Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 187 — Kembali Berlatih II


__ADS_3

"Yuan'er, sepertinya kekuatanmu meningkat ya?" Yun Feiyu mengangkat alisnya saat menyadari aura yang terpancar dari tubuh Zhou Yuan terasa lebih kuat dibanding tiga hari yang lalu.


Zhou Yuan mengangguk, "Ini semua berkat tanaman Anggrek Bulan pemberian Bibi, sebelumnya aku telah mengekstraknya kedalam tubuhku."


Yun Feiyu memangut-mangutkan kepalanya, "Di hutan tengkorak tak jauh dari tempat tinggal ini, ada banyak Anggrek Bulan dan Anggrek Matahari tumbuh, jika nanti aku ke sana mungkin akan kusempatkan mencari mereka dan membawa beberapa untukmu."


Zhou Yuan terkejut, jika saja perkataan Yun Feiyu memang benar-benar nyatanya maka pertumbuhan beladirinya bisa meningkat jauh cukup cepat.


"Xiaxia, apakah kau membutuhkan tanaman anggrek itu?" Tanya Yun Feiyu menoleh pada Linxia.


Linxia mengangguk, "Keduanya adalah tanaman sumberdaya paling berharga, aku tidak berniat membebani Bibi jika itu memberatkan."


"Aku tidak keberatan Xia'er, nanti aku akan membawakan untukmu juga."


Zhou Yuan tampak kebingungan, ia merasa Yun Feiyu menganggap Anggrek Matahari dan Anggrek Bulan sebagai tanaman yang tidak terlalu penting baginya.


"Bibi, bukankah dua tanaman itu memiliki khasiat yang sangat tinggi bagi pendekar, di tempatku mereka sangat dicari karena manfaatnya tetapi kenapa Bibi seolah tidak tertarik dengan dua anggrek itu?" Tanya Zhou Yuan kebingungan.


"Hm, akan sangat panjang kalau diceritakan..." Yun Feiyu mengelus dagunya, "Singkatnya seperti ini, seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa tingkat beladiri antara dunia ini dan duniamu sangat berbeda, begitu juga dengan para pendekar didalamnya. Bagi pendekar di dunia kalian mungkin tanaman Anggrek Bulan sangat berharga karena sejatinya tubuh kalian membutuhkan khasiat itu tetapi disini, Anggrek Bulan atau Matahari tidak berbeda jauh seperti tanaman hias biasa."


Yun Feiyu menjelaskan bahwa andai dirinya mengonsumsi Anggrek Bulan seperti yang Zhou Yuan lakukan, maka tanaman sumberdaya itu tidak akan memiliki dampak apapun padanya karena struktur tubuh dan dantian ia dan Zhou Yuan berbeda.


"Di duniamu, esensi alam yang diserap tubuh akan membentuk yang namanya 'tenaga dalam' bukan? Sementara bagiku, Lian'er, serta penduduk dunia ini, esensi alam yang diserap akan membentuk semacam 'Qi'."


Zhou Yuan menggaruk hidungnya, ia jadi semakin kebingungan.


Yun Feiyu tersenyum melihat Zhou Yuan masih tidak mengerti, "Qi adalah jenis lain dari 'tenaga dalam' namun jauh lebih sempurna dan murni, kau tidak akan memahaminya sekarang dan akan panjang kalau diceritakan, lebih baik untuk saat ini kita fokus berlatih terlebih dahulu."

__ADS_1


Zhou Yuan mengangguk, mungkin cepat atau lambat dirinya akan memahami sistem di dunia ini mengingat ia akan hidup lama disini.


"Yuan'er, melihat kau membawa pedang sepertinya titik kemampuanmu adalah berpedang. Kalau begitu kita akan latih tanding terlebih dahulu, aku ingin melihat sejauh mana kemampuan berpedangmu." Feiyu memberi instruksi dengan menghunuskan pedang buatannya yang terbuat dari kayu.


Zhou Yuan sedikit ragu, pedang yang tersarung di pinggangnya adalah pusaka pedang kusanagi, menggunakannya sebagai latihan terlalu berbahaya.


"Bibi, aku akan pergi membuat pedang kayu terlebih dahulu..." Zhou Yuan berpikir akan lebih aman latihan dengan pedang buatan mengingat Yun Feiyu menggunakan pedang kayu.


"Pedang kayu apa, tidak perlu, kau langsung saja menggunakan pedang yang tersarung itu, jangan khawatir aku mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahannya."


