Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 168 — Tongkat Emas


__ADS_3

"Saudara Yuan?!"


Linxia, Yifei dan Xiao Rou terkejut dengan kedatangan Zhou Yuan yang tiba-tiba namun disisi lain mereka juga merasa senang karena Zhou Yuan telah membantunya.


Zhou Yuan kemudian meletakkan tangan pada bahu Xiao Rou sebelum mengalirkan tenaga dalam padanya, Zhou Yuan berusaha untuk menghentikan pendarahan pada bahu gadis itu yang mengalami luka cukup dalam.


Tidak ada lagi manusia binatang disekitarnya yang ingin menyerang Zhou Yuan lagi setelah melihat kemampuannya kecuali satu orang.


Saat Zhou Yuan masih menyembuhkan luka Xiao Rou, tiba-tiba seseorang datang dan melangkah pelan ke arahnya.


Zhou Yuan dengan cepat menyadari karena orang itu tidak menyembunyikan aura kekuatannya yang besar. Saat Zhou Yuan menoleh ia menemukan seorang manusia binatang berjenis manusia kera menghampirinya.


Manusia kera itu membawa sebuah tongkat berwarna emas di tangannya yang merupakan pusaka kelas awan.


Zhou Yuan menggenggam pedangnya lebih erat saat menyadari manusia kera itu adalah seorang pendekar yang telah mencapai tingkatan alam cahaya.


"Anak muda, aku tidak bisa membiarkan kau membunuh ras kami sesukamu?!" Manusia kera itu menatap Zhou Yuan dengan dingin. "Kau mempunyai kekuatan yang tinggi di usiamu yang muda, apa ini pengaruh karena kau terlahir dengan tubuh Yin?"


Zhou Yuan tidak menjawab, ia maju beberapa langkah dan siap untuk bertarung.


"Kalian bertiga mundur, dia bukan tandingan kalian..." Zhou Yuan memerintahkan pada tiga gadisnya agar mengambil jarak.


Dengan kekuatannya sekarang bahkan jika menggunakan ilmu totokan terlarang, Zhou Yuan tidak akan bisa menang melawan pendekar yang berada di tingkatan alam cahaya.


Zhou Yuan akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk melawan manusia kera tersebut.


Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi, dia menjadi orang pertama yang menyerang dan mengayunkan pedangnya.


Manusia kera itu segera menghindarinya dengan mudah, Zhou Yuan tidak ambil hati, dia terus mengayunkan pedangnya lebih cepat lagi.


"Kau mempunyai teknik pedang yang lumayan tapi ini belum cukup untuk menyentuhku." Manusia kera itu tersenyum sinis.


Zhou Yuan tidak menjawab, dia terus memfokuskan perhatiannya pada serangan-serangan berikutnya.


Senyum manusia kera segera memudar menyadari ayunan pedang Zhou Yuan terus meningkat seiring waktu.


Awalnya dia bisa melihat kecepatan pedang Zhou Yuan namun sekarang ia mulai kesulitan untuk menghindar. Manusia kera itu tidak punya pilihan lain jadi dia menggunakan tongkatnya untuk menangkis ayunan pedang tersebut.

__ADS_1


"Teknik Pedang Elemen — Seni Aliran Air!"


Zhou Yuan mengubah pola serangannya dari ayunan menjadi sebuah tusukan pedang. Dengan teknik yang sama, ia memberikan sepuluh tusukan pedang yang begitu cepat.


Manusia kera itu terkejut dengan perubahan serangan yang tiba-tiba, ia menggunakan seluruh kemampuan tongkatnya untuk menangkis tusukan pedang Zhou Yuan.


Sebuah luka gores akhirnya terukir di pipi manusia kera tersebut usai pedang Zhou Yuan berhasil melukainya, meski bukan luka yang serius namun itu cukup membuat manusia kera itu jadi murka.


"Dasar kurang ajar!" Teriak manusia kera itu sambil melepaskan gelombang kuat ke sekitanya.


Zhou Yuan terdorong beberapa langkah akibat menahan gelombang itu namun ia segera cepat mengambil keseimbangan dan kuda-kudanya.


"Kau! Akan aku cincang menjadi seribu bagian!" Manusia kera itu murka, dia melompat ke arah Zhou Yuan dan mengayunkan tongkatnya dengan kekuatan penuh.


Zhou Yuan menelan ludah dan mengalirkan tenaga dalam cukup banyak pada pedang kusanagi untuk menahan serangan itu.


Ketika tongkat dan pedang beradu, sebuah gelombang kejut tercipta dan menyebar ke sekelilingnya. Tubuh Zhou Yuan kembali terdorong lagi akibat benturan senjata keduanya, tangan yang memegang pedangnya kini terasa kebas karena menahan beban dari ayunan tongkat tersebut.


Manusia kera itu segera menyerang Zhou Yuan lagi tanpa ingin memberikan jeda, Zhou Yuan mengigit bibirnya sebelum menyambut serangan lawannya.


Keduanya saling bertukar jurus yang menunjukkan pertarungan sangat berat sebelah.


