
Aksi Zhou Yuan mengejutkan manusia elang yang memakai senjata panah, mereka yang melihat di atas langit bisa menyaksikan semuanya dengan jelas, terlebih Zhou Yuan bertarung ditempat yang terbuka.
"Anak Yin itu sangat kuat, kita harus terlebih dulu membunuhnya!" Seru salah satu manusia elang.
Penyerangan ke akademi ini sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu oleh Ras Manusia Binatang, tujuan penyerangan ini sebenarnya sederhana yaitu ingin menguasai 4 Kekaisaran dengan membunuh para kaisarnya.
Tentu mereka terkejut ketika dalam rencana ini Ras Manusia Binatang menemukan sesuatu yang langka yaitu pendekar yang memiliki tubuh Yin.
Bagi ras mereka, tubuh Yin atau tubuh Raja Langit bukanlah sesuatu hal yang asing terdengar, tubuh Yin bisa dibilang seperti sumberdaya bagi mereka terutama jika meminum darahnya.
Dikatakan seseorang yang meminum darah Yin akan membuat orang itu menjadi kuat dalam waktu cepat, bahkan hanya setetes darahnya saja sudah cukup meningkat tenaga dalam sebanyak lima belas lingkaran.
Beberapa manusia elang yang memakai panah mulai mengarahkan busur mereka ke arah Zhou Yuan dan melepaskan belasan anak panah ke arahnya.
Zhou Yuan tidak terkejut dengan serangan mereka, ia sudah waspada sejak tadi. Zhou Yuan mengangkat pedangnya lalu mulai menangkis setiap anak panah yang bergerak menujunya.
Alis Zhou Yuan terangkat ketika menangkis serangan anak panah itu, sebuah retakan sehelai rambut mulai tercipta dari pusaka ayahnya.
"Bagaimana bisa mereka mendapatkan kualitas senjata setinggi ini?" Zhou Yuan mengerutkan dahinya.
Zhou Yuan jadi teringat dengan perkataan gurunya dikehidupan pertama, dikatakan bahwa ras manusia binatang memiliki keahlian dalam pembuatan senjata.
Pusaka yang sulit dibuat serta sangat langka di dunia persilatan bisa dengan mudah dibuat oleh mereka. Zhou Yuan semakin terkejut saat baru menyadari anak panah yang dilepaskan manusia-manusia elang itu adalah pusaka kelas tiga.
Zhou Yuan bisa merasakan seiring waktu pedang pusaka ayahnya mulai semakin rusak ketika menahan serangan anak panah tersebut.
Walupun Zhou Yuan bisa menangkis anak panah itu dengan mudah namun ia yakin dalam puluhan benturan berikutnya pedang pusaka ayahnya akan hancur.
Zhou Yuan memilih menyarungkan pedang pusakanya kembali dan menyambut anak panah itu dengan tangan kosong.
Zhou Yuan tidak menghindar melainkan menangkap anak panah itu satu persatu.
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa melakukannya?" Manusia elang yang memakai panah merasa tidak percaya melihat apa yang disaksikannya.
"Jangan berhenti, terus serang dia bersama-sama. Aku tidak yakin dia bisa menangkap semua anak panah kita sekaligus!"
Mereka kembali menembakkan lebih banyak serangan namun seiring berjalannya waktu, hampir sembilan puluh persen anak panah yang dilepaskan mereka berhasil Zhou Yuan tangkap sementara sisanya ia menghindari tanpa kesulitan.
Kini ditangan Zhou Yuan, sudah ada puluhan anak panah yang berhasil ditangkapnya. Zhou Yuan kemudian memanfaatkan anak panah itu untuk menyerang balik lawan-lawannya.
Zhou Yuan melemparkan anak panah pada manusia elang di sekitarnya, anak panah itu bergerak lebih cepat dibandingkan mereka menggunakannya.
"Ugh!"
"Erk!"
Satu persatu manusia elang mulai tumbang ke tanah, pemuda itu melemparkan anak panahnya dengan tepat sasaran dan mengenai bagian vital mereka.
Satu anak panah satu nyawa melayang, Zhou Yuan melemparkan anak panah itu pada manusia elang yang sedang bertarung atau tengah mengejar para penonton. Dalam waktu singkat, sudah puluhan manusia binatang yang sudah mati ditangannya.
"Bagaimana..." Manusia elang yang membawa busur terkejut, mereka tidak menduga Zhou Yuan yang masih muda bisa melalukan seperti itu.
Mereka kembali melepaskan anak panah namun pemuda itu justru seperti menunggunya, Zhou Yuan menangkap anak panah itu lalu menembakkan ke arah manusia elang disekelilingnya tanpa kesulitan yang berarti.
