
Han Xiang kemudian mengajak putrinya masuk ke rumah dan menemui ibunya, dia sedang duduk ditempat tidur, kondisi fisiknya memburuk dan terlihat tubuhnya yang sangat kurus seperti tulang berbalut kulit.
"Ibu..." Han Lilis langsung berlari dan memeluk ibunya.
"Lilis, kau sudah kembali..." Ibunya tersenyum lembut lalu mengelus putri remajanya itu.
"Bagaimana kondisi Ibu sekarang, sudah membaik? Aku telah membawakan banyak obat untuk Ibu."
Lan Nara, ibu Han Lilis tersenyum, "Kondisi ibu lebih sehat dari sebelumnya, mungkin sebentar lagi akan sembuh..."
Han Lilis menjadi lebih bersemangat, Tentu saja pernyataan Lan Nara jauh dari kebenaran yang terjadi, alih-alih membaik kondisinya justru semakin memburuk tetapi karena tidak mau putrinya cemas sehingga dia berbohong.
Han Xiang menahan air matanya yang hampir keluar, ia tidak kuasa menahan kesedihan melihat putrinya yang begitu semangat dan ceria akan kehilangan ibunya tidak lama lagi.
Han Lilis kemudian meminta izin pergi untuk membersihkan tubuhnya, kini yang tersisa dikamar itu adalah Lan Nara dan Han Xiang.
"Apa kau menangis Suamiku?" Lan Nara menatap suaminya dengan hangat.
Han Xiang mendekat lalu mencium kening istrinya cukup lama, "Maafkan aku yang tidak bisa menyembuhkanmu, aku suami yang buruk..."
"Kau tidak perlu menyalahkan siapapun, aku mengerti kau telah bekerja keras selama beberapa bulan belakangan ini, aku menyayangimu..." Lan Nara membelai pipi suaminya, "Aku hanya ingin meminta padamu, ketika nanti aku pergi, kau harus menjaga Lilis dengan baik."
Han Xiang mengangguk pelan, ia berusaha untuk tetap tegar dihadapan isteri dan anaknya.
Han Xiang ingin bersama istrinya lebih lama saat salah satu penjaga yang bertugas datang dengan tergesa-gesa seperti melihat hantu.
"Ketua, ada penyerangan di depan pintu gerbang, mereka adalah kalangan manusia yang ingin menyerang pemukiman kita!" Ucap penjaga itu dengan nafas terputus-putus, karena panik ia menghiraukan Han Xiang dan Lan Nara yang sempat bercumbu sebelumnya.
Wajah Han Xiang menjadi buruk, "Bagaimana mereka bisa menemukan tempat ini, seharusnya tidak ada yang bisa melihatnya?!"
"Aku tidak tahu Ketua, mereka membawa beberapa anjing dan sepertinya mereka kesini karena anjing itu."
Han Xiang mengigit bibirnya, "Berapa banyak total jumlah mereka?"
__ADS_1
"Itu... Kami tidak mengetahui tetapi melihat dari banyaknya mereka, aku menduga jumlahnya lebih banyak dari petugas kita!"
Ekspresi Han Xiang semakin memburuk, ia tidak menduga situasi ini akan terjadi padanya ketika istrinya sedang sakit parah.
"Suamiku..." Lan Nara menjadi cemas.
"Jangan khawatir, aku dan para penjaga yang lain akan mengusir mereka dari sini, tidak ada yang perlu kau cemaskan..." Han Xiang menenangkan istrinya tetapi dalam hatinya ia tidak yakin dengan perkataannya.
Meski mempunyai beberapa pendekar di pemukiman ini, Han Xiang mengetahui jelas kemampuan mereka sampai mana. Kekuatan yang paling tinggi saja hanya mencapai puncak Alam Perak dan itu adalah dirinya.
Sejak awal pemukiman ini didirikan hanya sebagai tempat tinggal sementara, Ras Manusia Binatang selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari buruan manusia.
Walupun mengetahui kemenangan pihaknya hampir nihil Han Xiang tetap pergi ke sana, ia menyampaikan pada istrinya untuk tetap dirumahnya.
Han Xiang dan penjaga itu kemudian pergi, tidak lama kemudian Han Lilis yang sudah membersihkan diri datang, ia mendengar keributan sebelumnya namun tidak terlalu jelas, ia menanyai apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, seketika wajah gadis remaja itu menjadi pucat.
***
Puluhan ras manusia binatang berdiri di depan pintu gerbang, mereka sudah membawa persenjataan lengkap dengan pedang dan panah.
