Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 69 — Dibawah Naungan Pohon


__ADS_3

"Kakak Yue, ternyata anda disini!"


Ada dua orang gadis yang tiba-tiba muncul di semak-semak, mendengar dari ucapan mereka sepertinya dua gadis itu sangat mengenali Linxia.


"Kalian, kenapa bisa ada disini?!" Linxia terkejut, ia mengenal mereka sebagai adik seperguruannya di sekte.


Satu gadis membawa pedang panjang sementara gadis lainnya membawa dua pedang pendek. Yang membawa pedang panjang sering Linxia panggil Adik Mei sementara yang kedua Adik Ran.


Mei dan Ran hampir terpaut satu tahun dengan Linxia, membuat mereka memanggil Kakak padanya.


Linxia hampir tidak mempunyai teman saat di sekte jika bukan karena kedua adik seperguruannya itu. Biarpun Linxia tidak terlalu dekat dengan mereka, hubungan keduanya terbilang cukup baik.


"Kami..." Kedua gadis itu saling pandang sejenak sebelum menghela nafas begitu berat. "Kami sedang tersesat."


Linxia menaikan satu alisnya. "Tersesat?"


Kedua gadis itu mengangguk sebelum menjelaskan bahwa ia dan temannya ketinggalan kelompoknya ketika sedang dikejar oleh babi hutan raksasa berumur ratusan tahun.


Zhou Yuan dan Linxia saling pandang, ia yakin babi hutan yang dimaksud kedua gadis itu adalah siluman babi hutan yang telah mereka bunuh beberapa saat yang lalu.


"Kami terpaksa harus berpencar dan bersembunyi dari siluman itu, tapi setelah lolos aku kehilangan jejak dengan kelompokku." Mei mengakhiri ceritanya.


Linxia menghela nafas, ia memandang kedua adik seperguruannya itu dengan perasaan sedikit iba. Biarpun Linxia selalu cuek pada keduanya bukan berarti ia tidak peduli.


"Hari sudah larut malam, sebaiknya kalian tidur disini biar besok kita cari kelompok kalian dengan mudah." Linxia menjawabnya setelah diam sejenak.


Kedua gadis tersenyum sumringah lalu segera memeluk Linxia "Kakak Yue, kau yang terbaik..."


Linxia berusaha melepaskan pelukan mereka, nadanya sedikit risih. "Baiklah, baiklah, tetapi bisakah kalian berhenti memelukku?!"


Kedua gadis itu menyeringai lebar, akhirnya mereka beristirahat di kelompok Linxia dan Zhou Yuan, mereka sudah berjalan sangat lama di tengah gelapnya malam membuat keduanya begitu kelelahan. Alih-alih bakal ketemu kelompoknya, mereka bisa jadi tambah tersesat atau bertemu dengan hewan buas atau sejenisnya.

__ADS_1


Ketika keduanya mendekati api unggun, barulah mereka menyadari ada sesosok lelaki tak jauh dari api unggun tersebut.


"Kakak Yue, siapa ini, bukankah anda sudah mempunyai tunangan, tidak baik bersama lelaki lain..." Tiba-tiba Ran bercelatuk melihat Zhou Yuan, namun belum selesai ucapannya, Mei langsung membungkam mulutnya.


"Jangan salah paham, apa kalian tidak melihat saat di lapangan tadi. Aku dan dia hanya satu kelompok di kompetisi ini, tidak lebih." Linxia memutar matanya malas. Ia jadi teringat sifat kedua adik seperguruannya itu, cerewet dan selalu banyak tanya.


Kedua adik seperguruannya itu saling pandang lalu tertawa kecil, keduanya mencari tempat yang nyaman untuk tidur, tidak membutuhkan waktu lama hingga mereka terlelap.


"Teman-temanmu sungguh unik?" Zhou Yuan yang semenjak tadi diam akhirnya membuka suara, sedikit tersenyum dengan kelakuan dua gadis itu.


"Mereka adalah adik seperguruanku, di sekte aku tidak memiliki teman kecuali mereka. Meski aku sedikit terganggu oleh tingkah keduanya tapi aku tidak pernah membenci mereka."


Zhou Yuan mengangguk pelan, ia bisa melihat dua gadis itu sungguh mengagumi Linxia.


"Perjalanan kita mungkin sedikit terhambat, kita harus mengantarkan mereka ke kelompoknya terlebih dahulu." Linxia menyampaikan niat dan maksudnya.


