
Ketika pasukan dari pemerintahan dan sekte telah bergerak, disisi yang lain pihak Kuil Awan Langit sedang melakukan pertemuan.
Pertemuan itu dihadiri oleh pendekar-pendekar kriminal tingkat tinggi, kebanyakan dari mereka adalah pemimpin organisasi atau buronan yang berbahaya.
Kuil Awan Langit membuat perkemahan besar yang bisa dihuni oleh tujuh ribu pasukan, perkemahan ini dibuat dalam perjalanan mereka ke lokasi perang.
"Apa yang harus kita bicarakan lagi, pasukan kita sudah mau berangkat sekarang..." Salah seorang gadis di pertemuan itu menggerutu, sebab ini diskusi kesekian kalinya mereka di perkemahan ini.
"Saudari Yu, seharusnya kau tidak boleh bersikap seperti itu di depan yang lain, meski dalam pandanganmu rapat ini membosankan tetapi penyampaian informasi dalam perang sangatlah penting!" Jawab pria sepuh yang semenjak tadi terdiam, dia menatap tajam gadis yang menggerutu itu.
"Hmph, dari tadi kau berbicara rapat dan dapat tetapi apa akhirnya, kau hanya diam saja."
"Aku hanya menunggu agar semua orang berkumpul, rapat ini tidak akan dimulai sebelum mereka tiba disini!" Pria sepuh itu memukul meja di depannya dengan keras, tidak menyembunyikan kemarahan di wajahnya.
Pria sepuh itu adalah Huang Zhang sementara sang gadis yang menggerutu bernama Mou Yu, mereka adalah dua dari empat pilar tertinggi di Kuil Awan Langit, atas perintah Guo Zhengxa, mereka di tunjuk untuk memimpin peperangan ini.
Memang di ruangan itu selain Huang Zhang dan Mou Yu, ada beberapa pendekar lain yang mengikuti pertemuan tersebut dan mereka belum berkumpul semua.
Huang Zhang, pendekar pedang yang memiliki satu tangan, merasa dibuat kesal karena harus berpartner dengan gadis penyuka uang ini.
Mou Yu terlihat seperti gadis berusia 20 tahunan, memakai gaun serba hitam yang membuat wajah cantiknya terlihat anggun. Tentu di pandangan Huang Zhang yang sudah berkenalan lama dengan Mou Yu, wajah cantiknya tidak menutupi kalau dia sudah lebih tua dari nenek-nenek manapun.
"Jadi Saudara Zhang informasi apa yang ingin anda sampaikan?" Salah satu Pendekar yang paling akhir tiba bertanya, mencairkan suasana yang terasa canggung akibat perseteruan Huang Zhang dan Mou Yu.
Huang Zhang menghela nafas, mengabaikan Mou Yu yang kini malah menjulurkan lidah kepadanya.
Huang Zhang kemudian menyampaikan informasi yang baru didapatkan beberapa menit yang lalu. Informasi itu mengenai tentang Xiao Fan yang akan ikut terlibat dalam peperangan nanti.
__ADS_1
"Xiao Fan adalah pendekar pedang sepertiku, kekuatannya cukup tinggi sehingga ia termasuk dalam sepuluh jagoan terkuat Kekaisaran Bulan, dia tidak bisa kita remehkan dalam perang..." Jelas Huang Zhang menambahkan.
Orang-orang yang ada di pertemuan itu hampir 80% bukan berasal dari Kekaisaran Bulan, mereka adalah pemimpin organisasi kriminal yang berhasil direkrut Kuil Awan Langit dari kekaisaran lain sehingga wajar jika tidak mengetahui nama besar Xiao Fan.
"Lantas kenapa dia memang ikut, itu tidak mengubah fakta kita akan menang." Mou Yu mencibir.
"Apa kau bisa mengalahkannya?" Huang Zhang menatap dingin Mou Yu.
"Aku memang tidak bisa mengalahkan kakek berambut merah itu tetapi aku yakin dua dari kalian bisa mengalahkannya..." Mou Yu menunjuk beberapa pendekar di pertemuan tersebut. "Seharusnya dua sampai tiga orang bisa membunuh Xiao Fan jika diserang bersamaan."
Huang Zhang berdecak pelan, ia telah melakukan kesalahan dengan membawa gadis itu dalam pertemuan ini. Gadis itu terlalu gampang menilai situasi dan tidak berpikir secara rasional.
Kepercayaan diri ucapan Mou Yu sebenarnya cukup dimaklumi karena di ruangan pertemuan itu, selain Huang Zhang yang telah mencapai kekuatan Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka, ada empat diantara mereka ditingkatan kekuatan yang sama.
