
"Benarkah? Kalau begitu aku ingin mencobanya..." Yifei mengambil sumpit bekas Zhou Yuan sebelumnya, berniat menyantap daging yang ia masak namun Zhou Yuan sudah terlebih dahulu mengambil sumpit itu sebelum tangan gadis itu sampai.
"Kau tidak boleh memakan ini?" Zhou Yuan secara refleks menjauhkan daging dan sumpitnya dari Yifei.
"Hm? Kenapa?"
Zhou Yuan batuk pelan, "Aku ingin memakan ini seorang diri, masakanmu terlalu enak jadi aku tidak akan kenyang kalau ini dibagi dua."
Yifei menyipitkan mata, menatap Zhou Yuan dengan penuh curiga, sementara pemuda yang ditatap berkeringat dingin karena khawatir ketahuan.
"Baiklah, selama kau menikmatinya aku senang, pastikan tidak ada yang tersisa..." Yifei tersenyum manis.
Zhou Yuan bernafas lega lalu kemudian menatap hidangan daging ditangannya, ia meneguk ludah, menarik nafas dalam-dalam sebelum menyantap daging asin itu secepat mungkin.
Melihat Zhou Yuan menyantapnya dengan sangat lahap membuat Yifei semakin senang, tanpa tahu pemuda itu sedang tersiksa karenanya.
Zhou Yuan mungkin adalah pendekar Alam Cahaya tingkat tinggi yang memiliki kekuatan fisik yang kuat apalagi setelah dirinya menyempurnakan penempaan fisik.
Dengan kondisi tubuhnya sekarang, beberapa jenis racun tidak akan mempan pada tubuhnya hanya saja Zhou Yuan tidak menduga akan menemukan sesuatu yang sama mengerikan dengan racun yaitu masakan Yifei.
Zhou Yuan memakan masakan Yifei dalam hitungan detik tanpa dikunyah dan langsung ditelan, jika ia boleh memilih, mungkin minum racun tidak terlalu buruk dari pada makan masakan gadis itu, setidaknya racun tidak memiliki rasa ketika di lidah.
"Kalau kau masih kurang aku bisa memasaknya lagi, aku akan membuat banyak agar kau keny-..."
"Tidak perlu, aku sudah kenyang Fei'er, kau tidak perlu memasak lagi." Zhou Yuan segera mencegah gadis itu, dia bisa mati jika memakan masakannya lebih dari ini.
Yifei tersenyum kecut tetapi ia tak bisa berbuat banyak kalau Zhou Yuan memang sudah kenyang.
Untuk mengalihkan pembicaraan Zhou Yuan kemudian memulai mengisi tenaga dalamnya kembali, Yifei tidak ingin menganggu kekasihnya jadi dia membiarkan Zhou Yuan berkosentrasi.
Membutuhkan beberapa jam hingga tenaga dalam Zhou Yuan pulih, dengan permata siluman kapasitas lingkaran tenaga dalamnya telah bertambah beberapa lingkaran.
"Akan membutuhkan waktu lama agar aku mengekstrak permata siluman ini..." Zhou Yuan menatap permata siluman Laba-laba ditangannya yang ukurannya sangat besar.
__ADS_1
Meski telah menyerap permata itu begitu lama namun ukuran permatanya hampir tidak berubah. Ini menunjukkan kualitas permata siluman laba-laba yang sudah menjadi raja atau ratu siluman memiliki kualitas yang tinggi.
Zhou Yuan menyimpan kembali permata siluman yang tersisa kedalam cincin ruangnya, ia kemudian menemukan Yifei sedang tertidur di bahunya.
Karena terlalu lama tanpa sadar Zhou Yuan menyerap permata itu sampai semalaman, Zhou Yuan membiarkan gadis itu tidur sampai akhirnya Yifei terbangun ketika cahaya matahari pagi menyentuh wajahnya.
"Kau sudah bangun?" Zhou Yuan tersenyum lembut, menyapa gadis itu.
Yifei menggosok matanya sebelum mengangguk pelan, Zhou Yuan mengatakan bahwa ia akan pergi ke kediaman keluarganya sekarang, ia tidak tahu kemana tujuan Yifei setelah kembali ke dunianya.
"Aku akan ikut bersamamu, seperti yang kukatakan bahwa ketika aku sudah kuat, aku akan berada disisimu."
Zhou Yuan tersenyum, sedikit terharu dengan perkataan gadis itu.
"Terimakasih, aku senang kau berkata demikian..." Zhou Yuan mengelus pipi Yifei dengan lembut, membuat wajah gadis itu sedikit tersipu.
Zhou Yuan dan Yifei kemudian melanjutkan perjalanannya kembali dengan terbang.
Selain itu teknik terbang juga bukan sesuatu yang sulit untuk dipelajari hanya saja di dunia persilatan Benua Daratan Utara tidak ada yang mengetahui tentang teknik terbang tersebut.
Keduanya melesat dengan cepat di udara, kembali melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.
