Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 271 — Menghancurkan Markas Organisasi


__ADS_3

Zhou Yuan dan Yifei baru terbang setengah jam dari kediaman Keluarga Zhou saat tiba-tiba gadis itu menghentikan laju terbangnya secara mendadak.


Zhou Yuan ikut berhenti ketika melihat Yifei berhenti, Zhou Yuan mempertanyakan alasan tindakan Yifei.


"Yuan Gege, sepertinya aku ingin kembali ke istana?" Ucap Yifei setelah diam sejenak.


"Kembali, maksudmu ingin pulang dan bertemu keluargamu?"


Yifei mengangguk pelan, setelah melihat kebersamaan Zhou Yuan dengan keluarganya membuat gadis itu rindu juga dengan tempat tinggalnya di istana.


Yifei sedikit merasa tidak enak hati karena meninggalkan Zhou Yuan dan harus menjalankan misi seorang diri.


"Jika kau ingin bertemu mereka, pergilah, kau tidak perlu mengkhawatirkan aku..." Seolah bisa membaca pikiran kekasihnya, Zhou Yuan mendekat dan memeluk tubuh gadis itu.


"Tapi bagaimana denganmu?"


"Bukankah kau sudah melihat kekuatanku, seperti Ayahku bilang hanya sedikit orang yang bisa membunuhku disini."


Zhou Yuan tidak membual, dengan kemampuannya sekarang ia yakin bisa mengimbangi Jiang Qisha sebagai jagoan nomor 1 di Dunia Persilatan bahkan boleh jadi melebihi kemampuannya.


Dengan Pedang Kusanagi di tangan Zhou Yuan bisa dibilang telah melampaui kekuatannya di kehidupan pertama, ditambah lagi ia telah mempelajari banyak teknik tingkat tinggi dari Kitab Raja Langit membuatnya lebih sulit untuk dikalahkan.


"Ibu, Ayah, serta Kakekmu pasti merindukanmu juga di sana, pergilah dan buatlah mereka bahagia." Zhou Yuan mengelus punggung Yifei lembut.


Yifei mengangguk lalu membalas pelukan Zhou Yuan, keduanya berpelukan selama lima menit sebelum saling melepaskan.


"Aku mencintaimu, setelah urusanku dengan keluarga selesai aku akan datang kembali dan menemani perjalananmu..."


"Terimakasih, aku senang dengan hal itu." Zhou Yuan tersenyum lembut.


Sebelum meninggalkan Zhou Yuan, Yifei sempat mencium bibir Zhou Yuan sekilas, membuat wajah gadis itu memerah lalu buru-buru pergi dengan tersipu malu.


Zhou Yuan menyentuh bibirnya yang sebelumnya bersentuhan dengan bibir merah Yifei, ia sedikit terkejut dengan tindakan gadis itu yang sedikit diluar perkiraannya.

__ADS_1


Zhou Yuan memandangi Yifei yang tubuhnya terus menjauh sampai akhirnya menghilang. Zhou Yuan menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak menduga akan ada suatu masa di hidupnya akan bersentuhan dengan seorang perempuan yang cantik seperti Yifei.


***


Mencari keberadaan Buah Surgawi jauh lebih sulit dibandingkan menemukan sebuah sarang kriminal, belum lagi tidak ada kepastian apakah buah itu sudah tumbuh atau belum.


Demi menghemat waktu dan tidak menyia-nyiakannya, Zhou Yuan terlebih dahulu mencari markas Kuil Awan Langit yang telah ia tandai lokasinya dari Hong Sha.


Perjalanan dirinya ke tempat markas Kuil Awan Langit cukup jauh karena mereka membangun markas di tempat yang terpencil serta tidak lazim.


Salah satu markasnya adalah tempat yang Zhou Yuan kunjungi sekarang, markas tersebut dibangun di dekat sebuah lereng pegunungan.


Jalan ke sana sangat sulit serta curam andai menggunakan jalur darat, pendekar biasa yang memiliki kekuatan Alam Perak bisa terjatuh jika mereka tidak hati-hati, untungnya Zhou Yuan tidak perlu melewati lereng itu karena ia terbang di udara.


'Aku tidak menduga ada orang yang cukup gila membangun markas disini, kalau markas mereka diketahui orang lain sekalipun tidak akan mudah menuju kesini..." Zhou Yuan menggelengkan kepalanya pelan.


Dengan terbang di udara Zhou Yuan bisa dengan mudah menemukan markas kriminal itu apalagi tepat di pintu masuk markas tersebut ada beberapa kriminal yang sedang berjaga.


Zhou Yuan mengeluarkan pedang kusanagi dari cincin ruang lalu melepaskannya dari sarungnya, pedang berwarna hitam itu langsung memancarkan hawa kegelapan yang kelam saat menghisap tenaga dalam penggunanya.