Hal itu membuat manusia elang yang membawa busur menjadi frustasi dan urung menembakkan panahnya lagi, mereka ingin sekali membunuh sosok bertubuh Yin itu namun disisi lain mereka juga tidak bisa menyerang Zhou Yuan lebih jauh apalagi serangan dekat bukanlah keahlian mereka.
"Jika situasinya seperti ini terus, aku bisa membalikkan situasi penyerangan ini dengan cepat..." Zhou Yuan tersenyum lebar, ia masih tenang sambil melepaskan anak panah di tangannya.
Anak panah yang dilepaskan Zhou Yuan seperti pisau lempar, ia menembakkan serangannya untuk membantu orang-orang disekelilingnya yang sedang diserang oleh ras manusia binatang.
Zhou Yuan juga menolong Yifei, Linxia, serta Xiao Rou yang masing-masing sedang menghadapi manusia binatang. Ketiganya terkejut ketika lawan-lawannya tumbang ke tanah secara tiba-tiba.
Di saat Zhou Yuan merasa situasi mulai menguntungkan pihaknya karena telah membunuh puluhan lawannya, tiba-tiba sebuah palu kuat terayun dan mengarah padanya.
__ADS_1
Zhou Yuan terkejut dan menghindari ayunan palu tersebut lalu kemudian ia melihat sosok yang mengunakannya, dia adalah manusia binatang yang berjenis setengah gorila.
Mata Zhou Yuan melebar, ia tidak hanya terkejut dengan kedatangan manusia gorila di dekatnya melainkan manusia gorila itu datang bersama puluhan manusia binatang yang lain.
"Anak muda, kau pikir bisa membunuh sesukamu?!" Manusia gorila itu mengayunkan palunya kembali, kekuatannya mencapai puncak Alam Emas.
Zhou Yuan kembali menghindarinya, kekuatan serangan palu manusia gorila itu sangat kuat. Lantai arena segera hancur ketika palu tersebut menghantamnya.
Zhou Yuan merapatkan giginya. "Seberapa banyak pasukan yang kalian bawa sebenarnya?"
Perhatian Zhou Yuan bukan hanya terarah pada manusia gorila itu saja melainkan ke arah sekelilingnya, sebab jumlah manusia binatang itu terus bertambah ke wilayah turnamen tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.
"Menurutmu harus seberapa banyak kami membawa pasukan saat empat kaisar berada di tempat yang sama?"
Zhou Yuan tidak menjawab, firasatnya semakin memburuk. Kini dia berpikir serangan ini akan jauh lebih besar dibandingkan penyerangan organisasi Kuil Awan Langit ke istana beberapa minggu yang lalu.
Manusia binatang pasti akan menggunakan seluruh kekuatan serta semua jumlah pasukan yang mereka miliki untuk menyerang istana ini.
Masalahnya Zhou Yuan tidak menduga manusia binatang mempunyai kekuatan sebesar ini hingga yakin bisa menghabisi 4 kaisar.
Meski manusia binatang dianggap musuh oleh empat kekaisaran selama ratusan tahun namun mereka sering dianggap bukan ancaman yang serius bagi pemerintah.
'Sepertinya mereka ingin kembali ke kejayaan mereka ratusan abad lalu dengan penyerangan ini...' Zhou Yuan menghela nafas, jika dugaannya benar maka masalah kehidupannya ini bukan balas dendam saja melainkan harus menyelamatkan semua orang terdekatnya dari penjajahan mereka.
Zhou Yuan tidak akan membiarkan rencana manusia binatang itu berhasil, dia tentu akan mencegah tujuan besar mereka.
"Kau masih bisa melamun saat berhadapan denganku!"
Manusia gorila yang membawa palu menjadi geram melihat Zhou Yuan tampak tidak terancam saat berhadapan dengannya. Dia kembali mengayunkan palu tetapi kali ini Zhou Yuan tidak menghindar.
Zhou Yuan menangkap palu itu dengan satu tangannya. "Kau kuat, tapi tidak cukup kuat untuk melawanku!"
__ADS_1
Zhou Yuan mengayunkan satu tangan lainnya, meninju perut manusia gorila itu dengan kuat. Ayunan tinju Zhou Yuan begitu cepat sehingga manusia gorila terlambat bereaksi.
Pukulan Zhou Yuan membuat manusia gorila itu terlempar belasan meter dengan separuh tulang rusuknya patah. Zhou Yuan menggunakan seluruh kekuatan fisiknya dalam tinju kuat tersebut.