
Zhou Yuan memberi tanda agar Yifei berisitirahat dan membiarkan belasan pendekar Alam Kristal itu menjadi lawannya. Selepas demikian, ia maju dan melawan mereka.
Dengan permainan pedangnya yang lincah, Zhou Yuan dengan cepat membuat belasan pendekar Alam Kristal itu terpojok, dalam waktu yang relatif singkat ia sudah melukai mereka dengan luka yang serius.
Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalamnya pada pedang kusanagi, membuat ketajaman pedangnya meningkat beberapa kali lipat.
Tidak membutuhkan waktu lama hingga salah satu dari mereka akhirnya terbunuh, pedang kusanagi yang tajam bukan sesuatu yang bisa ditahan oleh pusaka mereka sehingga dengan mudah pedang Zhou Yuan menghabisi salah satunya.
Mengikuti yang pertama, pendekar Alam Kristal yang lain ikut menyusul dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Para pendekar Alam Kristal yang tersisa kini amat menyesal karena tidak kabur saat memiliki kesempatan, melihat rekan mereka terbunuh satu persatu membuat yang lain sadar hanya soal waktu giliran mereka akan ikutan terbunuh.
Mereka ingin menyerah dan berlutut di tanah tetapi urung melihat Zhou Yuan memancarkan nafsu membunuh yang kuat dalam setiap serangannya.
Membutuhkan waktu tiga menit untuk Zhou Yuan menghabisi belasan pendekar Alam Kristal itu, mereka mencoba melakukan perlawanan sampai akhir namun sia-sia dengan kekuatan Zhou Yuan yang sekarang.
"Kau hebat Yuan Gege..." Yifei tersenyum ceria menyaksikan kemenangan Zhou Yuan.
Zhou Yuan membalasnya dengan senyuman hangat sambil mengayunkan pedangnya untuk membersihkan dari darah yang menempel.
"Apa kau terluka?" Tanya Zhou Yuan.
"Tidak, aku baik-baik saja, hanya tenaga dalamku yang terkuras."
Zhou Yuan tersenyum dan mengelus kepala gadis itu lembut.
"Yuan Gege, apa kau telah mengalahkan yang lain, dimana Buah Surgawi itu?"
"Aku telah memastikan mereka terkubur disini, dan untuk Buah Surgawi, dia ada di dalam cincin ruangku."
Yifei mengangguk pelan lalu pandangannya tertuju ke arah bangunan Keluarga Mu yang masih terbakar.
Mengikuti arah pandangan gadisnya Zhou Yuan langsung tersenyum tipis, ia sadar telah membakar kediaman Keluarga Mu menjadi lautan api.
__ADS_1
Zhou Yuan tidak punya pilihan, demi memastikan para kriminal itu tidak kabur ia harus melakukan berbagai cara untuk menghabisi mereka.
Bangunan mungkin bisa diperbaiki lagi tetapi tidak jika para kriminal itu berhasil lolos, mereka akan menyebabkan banyak kerusakan andai terus dibiarkan hidup.
Zhou Yuan berjalan beberapa langkah ke depan, ia mengumpulkan tenaga dalam di mulutnya sebelum menyemburkan air yang cukup besar.
Air yang dilepaskan Zhou Yuan sama besarnya dengan api yang ia semburkan sebelumnya, dengan cepat air itu memadamkan kebakaran yang terjadi di kediaman Keluarga Mu, disisi yang sama membuat kediaman itu jadi kebanjiran.
Meski sudah mengalami beberapa kerusakan, kediaman Keluarga Mu masih bisa di perbaiki ulang.
"Jadi, apa selanjutnya rencana kita?" Tanya Yifei.
"Aku ingin mencari Ketua Mu terlebih dahulu, ada yang ingin kutanyakan padanya..." Selepas berkata demikian, Zhou Yuan melayang di udara.
Yifei ikut menyusul dan keduanya terbang cukup tinggi untuk mencari keberadaan Mu Liang dan keluarganya yang mengungsi, dengan melihat di atas langit, tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka menemukan apa yang dicari.
***
Mu Liang dengan cepat menyuruh keluarganya untuk bergegas meninggalkan tempat tinggalnya, bersama para pengawal dan pembantunya mereka keluar dari Kediaman Mu tepat waktu.
Api itu tampak jelas karena hari sudah gelap, Mu Liang berwajah pucat karena sadar sebab semua ini adalah ulahnya.
Mu Liang baru menyadari kesalahannya karena menyebar luaskan informasi Buah Surgawi ke dunia persilatan dan malah menjualnya, yang kini dianggapnya sebagai tindakan bunuh diri yang tidak hanya dapat membahayakan dirinya tetapi juga keluarganya.
