
Zhou Yuan terpana serta memandang Linxia penuh ketakjuban, ia bisa merasakan andai daya kejut itu mempunyai daya lebih kuat lagi mungkin beberapa tulangnya sudah ada yang patah sekarang.
Zhou Yuan segera mengumpulkan tenaga dalam di mulutnya sebelum merubahnya menjadi energi. "Elemental Api — Hembusan Bola Api!"
Dari mulutnya Zhou Yuan menciptakan bola api yang cukup besar dan menembak ke arah Linxia.
"Elemental Suara — Tepukan Gelombang Udara!"
Linxia mengalirkan tenaga dalam pada kedua tangannya lalu membuat tepukan keras ke arah depan, sebuah bola udara seketika tercipta dan menembak ke bola api Zhou Yuan.
Kedua serangan beradu, menciptakan ledakan yang menggema ke sekitarnya. Bola api Zhou Yuan segera padam ketika bersentuhan dengan gelombang udara Linxia.
Para penonton sampai terpana menyaksikannya terutama kemampuan Linxia, tidak ada dari mereka yang berpikir Linxia dapat menciptakan bola udara dengan sebuah tepukan tangan.
Ketika semua orang berpikir Linxia akan berhenti di sana, gadis itu kemudian bergerak mendekati Zhou Yuan sambil melepaskan gelombang-gelombang suara.
"Elemental Suara — Nada-Nada Suara!"
Linxia mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum mengayunkan dan menciptakan gelombang-gelombang pedang.
Menghadapi hal tersebut Zhou Yuan menangkis setiap gelombang yang ada, dia menyadari gelombang nada Linxia tidak berbeda kuatnya dengan pisau angin.
Linxia terus melepaskan serangan jarak jauh sambil memperpendek jarak antara keduanya. Ketika jaraknya tinggal beberapa langkah lagi Linxia merubah serangannya menjadi teknik pedang.
"Teknik Pedang Suara — Irama Nada Senja!"
Ayunan pedang Linxia kemudian bergerak sangat cepat, setiap ayunannya dialiri tenaga dalam yang besar, dalam waktu singkat puluhan tebasan segera mengarah pada Zhou Yuan namun pemuda itu juga tidak tinggal diam.
"Teknik Pedang Elemen — Irama Nada Senja!"
Zhou Yuan menggunakan teknik yang sama dan menaikan irama ayunan pedangnya tak kalah cepat dengan Linxia.
Zhou Yuan dan Linxia kemudian beradu puluhan jurus, ayunan pedang keduanya yang begitu cepat sampai sulit dilihat oleh mata para penonton.
Hanya pendekar tingkat tinggi saja yang bisa melihat serangan Zhou Yuan dan Linxia bahkan Liu Yuwen pun tak bisa membaca gerakan pedang keduanya dengan sempurna.
"Sial-! Gadis ini ternyata menyembunyikan kemampuannya!" Liu Yuwen mengepalkan tangannya keras serta merapatkan gigi, tidak bisa menyembunyikan kekesalan di hatinya.
__ADS_1
Yuwen sudah sejak dulu mendekati Linxia di akademi karena ingin mengetahui sekaligus mempelajari teknik pedang gadis itu, setelah melihatnya sekarang, ia yakin kemampuan pedang Linxia sama kuatnya seperti dirinya.
Disisi lain Liu Yuwen juga terkejut dengan pemuda yang dilawan Linxia, dia tidak menduga ada sosok yang sama berbakatnya seperti dirinya.
Zhou Yuan dan Linxia terus bertukar serangan dengan sengit, keduanya tampak berimbang namun jika seorang ahli pedang bisa melihatnya dengan jelas, mereka akan menemukan Zhou Yuan lebih mendominasi pertarungan.
Zhou Yuan terus melepaskan serangan, setiap ayunan pedangnya akan jauh lebih cepat dibanding ayunan sebelumnya.
Linxia yang sudah pada batas kecepatannya akhirnya tidak bisa mengimbangi kecepatan pedang Zhou Yuan.
Disalah satu ayunannya Zhou Yuan menggunakan kekuatan penuh fisiknya sehingga Linxia tidak bisa menahannya dengan sempurna, pedang yang digenggam erat oleh gadis itu segera terlepas dan terjatuh di lantai.
Linxia tersenyum tipis, tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak awal kemampuan pedang tunangannya itu memang lebih tinggi di atasnya.
"Saudara Yuan, kau selalu membuatku terkesan..." Linxia memberikan hormatnya.
Zhou Yuan tersenyum lembut, menyarungkan pedangnya kembali. Ia kemudian menghampiri gadis itu lalu mengelus pipinya pelan.
"Kau sudah bekerja keras, aku tak bisa melawanmu jika kau berlatih lebih giat dari ini..."
