Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 259 — Pulang Kembali


__ADS_3

"Tenaga dalam Yin? Tubuh Raja Langit? Yuan'er mempunyai tubuh seperti itu?!"


Zhou Bing baru saja menceritakan semua tentang tubuh khusus Zhou Yuan, hal ini membuat Zhou Yao terkejut serta merasa tidak percaya****.****


"Kenapa Ayah menceritakan hal ini padaku sekarang?"


"Mungkin karena kupikir Yuan'er sekarang masih hidup." Jawab Zhou Bing.


Zhou Yao tersentak lalu mempertanyakan kenapa Ayahnya beranggapan demikian, mereka sudah mendapat kabar Zhou Yuan mati bersama tiga wanita bersamanya ketika pertempuran di turnamen tiga tahun yang lalu.


"Seperti yang aku ceritakan sebelumnya, Tubuh Raja Langit bukanlah kondisi tubuh biasa kecuali ada alasan besar kenapa dia dilahirkan. Zhou Yuan seperti Zhou Jiangnam, leluhur kita, dia akan mempunyai takdir yang besar dimasa depan nanti..."


Zhou Jiangnam adalah pemimpin Keluarga Zhou seribu tahun yang lalu dan dia juga mempunyai tubuh Raja Langit, dikabarkan Zhou Jiangnam ini adalah pendekar terkuat yang tidak terkalahkan di seluruh Benua Daratan Utara saat itu.


Karena Zhou Jiangnam, Benua Daratan Utara mendapatkan yang namanya kedamaian. Zhou Bing yakin takdir cucunya tidak berbeda jauh dengan takdir Zhou Jiangnam.


"Tidak mungkin bagi seseorang yang dipilih oleh takdir bisa mati dengan mudah begitu saja, Aku cukup yakin bahkan sampai saat ini Yuan'er masih hidup." Zhou Bing menyimpulkannya setelahnya.


"Tapi bukankah Ayah sudah mendengar bahwa Yuan'er mati karena diincar ratusan pasukan manusia binatang waktu itu, ia tidak mungkin hidup melawan mereka semua?"


"Yao'er, seharusnya kau juga mengetahui kalau jasad anakmu itu belum ditemukan sampai sekarang, bukankah kejadian tersebut juga sangat aneh sementara mereka yang gugur semua jasadnya sudah ditemukan kecuali hanya Yuan'er dan tiga gadis yang bersamanya..."


Zhou Yao kesulitan menjawab, ia memang sudah diberitahu mengenai hal ini dan bahkan pergi ke sana untuk mencari mayat anaknya tetapi tidak ditemukan.


"Tapi kalau Yuan'er hidup seharusnya dia..."


"Kembali kesini dan pulang?" Potong Zhou Bing. "Aku yakin ada alasan besar kenapa Yuan'er tidak kembali langsung, sejak kecil anak itu tidak mudah diprediksi baik pikiran maupun tindakannya..."


Zhou Yao terdiam, ia merenungi perkataan Ayahnya dan memang mengetahui keistimewaan Zhou Yuan.


Zhou Yao masih ingat ketika kediamannya sedang di serang organisasi Kelelawar Malam, saat itu anaknya adalah orang yang berperan penting mengalahkan organisasi kriminal tersebut dan dia juga menyaksikan Zhou Yuan yang baru berusia sepuluh tahun bisa mengalahkan pendekar Alam Emas sendirian.


Padahal diusia yang sama, anak kecil seperti mereka seharusnya lari dan menangis tetapi Zhou Yuan justru memiliki reaksi yang berbeda.


Selain itu, Zhou Yuan juga menunjukkan sikap dewasa bahkan di saat usianya tiga tahun, bahkan di saat seperti itu, Zhou Yao pernah berpikir anaknya memang tidak biasa.


Zhou Yao masih merenungi perkataan Zhou Bing saat tiba-tiba pintu ruangannya diketuk.


Zhou Yao mengerutkan dahi dan menyuruh orang yang mengetuk itu masuk, seorang pengawal datang dan memberitahukan laporan bahwa ada surat dari Keluarga Ling yang baru tiba kesini.

__ADS_1


"Surat mereka lagi..." Zhou Yao menghela nafas panjang lalu menerima gulungan surat itu dan membacanya.


Wajah Zhou Yao berubah-ubah saat membaca surat tersebut namun tepat di bagian akhir ekspresinya dipenuhi amarah dan langsung meremas gulungan surat itu.


"Keluarga Ling benar-benar mengajak kita berperang..." Zhou Yao mengepalkan tangannya keras.


