
Zhou Yuan berjalan pulang setelah mendapatkan Pedang Ingrid, karena di sana tidak ada lagi yang berharga selain pedang tersebut.
Sejak awal, makam itu memang dibuat untuk menyimpan Pedang Ingrid dan bukan tempat dimana harta karun terkubur.
Awalnya Zhou Yuan berpikir bahwa pedang itu merupakan salah satu pedang elemen dunia yang diceritakan Jian Chen waktu lalu namun ternyata dugaannya salah. Pedang Ingrid tidak memiliki ciri demikian.
Zhou Yuan menyimpan Pedang Ingrid di pinggangnya, saat berjalan kembali dari makam ia kini ditemani gadis yang muncul dari pedang itu, ia duduk di pundak Zhou Yuan.
Gadis kecil itu terus berbicara sepanjang perjalanan, mulutnya tidak berhenti bercerita tentang siapa dirinya. Darinya Zhou Yuan akhirnya mengetahui siapa nama gadis itu, dia bernama Ingrid, roh dari Pedang Ingrid.
Sekilas gadis bernama Ingrid ini memiliki tampilan anak perempuan berusia 4-5 tahunan, wajahnya manis, berambut perak. Suaranya cempreng dan itu terdengar imut, setiap kali dia berbicara, Zhou Yuan selalu berusaha menahan tawanya.
"Kau tau, aku adalah salah satu dari tiga senjata legendaris yang ada di duniaku tinggal. Banyak orang yang ingin merebutkanku untuk menjadikan sebagai pemiliknya, tapi aku bukanlah pedang biasa, aku hidup, hanya pemilikku sebelumnya yang bisa menggunakanku." Kata gadis itu di sela ia bercerita.
"Senjata legendaris? Aku tidak pernah mendengarnya."
"Tentu saja kau tidak akan tahu karena duniamu ini terlalu kecil dan terpencil." Ingrid mendekatkan jari telunjuk dan ibu jarinya sedekat mungkin.
Zhou Yuan tersenyum tipis, ia bingung harus membalasnya seperti apa tapi dirinya sadar gadis itu bukan berasal di dunia ini.
Zhou Yuan tidak lagi terkejut mendengar kabar itu apalagi setelah ia bertemu dengan Yun Feiyu di dunia lain, menunjukkan bahwa alam semesta itu begitu luas.
"Jika kau mau tahu, kekuatanku sama kuatnya dengan Palu Mjolnir dan Kapak Leviathan yang melegenda. Apakah kau pernah mendengarnya, dua pusaka itu sering-sering disebut sebagai senjata yang bisa menghancurkan dunia." Ingrid menggosok hidungnya dengan bangga.
Zhou Yuan menggaruk kepala, ia tidak yakin harus mempercayai perkataan gadis itu, perkataannya terlalu dilebih-lebihkan bahkan terkesan membual. Zhou Yuan akui pedang Ingrid yang dibawanya merupakan pedang berkualitas pusaka tingkat tinggi namun dibandingkan pedang Kusanagi, ia masih jauh lebih lemah.
Pedang itu mungkin memang sangat tajam tapi untuk menghancurkan dunia, orang bodoh sekalipun akan mengetahui kenyataannya.
"Aku tau kau tidak percaya, tapi kau harus ingat bahwa kekuatanku sekarang tergantung pada kekuatan siapa yang menjadi pemiliknya." Ingrid mendengus kesal.
"Jika aku memiliki kekuatanku seperti dulu, aku bisa membelah gunung hanya sekali ayunan." Ingrid melipat tangannya dada, "Dalam artian lain, kau terlalu lemah saat ini untuk menjadi pemilikku."
"Kau menyesal aku mengambilmu?" Tanya Zhou Yuan. "Aku tidak keberatan untuk mengembalikanmu ke atas batu itu lagi."
"Tidak, hei apa maksudmu, aku tidak pernah bilang menyesal, aku hanya bilang kau terlalu lemah." Ingrid buru-buru menganulir perkataannya. "Dan jangan berpikir aku dikembalikan ke sana lagi, aku sudah muak terkurung disini terlalu lama."
__ADS_1
Zhou Yuan tertawa kecil melihat wajah Ingrid yang panik, dia terlihat menggemaskan.
Setelah berjalan sekian lama, akhirnya Zhou Yuan sampai di pintu luar makam, mendapati Han Xiang dan beberapa orang lainnya masih menunggunya diluar makam.
"Tuan Pendekar, akhirnya anda kembali." Han Xiang menghembuskan nafas lega setelah melihat Zhou Yuan keluar. "Setelah mendengar ada raungan keras di dalam, kupikir anda tidak akan selamat."
Zhou Yuan tersenyum tipis, "Tadi memang ada beberapa kendala, alasan aku lama di sana karena makam itu terlalu dalam untuk ditelusuri."
Han Xiang mengangguk, setidaknya Zhou Yuan tidak kenapa-kenapa saat balik kesini.
"Ah, sudah lama sekali aku tidak melihat langit..." Ingrid menghirup oksigen dalam-dalam lalu menghembuskan secara perlahan. "Ini baru namanya hidup."
Zhou Yuan mendengar perkataan gadis itu, ia sebenarnya sedikit kebingungan karena Han Xiang dan lainnya seperti tidak melihat Ingrid yang sedang ada di pundaknya.