Perlu digaris bawahi, seseorang pendekar Alam Cahaya dengan 7 meridian yang terbuka sangat langka di dunia persilatan dan dapat dihitung dengan jari.
"Walaupun peluang kemenangan tinggi kita tetap harus mengurangi jumlah korban di pihak kita. Xiao Fan mungkin tidak berbahaya bagi kita tapi tidak bagi pasukan kita."
Alasan Huang Zhang membuat pertemuan ini yaitu untuk menangani Xiao Fan saat di peperangan nanti, bagaimana pun mereka tidak boleh mengabaikan informasi ini.
Mou Yu mendengus, ia tidak berkomentar lagi dan membiarkan Huang Zhang melakukan rencananya, yang dipikirkan gadis itu sekarang bagaimana ia mendapatkan banyak uang dari perang ini.
"Saudara Zhang, ada yang ingin aku tanyakan mengenai rencana perang terbuka ini. Kekuatan aliansi kita sudah sangat kuat bukan, tapi kenapa kita harus repot-repot berperang melawan pemerintahan, kenapa kita tidak langsung menyerang klan Xiao secara diam-diam untuk mengambil buah surgawi itu?"
"Mengenai ini ada dua alasan, pertama Kuil Awan Langit ingin melihat sejauh mana kekuatan pemerintahan dan sekte sekarang lalu kedua, perang ini juga sebagai pembuktian pada dunia persilatan bahwa aliansi kita sudah semakin kuat."
Usai penyerangan di istana Kekaisaran tiga tahun lalu, Kuil Awan Langit absen dari dunia persilatan sementara waktu karena ingin fokus mengumpulkan banyak kekuatan dengan merekrut berbagai organisasi kriminal di empat kekaisaran pada aliansinya.
__ADS_1
Rencana itu berhasil di realisasikan dan kini Kuil Awan Langit telah berhasil menyatukan 70% organisasi kriminal di Benua Daratan Utara di bawah kaki mereka. Kekuatan ini sudah sangat besar di dunia persilatan.
Alasan Guo Zhengxa tidak langsung menyerang istana kembali karena ia ingin memastikan kekuatan pihak musuhnya terlebih dahulu, dengan perang ini, Kuil Awan Langit akan tahu seberapa hebat kekuatan pemerintahan dan sekte yang beraliansi.
Setelah tidak ada pertanyaan dan pembahasan lagi, Huang Zhang memerintahkan pada seluruh kriminal di kemah ini untuk bersiap bergerak.
Membutuhkan waktu dua jam hingga tenda-tenda di rubuhkan dan pasukan kriminal sudah siap dengan senjata dan pusaka mereka.
Huang Zhang memimpin, memulai pergerakan tujuh ribu kriminal menuju lokasi perang yang sudah dijanjikan. Kekuatan dan pasukan yang besar menunjukkan perang ini akan berakhir panjang.
***
Baik pihak pemerintahan maupun pihak organisasi kriminal tiba di waktu bersamaan di tempat padang rumput yang luas, tempat dimana perang ini di mulai.
Jiang Long menyipitkan mata, melihat dari jauh, menyaksikan barisan pasukan organisasi kriminal yang ternyata lebih banyak dari pasukannya.
"Meski sudah menduganya harus kuakui mereka lebih banyak dari yang aku perkirakan..." Xiao Fan mengelus janggutnya, melihat pasukan musuh yang besar.
Jiang Long tersenyum tipis. "Sepertinya dari segi jumlah, kita kalah, Senior Fan."
Xiao Fan mengangguk, "Sampai kapanpun kita akan kalah dalam soal jumlah, orang-orang kriminal seperti mereka tidak akan pernah habis walau kita menghancurkan organisasi-organisasinya sekalipun."
Meski kekuasaan pemerintahan meliputi berbagai daerah tidak secara otomatis akan ada banyak pendekar baik. Di dunia persilatan, justru pendekar jahat jauh lebih banyak dibandingkan pendekar baik.
"Tidak perlu khawatir Saudara Long, anda seharusnya tahu dalam perang, jumlah tidak selalu menentukan kemenangan." Xiao Fan menepuk pundak Jiang Long pelan.
Jiang Long merasa malu karena Xiao Fan bisa membaca kekhawatirannya, ia seharusnya tidak terlihat pesimis sebagai seseorang yang memimpin pasukan.
__ADS_1
Saat Xiao Fan dan Jiang Long masih berbicara, tanpa mereka ketahui ada seseorang yang turun dari langit dan masuk ke dalam barisan pasukan. Pergerakan orang itu begitu cepat sehingga tidak siapapun yang menyadarinya.