Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 145 — Ilusi Suara


__ADS_3

Lawan Linxia adalah seorang gadis yang memiliki rambut sebahu dan memiliki dua pedang di pinggangnya. Seperti Linxia, gadis itu sangat berbakat dan juga terkenal.


"Lihat, bukankah itu Xie Jin, gadis yang memiliki julukan pedang kematian."


"Tidak mungkin, gadis itu mengikuti turnamen juga kalau begitu dia yang akan menjadi juara turnamen ini!"


"Menurut rumor tidak ada yang pernah bisa menandingi Xie Jin dalam permainan pedangnya, Nona Yue sepertinya akan kalah di turnamen ini."


Zhou Yuan mengerutkan dahi, ia tidak menduga lawan Linxia di babak penyisihan ini langsung menghadapi pendekar yang tak kalah berbakatnya.


Mendengar bagaimana penonton menilai wanita bernama Xie Jin itu secara berlebihan menunjukkan kemampuan gadis itu memang diperhitungkan di turnamen ini.


"Apa Nona Yue akan menang?" Yifei merasa khawatir Linxia akan kalah setelah mendengar cerita dari para penonton.


Zhou Yuan tidak menjawabnya karena ia tidak bisa mengetahui kemampuan lawan sampai mana. Zhou Yuan menoleh ke arena yang kini peluit sudah dibunyikan.


"Kudengar kau memiliki teknik pedang yang unik, aku ingin lihat sampai batas mana kemampuan pedangmu?" Xie Jin mencabut dua pedangnya.


"Tidak ada yang istimewa dalam permainan pedangku, semuanya hanyalah teknik semata." Linxia ikut menarik pedangnya.


"Oh, ini jadi menarik..."


Xie Jin memilih menjadi pihak yang pertama menyerang, dia bergerak cepat dan tiba-tiba muncul di dekat Linxia sambil mengayunkan dua pedangnya.


Linxia dengan tenang menahan ayunan dua pedang tersebut, dalam waktu singkat keduanya mulai bertukar serangan.


Xie Jin memiliki kemampuan teknik pedang yang cepat serta ada dua pedang di tangan sehingga hal itu membuat posisinya diuntungkan berbeda dengan Linxia yang hanya memiliki satu pedang.


Xie Jin terus menyerang Linxia bertubi-tubi, tidak membiarkan gadis itu bernafas walau hanya sesaat.


Walau diposisi bertahan Linxia tidak dalam keadaan terdesak, ia terus menahan setiap serangan gadis lawannya dengan tenang.


"Bukankah posisi Nona Yue akan kalah jika seperti ini terus?" Yifei bertanya pada Zhou Yuan karena pemuda itu sangat memahami ilmu pedang.


"Aku tidak terlalu yakin tapi Xia'er sepertinya sedang merencanakan sesuatu." Zhou Yuan mengamati pertarungan itu lebih jelas.


Pada dasarnya teknik bukan satu-satunya yang diperlukan oleh seorang pendekar untuk memenangkan pertarungan, taktik dan rencana juga tak kalah penting bagi pendekar.


Kemampuan yang tinggi tanpa mempunyai rencana atau taktik dalam suatu pertarungan biasanya akan mudah dijebak oleh lawan jadi Zhou Yuan tidak bisa menebak apakah Linxia memang diposisi kurang menguntungkan atau dia sedang melakukan rencana sesuatu.

__ADS_1


"Apa kau hanya ingin bertahan seperti ini terus, ternyata aku terlalu tinggi memandangmu?" Xie Jin mengalirkan tenaga dalam pada tubuhnya sebelum melakukan jurus dari teknik pedangnya.


"Tarian Badai!"


Pola serangan Xie Jin mendadak berubah menjadi seperti sebuah tarian, Linxia mengerutkan dahi serta menggenggam pedangnya lebih erat setelah menyadari teknik lawannya cukup tinggi.


Dalam waktu satu menit ke depan Linxia menerima puluhan serangan ke arahnya, Linxia bergerak cepat untuk menangkis dan menghindar serangan tersebut namun disisi lain posisinya jadi semakin terpojok.


"Tidak buruk, kau ternyata mempunyai kemampuan yang cukup bisa menahan teknikku." Xie Jin tidak berhenti di sana dia kembali menggunakan serangan berbeda. "Kalau begitu bagaimana jika serangan yang ini..."


Xie Jin kali ini menggunakan perubahan jenis dengan tenaga dalam pada kedua pedangnya, pedang gadis itu seketika terselimuti api yang membara.


Linxia bisa merasakan setiap kali pedangnya berbenturan maka ada percikan api yang mengarah padanya serta serangan Xie Jin semakin kuat.


Keduanya terus bertukar serangan, Linxia harus bergerak mundur setiap kali pedang Xie Jin hampir mengenai tubuhnya.


"Jika kau terus diposisi seperti ini kau bisa jatuh ke luar arena, kau tahu itu lebih memalukan daripada menyerah." Xie Jin tersenyum mengejek.


"Kau sebenarnya tidak mengetahui apa-apa tentangku!" Linxia tersenyum tipis sebelum kemudian mulai menyerang balik, kali ini dia menggunakan teknik pedang yang dimilikinya.


