Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 148 — Membuka Perasaan


__ADS_3

Zhou Yuan dan Yifei kembali ke penginapan setelah pertandingan yang panjang tersebut, ketika berada di sana Yifei tampak memiliki banyak pikiran saat kembali sehingga membuat Zhou Yuan penasaran dan bertanya padanya.


"Fei'er, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"


Yifei menatap Zhou Yuan sesaat sebelum menghela nafas, "Setelah melihat bakat Nona Xiao dan Nona Yue aku merasa mereka memang lebih hebat dariku..."


Zhou Yuan mengerutkan dahi, "Kenapa kau berpikir demikian?"


"Entahlah, aku merasa bakatku biasa saja setelah melihat bakat pendekar yang di kekaisaran lain."


Yifei berpikir demikian karena melihat kemampuan elemen air Ling Yan sebelumnya, elemen air adalah kelemahan bagi elemen api, jika saja waktu itu yang bertanding adalah dirinya mungkin Yifei tidak akan menang melawan Ling Yan.


Zhou Yuan mengangguk, mulai mengerti perasaan gadis itu.


"Menurutmu apakah aku memang demikian?" Tanya Yifei.


"Tidak, kupikir Yifei sama berbakat dengan mereka bahkan lebih." Zhou Yuan tersenyum lembut.


"Hm, kau tidak sedang menghiburku bukan saat berkata seperti itu?" Jiang Yifei menyipitkan matanya.


Zhou Yuan tertawa pelan lalu mengelus pucuk kepala Yifei. "Tidak, aku selalu berpikir kau memang orang yang berbakat."


Yifei tersipu dan merasa senang dipuji demikian, tiba-tiba dari arah pintu gerbang penginapan ada seseorang yang mengetuknya.


Wajah Yifei yang mula murung berubah lebih cerah lagi dan segera berlari untuk membuka pintu gerbang tersebut.


Zhou Yuan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya, ia mengerti kenapa Yifei bereaksi demikian karena yang datang kesini adalah Xiao Rou dan Linxia.


Benar saja, ketika dia kembali, Yifei sudah bersama kedua gadis itu.


"Saudara Yuan!"


"Guru..."


Xiao Rou dan Linxia memberikan salam pada Zhou Yuan yang dibalas anggukan oleh pemuda itu.


"Sebentar, aku akan mengambilkan teh untuk kalian..." Zhou Yuan pergi ke dapur sebelum kembali dan membawa empat cangkir teh untuk mereka minum.


"Saudara Yuan, bagaimana dengan pertandingan kami sebelumnya?" Linxia bertanya, membuka percakapan.


Diantara ketiganya sebenarnya Linxia lebih mencerminkan sikap kedewasaan, Xiao Rou sendiri cenderung pendiam dan lebih banyak mendengar sementara untuk Yifei, gadis itu menjadi sosok yang ceria, penuh semangat, dan mungkin sedikit kekanak-kanakan.


Zhou Yuan juga tidak mengerti namun ketiga sikap gadis itu yang berbeda-beda justru bisa membuat mereka bisa lebih akrab dengan cepat.


"Kalian sudah bertanding dengan baik..." Zhou Yuan tersenyum hangat dan mengelus pucuk kepala Linxia lalu Xiao Rou.


"Ehem..." Yifei batuk pelan. "Bukannya aku mau dielus olehmu tetapi aku juga telah lolos ke Babak Utama."


Zhou Yuan tersenyum canggung sebelum mengelus kepala Yifei juga, gadis itu selalu berkata sebaliknya jika menginginkan sesuatu.

__ADS_1


"Hm, apa aku menganggu waktu kalian?" Jiang Long baru pulang dari arena turnamen dan terkejut melihat Zhou Yuan bersama tiga perempuan di beranda penginapannya.


"Senior Jiang..."


"Paman."


Zhou Yuan dan Yifei memberikan hormat pada Jiang Long begitu juga Xiao Rou dan Linxia yang ikut mengikuti.


