
"Ini akan menjadi pertemuan para pendekar terbesar yang aku lihat selama hidupku..." Zhou Yuan kembali ke dalam kamarnya sesudah menyaksikan rombongan Chu Guyu datang ke istana.
Sudah ada tiga pendekar tingkat tinggi yang berhasil Jiang Qisha kumpulkan, melihat mereka mau menghadiri pertemuan ini menunjukkan bahwa kasus pil hitam benar-benar di anggap serius oleh pemerintahan.
Zhou Yuan menghela nafas, ia merasa masa depan di era sekarang tidak akan berbeda jauh dengan di kehidupan pertamanya, diliputi banyak kekacauan dan kejahatan.
Hanya soal waktu dua kubu antara pihak pemerintahan dan para organisasi kriminal mencapai puncak konflik yaitu sebuah peperangan.
Tidak menutup kemungkinan kejadian peperangan besar saat buah surgawi muncul terulang kembali.
'Tidak ada gunanya memikirkan masa depan, yang harus aku lakukan sekarang hanyalah terus berlatih agar menjadi lebih kuat...' Zhou Yuan menggelengkan kepala sambil menghela nafas panjang, mengingat masa depan memang selalu membuat seseorang mengkhawatirkan yang tidak perlu.
Zhou Yuan membuka Kitab Raja Langitnya yang ia bawa diperjalanan ini, sesudah merasa telah menguasai teknik Sisik Naga Emas Zhou Yuan berpikir untuk belajar teknik yang lain lagi di kitab tersebut.
Dihalaman berikutnya Zhou Yuan menemukan sebuah teknik yang menarik perhatiannya yaitu sebuh jurus yang bernama Teknik Naga Cahaya.
Jurus ini merupakan sebuah teknik yang dapat memanipulasi cahaya disekelilingnya hingga menjadi hilang. Lebih jelasnya teknik tersebut dapat menyerap cahaya disekitarnya dan membuatnya jadi gelap gulita.
"Teknik ini menarik, sangat berguna dalam pertarungan untuk memperkecil jarak pandangan lawan..." Untuk kesekian kalinya Zhou Yuan berdecak kagum pada kitab tersebut.
Bukan hanya dapat menyerap cahaya disekitarnya saja tetapi teknik tersebut dapat mengambil cahaya di retina mata lawannya sehingga dia akan menjadi buta selama beberapa waktu.
Tanpa menunggu lagi Zhou Yuan langsung berlatih Teknik Naga Cahaya mengikuti sesuai petunjuk yang dituliskan kitab itu.
Membutuhkan waktu 3 jam untuk Zhou Yuan berlatih dan bisa menggunakannya, dia menyerap seluruh cahaya di kamarnya selama 2 detik hingga menjadi gelap gulita.
"Ini..." Zhou Yuan terkejut saat mengetahui kekuatan Teknik Naga Cahaya secara langsung.
Awalnya Zhou Yuan berpikir teknik ini memiliki imbas yang sama pada penggunanya yaitu sama-sama tidak bisa melihat apapun di dalam kegelapan tetapi Zhou Yuan menemukan hal yang diluar dugaannya.
__ADS_1
Biarpun Zhou Yuan telah menghilangkan seluruh cahaya di kamarnya, sebagai pengguna teknik tersebut nyatanya ia tetap bisa melihat dengan jelas dalam kegelapan bahkan indra penglihatannya jadi lebih menajam.
Zhou Yuan jadi semangat dan antusias, ia kembali berlatih teknik itu lebih dalam lagi agar bisa memaksimalkan kekuatannya. Setelah hampir dua hari berlalu, ia dapat menguasai teknik itu ketingkat tertentu.
Zhou Yuan menemukan semakin lama ia memperdalam jurus yang bernama Teknik Naga Cahaya itu maka semakin luas jangkauan cahaya yang ia serap dan juga semakin lama penggunaannya.
Meski belum menguasainya sepenuhnya, Zhou Yuan dapat menyerap cahaya disekelilingnya sejarak 10 meter selama 8 detik.
Dia bisa mendengar dayang yang menjaga pintunya sempat panik ketika penglihatan mereka tiba-tiba gelap. Untungnya saat itu hari sedang malam jadi mereka tidak terlalu menaruh curiga lebih dalam atas fenomena aneh tersebut.
Zhou Yuan bangkit dari duduk silanya sesudah di kamar sejak lama, ia sebenarnya ingin berlatih lebih lama lagi tetapi merasa tidak enak ketika terus di kamar selama dua hari ini.
