
Teknik pedang Zhou Yuan dengan cepat melukai lawannya, membantunya mendominasi pertarungan melawan ketujuh kriminal Alam Cahaya itu.
Teknik Pedang Suara merupakan teknik pedang yang meminimalkan suara dalam setiap gerakan maupun ayunan pedangnya sehingga tidak terdengar apapun ketika Zhou Yuan menggunakan teknik tersebut.
Hal ini berdampak pada pertarungan karena keheningan yang terasa ganjil, saat mendapati indra pendengaran lawannya tidak sesuai dengan fungsi seharusnya membuat tujuh kriminal Alam Cahaya itu kehilangan konsentrasi.
Pedang Zhou Yuan dengan cepat mulai melukai tubuh mereka walaupun hanya goresan kecil.
Walau hanya goresan, hal ini akan berdampak besar pada pertarungan sehingga membuat tujuh kriminal Alam Cahaya itu semakin tersudutkan.
"Kemampuan apa yang dia miliki, teknik pedangnya begitu berbahaya!"
"Jangan remehkan dia, gunakan kekuatan penuh kalian atau semuanya akan terlambat!"
Diskusi terjadi diantara tujuh kriminal itu dan mereka sepakat Zhou Yuan harus dihabisi sekarang juga atau akan membahayakan pasukan kriminal yang lain.
Mereka awalnya tidak menggunakan kekuatan penuh karena yakin Zhou Yuan tidak akan sanggup melawan tujuh pendekar Alam Cahaya sekaligus, setelah melihat kemampuannya, mereka mulai berpikir ulang.
Tujuh kriminal Alam Cahaya itu mulai mengeluarkan senjata simpanan atau jurus rahasia yang mereka miliki, berbeda dengan sebelumnya, kali ini ketujuhnya akan bertarung dengan serius.
Zhou Yuan bisa merasakan perbedaan signifikan ketika lawannya bertarung dengan kekuatan penuh, mereka menyerang Zhou Yuan dari segala sisi dan tidak membiarkan pemuda itu mengambil nafas.
Pertarungan keduanya semakin sengit membuat pasukan kriminal di sekitarnya memilih mundur lebih jauh.
Ketujuh kriminal Alam Cahaya mengerutkan dahi setelah bertukar serangan puluhan jurus, meski mereka telah bertarung dengan sungguh-sungguh namun situasinya tidak banyak berubah dengan Zhou Yuan yang masih mendominasi pertarungan.
"Kalian tidak berpikir aku telah mengeluarkan kekuatan penuhku bukan?!" Zhou Yuan tertawa kecil, seperti mengerti ke arah mana pikiran lawannya.
Zhou Yuan kemudian mengalirkan tenaga dalam yang besar pada pusakanya sebelum melepaskan gelombang pedang yang dahsyat.
Empat kriminal Alam Cahaya yang ada di depan Zhou Yuan melotot, tidak bisa menghindar mereka segera mengangkat senjata untuk menahan gelombang pedang itu namun keempatnya tidak menduga, tubuh mereka terdorong hingga belasan meter menahan serangan tersebut.
__ADS_1
"Hati-hati! Dia belum mengerahkan kekuatannya!"
Merasakan kekuatan yang dilepaskan Zhou Yuan sebelumnya, salah satu dari mereka berseru pada tiga rekannya yang kini masih didekat Zhou Yuan.
Tanpa peringatan sekalipun ketiga kriminal itu langsung menjaga jarak namun sebelum mereka melakukannya, Zhou Yuan sudah mendekat dan melancarkan jurus pedang lainnya.
"Teknik Pedang Elemen — Gelombang Ombak!"
Zhou Yuan mengayunkan pedangnya dengan kuat ke arah mereka, dalam sekali tebasan itu ia menghabisi tiga kriminal tersebut. Tenaga dalam yang dialirkan ke pedangnya sangat besar sehingga memotong tubuh ketiga kriminal itu menjadi dua.
"Ah, kurasa aku terlalu berlebihan mengalirkan tenaga dalamku..." Zhou Yuan tersenyum tipis, melihat ketiga jasad kriminal Alam Cahaya itu yang kini sudah terbaring di tanah.
Berbeda dengan reaksi Zhou Yuan yang masih terlihat santai bahkan sedikit tersenyum, reaksi empat kriminal Alam Cahaya yang tersisa justru menjadi pucat bahkan menahan nafasnya karena begitu terkejut.
Pendekar ditingkatan Alam Cahaya umumnya memiliki ketahanan fisik yang sangat kuat dan sulit ditembus oleh sembarang senjata tetapi Zhou Yuan bahkan dengan mudah memotong tubuh lawannya seperti tahu.
Zhou Yuan membersihkan darah yang menempel di pedangnya sebelum melirik empat kriminal itu. "Tiga selesai tinggal empat lagi, berarti tinggal kalian yang tersisa..."
Tatapan Zhou Yuan membuat wajah keempat kriminal itu semakin pucat bahkan gemetar, sudah sejak lama mereka tidak merasakan ketakutan sehebat ini saat menjadi pendekar Alam Cahaya.