Mungkin karena terlalu fokus ingin menjual Buah Surgawi, membuat ia lupa bahwa para kriminal juga ingin mendapatkan buah legendaris tersebut .
Mu Liang hanya bisa bersyukur dengan keberadaan Zhou Yuan, andai pendekar muda itu tidak ada mungkin ia tidak akan sanggup melawan Hantu Pedang dan lainnya.
"Suamiku, sebenarnya apa yang terjadi?" Istri Mu Liang tidak mengetahui apa-apa ketika tiba-tiba suaminya menyuruh dia dan keluarganya pergi keluar tanpa alasan yang jelas.
"Aku telah membuat kesalahan, tapi intinya ini disebabkan para kriminal." Mu Liang menghela nafasnya panjang, tidak membahas lebih jauh.
Mu Liang terus menatap kediamannya yang terbakar, berpikir api akan melahap rumah yang ia sudah tinggali selama puluhan tahun saat tiba-tiba dalam waktu yang singkat, api itu mendadak padam.
__ADS_1
"Hm, apa yang-..." Mu Liang terkejut dengan yang dilihatnya tetapi sebelum bereaksi lebih jauh, suara seseorang yang memanggil namanya terdengar di atasnya.
"Ketua Mu, kupikir anda sudah jauh ternyata kalian masih disekitar sini." Zhou Yuan tersenyum tipis.
Nafas Mu Liang tertahan, terkejut dengan Zhou Yuan dan Yifei yang datang kepadanya sambil melayang di udara.
Keluarga serta pengawal Mu yang lain juga ikutan terkejut, seumur hidup mereka, baru pertama kali melihat seseorang bisa terbang seperti ini.
"P-pendekar, apakah anda baik-baik saja?" Karena terlalu terkejut, Mu Liang berkata dengan gugup.
Zhou Yuan mengangguk. "Kini para kriminal sudah tidak ada, kau bisa kembali membawa keluargamu ke kediamanmu seperti biasa hanya mungkin ada beberapa kerusakan bangunan akibat kebakaran sebelumnya. Ini semua salahku, aku akan menggantikannya..."
Zhou Yuan ingin mengambil kantong uang di balik jubahnya tetapi dengan cepat Mu Liang mencegahnya.
"Tidak perlu Tuan Pendekar, seharusnya aku berterimakasih karena anda telah menyelamatkan keluargaku. Masalah perbaikan ini biarkan aku menanggung semuanya." Mu Liang dengan buru-buru melarang.
Zhou Yuan tidak membahasnya lebih jauh, ia lalu mengatakan niatnya datang kesini, Zhou Yuan ingin melihat pohon Buah Surgawi dan bagaimana cara Mu Liang bisa mendapatkan buah tersebut.
"Hm, sebenarnya buah itu tidak tumbuh di kediamanku tetapi berada di salah satu rumah penduduk kota ini, mereka melaporkan tentang pohon aneh yang berwarna emas kepadaku beberapa minggu yang lalu..." Mu Liang sedikit menjelaskan bagaimana bisa Buah Surgawi itu bisa berada di tangannya.
"Bisakah anda menunjukkan pohon itu ada dimana?"
Mu Liang tidak keberatan dengan hal itu, ia akan mengantar Zhou Yuan dan Yifei ke sana.
Sebelum Mu Liang berangkat, ia menyuruh keluarganya untuk kembali ke kediamannya sementara ia bersama Zhou Yuan dan Yifei akan pergi menuju titik lokasi pohon Buah Surgawi tumbuh.
Membutuhkan waktu satu menit dengan kecepatan mereka untuk ke lokasi yang dimaksud Mu Liang.
"Setelah pohon Buah Surgawi berbuah, pohon ini kehilangan daun dan cahaya warna emasnya. Sepertinya pohon ini akan mati tidak lama lagi..." Mu Liang menjelaskan khawatir Zhou Yuan tidak percaya kalau pohon dihadapannya merupakan pohon Buah Surgawi sebelumnya.
Zhou Yuan melihat pohon itu, memang terlihat seperti pohon biasa yang sudah mati, warna emasnya telah pudar namun Zhou Yuan tetap bisa melihat keganjilan pohon tersebut.
"Ketua Mu tidak perlu khawatir, aku bisa melihat pohon ini memang tidak biasa terutama aura yang dipancarkannya." Zhou Yuan mengangguk pelan.
__ADS_1
Mu Liang bernafas lega, ia kemudian menjelaskan tentang keanehan pohon Buah Surgawi, selain tampilannya yang berwarna emas bercahaya sebelum berbuah, ia memiliki masa pertumbuhan yang cepat dibandingkan pohon biasa, setidaknya membutuhkan lima minggu agar ia bisa berbuah.