Beberapa pukulan tongkat akhirnya tidak tepat Zhou Yuan tahan sehingga mengenai dirinya, pemuda itu mundur beberapa langkah dan darah segar mengalir di sudut bibirnya.


Manusia kera itu sendiri tidak langsung menyerang Zhou Yuan, sebab perhatiannya saat ini tertuju pada tongkatnya yang sekarang sudah dipenuhi oleh goresan emas.


"Anak ini?!"


Mata manusia kera itu memerah dan memandang Zhou Yuan dengan penuh kebencian, ia tidak menduga tongkat kebanggaannya akan mengalami rusak berat setelah bertukar serangan dengan pedang pemuda itu.


Manusia kera itu jelas tidak menyangka tongkatnya bisa rusak demikian mudahnya padahal pusaka kelas satu saja tidak bisa memberikan goresan pada senjatanya.


Tongkat manusia kera itu adalah pusaka kelas awan, membutuhkan biaya besar untuk setiap perawatan.


Semakin tinggi kualitas pusaka maka semakin besar biaya perbaikannya serta waktu yang dibutuhkan untuk di perbaiki semakin lama jadi tidak mengherankan manusia kera itu memandang Zhou Yuan dengan nafsu membunuh yang kuat.


Manusia kera tiba-tiba mengayunkan tongkatnya, menebas udara kosong, sebuah pisau angin terlepas dari ayunan tongkat tersebut dan mengarah pada Zhou Yuan.

__ADS_1


"Sial!"


Zhou Yuan sudah tidak memiliki tenaga untuk mengangkat pedangnya karena tangannya masih terasa sakit akibat serangan tongkat sebelumnya.


Saat Zhou Yuan berpikir dirinya akan mati karena pisau angin tersebut, Xiong Bian muncul di hadapannya dan segera cepat menahan pisau angin itu dengan pusakanya.


"Kau sepertinya membutuhkan bantuan anak muda?!" Xiong Bian tersenyum lebar pada Zhou Yuan.


Zhou Yuan mengangguk lalu bangkit dan berdiri. "Terimakasih Senior karena menyelematkanku."


Xiong Bian mengangguk lalu ia menoleh pada manusia kera itu, "Bukankah seharusnya kau mencari lawan yang sepadan?"


"Apa menurutmu aku harus mempertimbangkan hal seperti itu, dalam peperangan segala sesuatu bisa dilakukan agar bisa mencapai kemenangan." Manusia kera itu mendengus pelan.


Xiong Bian tersenyum tipis sebelum kembali menoleh ke arah Zhou Yuan. "Anak muda, aku yakin kau akan menjadi juara di turnamen ini jadi aku akan berikan ini padamu."


Xiong Bian melemparkan sesuatu yang dibungkus kain pada Zhou Yuan yang segera ditangkap pemuda itu dengan mudah.


Ketika Zhou Yuan membukanya, ia menemukan dibalik bungkusan kain tersebut ada Anggrek Matahari di dalamnya.


"Senior, bukankah ini...."


"Kau adalah peserta yang pantas untuk jadi juara jadi tidak perlu memikirkannya lebih jauh, sekarang aku ingin kau pergi dari sini dan bawa tiga gadis itu." Titah Xiong Bian.


Xiong Bian tidak mengetahui batas kekuatan pasukan lawan namun ia memikirkan kondisi terburuknya. Xiong Bian mempunyai asumsi penyerang ini akan berlangsung lama dan belum tentu pihaknya yang akan menang.


Zhou Yuan ingin mengatakan sesuatu namun jadi urung, perkataan Xiong Bian memang ada benarnya. Dia bisa melihat pasukan manusia binatang masih terus berdatangan.


"Baik Senior, kalau begitu aku pamit terlebih dahulu..."


Tanpa banyak bicara lagi Zhou Yuan kemudian berbalik dan mengajak tiga gadisnya untuk pergi, mereka tidak bisa di area turnamen ini lebih lama karena situasi pertarungan semakin sengit.


Walupun akademi adalah tempat belajar namun kekuatan mereka juga sangat diperhitungkan, kekuatan akademi hampir menyamai kekuatan dari Keluarga Kekaisaran.


"Kau berharap anak laki-laki itu keluar dengan selamat, kau seharusnya jangan berharap itu terjadi..." Manusia kera itu tersenyum mengejek. "Dia adalah salah satu incaran kami di penyerangan ini, hidup atau mati dia akan ditangkap."


"Aku tidak peduli sejauh mana kekuatan kalian namun aku yakin pemuda itu bisa selamat di penyerangan ini. Dari pada memikirkan itu bukankah lebih baik kita memulainya sekarang?" Xiong Bian menghunuskan pedangnya.

__ADS_1


"Baiklah, kau yang memulai ini..."


Manusia kera itu mendengus sebelum kemudian berlari ke arah Xiong Bian, di waktu yang sama Xiong Bian juga mulai bergerak dan mengayunkan pedangnya. Keduanya saling bertarung dan bertukar jurus.


__ADS_2