pendekar Yuan, aku berasal dari sisi penjuru dunia disebelah benua bagian timur, disini mungkin cincin ruang adalah benda yang langka atau bahkan tidak ada tapi di Benua Daratan Timur, cincin bisa didapatkan dengan mudah di pasaran."
Jian Chen kemudian melirik cincin ruang yang ada ditangan Zhou Yuan, "Sebenarnya dibandingkan diriku, aku justru lebih terkejut bagaimana anda mempunyai cincin ruang di benua ini?"
Zhou Yuan menarik nafas dingin, ia tidak pernah berpikir orang di depannya berasal dari benua berbeda. Setahu Zhou Yuan perjalanan antar benua akan membutuhkan waktu yang lama karena harus melewati samudera yang amat luas.
Zhou Yuan kini sadar orang di depannya boleh jadi bukan pendekar biasa dan kekuatannya pasti tidak bisa diremehkan.
Jian Chen kemudian mencabut pedang yang sebelumnya dikeluarkan di cincin ruang dari sarungnya. Sebuah pedang dengan warna kemerahan yang menyala.
"Aku sedang mencari pedang seperti ini, Pendekar Yuan, sebuah pusaka yang berada ditingkatan kualitas pusaka kuno, Pusaka Elemental Dunia!"
Mata Zhou Yuan menyipit, ia bisa merasakan pedang itu memiliki kualitas yang tak kalah hebat dari pedang kusanagi bahkan Zhou Yuan samar-samar merasakan ada kesamaan antara pusakanya dengan pedang merah itu.
"Pusaka Elemental Dunia? Aku tidak pernah mendengarnya?"
"Nama itu seharusnya memang asing di telinga banyak orang, hanya orang tertentu yang sudah mendengar ceritanya..."
Pemuda bernama Jian Chen itu kemudian menjelaskan Pusaka Elemental Dunia pada Zhou Yuan, sebuah pedang yang dapat menghancurkan peradaban karena kekuatan mengerikan yang ada di dalamnya. Seperti namanya, Pusaka Elemental Dunia berhubung dengan elemen, mempunyai 27 jumlah dan mereka berceceran dimana-mana.
__ADS_1
Jian Chen kemudian mengeluarkan sebuah batu giok dari cincin ruangnya yang berwarna hijau, batu giok itu tampak sedikit bersinar.
"Dengan batu giok ini aku bisa mendeteksi semua pedang pusaka kuno di sekitarku. Alasan yang sama kenapa aku bisa menyadari ada pedang di makam kuno itu..." Jelas Jian Chen mengakhiri ceritanya.
Zhou Yuan melihat batu giok itu, ada cahaya titik-titik yang bersinar di sana dan cahaya titik itu adalah dimana lokasi pedang pusaka kuno disimpan.
"Tunggu dulu! Bukankah titik cahaya itu adalah tempat lokasiku berdiri?" Zhou Yuan menyadari titik cahaya tersebut.
Jian Chen mengangguk pelan. "Benar, bukankah anda mempunyai pedang seperti ini juga?"
Jian Chen kemudian menjelaskan tentang misinya yaitu untuk mengumpulkan 27 Pedang Elemental Dunia. Pedang di tangannya merupakan salah satunya yang mempunyai nama pedang asura.
"Pedang Asura adalah nama lain dari pedang ini sementara nama sesungguhnya merupakan pedang kematian yang memiliki elemen kematian."
Zhou Yuan kemudian mengeluarkan pedang Kusanagi, "Apa ini termasuk pedang pusaka Elemental Dunia juga?"
"Benar, pedang ini merupakan pedang Kusanagi yang memiliki tipe elemen kegelapan. Kurasa anda sudah mengetahui kekuatannya bukan, pedang ini memiliki ketajaman luar biasa tetapi sebagai gantinya tenaga dalam si pengguna akan diserap sebagai bayarannya."
Zhou Yuan terkejut, ia tidak mengetahui orang di depannya sungguh mengetahui banyak hal tentang pedang kusanagi.
Pedang Kusanagi adalah pusaka yang Zhou Yuan tidak sengaja temukan di kota bawah tanah, sejak awal melihatnya Zhou Yuan sadar pusaka itu bukanlah senjata biasa.
"Aku sudah mempunyai 6 pedang pusaka Elemental Dunia sekarang, dua pedang di cincin ruangku sementara sisanya berada di istriku yang lain."
Zhou Yuan menghela nafas lalu memandang pedang yang tersarung di tangannya, "Apa anda kesini ingin mengambil pedang ini?"
"Tidak Pendekar Yuan, aku memang berniat mengumpulkan pedang itu tapi tidak berniat merampasnya dari orang..." Jian Chen menjelaskan bahwa pusaka di makam itu adalah targetnya sejak awal.
"Kenapa anda menceritakan semua ini, menjelaskan tentang pedang Pusaka Elemental Dunia?"
Jian Chen tersenyum tipis, "Aku tidak yakin tapi sepertinya anda mempunyai perjalanan hidup sepertiku. Sebab itu aku menjelaskannya."
Zhou Yuan mungkin lupa bahwa untuk kekuatannya yang sekarang tidak bisa dikatakan wajar, Jian Chen nyatanya bisa membaca tingkatan kekuatannya yang berhasil mencapai Alam Cahaya dengan 8 meridian yang terbuka di usia belasan tahun.
__ADS_1
Jian Chen juga sebenarnya mempunyai arti lain dengan ucapannya barusan, mungkin dari jalan kehidupan keduanya yang mirip atau mereka mempunyai masa lalu yang tidak jauh berbeda.