
"Yuan'er, ternyata kau kembali kesini?" Yun Feiyu memasang wajah cemberut.
"Maaf Bibi, aku tidak bermaksud bersembunyi, aku hanya ingin melihat tempat latihanku untuk terakhir kalinya..." Zhou Yuan tersenyum tipis sebelum memandang pohon sakura yang ada ditengah danau.
Sudah hampir tiga tahun berlalu semenjak Zhou Yuan tidak sengaja terlempar ke dunia lain, ia kini harus meninggalkan tempat latihannya yang ia diami selama jangka waktu tersebut.
Zhou Yuan telah mengalami banyak perubahan pada dirinya baik fisik ataupun kekuatan. Lelaki itu tampak lebih rupawan ketika semakin bertambah dewasa usianya sementara disisi lain, kekuatannya juga telah meningkat.
Zhou Yuan yang kini berusia mendekati 18 tahun telah berhasil mencapai kekuatan pendekar Alam Cahaya dengan 8 meridian yang terbuka.
Dibantu Yun Feiyu, Zhou Yuan menerima banyak masukan serta pengetahuan soal beladiri sehingga ia mendapatkan pemahaman yang membuatnya berhasil melampaui kekuatannya di kehidupan pertama.
Tidak hanya soal kekuatan, tenaga dalam Zhou Yuan juga telah terbentuk pesat di dantiannya sesudah cukup banyak mengekstrak Anggrek Matahari dan permata siluman, jika dibulatkan maka lingkaran tenaga dalam Zhou Yuan sekarang sudah melebihi angka lima ribu tenaga dalam.
Di dunia persilatan Kekaisaran Bulan, seorang pendekar yang memiliki tenaga dalam sebanyak itu hampir bisa dikatakan tidak ada.
Umumnya pendekar alam cahaya memiliki seribu lingkaran tenaga dalam sementara yang paling banyak hanya mencapai dua ribu lingkaran. Zhou Yuan saja yang diposisi sekarang masih tidak menduga dirinya akan memiliki tenaga dalam sebanyak ini.
"Yuan'er, kau bisa kesini kapanpun selama yang kau mau, kini kau bisa bebas bergerak kemana saja tanpa khawatir ada yang menggangu." Yun Feiyu ikut menepuk pundak Zhou Yuan, mencoba menghiburnya.
Zhou Yuan berusaha tersenyum lalu mengangguk, perkataan Feiyu memang benar karena saat ini ia bisa bebas bergerak kemana saja baik memakai jalur darat ataupun laut, Zhou Yuan bisa terbang di udara.
"Bibi, terimakasih karena mau mengajariku
cara terbang, ini adalah teknik yang sangat berguna bagiku." Zhou Yuan membungkukkan badannya.
Setelah membuka meridian ke 8, Yun Feiyu memberikan usul agar Zhou Yuan berlatih terbang karena dengan tingkatan kekuatan saat itu dia sudah memenuhi syarat untuk melakukannya.
Selama seminggu kemudian Zhou Yuan berlatih dalam bimbingan Feiyu hingga akhirnya ia bisa menguasai ilmu terbang sepenuhnya. Menurut Feiyu, seorang pendekar bisa terbang ketika tenaga dalamnya sudah mencapai 5000 tenaga dalam ke atas.
"Kau seperti baru kenal diriku saja Yuan'er, sudah aku bilang, anggap saja aku teman atau seseorang yang dekat denganmu. Kau tidak perlu seformal itu." Yun Feiyu mengembungkan pipinya sebal.
__ADS_1
Zhou Yuan menggaruk hidung yang tidak gatal, sikap Feiyu yang ceria serta memiliki wajah seperti gadis muda memang membuat Zhou Yuan merasa usainya setara dengan perempuan itu tetapi ketika mengingat dia sudah berstatus nenek-nenek, Zhou Yuan merasa ia tetap harus menghormatinya.
Selain karena usia, Zhou Yuan menghormati Feiyu karena perempuan itu banyak membantunya terutama soal ilmu beladiri. Secara tidak langsung Yun Feiyu adalah guru bagi Zhou Yuan.
"Bibi, hari sudah mulai sore bagaimana kalau kita ke rumah."
"Ah iya, aku lupa kalau Xiaxia sudah memasak banyak hari ini, katanya dia ingin menjamu kau pulang dan menghidangkan beberapa makanan spesial untukmu."
Zhou Yuan mengangguk, ia juga sudah tidak seperti dengan masakan gadis itu, diantara tiga gadisnya Linxia adalah yang paling ahli kalau soal memasak.