Jiang Long mengelus dagunya, ia baru memperhatikan bahwa selain Yifei, dua gadis yang bersamanya ini adalah orang yang dia kenali.


Salah satu adalah seseorang yang memiliki permainan pedang cukup unik tetapi mematikan ketika di turnamen sementara gadis lain yang berambut merah, bisa meniru kemampuan lawan dalam beberapa menit. Tentu Jiang Long tidak akan cepat melupakannya begitu saja.


"Yuan'er, apa mereka kekasihmu?" Celetuk Jiang Long.


Zhou Yuan yang sedang meminum teh langsung tersedak dan terbatuk-batuk mendengar pertanyaan tiba-tiba Jiang Long sementara wajah Yifei, Xiao Rou dan Linxia jadi memerah dan salah tingkah.


Jiang Long tersenyum lebar setelah melihat reaksi mereka sudah memberikan jawabannya.


Jiang Long kemudian membawa Zhou Yuan ke sudut penginapan, menjauhi Yifei, Xiao Rou dan Linxia.


"Dari reaksi mereka, kau mengetahuinya bukan kalau mereka mempunyai perasaan khusus padamu?" Jiang Long tersenyum penuh makna.


Jiang Long tidak menduga Zhou Yuan mempunyai hubungan dekat bukan hanya dengan Putri dari Kaisar Bulan saja tetapi cucu dari dua jagoan Kekaisaran Bulan, Xiao Fan dan Yue Jian.


Meski tidak pernah membicarakannya, Jiang Long mengetahui bahwa Yifei mempunyai perasaan khusus pada Zhou Yuan sebab gadis itu tidak akan sukarela kepalanya dielus oleh lelaki luar seperti Zhou Yuan kecuali memang ada keterlibatan perasaan.


Masalahnya ketiga gadis itu adalah perempuan yang cantik, mendapatkan salah satunya sudah dibilang kebanggaan dan mendapatkan ketiganya bisa dibilang sebuah keajaiban.


"Tidak perlu sungkan seperti itu, aku juga pernah muda, pernah merasakan asmara. Asal kau tahu saat ini aku mempunyai belasan istri di istana, mereka semua adalah perempuan yang aku cintai..."


Zhou Yuan tersedak nafasnya sendiri, ia berharap Jiang Long sedang becanda padanya namun ekspresi pria paruh baya itu justru tidak menemukan tanda-tanda demikian.


Meski bukan yang aneh namun tetap saja Zhou Yuan terkejut ketika mendengarnya, memang dikalangan para bangsawan atau dunia persilatan mempunyai lebih dari satu istri bukanlah hal mengherankan.


Dibeberapa kasus Zhou Yuan bahkan pernah mendengar ada bangsawan yang mempunyai sampai puluhan istri, itupun tidak dihitung dengan para selirnya.


"Yuan'er, apa kau juga akan menikahi mereka?" Tanya Jiang Long tiba-tiba.


Jiang Long tentu tidak mau ikut campur dengan urusan ini namun ia penasaran dengan perasaan Zhou Yuan.


Zhou Yuan terbatuk-batuk, ia merasa Jiang Long ini selalu asal bicara tanpa berpikir terlebih dahulu.


"Senior, usiaku masih lima belas tahun, terlalu cepat untuk memikirkan hal ini."


Jiang Long tersenyum lebar melihat Zhou Yuan tidak membantah akan menikahi mereka.


"Tapi kau tidak keberatan bukan kalau nanti menikah dengan Fei'er?"


"Senior..." Zhou Yuan merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini sementara Jiang Long justru tertawa pelan.

__ADS_1


"Maaf Yuan'er, kau tidak perlu marah seperti itu aku hanya sedikit becanda." Jiang Long berhenti tertawa. "Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan kepadamu hari ini berkaitan dengan kemampuanmu."


"Kemampuanku?"


"Ya, kupikir kau telah dekat dengan Fei'er, tidak ada salahnya aku mengajar teknik Keluarga Jiang padamu, apa kau menginginkannya?"


