Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 285 — Persiapan Perang


__ADS_3

Kedatangan Jiang Yifei memang mengguncang istana Kekaisaran waktu itu sebab gadis yang sudah dianggap mati itu ternyata masih hidup dan kini telah berubah menjadi gadis cantik yang dewasa.


Sulit mempercayai terutama Jiang Qisha dan Jiang Long, namun pandangan mereka tidak sedang terkena ilusi untuk melihat sosok Yifei yang tersenyum dan mengabari dirinya sungguh masih hidup.


Selain Jiang Qisha yang bahagia mendengar Yifei selamat, seluruh anggota Keluarga Kekaisaran juga merasakan hal serupa ketika mendengar Putri Kaisar Bulan itu kembali.


Jiang Long yang paling bahagia, setelah tragedi penyerangan Ras Manusia Binatang tiga tahun lalu, dia selalu dihantui rasa bersalah karena tidak berhasil menjaga Zhou Yuan dan keponakannya. Melihat Yifei di depan matanya, tidak terlukiskan kebahagiaan itu berbentuk seperti apa di hatinya.


Yifei kemudian menceritakan juga bahwa tidak hanya dirinya yang selamat tetapi Zhou Yuan, Xiao Rou, dan Yue Linxia juga masih hidup. Hal itu membuat Jiang Long merasa lega dan beban rasa bersalah yang dipikulnya terangkat.


Sebab itu saat ini ketika Jiang Long diutus Jiang Qisha untuk pergi ke klan Xiao, ia langsung pergi ke Xiao Fan untuk mengabari kabar gembira ini. Hal sama dilakukan dengan mengirim surat pada Yue Jian atas Yue Linxia yang masih hidup di Sekte Bambu Hijau.


Xiao Fan sudah tidak terlibat lagi dalam pemerintahan klan Xiao atau dunia persilatan semenjak cucunya menghilang, keberadaan Jiang Long kesini untuk membujuk kakek tua itu agar ikut serta dalam peperangan ini.


Xiao Fan sudah pindah rumah sejak tragedi cucunya dan kini bertempat tinggal di dekat danau untuk menyendiri, saat Jiang Long tiba di sana bersama salah Tetua klan Xiao, ia mendapati kakek berambut merah itu sedang memancing.


"Selamat siang, Senior Fan, lama tidak berjumpa..." Jiang Long memberikan rasa hormatnya.


Jiang Long mungkin berasal dari Keluarga Kekaisaran yang besar namun dalam segi reputasi dan kekuatan, Xiao Fan adalah sosok yang disegani di dunia persilatan.


"Bukankah sudah aku katakan jangan biarkan seseorang ada disini Tetua He." Xiao Fan menjawab tanpa membalikan tubuhnya, perkataannya barusan ditunjukkan untuk Tetua yang mengantar Jiang Long.


"Senior Fan, akulah yang memaksa untuk bertemu denganmu, Tetua He tidak bersalah disini." Jiang Long masih berbicara sopan, ia tidak tersinggung atas ucapan Xiao Fan yang secara terang-terangan tidak menyukai keberadaan dirinya disini.


Jiang Long sadar perasaan Xiao Fan yang begitu terpukul dan sedih saat cucu satu-satunya yang ia sayangi meninggal, sorot mata kakek berambut merah itu tampak tidak memiliki semangat hidup, ia mungkin sudah tidak peduli apapun tentang sesuatu dunia ini lagi.


"Senior Fan, aku kesini ingin menyampaikan sebuah informasi yang penting untuk anda." Melihat Xiao Fan tidak berkata-kata lagi akhirnya Jiang Long langsung ke pembicaraan intinya. "Cucumu Nona Rou, dia masih hidup..."


Mendengar nama Xiao Rou disebutkan membuat Xiao Fan beraksi apalagi kalimat yang terakhir. Kakek tua itu membalikan tubuhnya lalu menghadap Jiang Long


"Apa yang kau katakan Saudara Long?"

__ADS_1


Jiang Long tersenyum, "Seperti yang anda dengar sebelumnya, saat ini Xiao Rou masih hidup, dia tidak mati Senior Fan."


Xiao Fan terkejut lalu buru-buru mendekat ke arah Jiang Long, memegang pundaknya dengan kuat, "Apa yang kau katakan benar, Long? Kau tidak sedang berbohong?"


"Aku tidak mungkin berbohong soal Senior Fan, tidak hanya cucumu tetapi Zhou Yuan, Fei'er, dan cucu dari Senior Jian juga masih hidup."


"Lalu dimana cucuku sekarang, aku ingin bertemu Rou'er?"


Jiang Long hampir mengumpat, cengkraman Xiao Fan pada pundaknya semakin kuat hingga tulangnya terasa mau patah.


"Aku akan menceritakannya Senior Fan tetapi untuk sekarang, bisakah kau... Melepaskanku..." Jiang Long menunjukkan pundak yang di cengkram kakek tua itu.


Xiao Fan tersadar lalu buru-buru melepaskan cengkraman tangannya, Jiang Long hanya meringis menahan rasa sakit.


***


Jiang Long akhirnya menceritakan semua yang ia dengar dari Yifei kepada Xiao Fan. Saat Jiang Long berbicara, kakek berambut merah itu tampak diam mendengarkan sampai penjelasannya selesai.


