
Dengan terbang Zhou Yuan bisa mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk pergi ke kediaman keluarganya namun karena jarak klan Chu dan Keluarga Zhou lumayan jauh sehingga untuk ke sana ia tetap membutuhkan waktu sampai berhari-hari.
Selama dua hari meninggalkan klan Chu, Zhou Yuan terus terbang tanpa henti. Zhou Yuan terkesan terburu-buru karena khawatir ada sesuatu yang buruk menimpa keluarga atau orang terdekatnya.
Disituasi dunia persilatan yang semakin memburuk tidak menutup kemungkinan hal yang tak terduga bisa terjadi. Zhou Yuan ingin segera sampai namun tenaga dalamnya yang mulai menipis mau tidak mau ia harus mendarat dan mengisi tenaga dalamnya kembali.
"Kurasa ini tempat yang bagus untuk berisitirahat..." Zhou Yuan menemukan sebuah aliran sungai di dekat wilayah pegunungan.
Air sungai itu tampak jernih dan segar, Zhou Yuan kemudian mendarat di sana sebelum mencuci wajahnya dengan air sungai tersebut.
"Ah, ini lebih menyegarkan dari yang aku duga." Zhou Yuan menyeka bibirnya, selain membasuh wajah ia juga meminum air sungai itu yang terasa dingin di tenggorokan.
Zhou Yuan lalu mengambil tempat yang nyaman dipinggir sungai itu sebelum duduk bersila dan mengisi tenaga dalamnya kembali.
Untuk mempercepat pemulihannya ia menggunakan permata siluman yang didapatkan dari siluman laba-laba di Makam Kuno.
Permata itu cukup besar dan bisa meningkatkan kapasitas lingkaran tenaga dalam Zhou Yuan sampai enam ribu lingkaran jika menyerap permata siluman itu seluruhnya.
Zhou Yuan mulai menyerap permata siluman tersebut tetapi baru beberapa menit ia melakukannya, Zhou Yuan tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang disekitarnya.
Zhou Yuan melihat sekeliling sungai tetapi tidak ada seseorang yang terlihat di sana sementara hawa keberadaan orang itu terasa tak jauh dari letak Zhou Yuan duduk. Hal ini membuat kewaspadaan pemuda iyu meningkat diikuti ia mengeluarkan pedang kusanagi dari cincin ruang.
Kehadiran seseorang itu semakin terasa jelas hingga sebuah kabut merah tiba-tiba terbentuk di hadapan Zhou Yuan.
Zhou Yuan kaget lalu segera melompat mundur cukup jauh, kabut merah itu semakin tebal dan ukurannya kian membesar. Zhou Yuan yang awalnya terkejut kini menyadari bahwa kabut merah itu adalah sebuah kabut yang membentuk portal.
Zhou Yuan jadi teringat bahwa Yun Feiyu pernah mengatakan bahwa cucunya, Yun Bailian akan pergi ke dunianya tidak lama lagi. Zhou Yuan menebak bahwa portal itu adalah kemunculan Bailian tetapi dugaannya ternyata salah.
Sesudah portal itu membesar sampai seukuran orang dewasa, keluarlah seorang gadis yang memiliki rambut berwarna pink. Parasnya manis dengan kecantikan bak seorang bidadari yang turun dari langit, gadis itu adalah orang yang Zhou Yuan kenal, Jiang Yifei.
Sebelum Zhou Yuan mengucapkan sepatah katapun, Jiang Yifei segera datang dan langsung memeluknya.
__ADS_1
Zhou Yuan terkejut dengan aksi gadis itu apalagi pelukan Yifei tampak begitu erat.
"Yuan gege, aku merindukanmu..." Suara Yifei terdengar saat gadis itu membenamkan wajahnya di dada Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum canggung sebelum mengelus pucuk kepala gadis itu, "Aku tidak menduga kau datang secepat ini, dimana yang lainnya?"
"Kak Linxia dan Kak Rou masih dalam pelatihan Bibi Feiyu, aku diperbolehkan pulang karena kata Bibi aku telah menyelesaikan latihannya..." Jelas Yifei singkat.
Jiang Yifei, Linxia, dan Xiao Rou memang dilatih oleh Yun Feiyu namun cara pelatihan ketiganya berbeda-beda.
Misalnya Yifei, karena dia mempunyai kemampuan tinggi soal perubahan jenis api maka Feiyu mengajarkan tentang teknik api pada gadis itu begitu juga berlaku pada Linxia dan Xiao Rou yang diajarkan ilmu pedang.
Yifei juga mengatakan Bailian yang seharusnya kesini terlebih dahulu tidak bisa datang lebih cepat karena Yun Feiyu memberikan latihan tambahan padanya.