Linxia tersipu malu dengan perlakuan Zhou Yuan, pipi gadis itu mendadak bersemu kemerahan.
"Tidak mungkin, aku menolak percaya dengan yang kulihat sekarang!"
Para murid akademi terkejut dengan tindakan Zhou Yuan dan Linxia, tidak perlu penjelasan panjang untuk mengetahui ada hubungan istimewa antara keduanya.
Murid akademi sangat mengenal Linxia, gadis itu terkenal tidak hanya memiliki kecantikan yang luar biasa melainkan sikap dinginnya pada siapapun sehingga diberi julukan ratu es di akademi.
Tidak mereka duga, Linxia ternyata sudah mempunyai perasaan pada seseorang hingga gadis itu bisa tersipu malu seperti ini.
"E'hem, maaf mengganggu waktu kalian tetapi pertandingan ini masih berlanjut, bisakah kalian melanjutkan hubungan ini dilain hari." Xiong Bian batuk pelan, ia mengerti gejolak remaja antara keduanya tetapi setidaknya mereka harus menunggu setelah pertandingan ini selesai.
Wajah Linxia semakin memerah sementara Zhou Yuan tersenyum canggung.
"Maaf Ketua Xiong, disini aku yang mengaku kalah dari Saudara Yuan..." Karena pedang Linxia sudah terjatuh akibat adu serangan barusan maka secara garis besar gadis itu sudah kalah.
"Baiklah kalau begitu peserta Zhou Yuan lolos masuk ke perempat final."
__ADS_1
Zhou Yuan tersenyum tipis lalu kembali ke kursi duduknya, ia sedikit terkejut ketika menemukan Yifei dan Xiao Rou yang menatap Zhou Yuan dengan kecemburuan.
Zhou Yuan pura-pura tidak melihat mereka, perhatiannya tertuju kembali ke atas panggung arena. Xiong Bian mengumumkan pertandingan selanjutnya.
Kali ini Liu Yuwen akan bertanding dengan seorang peserta yang memakai gada sebagai senjatanya, dia bernama Gong Yun.
Gong Yun memiliki badan yang berotot dengan membawa gada besar yang beratnya mencapai puluhan kilogram. Zhou Yuan bisa melihat penempaan fisik Gong Yun telah mencapai 60% ini menunjukkan pemuda gada itu memiliki teknik perubahan otot yang tinggi.
Liu Yuwen tampak tidak terpengaruh dengan gada besar itu, bahkan ketika pertandingan dimulai ia tidak mencabut pedangnya.
"Kenapa kau tidak mengeluarkan pedangmu, kau berpikir bisa mengalahkanku dengan tangan kosong?!" Gong Yun mendengus kesal.
"Kau belum melihat apa-apa, tinjuku sudah cukup mengalahkanmu..." Yuwen tersenyum tipis lalu memberi instruksi dengan jarinya agar Gong Yun maju.
"Benar-benar bodoh!" Gong Yun segera mengayunkan gadanya dengan kuat.
Yuwen segera menghindari gada itu dengan kelincahannya, gada itu menghantam lantai turnamen dan memberikan kehancuran pada arenanya.
"Kau yakin tidak akan menggunakan pedangmu?" Gong Yun tersenyum sinis saat Yuwen terkejut dengan tenaga yang dilepaskannya.
"Tidak perlu, tangan kosong saja sudah cukup melawaanmu."
"Arogan!" Gong Yun tersulut emosi, dia kembali mengayunkan gadanya kali ini jauh lebih kuat.
Meski gada itu sangat berat namun nyatanya Gong Yun tetap bisa menggerakkannya dengan cepat seperti tidak terbebani.
Yuwen kali ini tidak menghindar, dia mengalirkan tenaga dalam pada tangannya kemudian menahan gada tersebut dengan kedua tangannya.
Tubuh Yuwen tergeser sedikit ketika menahan gada itu tetapi dia baik-baik saja, sebaliknya Gong Yun melihatnya sampai membelalakkan mata tidak percaya.
"Bagaimana bisa!"
Gong Yun kembali mengayunkan gadanya namun semua serangannya dapat mudah di tahan oleh pemuda tersebut. Gong Yun hanya bisa merasakan gada yang diayunkannya dengan kuat itu seperti menabrak benda yang keras.
Semua penonton yang menyaksikan tampak terkejut, dilihat dari luar saja Gong Yun lebih berotot serta memiliki badan besar dibandingkan dengan Yuwen.
Hanya beberapa orang saja yang menyadari situasinya dengan jelas, Zhou Yuan menyipitkan matanya sebelum akhirnya ia memahami keadaan yang terjadi.
__ADS_1
"Jadi begitu, dia menggunakan perubahan jenis logam untuk mengeraskan kulitnya..." Zhou Yuan bisa melihat kini tangan Liu Yuwen telah berubah menjadi hitam seperti logam.