"Hanya kau yang bisa melihatku, mereka tidak bisa melihat wujud astralku seperti ini." Seperti bisa membaca pikiran Zhou Yuan, Ingrid menjelaskannya kemudian.
Zhou Yuan mengangguk, teringat bahwa ia tak dapat melihat gadis itu ketika dirinya tidak bersentuhan dengan pedang Ingrid.
Han Xiang berniat membawa Zhou Yuan kembali ke rumahnya saat tiba-tiba ada salah satu warga yang datang pada Han Xiang dengan terburu-buru.
"Apa?! Bagaimana bisa rombongan serigala menemukan pemukiman kita?!" Han Xiang terkejut setelah mendengar laporan itu. "Bukankah aku sudah melarang kalian untuk tidak keluar selama beberapa waktu."
"Ketua, rombongan serigala itu datang karena mencium aroma jasad para penyamun di luar benteng, aroma darah membuat mereka menemukan kita."
Jasad para penyamun yang dibantai Zhou Yuan sebelumnya memang di biarkan begitu saja, namun tidak menduga akan memancing hewan buas di sekitarnya.
Sebenarnya bukan masalah jika itu rombongan serigala biasa, para warga di pemukiman ini bisa mengusirnya namun akan berbeda cerita jika mereka sudah berevolusi menjadi siluman.
Pemukiman ini awalnya terlindungi dari serangan binatang buas karena tersembunyi oleh daun dan semak-semak, namun karena penyerangan penyamun kemarin membuat lokasi pemukiman mereka jadi terbuka sehingga terlihat oleh siluman yang ada di hutan ini.
Apalagi karena banyak mayat penyamun yang dihabisi Zhou Yuan, bau amis darah membuat para hewan buas berdatangan kesini.
Zhou Yuan merasa tidak bisa tinggal diam saja jadi dia ikut bersama Han Xiang ke benteng pemukiman.
Di sana sudah banyak warga lain yang sudah bersiaga untuk melawan segerombolan serigala itu.
__ADS_1
Rombongan serigala itu berusaha masuk ke dalam benteng yang membatasi pemukiman, Zhou Yuan melompat dan berdiri di atas benteng kayu untuk melihat serigala-serigala tersebut.
"Mereka benar-benar sudah menjadi siluman, akan berbahaya bagi pemukiman ini jika saja aku kemarin langsung pergi."
Di luar benteng Zhou Yuan melihat sekitar 40 serigala yang sudah menjadi siluman dengan usia mereka sekitar 20-50 tahun. Mereka menyamai kekuatan pendekar puncak Alam Perak.
Menurutnya, kekuatan pemukiman ini tidak bisa mengalahkan rombongan serigala itu.
Ketika Zhou Yuan ingin turun dan menghabisi serigala-serigala itu dengan tangannya tiba-tiba Ingrid di sampingnya mencegahnya.
"Hei, biar aku yang melawan mereka." Ucap gadis itu.
Gerakan Zhou Yuan terhenti, mengangkat alisnya. "Kau? Bagaimana cara kau melakukanya?"
"Kau lihat saja, sudah lama aku tidak menggerakkan tubuhku... Ini waktunya menunjukkan kekuatanku padamu."
Sebelum Zhou Yuan menanggapinya, gadis itu sudah kembali ke dalam pedangnya, tidak berangsur lama pedang Ingrid terlepas dari sarungnya dan mulai melayang di udara.
Zhou Yuan tidak terkejut tetapi yang warga lainnya sangat kaget melihat pemandangan tersebut, apalagi tiba-tiba pedang itu bergerak secara sendirinya, melesat cepat ke salah satu serigala.
Siluman serigala yang diincar Pedang Ingrid tidak tahu apa yang terjadi saat tiba-tiba pandanganya menjadi gelap dan tidak lagi bernafas. Pedang itu menembus tubuhnya dan membunuhnya dalam sekali serangan.
Belum serigala pertama terkapar ke tanah Pedang Ingrid sudah melayang lagi dan mengincar serigala yang lain.
Kecepatan Pedang Ingrid bukan sesuatu yang bisa dilihat oleh serigala-serigala itu, kulit mereka yang keras seolah tidak berarti oleh tajamnya pedang Ingrid yang bisa membunuh mereka dalam sekali serangan.
Dalam waktu yang singkat sudah ada belasan serigala yang tewas di tempat dengan luka jantung yang tertembus.
Semua warga di pemukiman itu terkejut bahkan ketakutan melihat aksi pedang yang bisa melayang dan seperti memiliki pikirannya sendiri. Pedang itu terlihat hidup.
Dalam waktu kurang dari satu menit akhirnya rombongan serigala itu tewas tak berdaya sesudah pedang Ingrid melubangi jantung mereka satu persatu.
Pedang Ingrid kemudian kembali melayang ke arah Zhou Yuan sesudah semua serigala mati, tidak ada noda darah dari pedang itu yang menunjukkan begitu tajamnya Pedang Ingrid.
"Kau lihat, itu belum seberapa dari kekuatanku yang sebenarnya." Gadis itu muncul lagi dan mendengus dengan bangga ke arah Zhou Yuan.
__ADS_1
Zhou Yuan tersenyum tipis, ia melihat jasad siluman serigala itu hampir semuanya mati dalam sekali serangan. Zhou Yuan harus akui Pedang Ingrid sangatlah tajam terutama tusukannya.