Zhou Yuan mengerutkan dahi lalu melompat mundur untuk menghindari serangan dadakan tersebut, gelombang api itu meledak menjadi ledakan api saat menyentuh tanah.
Zhou Yuan kemudian melihat seseorang yang menyerangnya, dia adalah seorang pria paruh baya yang kini sedang memegang pedang api di salah satu tangannya.
Pedang yang dipegang pria paruh baya itu diselimuti api yang menyala, yang menjadi perhatian Zhou Yuan adalah kekuatan pria itu yang berada di Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka.
"Aku merasa aneh saat melihat pasukanku jadi berantakan, ternyata ada seseorang yang menyusup ke barisan tengah. Jika aku tidak melihat kemampuanmu, mungkin aku akan menganggap kau sedang melakukan bunuh diri." Pria paruh baya itu berkata sambil melangkah pelan mendekati Zhou Yuan.
Zhou Yuan tersenyum tipis tetapi tidak menjawabnya, ia memilih melihat situasinya lebih jauh.
"Kalian pergi dan tangani pedang yang melayang itu, masalah pria bertopeng ini biar aku yang urus." Titah pria paruh baya itu pada empat kriminal Alam Cahaya sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa dijawab keempatnya segera mengangguk dan buru-buru pergi ke arah pedang Ingrid yang masih memburu pasukan organisasi dengan buas. Yang dipikirkan keempat kriminal Alam Cahaya itu sekarang adalah mereka ingin pergi secepatnya sebelum Zhou Yuan bergerak dan menghabisi mereka.
"Kekuatanmu tinggi tapi aku belum pernah melihat dan mendengarmu? Apa kau adalah jagoan yang bersembunyi di dunia persilatan?" Tanya Zhou Yuan memiringkan kepala, kebingungan.
"Di tempatku tinggal aku sering disebut Iblis pedang, kau boleh menyebutkan namaku demikian."
"Jadi begitu, tidak hanya Kuil Awan Langit telah melebarkan sayapnya ke empat kekaisaran tetapi mereka juga telah berhasil merekrut pendekar tingkat tinggi di bawah kekuasaan mereka..."
Menurut Zhou Yuan mustahil Kuil Awan Langit menyatakan perang secara terbuka seperti ini kecuali mereka sudah memiliki kekuatan yang besar.
Zhou Yuan menghela nafas, meski ia sudah berpikiran ke sana tetapi mendapati kenyataan langsung di depan matanya ia tetap kecewa.
Pedang Iblis adalah kriminal yang berada di Kekaisaran Bumi, ia cukup terkenal di sana sehingga wajar Zhou Yuan tidak mengetahui identitas pria paruh baya itu.
"Aku sebenarnya ingin main-main denganmu tetapi melihat situasinya saat ini jadi aku akan bertarung serius sejak awal." Pedang Iblis segera maju dan menyerang Zhou Yuan, pedangnya diselimuti api merah yang membara.
Zhou Yuan tidak tinggal diam, ia mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum ikut bergerak maju, dirinya sadar pertarungan kali ini lebih merepotkan dari sebelumnya.
Zhou Yuan dan Pedang Iblis bertukar serangan yang menunjukkan kekuatan mereka yang berimbang namun mereka yang ahli dalam ilmu pedang akan menemukan Zhou Yuan lebih mendominasi pertarungan.
"Tidak buruk, kemampuan pedangmu jelas di atasku tapi seberapa lama kau akan bertahan." Pedang Iblis tersenyum lebar, meski ia sedikit disudutkan tetapi dirinya masih tenang. Pedang Iblis mengalirkan tenaga dalam membuat api yang menyemuti pusakanya semakin panas.
Zhou Yuan tidak menjawab dan terus memainkan pedangnya lebih cepat lagi, keduanya bertarung hingga puluhan jurus sebelum Pedang Iblis tiba-tiba melompat dan mengambil jarak.
"Kau mungkin merasa hebat tetapi lihatlah pakaianmu?" Pedang Iblis tersenyum penuh arti.
Zhou Yuan mengerutkan dahi lalu melihat pusakanya, menemukan sedikit bagian di mata pedangnya telah meleleh.
"Jadi begitu, aku bertanya-tanya kenapa kau merasa masih percaya diri ternyata kau sudah membuat rencana untuk merusak pedangku?"
Pedang Iblis tersenyum lebar. "Pendekar pedang tanpa pedang seperti harimau tanpa taring, tidak peduli sehebat apa kau bermain pedang, tidak gunanya jika kau tidak memilikinya."
__ADS_1
Zhou Yuan tertawa lantang yang membuat senyuman Pedang Iblis memudar, dia kemudian menghunuskan pedangnya ke arah pria paruh baya tersebut. "Kau bukan satu-satunya yang bisa menguasai perubahan jenis api, aku bisa melakukannya lebih baik..."
Setelah Zhou Yuan berkata demikian pedangnya tiba-tiba diselimuti api biru yang membara, suhunya dua kali lipat lebih panas dibandingkan api yang ada di pusaka Pedang Iblis.