
Xiong Bian berdecak kesal, ketika ia bertukar serangan dengan Xie Bui, dirinya tidak menduga manusia kera itu akan kabur.
Dengan menggunakan teknik energi cahayanya, Xie Bui menembakkan ke arah Xiong Bian.
Xiong Bian berhasil menahan serangan energi cahaya itu namun tidak dia sangka, Xie Bui mengambil kesempatan itu untuk lari darinya.
Xiong Bian mengumpat berulang kali dalam hati, padahal dia cukup yakin bisa mengalahkan Xie Bui dengan kemampuannya tetapi sepertinya Xie Bui juga menyadari batas kemampuannya.
"Apa yang..."
Setelah Xie Bui pergi, Xiong Bian melihat sekitarnya dan menemukan situasi pertempuran semakin sengit dengan pihak petugas akademi diposisi yang kurang menguntungkan.
Pasukan ras manusia binatang yang memiliki pusaka di setiap anggotanya lebih diunggulkan dibanding petugas akademi, ditambah jumlah pasukan mereka lebih banyak sehingga tidak mengherankan pihaknya di situasi terdesak.
Yang mengejutkan Xiong Bian adalah kedatangan prajurit dari Kekaisaran Matahari, Xiong Bian membutuhkan beberapa waktu untuk menyadari situasi yang terjadi terutama ketika melihat Liu Zhangyang bertarung melawan Guan Ning.
'Kaisar Matahari sungguh telah berkhianat...' Xiong Bian mengepalkan tangannya keras.
Xiong Bian kemudian pergi ke salah satu Tetua Akademi yang sedang bertarung, ia segera menolongnya dan menghabisi lawan-lawan Tetua itu.
"Ketua Xiong..." Tetua itu terkejut yang membantunya adalah Ketua Akademi mereka.
"Tetua Ling, bunyikan lonceng darurat akademi dan beritahu tetua yang lain agar mereka segera pergi dari sini. Aku berencana menggunakan Douma sekarang juga."
Wajah Tetua itu seketika menjadi pucat. "Ketua Xiong, mengeluarkan monster itu dari segel terlalu berbahaya, akademi akan hancur jika dia terbebas."
Xiong Bian tersenyum tipis, "Apa kita mempunyai pilihan sekarang, lihatlah sekelilingmu? Akademi akan hancur terlebih dahulu oleh mereka."
Xiong Bian menghela nafas. "Aku mempunyai rencana mengenai masalah ini, akademi mungkin akan lenyap tapi itu bisa dibangun kembali, prioritas kita sekarang adalah keselamatan murid-murid."
__ADS_1
Ada banyak murid akademi yang berada dalam pertempuran ini, penyerangan mendadak ini tidak hanya melibatkan orang sepuh saja melainkan mereka yang masih remaja dan tidak mengetahui apa-apa tentang dunia persilatan.
Tetua akademi itu tidak berkata lebih jauh dan segera melaksanakan perintah Xiong Bian, disisi yang sama Xiong Bian juga pergi ke bangunan pribadinya di akademi.
Di perjalanannya, Xiong Bian melihat banyak pertarungan yang sedang terjadi dan hampir semua petugas-petugasnya sudah mulai kelelahan menyambut serangan musuh yang seperti tidak ada habisnya.
Amarahnya semakin membara namun Xiong Bian tidak berhenti melangkah, ia mempercepat langkahnya menuju ruangannya.
Ketika tiba, Xiong Bian segera mengangkat karpet yang ada di ruangan itu, sebuah pintu tersembunyi terlihat dibaliknya.
Xiong Bian membuka pintu tersebut sebelum kemudian memasukinya, pintu itu menuju bawah tanah yang gelap dan hanya lilin sebagai penerangan. Xiong Bian menuruni tangga dan setelah berjalan beberapa menit akhirnya ia tiba disebuah ruangan rahasia yang memiliki ukuran besar.
Di tengah ruangan itu ada kurungan yang terbuat dari emas dengan sebuah simbol-simbol khusus dijerujinya. Tampak ada suatu mahluk di dalam kurungan itu yang berukuran besar.
Mahluk tersebut menyala dengan kobaran api yang bersinar di sekujur bulu, sayap, serta ekornya. Mahluk itu seperti burung yang memiliki ukuran besar, orang-orang menyebutnya dengan makhluk lagenda, Burung Phoenix.
"Manusia, kau sepertinya dalam masalah besar?" Burung Phoenix itu berbicara dan membuka mata saat melihat Xiong Bian melangkah mendekat ke kurungannya.