***
"Apa kau becanda?! Bagaimana mungkin dengan jumlah pasukan sebanyak itu kalian bisa kalah!" Huang Zhang memukul meja di depannya dengan keras membuat orang yang berlutut didepannya semakin gemetar karena ketakutan.
"Dari laporan yang aku terima, tidak hanya pasukan organisasi kalah tetapi Senior Yin juga ikut mati di sana, bahkan yang tersisa dari pasukan kita hanya tersisa separuhnya!" Meski ketakutan, Sang pelapor itu tetap menyelesaikan semua informasi dari kalimatnya.
"Ini tidak mungkin, Saudara Gubei menyerang bersama tiga pendekar alam cahaya, seharusnya kekuatan klan Chu tidak akan bisa mengalahkan apalagi sampai membunuhnya."
Huang Zhang sangat mengenali Yin Gubei karena ia sudah kenal lama dengannya, seharusnya membunuh Yin Gubei adalah perkara yang tidak mudah bahkan bagi Huang Zhang yang merupakan pendekar alam cahaya dengan 7 meridian yang terbuka.
"Dari informasi yang kami dapat bahwa ada seorang pendekar tingkat tinggi yang ada di klan Chu, dia adalah pelaku yang membunuh Yin Gubei dan tiga pendekar cahaya lainnya, termasuk juga yang menghabisi separuh pasukan organisasi kita..."
__ADS_1
Huang Zhang terkejut, "Itu diluar nalar?! Tidak mungkin seseorang bisa membunuh ribuan orang dalam satu waktu dengan begitu cepat."
Huang Zhang jelas tidak percaya karena informasi itu seperti dibuat-buat, meski seseorang memiliki kemampuan pendekar Alam Cahaya, ia tidak bisa menghabisi ribuan nyawa dalam sekaligus.
Belum lagi pasukan organisasi yang dibawa ke klan Chu berisi belasan pendekar alam kristal, membunuh mereka membutuhkan waktu bagi Huang Zhang sekalipun.
"Aku juga tidak mengetahuinya Ketua, tapi hampir pasukan yang selamat dari penyerangan itu merasakan ketakutan yang begitu hebat. Mereka semua melihat jelas bagaimana pendekar klan Chu itu membantai rekan mereka dengan begitu ganas..."
Huang Zhang menarik nafas dingin, "Siapa sebenarnya pendekar itu, jika kekuatannya begitu tinggi seharusnya namanya akan terkenal apalagi dia berasal dari klan Chu."
Sebenarnya bukan Huang Zhang saja yang berpikir serupa tetapi pasukan yang menyerang klan Chu juga berpikir hal yang sama. Jika mereka mengetahui ada pendekar sekuat itu, pasukan organisasi mungkin akan berpikir dua kali menyerang klan Chu.
"Ketua bagaimana ini, kita gagal mendapatkan giok itu, apa kita harus menyiapkan pasukan lebih besar lagi untuk menyerang klan Chu kembali..."
Bagi sang pelapor, tentu saja misi yang paling penting dari penyerangan klan Chu adalah tentang giok yang bisa melacak Buah Surgawi. Mereka telah gagal mendapatkannya padahal benda itu adalah benda yang Kuil Awan Langit butuhkan.
"Tidak perlu, klan Chu pasti sudah mengetahui alasan kita menyerang mereka, kemungkinan dia sudah mengalihkan giok itu kepihak yang lain." Huang Zhang menggelengkan kepalanya pelan.
"Lalu bagaimana selanjutnya, Ketua?"
Huang Zhang menghela nafas, "Semuanya sudah terjadi, aku akan berbicara pada Guo Zhengxa mengenai kegagalan penyerangan ini. Lebih dari itu, sebaiknya kita fokuskan mendapatkan Buah Surgawi yang baru kita temukan."
Pelapor itu mengangguk lalu menjelaskan bahwa pasukan Kuil Awan Langit bersama aliansi sudah pergi menuju ke tempat buah surgawi itu tumbuh, saat ini mereka ada kemungkinan masih dalam perjalanan.
"Bagus, perintahkan pada Hong Sha agar mendapatkan buah surgawi itu dan jangan sampai dia gagal, buah surgawi itu tidak boleh jatuh ke tangan orang lain."
Pelapor itu mengangguk sebelum kemudian ia mengundurkan dirinya, meninggalkan Huang Zhang sendiri di ruangan itu.
"Buah surgawi, ya..." Huang Zhang mengepalkan tangannya keras, mendadak ia teringat dengan seseorang yang memutuskan tangan kirinya karena buah tersebut.
Jika bukan karena orang itu, Huang Zhang mungkin sekarang menduduki puncak dunia persilatan namun sayangnya semuanya berubah karena bertemu dengan orang itu yang memutuskan salah satu tangannya.
Meski orang itu sudah mati tetapi kemarahan Huang Zhang padanya masih ada, ingatan tersebut seperti terjadi kemarin dan Huang Zhang tidak mungkin bisa melupakannya.
__ADS_1