Wajah Xie Jin menekuk ketika serangan-serangan dari Linxia mulai melambatkan serangannya bahkan hingga membuat posisinya dibalik.


"Kau, jangan bilang?!"


Xie Jin akhirnya mulai mengerti sejak awal Linxia bertahan dari serangannya karena sedang mengamati pola permainan pedang lawannya dan gadis itu akhirnya dapat memahami serangannya dengan cepat.


Linxia tersenyum tipis. "Kau ternyata bisa menyadarinya, sayang sekali semuanya sudah terlambat."


Xie Jin merapatkan giginya. "Aku tidak percaya kau bisa membaca seranganku!"


Xie Jin menggunakan semua kemampuan pedang yang dimiliki untuk menekan kembali Linxia.


Linxia menggeleng pelan sebelum mulai mengalirkan tenaga dalamnya, kali ini gadis itu menggunakan Teknik Pedang Suara.


"Ini... Bukankah teknik aneh dari gadis itu?"


"Benar-benar mengagumkan, bahkan aku tidak mendengar suara apapun meski kedua gadis itu bertukar serangan pedang."


"Jika aku tidak menyaksikannya secara langsung mungkin aku tidak akan percaya ada teknik sehebat ini!"

__ADS_1


Para penonton mulai merasa keheranan sekaligus takjub dengan teknik pedang yang Linxia lakukan, mereka sama sekali tidak memahami cara kerja teknik tersebut bahkan empat kaisar yang duduk di kursi khusus juga ikutan terpana melihatnya.


"Bukankah dia berasal dari kekaisaranmu, aku tidak mengetahui ada teknik pedang seperti ini?" Guan Ning, Kaisar Bumi, bertanya ke arah Jiang Long.


"Sebenarnya aku juga terkejut karena baru melihatnya sekarang, namun yang aku tahu gadis itu adalah cucu dari Yue Jian." Jiang Long menjawabnya sambil tersenyum tipis.


"Ah, aku pernah mendengar nama Yue Jian itu, kalau tidak salah dia adalah pendekar pedang nomor 1 di Kekaisaran Bulan bukan..." Guan Ning menggangguk-ngangguk.


"Tidak heran dia menjadi pendekar pedang nomor 1 jika teknik pedangnya ternyata sehebat ini." Qiusui Bao berpendapat sambil berdecak kagum.


Hanya Kaisar Matahari yang tampak diam melihat permainan pedang Linxia, tangannya mengepal keras serta emosinya sedikit bergejolak namun ia segera menahan semua itu.


Hampir tidak berbeda jauh dengan Kaisar Matahari, putranya, Liu Yuwen juga sama bereaksi ketika menyaksikan teknik pedang yang tidak menimbulkan suara tersebut.


Liu Yuwen semakin berambisi ingin mempelajari teknik dari Linxia, ia sepertinya harus melakukan rencananya lebih cepat dari seharusnya.


Di atas arena, karena keheningan yang mengganggu membuat posisi Xie Jin semakin memburuk.


Bukan hanya keheningannya yang menganggu konsentrasinya tetapi permainan pedang Linxia juga lincah dan sulit ditebak, semakin lama keduanya bertukar serangan maka semakin banyak luka gores ditubuhnya.


"Teknik Pedang Suara — Ilusi Nada!"


Linxia mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya sebelum menggunakan jurus dari tekniknya, kali ini ketika pedangnya beradu dengan pedang Xie Jin, suara dengung keras terdengar di telinga Xie Jin.


Xie Jin melompat mundur karena suara dengungan tersebut, ia menutup telinga beberapa saat namun ketika dia memandang kembali ke arah Linxia, Xie Jin menemukan tubuh Linxia sudah menjadi dua.


Xie Jin tidak mengetahui mana diantara yang asli ketika Linxia mulai bergerak ke arahnya dengan bayangannya sekaligus.


Gadis itu menyerang salah satu dari tubuh Linxia namun ternyata itu adalah bayangannya. Xie Jin menerima luka kembali ditubuhnya.


Para penonton mulai menatap heran ke arah Xie Jin karena gadis itu berulang kali mengayunkan ke udara kosong. Xie Jin tampak menyerang sesuatu yang sebenarnya tidak ada.


"Kenapa gadis itu, apa dia kerasukan atau bagaimana?"


"Sepertinya dia mempunyai penyakit yang membuat pandangannya menjadi berhalusinasi."


Zhou Yuan tertawa kecil melihat keheranan para penonton, mungkin hanya Zhou Yuan saja yang saat ini mengetahui situasi Xie Jian yang terkena ilusi dari Linxia.


Salah satu kelebihan ilusi yang melalui perantara suara adalah hanya korban saja yang bisa melihat ilusi tersebut sementara orang lain disekitarnya tidak bisa melihatnya.

__ADS_1


Zhou Yuan bisa melihat kini Xie Jin sedang menghadapi ilusi yang dibuat Linxia, Teknik Pedang Suara mempunyai keunggulan lain selain bisa menyerap suara disekitarnya yaitu ia dapat membuat ilusi dari teknik pedang tersebut.


__ADS_2