Suara tawa keras terdengar dari Burung Phoenix itu usai Xiong Bian mengatakan demikian. "Manusia, kau sudah mengurungku hampir seribu tahun, setelah semua yang kau lakukan padaku, apa kau berpikir aku akan membantumu?"
Xiong Bian tidak bisa membalas, para pendahulunya memang sudah menyegel mahluk di depannya selama ratusan tahun bahkan hampir mendekati seribu tahun.
Di jamannya, Burung Phoenix yang bernama Douma itu adalah mahluk berbahaya yang telah menewaskan ratusan ribu orang karena ulahnya yang menghancurkan banyak kota. Jika saja para pendahulu tidak bekerjasama menyegel mahluk itu, mungkin Benua Daratan Utara sudah lenyap hari ini.
Douma disegel didalam kurungan khusus yang terdapat kertas di tengah jerujinya, alasan yang sama kenapa Burung Phoenix itu tidak bisa kabur dan berulah lagi meski memiliki kekuatan yang sangat besar.
Segel kertas itu dibuat oleh seseorang yang Xiong Bian maupun pendahulunya ingat karena jasanya yang besar, seorang pendekar tingkat tinggi bernama Zhou Jiangnam.
"Aku tahu tapi aku tidak punya pilihan lain, jika kau bersedia, aku akan membebaskanmu dengan beberapa syarat yang harus kau penuhi."
__ADS_1
Douma kembali tertawa, "Apa kau yakin, setelah semua usaha kalian menyegelku dengan mengorbankan banyak darah dan nyawa, kini kau membebaskanku? Bukankah artinya kau tidak menghargai para pendahulumu."
Xiong Bian tersenyum tipis, ia tentu mengerti hal tersebut namun ia juga mempunyai rencananya sendiri. "Aku akan membebaskanmu tapi aku ingin kau berjanji atas dua hal ketika bebas..." Xiong Bian kemudian mengutarakan dua janji pada Douma.
Douma tertawa setelah mendengar dua janji tersebut. "Baiklah, tidak sulit melakukannya... Aku juga mempunyai tujuan lain saat terbebas nanti, aku akan mencari seseorang yang harus aku bunuh terlebih dahulu..."
Xiong Bian tidak berkata lagi, ia kemudian mulai memejamkan mata dan mengalirkan tenaga dalam pada telapak tangannya.
Sebuah simbol muncul di telapak tangan Xiong Bian dan bercahaya terang. Xiong Bian menaruh tangannya ke kertas yang menempel di kurungan itu sebelum membakar segelnya.
Butuh sebuah teknik agar bisa melenyapkan kertas itu dan Xiong Bian mempelajarinya dari pendahulu ketua akademi.
Sebuah aura kekuatan yang hebat memancar dan merembes ke segala arah ketika Burung Phoenix itu terlepas, kini Douma telah terbebas dari segel yang mengurungnya selama ratusan tahun.
Xiong Bian harus mengambil jarak karena aura hebat tersebut, ia tersenyum tipis ketika merasakan kekuatan Douma lebih kuat dari dugaannya.
"Baiklah manusia, aku tidak seperti bangsa kalian yang selalu ingkar janji, walaupun jahat aku mempunyai harga diri untuk memegang kata-kataku!" Douma tertawa keras sebelum kemudian melesat ke atas, menghancurkan langit-langit hingga terbang keluar dan melayang di udara.
Douma segera melihat pertempuran yang dimaksud Xiong Bian sebelumnya, dan dia bisa melihat mana pihak petugas akademi mana pasukan musuh yang harus ia lenyapkan.
"Sebenarnya aku tidak mempunyai urusan dengan kalian tetapi jiwa kalian akan memulihkan kondisiku..."
Douma mulai terbang ke salah satu kumpulan manusia elang yang berada di udara. Awalnya kedatangan burung Feoniks itu belum disadari oleh mereka tetapi ketika Douma melancarkan aksinya, semua perhatian segera tertuju ke arahnya.
Douma melepaskan semburan api hijau dari paruhnya dan mengarah pada manusia elang itu.
Manusia elang yang terlambat menyadari kedatangan Douma tak bisa menghindari serangan api hijau tersebut, terlebih Burung Phoenix itu terbang dengan kecepatan tinggi.
Dengan sekali semburan, api hijau itu langsung menghanguskan mereka menjadi debu, dalam waktu singkat, beberapa manusia elang mati diudara.
__ADS_1
Api hijau yang disemburkan Burung Phoenix bukanlah api biasa melainkan sebuah api yang bisa membakar raga dan jiwa seseorang.