Disisi lain Zhou Yuan tidak menemukan Jiang Yifei mengetuk kamarnya, biasanya gadis itu selalu datang setiap hari untuk meminta bertanding dengannya.
Zhou Yuan berpikir gadis itu masih malu bertemu dengannya setelah kejadian tidur dipundaknya beberapa hari lalu. Baru Zhou Yuan memikirkan itu, pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Ah ,baru aku memikirkannya gadis itu sudah muncul..." Zhou Yuan tertawa kecil lalu berjalan mendekati pintu.
Zhou Yuan tidak mungkin tidak mengenalnya walaupun tidak bertemu selama beberapa tahun. Orang tersebut adalah Xiao Fan, sosok pendekar yang dijuluki sebagai pendekar pedang merah.
"Senior Xiao!" Zhou Yuan terkejut sebelum buru-buru memberikan hormatnya.
"Anak ini..."
Xiao Fan melirik tubuh Zhou Yuan dari bawah sampai atas, tidak percaya anak kecil yang ditemuinya selama beberapa tahun lalu telah berubah menjadi pemuda yang gagah serta tampan.
"Yuan'er, kau ternyata telah banyak berubah sekarang..." Xiao Fan tersenyum tipis.
Zhou Yuan menggaruk pipinya dengan canggung, tidak bisa berkomentar apapun mengenai itu, "Senior Xiao, apakah ada sesuatu yang membuat Senior kesini?"
__ADS_1
Pertanyaan Zhou Yuan membuat kakek berambut merah itu tersadar. Xiao Fan batuk pelan sebelum mengatakan bahwa ia ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Zhou Yuan.
"Kudengar dari Bing kau akan diutus kesini jadi sebab itu aku pergi meninggalkan klan untuk menemuimu..." Xiao Fan menyipitkan matanya diam-diam, mencoba meraba kekuatan pemuda itu namun ia tidak bisa melihat tingkatan kekuatan Zhou Yuan.
"Jadi apa yang ingin Senior bicarakan denganku?"
"Pertama-tama kita harus cari tempat dulu." Xiao Fan melirik ke dua kasim yang menjaga pintu kamar Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengangguk, lalu keduanya pergi ke taman istana sementara para kasim menjaga jarak dari mereka. Setelah sampai, Xiao Fan langsung membicarakan pada inti percakapannya.
"Yuan'er, kudengar dari Rou'er kau adalah orang yang mengguruinya belajar Teknik Pedang Air?"
Zhou Yuan terkejut, ia tidak menduga Xiao Fan akan membicarakan hal itu ditambah ia tidak menyangka Xiao Rou akan menceritakan rahasianya pada Kakeknya.
"Senior Xiao, itu..." Zhou Yuan kesulitan menjawabnya.
Xiao Fan menghela nafas saat ekspresi Zhou Yuan yang menjawab segalanya. Tidak ia duga pernyataan cucunya ternyata memang benar.
"Kau tidak perlu panik, aku tidak marah kau mempelajari teknik pedang dari Klan Xiao, sejak awal teknik itu memang dibuka secara umum karena sudah sangat sedikit yang menguasainya." Xiao Fan menggaruk kepalanya. "Walaupun harus kuakui, aku tidak menduga kau dapat bisa melakukannya dan menguasainya di usia semuda itu."
Zhou Yuan tidak tahu saat Xiao Rou kembali ke klannya, gadis itu membuat Xiao Fan terkejut karena perkembangan ilmu pedang Xiao Rou yang meningkat pesat.
Meski Xiao Rou dianggap telah memahami Teknik Pedang Air namun Xiao Fan mengetahui sampai batas mana kemampuan cucunya dalam bermain pedang.
Menurutnya, perkembangan Xiao Rou terlalu diluar nalar jika hanya berlatih sendiri sehingga Xiao Fan menaruh curiga ada seseorang yang telah mengajarinya diam-diam.
Awalnya Xiao Rou enggan memberitahu hal itu pada Xiao Fan namun setelah dibujuk sekian lama akhirnya gadis itu mengaku bahwa Zhou Yuan lah yang mengajarkan ilmu pedang padanya.
"Jadi kau memang yang mengajari Rou'er, Yuan'er?"
__ADS_1
Zhou Yuan mengangguk, ia tidak bisa membela atau berbohong karena semua bukti sudah terlihat jelas.
Diluar dugaan, Xiao Fan tidak bertanya mengenai bagaimana Zhou Yuan bisa belajar Teknik Pedang Air. Xiao Fan justru mengajak bertanding dengannya.