Zhou Yuan tidak gegabah saat menerobos markas Kuil Awan Langit, ia tidak mengetahui apakah pemimpin-pemimpin mereka ada di sana namun setidaknya ia siap dalam posisi bertarungnya.


Ketika ingin turun Zhou Yuan mengerutkan dahinya menyadari ada yang janggal dengan pedang Kusanagi, pedang itu menyerap tenaga dalamnya lebih banyak dari biasanya.


"Hm, apa yang terjadi..."


Saat itulah Zhou Yuan baru menyadari pedang kusanagi yang dipegangnya sekarang telah berbeda dibandingkan ketika ia melihatnya pertama kali di kota bawah tanah. Aura yang terpancar pedang itu seperti lebih berbahaya dari sebelumnya.


Selain itu ketika kapasitas tenaga dalam Zhou Yuan semakin meningkat maka pedang kusanagi juga semakin banyak mengambil tenaga dalamnya. Zhou Yuan tidak yakin tapi ia merasa pedang yang diselimuti kegelapan itu semakin bertambah tajam.


Zhou Yuan tidak memikirkan pedangnya lebih jauh karena seorang kriminal yang berjaga di bawah melihat keberadaannya di udara.


Penjaga itu terkejut melihat seseorang melayang tetapi sebelum bereaksi Zhou Yuan sudah turun dan mendarat cepat di depannya. Pedang Kusanagi terayun, menghabisi satu penjaga itu dengan mudah.

__ADS_1


Para penjaga yang disekitarnya kaget bukan main tetapi sekali lagi Zhou Yuan tidak ambil pusing dan membunuh mereka semua kecuali satu orang.


Zhou Yuan mencekik orang itu ke atas. "Apa para petinggi kalian ada disini?"


Penjaga itu mengumpat karena kesulitan bernafas tetapi ia berusaha menjawabnya dengan seringai lebar. "Kau... Akan... Mati..."


Zhou Yuan tersenyum dingin lalu mengeraskan cengkeramannya, membuat leher penjaga itu patah dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Setelah menghabisi penjaga yang ada di luar, Zhou Yuan memasuki markas itu namun baru beberapa langkah ia masuk ke dalam, keberadaannya sudah disadari oleh para kriminal yang ada di sana.


Zhou Yuan mengerutkan dahi, sepertinya markas tersebut sudah dilapisi sebuah formasi yang dapat mendeteksi penyusup, hal ini membuat para kriminal di sana berdatangan dan langsung menyerang Zhou Yuan.


Zhou Yuan tidak tinggal diam, ketika jarak para kriminal itu sudah beberapa langkah lagi didekatnya ia segera melepaskan aura pembunuhnya yang pekat, membuat mereka kesulitan bernafas serta gerakan mereka terganggu.


Tidak membuang waktu Zhou Yuan segera menebaskan pedangnya ke arah para kriminal itu, satu tebasan satu nyawa melayang. Dalam waktu yang singkat Zhou Yuan sudah menghabisi puluhan dari mereka.


Gerakan pedangnya yang cepat hampir tidak bisa dilihat oleh lawannya saat tiba-tiba mereka sudah tumbang ke tanah. Hal tersebut membuat para kriminal lain ngeri dan ketakutan.


Zhou Yuan baru menghabisi nyawa salah satu kriminal lainnya ketika tiba-tiba ada suara tepuk tangan.


Semua pandangan tertuju ke orang yang bertepuk tangan itu termasuk Zhou Yuan diantaranya, seorang pria yang berjanggut putih melangkah pelan mendekati pertarungan Zhou Yuan.


"Kupikir ada siluman yang menuju kesini sebab itu aku tidak langsung datang tetapi aku tidak menduga ada tamu tidak diundang yang datang kesini..."


Pria yang sudah sepuh itu tersenyum lebar, ia tidak tampak ketakutan melihat banyak jasad anggota kriminal di sekitar Zhou Yuan.


Kekuatan pria sepuh itu berada di tingkatan Alam Cahaya dengan 4 meridian yang terbuka, dia adalah Ketua dari salah organisasi kriminal yang ikut bergabung dengan Aliansi Kuil Awan Langit dan kebetulan sedang berada di markas ini.


"Anak muda, kebetulan aku sedikit kesepian menjaga markas ini setelah sekian lama, aku harap kau bisa menghiburku, kau bisa-..."


Sebelum pria sepuh itu menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba sebuah pedang menusuk jantungnya dari belakang. Zhou Yuan sudah berteleportasi dan muncul dibelakang pria sepuh itu, menghabisinya dalam sekali gerakan.


Sebelum Pria sepuh itu menggunakan seluruh kemampuan yang membuatnya terkenal di dunia persilatan, ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya, pria sepuh itu sama sekali tidak menyangka dirinya akan terbunuh sesingkat ini.

__ADS_1


__ADS_2