"Senior, apa anda tidak becanda?!" Zhou Yuan menahan nafasnya, dari dulu semenjak ia melihat api biru Jiang Qisha, Zhou Yuan ingin sekali belajar teknik legendaris tersebut.


Zhou Yuan memang bisa menggunakan api biru dengan meniru Yifei tetapi memahaminya adalah peristiwa berbeda, dia bukan Xiao Rou yang mempunyai otak cerdas.


Jiang Long mengangguk. "Aku sudah memikirkan ini sejak awal, lagi pula teknik ini cocok juga digunakan olehmu... Tenang saja, Keluarga Jiang juga tak akan marah karena kejadian ini."


Zhou Yuan merasa antusias, jika seperti ini ia tidak akan ragu menunjukkan kemampuan api birunya di depan orang lain.


Alasan Zhou Yuan tidak menggunakan api biru saat di turnamen sebelumnya berkaitan dengan hal ini. Ia tidak bisa menggunakan teknik dari Keluarga lain karena akan dianggap pencurian jurus dan kesalahpahaman lainnya.


Digaris bawahi, pencurian teknik yang bersifat khusus sangat dilarang keras di dunia persilatan dan termasuk sebagai kejahatan yang serius.


Jiang Long mengatakan ia akan mengajari Zhou Yuan ketika malam tiba sesudah Xiao Rou dan Linxia meninggalkan penginapan.


Zhou Yuan mengangguk mengerti, selepasnya Jiang Long pergi kembali keluar penginapan, dia ingin ke kota Lily terlebih dahulu untuk membeli sesuatu.


***


Di saat Zhou Yuan berbicara menjauh bersama Jiang Long, tanpa di sepengetahuannya ketiga gadis itu memulai membicarakan sesuatu yang serius.


"Sepertinya kalian juga menyukai Saudara Yuan, ya?" Linxia bertanya pada Xiao Rou dan Yifei, tampak tenang.


"Ah, itu... Aku..." Wajah Xiao Rou jadi memerah.


"Hmph, si-siapa yang suka sama dia, aku tidak menyukainya?!" Yifei melipat tangan di dada, membuang wajah meski warna pipi gadis itu lebih merah dari kepiting yang sudah direbus.


Linxia tersenyum, "Aku tahu Nona Xiao dan Tuan Putri merasa tidak enak mengakuinya karena aku adalah tunangan Saudara Yuan, tapi ada satu hal yang ingin kusampaikan bahwa aku tidak masalah kalian menyukai Saudara Yuan."


"Nona Yue, apa maksudmu?" Xiao Rou, meski masih malu namun ia harus bertanya mengenai maksud ucapan Linxia.


"Sejak awal, aku mengetahui bahwa kemungkinan Saudara Yuan akan disukai banyak gadis mengingat bakat serta karakternya. Aku tak bisa egois tentang hal itu karena sejujurnya aku juga menyukai Saudara Yuan."


Linxia tidak setenang yang terlihat, ia juga merasa malu membicarakan hal ini namun dia lebih memikirkan dua gadis di depannya.


Keduanya jelas menyukai Zhou Yuan namun karena ada keberadaan dirinya disini, Xiao Rou dan Yifei jadi menjaga sikap apalagi setelah mengetahui bahwa ia adalah tunangan Zhou Yuan.


"Aku juga menyukai Saudara Yuan..." Xiao Rou mengaku, ia bahkan sudah merasakan perasaan ini sejak lama.


"Ya, Kurasa dia juga bukan pribadi yang buruk, aku juga tidak membencinya." Yifei memainkan anak rambutnya.


Linxia mengangguk, seperti yang sudah ia perkirakan.


Tak lama kemudian Zhou Yuan kembali usai berbicara dengan Jiang Long. "Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang penting?"

__ADS_1


Ketiga gadis itu saling pandang sebelum serempak menggeleng. "Tidak Saudara Yuan, itu hanya perasaanmu saja." Linxia yang menjawab sambil tersenyum manis.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia merasa tidak percaya dengan perkataan Linxia terutama setelah melihat wajah Yifei dan Xiao Rou yang masih memerah.


__ADS_2