"Yao'er, sepertinya saat aku melakukan latihan tertutup kau sedang dalam masalah?" Zhou Bing sedikit terkejut dengan reaksi anaknya usai menerima surat tersebut.


Zhou Yao mengatur nafasnya sejenak sebelum menghela nafas, ia kemudian menceritakan garis besar masalah Keluarga Zhou saat ini.


Keluarga Ling adalah Keluarga Bangsawan terbesar ke 7 di Kekaisaran Bulan, mereka sangat disegani oleh keluarga bangsawan yang lain karena kekuatan militer mereka yang terbilang cukup tinggi.


Beberapa bulan belakangan ini, Keluarga Ling melakukan suatu tindakan yang mengejutkan pada bangsawan-bangsawan disekitarnya, pasalnya Keluarga Bangsawan itu ingin keluarga bangsawan kecil dan menengah tunduk dibawah kaki perintah mereka.


Keluarga Ling menggunakan alasan bahwa hal ini ia lakukan demi bisa membantu melawan para organisasi, padahal dengan jelas keluarga itu ingin menguasai keluarga bangsawan lain.


Dalam surat tersebut dituliskan bahwa Keluarga Zhou harus membayar 50% pendapatan dari pajak mereka. Jika mereka tidak mau membayar maka Keluarga Ling akan bertindak secara militer.


Zhou Yao sudah menolak hal ini dua kali, dan surat yang dibacanya merupakan surat peringatan agar Keluarga Zhou segera cepat membayar.


"Aku tidak menduga disituasi dunia persilatan yang mulai memburuk ada juga masalah seperti ini..." Zhou Bing menggelengkan kepalanya pelan.


"Semua keputusan Keluarga Zhou saat ini ada padamu tetapi keputusanmu sebelumnya benar, aku tidak menerima Keluarga Zhou tunduk pada keluarga lain. Jika saja mereka bergerak, maka Keluarga Zhou juga akan bertindak, kita tidak keberatan untuk memulai perang dengan mereka..."


Tentu saja jika ada pilihan, Zhou Bing akan memilih jalan yang lain karena di situasi dunia persilatan yang sekarang tidak ada waktu bagi mereka untuk membuat konflik.


Mendengar keputusan Ayahnya, Zhou Yao akan membahas hal ini lebih lanjut bersama Tetua Keluarga yang lain.


***


Zhou Yuan dan Yifei terus melesat terbang di malam gelap hingga akhirnya mereka berhenti sesudah berada di tujuannya, Kota Riva.


Sesudah menempuh perjalanan dua hari dari Kota Hanma, Zhou Yuan terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mereka tiba disini.


"Yuan Gege, apa yang harus kita lakukan sekarang, turun dan memberitahu mereka bahwa kita masih hidup?" Tanya Yifei.


Zhou Yuan dan Yifei masih melayang di atas Kota Riva, Zhou Yuan menggaruk kepalanya. "Sebenarnya aku tidak yakin tapi sebaiknya kita besok menemui keluargaku, hari sudah larut hari ini dan mungkin orang tuaku sudah tertidur sekarang."


Yifei sebenarnya merasa tidak sabar ingin ke kediaman Zhou Yuan tetapi perkataan kekasihnya itu ada benarnya.

__ADS_1


Keduanya kemudian mendarat di kota, karena hari sudah gelap suasana kota agak sepi sehingga tidak ada yang melihat Zhou Yuan dan Yifei datang dari atas.


"Aku sudah mendengar mengenai kota terindah di Kekaisaran Bulan ini, mendengar dan menyaksikannya secara langsung jelas sangat berbeda..." Yifei berdecak kagum melihat keindahan Kota Riva.


Selain tampak rapih dan bersih, Kota Riva mempunyai pemandangan yang indah dengan susunan kota yang tertata dan simetris.


Zhou Yuan tersenyum melihat reaksi Yifei, hampir semua orang akan bereaksi serupa ketika mereka melihat keindahan Kota Riva pertama kali.


Zhou Yuan melihat sekitarnya. "Kota ini tidak ada yang berubah semenjak aku pergi, semuanya masih tetap sama..." ucapnya tersenyum tipis.


Kota Riva kini menjadi tempat dimana Zhou Yuan merasakan arti pulang sesungguhnya, ia sudah rindu dengan kota ini, dan semakin rindu ingin bertemu keluarganya.


"Ayah, Ibu, aku kembali..." Gumam Zhou Yuan pelan, tersenyum di dalam hatinya.


*Tamat...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


*Tapi Bohong part 2


__ADS_2