"Bibi, bagaimana kalau kita ke sana dengan terbang, itu untuk melatih terbangku agar bisa lebih cepat."
Yun Feiyu tidak keberatan, ia jadi yang terlebih dahulu melesat ke udara. Zhou Yuan sempat memandang tempat latihannya sekali lagi sebelum menyusul Feiyu.
***
Biarpun Zhou Yuan sudah bisa terbang namun tentu saja kecepatan terbangnya tidak bisa disandingkan dengan Feiyu yang lebih ahli dari dirinya.
"Kau lama sekali datang!?"
Yang menyambut Zhou Yuan pertama kali saat tiba di rumah Bailian adalah Jiang Yifei, gadis itu melipat tangannya di dada dengan ujung kakinya mengetuk-ngetuk tanah, ia menatap Zhou Yuan dengan kesal.
Zhou Yuan tersenyum tipis. "Maaf, aku tadi mampir ke suatu tempat terlebih dahulu..."
"Alasan! Hmph!" Yifei mendengus kesal.
Zhou Yuan tersenyum canggung sebelum mengelus pucuk kepala gadis itu agar tidak terlalu marah padanya. Zhou Yuan kemudian menyadari sesuatu ketika melihat wajah Yifei yang sudah berdandan.
"Fei'er, kau tampak cantik sore ini." Zhou Yuan tertegun melihat kecantikan Jiang Yifei.
Usia Yifei hampir sama dengan Zhou Yuan hanya berbeda beberapa bulan saja dengan Zhou Yuan lebih muda darinya. Diusia yang bertambah, paras cantik Yifei semakin terpancar dengan kecantikan gadis dewasa muda yang memikat.
__ADS_1
Wajah Yifei mendadak jadi memerah, ia senang Zhou Yuan menyadari riasannya bahkan sampai memujinya. "Aku sengaja berias ini karena ingin menyambutmu, kau harus tahu itu."
Yun Feiyu yang menyaksikan keduanya hanya tertawa kecil diikuti gelengan kepala, Yun Feiyu tidak mau mengganggu kebersamaan mereka jadi terlebih dahulu masuk ke rumah.
Hubungan Zhou Yuan bersama tiga gadisnya bisa dibilang sudah ketingkat yang lebih serius. Baik ketiganya ataupun Zhou Yuan sudah saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
Dikala Zhou Yuan berlatih di danau, sesekali ia berkunjung ke rumah Bailian untuk bertemu mereka. Di waktu tiga tahun ini ia sering menghabiskan waktu bersama ketiganya sehingga membuat hubungannya jadi lebih dekat.
Zhou Yuan tersenyum lembut melihat tingkah Jiang Yifei, tentu saja ia mengerti tentang perasaan gadis itu padanya.
Tidak lama kemudian Linxia dan Xiao Rou datang setelah mendengar kabar Zhou Yuan kembali. Wajah keduanya terlihat senang melihat kedatangan Zhou Yuan dan segera memeluknya.
"Kalian menungguku?"
"Tentu saja, kami sudah menunggumu sejak tadi." Linxia yang menjawab sambil tersenyum manis pada Zhou Yuan. "Aku telah banyak memasak untukmu hari ini, anda pasti suka."
Zhou Yuan mengangguk pelan, ia kemudian mengeluarkan satu apel berwarna emas di cincin ruangnya sebelum diberikan pada Xiao Rou, diantara tiga gadisnya, Xiao Rou ternyata sangat suka apel emas tersebut karena rasanya yang manis jadi Zhou Yuan menyempatkan memetik apel tersebut ketika pergi.
"Terimakasih, Yuan gege." Xiao Rou menerima apel emas tersebut dengan perasaan senang.
"Mana untukku?" Yifei tiba-tiba mengulurkan kedua tangannya, meminta apel emas tersebut juga.
Zhou Yuan menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, "Maaf, aku hanya punya satu."
"Apa?!" Yifei terkejut sebelum memasang eskpresi cemberut lagi.
"Nanti aku akan bawakan banyak untukmu," Zhou Yuan mengelus pucuk kepala Yifei, memang diantara mereka Yifei adalah yang paling cerewet berbeda dengan Linxia yang selalu bersikap dewasa atau Xiao Rou yang tidak banyak bertingkah dan cenderung pendiam.
Seperti Zhou Yuan, selama hampir tiga tahun mereka disini banyak hal berubah termasuk kemajuan beladiri ketiga gadisnya yang telah berkembang ke tingkat yang mengejutkan.
Xiao Rou telah tumbuh menjadi gadis manis begitu juga dengan Linxia yang selalu terlihat anggun dengan gaun putihnya.
__ADS_1