Jiang Long mengangguk, Yifei tidak menceritakan tentang mereka yang berpindah tempat dan terdampar di dunia lain, gadis itu mengatakan bahwa ia, Zhou Yuan dan lainnya diselamatkan oleh seseorang dan mereka di bawa ke suatu tempat terpencil ketika penyerangan itu terjadi.


"Tapi jika mereka hidup kenapa Rou'er tidak langsung pulang ke rumah?"


"Aku juga menanyakan hal serupa pada Fei'er, dia berkata usai penyerangan Ras Manusia Binatang selesai mereka terluka parah sehingga tak sadarkan diri cukup lama, kondisi mereka tidak memungkinkan untuk pulang ke Kekaisaran Bulan."


Xiao Fan terdiam sebentar, "Tapi kenapa harus selama itu, ini sudah lebih dari tiga tahun Rou'er hilang, dia pasti sudah sembuh sekarang?"


"Aku tidak tahu tapi sepertinya Yuan'er yang merencanakan hal tersebut, menurut Fei'er mereka saat ini sedang dilatih oleh pemuda itu, mungkin Yuan'er ingin saat ketiganya kembali mereka sudah menjadi kuat."


Xiao Fan merenungi kata-kata Jiang Long, "Aku tahu anak itu memang sangat berbakat, dulu yang membuat kemampuan pedang Rou'er meningkat karena ulahnya. Aku tidak meragukan jika dia melatih Rou'er."


Ada banyak pertanyaan di benak Xiao Fan tapi untuk saat ini ia bahagia mendengar cucunya masih hidup.

__ADS_1


"Kapan Rou'er akan kembali Saudara Long?"


Jiang Long tersenyum tipis, "Aku tidak tahu, mungkin saat masa latihannya selesai dia akan kembali menemuimu, seperti Yifei."


Xiao Fan tersenyum, senyuman yang sudah tidak terukir selama tiga tahun terakhir. "Terimakasih Saudara Long, aku tidak tahu harus mengucapkan apa tapi aku senang kau kesini dan memberikan kabar itu."


"Senior Fan, aku hanya menjalankan tugasku." Jiang Long mengangguk sopan.


"Jadi apakah Tetua Fan akan ikut serta dalam perang nanti?"


Kali ini Tetua He yang berbicara, setelah mendengar cucu Tetua tertingginya masih hidup seharusnya tidak ada alasan Xiao Fan untuk mengurung diri lagi.


"Peperangan ini... Aku sudah mendengarnya sejak lama tapi tidak menduga Kuil Awan Langit akan menyatakan perang secara terbuka seperti ini."


"Bukankah Kuil Awan Langit memang selalu membuat ulah di dunia persilatan?" Tanya Tetua He kebingungan dengan reaksi Xiao Fan.


"Kuil Awan Langit memang selalu semena-mena di dunia persilatan tetapi mereka juga memiliki batasan dalam bertindak. Setidaknya ketika mereka membuat ulah, Kuil Awan Langit selalu merencanakan semuanya matang-matang agar tetap di kendali mereka tetapi menyatakan perang seperti ini..." Xiao Fan tidak melanjutkan ucapannya melainkan menggeleng pelan.


Ada satu kemungkinan yang paling mendasar dari tindakan Kuil Awan Langit menyatakan perang yaitu karena kekuatan mereka sudah bertambah besar.


"Aku akan berpartisipasi dalam peperangan nanti, sudah sejak lama mereka banyak membuat ulah di Kekaisaran Bulan. Aku tidak bisa membiarkan Kuil Awan Langit bertindak sesukanya."


Pernyataan Xiao Fan membuat Tetua He dan Jiang Long senang, dengan ikut serta Xiao Fan dalam barisan pasukan akan berdampak besar dalam peperangan nanti apalagi Xiao Fan adalah Pendekar Alam Cahaya yang telah membuka 7 meridian di tubuhnya, kekuatannya akan diperhitungkan oleh Kuil Awan Langit.


Setelah membujuk Xiao Fan agar berpartisipasi dalam perang, Jiang Long kemudian membuat rapat yang dihadiri para pemimpin sekte, pemimpin keluarga bangsawan, dan pemimpin klan untuk membuat strategi dalam perang nanti.


Selain Jiang Long dan Xiao Fan yang telah menjadi pendekar Alam Cahaya, ada juga pendekar-pendekar lain dari berbagai sekte yang telah di tingkatan yang sama.


Jiang Long menghitung ada sekitar delapan pendekar termasuk dirinya yang berada di Alam Cahaya. Kekuatan ini sangat kuat apalagi setelah dihitung jumlah pasukan secara keseluruhan, sekitar ada lima ribu pendekar yang bergabung.


Usai rapat yang membahas strategi perang selesai, akhirnya lima ribu pasukan bergerak ke lokasi dimana perang akan terjadi. Sudah sekian lama semenjak seratus tahun yang lalu pihak sekte dan pemerintahan tidak membangun pasukan sebesar ini.

__ADS_1


Keberadaan Buah Surgawi benar-benar membuat sejarah yang kelam terulang kembali.


__ADS_2