Salah satu petugas dari mereka menghampiri Han Xiang lalu menjelaskan situasinya, kalangan ras manusia yang menyerang kediaman mereka ternyata merupakan kelompok para penyamun.
Mereka sudah melancarkan sebuah ancaman sebelumnya, jika penduduk pemukiman ini tidak membuka pintu gerbang selama 5 menit maka mereka akan menerobos masuk.
"Apa kalian sudah mencoba bernegosiasi dengan mereka?" Tanya Han Xiang.
"Ketua, sejak awal mereka kesini untuk menyerang pemukiman kita, apapun yang kita bicarakan tidak akan berpengaruh bagi niatan mereka."
Wajah Han Xiang menjadi kusut, sepertinya tidak ada cara lain baginya untuk menggunakan kekerasan dalam situasi ini.
"Jika kalian tidak membuka gerbang ini dan menyerahkan diri, jangan salahkan kami untuk membunuh kalian semua! Cepat buka pintu gerbangnya! " Tiba-tiba suara penyamun terdengar dibalik sisi gerbang lainnya, nadanya terdengar kesal dan marah.
Han Xiang berlari memanjati menara penjaga untuk melihat para penyamun itu, walupun sudah mendengar jumlah mereka dari penjaganya namun ia tetap terkejut setelah melihatnya langsung.
__ADS_1
Para penyamun itu tampak sudah kehabisan kesabaran karena menunggu terlalu lama, belasan dari mereka akhirnya mulai menarik panah dan melepaskannya ke arah pemukiman.
Para penjaga yang sudah siap segera mencari tempat berlindung sementara sebagian lainnya menggunakan perisai untuk menahan serangan tersebut, tidak ada yang terluka namun firasat mereka semakin memburuk tentang situasi ini.
"Ketua, bagaimana tindakan kita selanjutnya?!" Tanya salah satu mereka dengan nafas memburu.
"Tetap tutup pintu gerbangnya, jangan sampai mereka menerobos. Kita harus mengungsikan yang lain terlebih dahulu sementara sisanya tahan para penyamun itu..."
Belum Han Xiang selesai berbicara dengan para penjaganya tiba-tiba penyamun itu mulai mendobrak gerbangnya dengan paksa menggunakan potongan kayu besar.
Gerbang itu hanya terbuat dari bambu, ketahanannya sangat lemah sehingga tidak membutuhkan waktu lama hingga gerbang bambu itu ditembus oleh para penyamun.
Han Xian dan penjaga lainnya sudah memegang senjata mereka masing-masing, tidak membiarkan para penyamun itu masuk lebih dalam ke pemukimannya.
"Bos, lihat kita menemukan banyak ras mereka disini?!" Salah satu dari mereka berseru, dia adalah pria dewasa yang mengejar Han Lilis sebelumnya.
Bos penyamun tersenyum lebar melihat pemukiman yang dibangun dibalik benteng tersebut, dia bisa membayangkan kekayaan yang didapatkan jika menjual semua gadis serta pemuda dari pemukiman ini.
"Bagaimana selanjutnya, Bos, menangkap mereka?"
"Selain para gadis dan bukan seorang pendekar, kita bunuh semuanya!" Bos penyamun itu tertawa lantang.
Mendengar hal tersebut membuat Han Xiang dan penjaga-penjaganya memegang pedangnya lebih erat.
Han Xiang merapatkan giginya, dalam sekali lihat saja ia bisa melihat kekuatan para penyamun itu dan menyadari kekuatan mereka sangat unggul dibandingkan pihaknya. Saat Han Xiang masih berpikir tiba-tiba Han Lilis datang.
"Lilis, apa yang kau lakukan disini!?" Han Xiang terkejut bukan main melihat putrinya datang kesini.
"Ayah, aku..." Han Lilis menelan ludah, ia sebenarnya ingin melihat situasinya namun tidak menduga keadaannya sudah seperti ini.
Han Lilis kemudian melihat dua pria dewasa yang mengejarnya semalam diantara para penyamun itu, gadis itu menyadari bahwa mereka menemukan pemukiman ini karena dirinya.
Para penyamun dan kelompok Han Xiang tidak bisa bertahan lebih lama untuk beradu serangan, saat kedua belah pihak ingin bertempur tiba-tiba sesuatu yang cepat jatuh ditengah-tengah mereka.
__ADS_1
Sesuatu itu seperti meteor yang turun dari langit dan mendarat dengan hebat, menimbulkan getaran di tanah serta banyak debu hingga mengurangi jarak pandang sekitarnya.
Saat pandang mereka mulai jelas, para penyamun dan kelompok Han Xian terkejut ketika menemukan seseorang dibaliknya, orang itu adalah Zhou Yuan.