Zhou Yuan mengangguk pelan dan sedikit mengerti situasinya, ia bisa melihat kekuatan Yifei sekarang telah meningkat menjadi pendekar Alam Cahaya dengan 3 meridian yang terbuka.
Peningkatan ini terbilang cepat apalagi Yifei dan Zhou Yuan memiliki usia yang sama hanya beberapa bulan lebih tua darinya.
"Tentu saja, apa kau ingin melihat kekuatanku yang sekarang, kita bisa berlatih tanding."
Zhou Yuan tertawa kecil sebelum mencolek hidung gadis itu, "Aku baru saja istirahat, tenaga dalamku hampir tidak tersisa sesudah terbang begitu lama."
"Kalau begitu kau harus istirahat..." Yifei mengingatkan.
Zhou Yuan tersenyum canggung, "Sulit bagiku untuk istirahat jika kau memelukku terus seperti ini."
Zhou Yuan masih dipeluk gadis itu ketika keduanya sedang berbicara, Yifei yang memiliki tinggi badan lebih pendek dari Zhou Yuan harus menengadahkan kepalanya ketika berbicara.
Yifei tertawa kecil, alih-alih mengikuti perkataan Zhou Yuan gadis itu justru memeluknya lebih erat.
Zhou Yuan tersenyum dan membiarkan gadis itu memeluknya lebih lama, memang diantara tiga gadisnya, selain yang paling jutek Jiang Yifei adalah gadis yang paling manja.
__ADS_1
Zhou Yuan mengelus rambut Yifei dengan lembut, setelah beberapa menit akhirnya gadis itu melepaskannya kembali.
"Kau hendak menuju kemana?" Sesudah memeluk, Yifei menyadari lokasinya sekarang berada di sisi sungai.
Zhou Yuan menjawab bahwa dirinya sedang pulang ke ke kediamannya yaitu Keluarga Zhou.
Yifei memangut-mangutkan kemudian meminta Zhou Yuan untuk berisitirahat kembali. "Kau pulihkan saja tenaga dalammu, selama menunggu aku akan membuat masakan yang enak untukmu..."
Zhou Yuan menaikan alisnya, sejak kapan gadis itu bisa memasak, tetapi Zhou Yuan tidak berkomentar lebih jauh melainkan langsung melanjutkan mengisi tenaga dalamnya.
Zhou Yuan sempat melihat Yifei menciptakan api dengan jurusnya tanpa harus mengumpulkan ranting, api itu tidak merah ataupun berwarna biru melainkan api yang berwana putih.
Zhou Yuan mengetahui api putih adalah tingkatan selanjutnya dari teknik api biru milik Keluarga Jiang. Zhou Yuan sedikit terkejut karena ia sendiri belum bisa menguasai sepenuhnya seperti yang Yifei lakukan.
Andai Jiang Qisha mengetahui putrinya sudah menguasai api putih diusia belasan tahun, Kaisar Bulan itu mungkin akan muntah darah dan terkejut setengah mati.
Zhou Yuan kembali memejamkan mata dan mulai berkosentrasi menyerap permata siluman di tangannya, setelah satu jam dia kembali diganggu Yifei karena masakan gadis itu sudah matang.
"Cobalah, ini masakanku dan mungkin kau akan menyukainya." Yifei memberikan hidangan piring yang diatasnya ada makanan daging.
Zhou Yuan meneguk ludah serta menjilat bibirnya ketika mencium aroma daging tersebut, dirinya yang awalnya tidak lapar mendadak perutnya berbunyi ketika melihat masakan Yifei yang tampak begitu lezat.
Jiang Yifei tersenyum senang melihat reaksi Zhou Yuan, ia kemudian menyuruh kekasihnya itu untuk mencobanya.
Tanpa pikir panjang Zhou Yuan mengambil salah satu potongan daging itu dengan sumpitnya, wajahnya yang bahagia seketika berubah sesudah daging itu menyentuh lidahnya, dahi Zhou Yuan berkerut cukup banyak saat merasakan rasa asin yang demikian hebatnya.
"Bagaimana, enak bukan?" Yifei bertanya dengan tidak sabaran, menunggu penilaian Zhou Yuan.
Zhou Yuan menelan daging itu dengan susah payah untuk sampai ke tenggorokannya, "Ini sangat enak..." Sambil tersenyum dengan lembut.
Zhou Yuan berusaha mempertahankan raut wajahnya agar tetap tersenyum, melihat Yifei yang begitu semangat memasak untuknya tidak mungkin bagi dia berkomentar yang sejujurnya yang mungkin dapat melukai perasaan gadis itu.
__ADS_1