
Xi Jinxue merasakan tubuhnya terasa hangat, ketika dirinya membuka mata ia mendapati ada api unggun yang berada tak jauh darinya.
Waktu sudah malam saat Xi Jinxue menatap langit, saat ini ia sedang berbaring di tanah dengan bagian kepala di tahan oleh buntalan kain yang empuk.
"Kau sudah sadar Nona Xi?"
Xi Jinxue menoleh pada sumber suara, mendapati ada seseorang yang duduk di dekat api unggun tersebut, ia tidak bisa melihat wajahnya terlalu jelas karena pandangannya masih agak kabur namun yang pasti orang itu sedang membakar daging rusa yang ditaruh di atas perapian.
Xi Jinxue bangkit perlahan meski tubuhnya masih terasa lemas, pandangannya melihat ke sekitar sesaat sebelum jatuh ke orang itu kembali.
"Apa aku masih hidup?" Tanya Xi Jinxue.
"Tentu saja, Nona Xi hanya pingsan karena terlalu kelelahan. Sebaiknya anda berisitirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenagamu."
Pandangan kabur Xi Jinxue perlahan membaik sebelum akhirnya ia bisa melihat jelas wajah orang itu. Jantung Xi Jinxue berdetak lebih cepat saat menyadari orang tersebut adalah seseorang yang dikenalnya.
"Kau-! Bukankah kau?!" Ekspresi Xi Jinxue segera berubah menjadi keterkejutan. "Bagaimana bisa kau masih hidup?"
Zhou Yuan menaikan alis, "Nona Xi apa maksudmu, tentu saja aku masih hidup."
"Tidak mungkin, seharusnya Saudara Yuan sudah meninggal di Gunung Akademi tiga tahun yang lalu! Apa ini berarti aku sekarang sudah meninggal dan bertemu dengan arwahmu?"
Zhou Yuan menggaruk hidungnya yang tidak gatal sambil tersenyum canggung. "Nona Xi, sebaiknya anda tenangkan dirimu terlebih dahulu, kau masih butuh istirahat..."
Xi Jinxue mengatur nafasnya sejenak sambil mencerna situasi yang sedang terjadi, ketika gadis itu sudah tenang dia kemudian bertanya lagi pada Zhou Yuan.
"Apa anda benar Saudara Yuan dari Keluarga Zhou?" Tanya gadis itu dengan ragu.
Zhou Yuan tersenyum lembut. "Tentu saja, kita pernah bertemu sebelumnya di perjalanan menuju ibukota dan juga saat di kompetisi mencari anggrek bulan."
__ADS_1
Xi Jinxue terdiam sejenak sebelum mengangguk, kini ia percaya seseorang di depannya adalah Zhou Yuan yang dia kenal.
"Saudara Yuan, bukankah anda sudah tewas di penyerangan akademi yang lalu? Kenapa anda masih hidup dan juga ada disekitar sini?"
Zhou Yuan menggaruk pipinya, "Penjelasannya cukup panjang dan mungkin kau tidak akan mempercayainya, daripada itu bagaimana Nona Xi menebak bahwa aku sudah mati?"
Zhou Yuan yakin saat ia bertarung dengan Xie Bui di tebing gunung, tidak ada siapapun di sana kecuali tiga gadisnya dan pasukan ras manusia binatang.
Xi Jinxue kemudian menjelaskan kalau dirinya mendengar Zhou Yuan, Xiao Rou, Yifei, dan Linxia, telah hilang usai penyerangan ras manusia binatang tersebut.
Mereka sempat dicari oleh pihak akademi selama 4 bulan setidaknya untuk menemukan jasadnya namun pencarian itu selalu tidak membuahkan hasil, setahun kemudian pihak akademi menyatakan kalau Zhou Yuan dan tiga gadisnya dinyatakan meninggal meski mereka tidak menemukan jasadnya.
"Sebelum anda dikatakan telah meninggal, banyak peserta turnamen atau murid akademi yang bersaksi telah ditolong olehmu. Anda telah berperan besar karena menarik perhatian ratusan manusia binatang sehingga mereka tidak menyerang murid dan peserta yang lain, orang-orang menganggap bahwa anda adalah pahlawan besar di penyerangan itu..."
Alasan tersebut lah yang membuat pihak akademi menyimpulkan kalau Zhou Yuan memang sudah meninggal karena secara akal sehat tidak mungkin bagi Zhou Yuan bisa menghadapi ratusan lawannya sekaligus.