Zhou Yuan masih merasa ragu namun melihat Yun Feiyu memberi aba-aba sekali lagi, ia tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan pedang kusanagi dari sarungnya.


"Oh, kau mempunyai pedang yang cukup bagus juga, Yuan'er..." Yun Feiyu sedikit bereaksi ketika merasakan aura pedang kusanagi yang tak biasa.


"Bibi, apa anda yakin aku harus menggunakan pedang ini?" Tanya Zhou Yuan sekali lagi, selama ini tidak ada yang berhasil selamat dari ketajaman pedang kusanagi.


Zhou Yuan menghela nafas, tidak banyak bicara lagi ia segera memperpendek jarak antara keduanya sebelum mengayunkan pedangnya pada Yun Feiyu.


Zhou Yuan menggunakan kemampuannya dalam seni berpedang, tampak sekali gerakannya sangat lincah dan memiliki variasi gerakan yang rumit.


Yun Feiyu menghindari setiap serangan Zhou Yuan dengan mudah tanpa kesulitan sedikitpun.


"Yuan'er apa kau menahan kekuatanmu, seperti yang kubilang aku ingin melihat kemampuanmu dalam berpedang." Yun Feiyu menegur sekali lagi karena mengetahui Zhou Yuan sedang tidak bersungguh-sungguh menyerangnya.


Zhou Yuan tersenyum tipis karena perempuan itu bisa menyadarinya dengan cepat, Zhou Yuan sebenarnya sedikit khawatir andai ia menggunakan kekuatan sesungguhnya Yun Feiyu akan terluka tetapi disisi lain dirinya penasaran seberapa kuat perempuan tersebut.


Setelah memantapkan hatinya, Zhou Yuan kemudian mengubah pola serangannya dan mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi, kali ini Zhou Yuan menggunakan teknik pedang elemennya.

__ADS_1


Kecepatan serangan Zhou Yuan meningkat cepat serta memiliki gerakan yang sulit ditebak, Yun Feiyu mulai merasakan perbedaan kekuatan Zhou Yuan yang signifikan. .


Eskpresi Yun Feiyu dipenuhi keterkejutan begitu juga dengan Bailian, kedua perempuan itu tidak berpikir Zhou Yuan akan memiliki kemampuan pedang yang begitu tinggi.


Dalam segi kekuatan, Yun Feiyu menyadari kekuatan Zhou Yuan yang sangat lemah tetapi dalam segi kemampuan, dia tidak menduga untuk seusia belasan tahun teknik pedang Zhou Yuan sudah setingkat ini.


Yun Feiyu bisa melihat tidak hanya Zhou Yuan menggunakan teknik pedangnya ia juga menyertainya dengan pengalaman bertarungnya.


Seseorang yang melakukan demikian biasanya mereka yang sudah memiliki banyak pengalaman bertarung hidup dan mati.


"Teknik Pedang Elemen — Gelombang Ombak!"


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar ke pedangnya lalu mengayunkannya dengan sangat cepat dan kuat.


Yun Feiyu sedikit terkejut karena ayunan tersebut sangat berbeda serta lebih bertenaga, ia kemudian berhenti menghindar dan mengangkat pedang kayunya untuk menahan serangan itu.


Zhou Yuan tersenyum sinis, berpikir pedang kusanagi bisa memotongnya dengan mudah namun kenyataannya membuat mata Zhou Yuan melebar.


Tidak hanya tidak terpotong tetapi pedang kusanagi bahkan tidak bisa membuat pedang kayu itu lecet sedikitpun.


Pedang Kusanagi yang dapat memotong pusaka dengan mudah dan membelah tubuh lawannya seperti tahu kini harus dihentikan oleh sebuah pedang kayu yang tampak tidak memiliki kualitas apapun.


"Bagaimana bisa..." Zhou Yuan terkejut, jantungnya hampir berhenti ketika melihat kejadian tersebut.


Yun Feiyu tertawa kecil seolah menikmati keterkejutan Zhou Yuan. "Sudah aku katakan bahwa kau tidak perlu khawatir Yuan'er, setajam apapun pedangmu tidak akan bisa melukaiku." Yun Feiyu membusungkan dadanya dengan penuh bangga.


Zhou Yuan tidak membalasnya karena ia masih tidak percaya dengan hal barusan. Dia melihat pedang kusanagi ditangannya dan mulai berpikir sepertinya pedang kegelapan itu sudah mulai tumpul.

__ADS_1


__ADS_2