"Tidak masalah, kita juga sedang tidak buru-buru mengikuti kompetisi ini."


"Hm, apakah ada yang salah?" Zhou Yuan menaikan alisnya ketika Linxia menatapnya agak lama.


Linxia tersadar, wajahnya sedikit memerah tetapi ia buru-buru menormalkan gejolak perasaannya kembali, ia batuk pelan. "Tidak ada."


Linxia kemudian mendekati Zhou Yuan lalu duduk di samping pria tersebut, gadis itu sebenarnya sudah mempunyai tempat untuk menidurkan tubuhnya tetapi batal karena adik seperguruannya malah menempati terlebih dahulu.


Zhou Yuan yang kini sedang duduk di bawah pohon sedikit menggeserkan posisinya agar gadis itu bisa duduk dengan nyaman.


Tidak ada percakapan lagi, malam semakin larut. Linxia yang sebenarnya sedang kelelahan akibat bertarung dengan babi hutan sebelumnya secara tidak sadar mulai mengantuk, matanya tertutup secara perlahan.


Zhou Yuan tersenyum tipis saat merasakan kepala gadis itu bersandar dipundaknya, Linxia nyatanya sudah tertidur lelap di pundak Zhou Yuan.


"Sepertinya memang tidak ada sesuatu yang berbahaya disini..." Zhou Yuan melihat sekelilingnya, sebagai orang yang pernah menjalani dua kehidupan ia memiliki pengalaman ketika hidup di hutan.

__ADS_1


Zhou Yuan cukup yakin tidak akan ada hewan buas atau siluman disekitar area yang mereka tempati apalagi sebelumnya daerah ini merupakan kawasan dari babi hutan besi, hewan buas dan siluman tidak akan ada yang berani menginjakkan tempatnya kesini.


Zhou Yuan akhirnya memilih untuk menutup mata setelah yakin sekelilingnya aman, ia menyandarkan kepalanya ke pohon di sebelum akhirnya tertidur.


***


Hal pertama yang dilihat Mei dan Ran ketika terbangun adalah melihat posisi Zhou Yuan dan Linxia yang tertidur. Keduanya terbangun lebih awal, bahkan saat matahari belum terbit.


"Apa kita akan membangunkannya?" Bisik Ran.


"Jangan dulu, kita biarkan Kakak Yue bisa berisitirahat lebih lama..."


Mei menolak rencana tersebut, lagi pula ia sudah sangat lama tidak melihat Linxia tersenyum dengan begitu manisnya. Memang benar, Linxia saat ini sedang tersenyum dalam tidurnya.


Linxia terbangun lebih awal dari Zhou Yuan saat perlahan-lahan wajah gadis itu memerah setelah menyadari apa yang sedang terjadi.


Linxia tidak langsung bangun, ia menatap wajah Zhou Yuan yang masih tertidur, setelah melihatnya lebih jelas, laki-laki itu memiliki wajah yang rupawan.


Tanpa mau membangunkan Zhou Yuan, Linxia sedikit demi sedikit menggeser tubuhnya. Dia melihat sekeliling, tidak menemukan dua adik seperguruannya.


"Kakak Yue, anda sudah bangun. Aku baru mendapatkan buruan, lihat ayam-ayam ini, aku barusan mendapatinya..." Ran dan Mei baru kembali usai berburu, mereka dengan semangat memamerkan hasil buruan tersebut pada Linxia.


Linxia mengangguk, ia kemudian membantu keduanya mengolah ayam tersebut untuk sarapan pagi mereka.


Zhou Yuan setidaknya terbangun saat aroma masakan tercium dari hidungnya, mendapati tiga gadis sedang memasak empat ayam yang di panggang di atas perapian.


Empat ayam itu sudah dibumbui, membuat aromanya tercium lebih harum dan sangat menggiurkan.


"Ini pemandangan yang sedikit aneh..." Zhou Yuan menggaruk kepalanya melihat tiga gadis di hadapannya.


Seumur hidupnya ia jarang berbaur dengan seorang wanita kecuali hanya sedikit tetapi dikehidupan kedua ini selain bersama Xiao Rou, Zhou Yuan juga ditakdirkan dengan beberapa gadis seperti Linxia.

__ADS_1


Tentu saja hal ini juga menjadi pengalaman baru baginya, di kehidupan kedua ini ia juga ingin melakukan sesuatu yang baru, termasuk mempunyai hubungan dengan seorang wanita.


__ADS_2