'Menghilang tiga tahun tentu saja orang akan berpikir hal serupa apalagi dalam pertempuran...' Zhou Yuan menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas cukup panjang.
Zhou Yuan kemudian menatap Xi Jinxue kembali, ia lebih tertarik perihal yang lain. "Nona Xi, apa yang membuat anda di kejar oleh sekelompok orang tadi, sepertinya mereka tidak berniat baik padamu?"
"Ah, itu..." Xi Jinxue mengigit bibirnya. "Mereka adalah kelompok kriminal yang sedang mengejarku."
Xi Jinxue kemudian menceritakan singkat masalahnya, kelompok yang mengejarnya tadi merupakan organisasi kriminal bernama Kalajengking Merah. Organisasi itu cukup tersohor serta lumayan terkenal apalagi mereka juga telah gabung bersama organisasi Kuil Awan langit.
Organisasi Kalajengking Merah menginginkan sebuah benda yang di bawa oleh Xi Jinxue, benda tersebut adalah benda yang ditugaskan ayahnya agar ia membawanya ke suatu tempat.
"Mereka mengincar ini, Saudara Yuan, sebuah giok pelacak." Xi Jinxue memperlihatkan batu giok emas pada Zhou Yuan.
Zhou Yuan mengerutkan dahi, batu giok itu seperti benda yang dibawa Jian Chen sebelumnya hanya warnanya saja yang membedakan.
__ADS_1
Tanpa ditanya, Xi Jinxue kemudian menjelaskan tentang batuk giok tersebut pada Zhou Yuan yaitu sebuah batu giok yang bisa mendeteksi keberadaan Buah Surgawi.
"Saudara Yuan mungkin sudah melihat fenomena bulan merah beberapa minggu yang lalu, fenomena itu menandakan Buah Surgawi akan muncul di dunia persilatan dan batu giok ini bisa mencari dimana buah itu akan tumbuh..."
Buah Surgawi memang akan tumbuh di Kekaisaran Bulan namun lokasi mereka tumbuh akan muncul ditempat secara acak.
Batu giok yang ada di tangan Xi Jinxue merupakan benda peninggalan dari Keluarga Xi, ayahnya menyuruhnya untuk membawa ke tempat yang lebih aman.
Zhou Yuan sedikit terkejut karena baru mengetahui ada benda seperti itu di dunia persilatan.
"Bukankah lebih aman batu giok itu berada di Keluarga Xi, kenapa harus dibawa pergi?" Tanya Zhou Yuan sedikit kebingungan.
"Saudara Yuan, keluarga kami sudah tidak bisa melakukannya lagi..." Mendadak suara Xi Jinxue bergetar. "Keluarga Xi sudah tidak ada lagi sekarang, keluarga kami telah dihancurkan..."
Zhou Yuan terkejut, ia ingin mendengarkan penjelasan itu lebih lanjut namun Xi Jinxue tidak bisa lagi menahan kesedihan sehingga ia mulai menangis.
Zhou Yuan merasa iba pada gadis itu namun ia tidak berbuat banyak, ia menunggu sampai Xi Jinxue menenangkan perasaannya kembali.
***
Keluarga Xi yang merupakan keluarga bangsawan terkuat kedua di Kekaisaran Bulan dan kini telah dihancurkan oleh aliansi yang dibentuk Kuil Awan Langit, alasan mereka menyerang Keluarga Bangsawan tersebut berkaitan dengan batu giok yang saat ini di pegang oleh Xi Jinxue.
Organisasi Kuil Awan Langit menginginkan batu giok untuk mencari keberadaan buah surgawi yang tidak lama lagi akan muncul, mereka membutuhkannya untuk memperkuat aliansi mereka.
Sebenarnya Keluarga Xi sudah berusaha menyembunyikan rahasia batu giok pelacak itu dari siapapun namun sepertinya diantara keluarga mereka ada seorang penghianat yang membocorkan rahasianya.
Informasi tersebut terdengar oleh Organisasi Kuil Awan Langit, dalam waktu tiga hari mereka segera membuat pasukan besar untuk menghancurkan Keluarga Bangsawan Xi.
Xi Jinxue tanpa ragu menceritakan itu semua pada Zhou Yuan, membuat laki-laki itu terdiam seribu bahasa serta emosi di dalam dirinya bergejolak.
__ADS_1