
"Saudara Yuan, aku tidak bisa membiarkan anda menghadapi mereka seorang diri, kami akan berusaha membantumu..." Linxia menjawab, berusaha untuk tersenyum.
"Bukan itu maksudku, apa kalian tidak memahami situasi sekarang?"
Zhou Yuan yakin orang tidak pintar sekalipun akan menyadari situasi dirinya, jika Yifei, Linxia, dan Xiao Rou datang membantunya maka mereka tidak berbeda jauh dengan mengantar nyawa kesini.
"Aku mengerti Guru tapi kami juga tidak peduli, kami akan tetap kesini meski itu harus membahayakan nyawa kami sendiri..." Ucap Xiao Rou dengan sorot matanya dipenuhi dengan tekad yang kuat.
"Kau sudah menyematkanku di istana dan telah mempertaruhkan nyawamu berulang kali, sekarang aku akan membalasnya dengan mempertaruhkan nyawaku juga, kalaupun aku mati disini, setidaknya aku mati dengan pilihanku sendiri..." Balas Yifei.
Untuk pertama kalinya Zhou Yuan merasa tersentuh oleh tekad ketiga gadis itu, ia tidak pernah berpikir ada seseorang yang berani mati untuknya selain orang tuanya.
"Terimakasih, aku senang dengan pilihan kalian. Maaf harus membuat kalian berada di situasi seperti ini." Zhou Yuan tersenyum, berusaha untuk berdiri dengan sisa tenaganya. "Jika kita bisa selamat dari kejadian ini, aku berharap bisa memiliki ikatan yang lebih dekat dengan kalian, setidaknya mempunyai hubungan khusus lebih dari sekedar ikatan rekan ataupun murid dan guru."
Yifei, Linxia, dan Xiao Rou terkejut dengan pernyataan tersebut, wajah mereka seketika memerah serta tersipu malu, ketiganya serempak mengangguk pelan sebagai jawabannya.
Zhou Yuan kemudian maju beberapa langkah ke depan sebelum menotok area jantungnya beberapa kali, tak lama kemudian tubuhnya melepaskan aura kekuatan yang dahsyat yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya, tidak hanya itu, tenaga dalamnya juga telah terisi kembali.
Zhou Yuan menggunakan teknik totokan terlarangnya yang membuat kekuatan dan tenaga dalamnya meningkatkan secara signifikan.
Teknik totokan ini adalah teknik yang sama yang ia gunakan di kompetisi mencari Anggrek Bulan beberapa tahun yang lalu.
"Karena aku akan mati disini jadi aku tidak akan ragu lagi mengarahkan seluruh kekuatan dan teknik-teknik yang kumiliki..." Zhou Yuan berniat bertempur sampai titik penghabisan, dia kemudian tersenyum lebar pada lawan-lawannya. "Akan aku pastikan sebagian dari jumlah kalian akan mati hari ini! Ini adalah balasan karena kalian telah berani menggangguku!"
Tanpa membuang waktu sedetikpun, Zhou Yuan kemudian mengalirkan tenaga dalam pada pedang kusanagi.
"Teknik Pedang Elemen — Kegelapan Penghancur Dunia!"
Zhou Yuan menggunakan salah satu jurus terkuat yang ia miliki yaitu Kegelapan Penghancur Dunia. Dia melepaskan sebuah energi pedang yang sangat dahyat dalam sekali ayunan pedangnya.
__ADS_1
Energi pedang itu berwarna hitam pekat dan lebih gelap dari malam tak berbintang, ia bergerak sangat cepat ke arah pasukan ras manusia binatang yang sampai tidak berkedip ketika energi itu melewati mereka dan membunuhnya.
Dalam sekali serangan tersebut puluhan pasukan manusia binatang gugur seketika, energi pedang itu melewati tubuh mereka satu persatu sampai ke barisan paling belakang.
Mereka yang mengenai energi pedang hitam itu langsung hancur dan berubah menjadi debu.
Tidak hanya pihak ras manusia binatang yang terkejut sampai menahan nafas, bahkan Yifei, Linxia, dan Xiao Rou membuka mulutnya tidak percaya dengan kejadian didepannya. Mereka tidak mengetahui Zhou Yuan ternyata mempunyai serangan yang begitu mengerikan seperti ini.
"Anak ini, dimana dia belajar teknik berbahaya seperti ini!" Xie Bui yang menyaksikan semuanya sampai menelan ludahnya.
Xie Bui sendiri tidak yakin bisa menahan energi pedang hitam tersebut sepenuhnya, kalaupun berhasil, tongkat yang dipegangnya kemungkinan akan mengalami kerusakan yang serius.
Pandangan Xie Bui pada Zhou Yuan berubah, saat ia menoleh ke arah Zhou Yuan lagi ia menemukan pemuda itu sudah beberapa langkah lagi didekatnya.
Xie Bui terkejut dengan kecepatan Zhou Yuan, padahal sebelumnya ia yakin pemuda itu sudah kelelahan dan mengalami cedera.
Zhou Yuan mengayunkan pedang kusanagi dengan kuat, Xie Bui segera mengangkat tongkat dan menahannya.
"Bocah Yin ini, bukan hanya ia tidak kelelahan setelah bertempur cukup lama tetapi kekuatannya malah jauh meningkat lebih kuat dari sebelumnya?!"
Ayunan pedang Zhou Yuan berhasil membuat pusaka tongkat emas Xie Bui mengalami goresan yang cukup parah lagi.
Zhou Yuan tidak berhenti sampai di sana, dia kembali mengayunkan pusakanya dan menggunakan teknik pedang yang ia miliki. Gerakan pedang Zhou Yuan bergerak lebih cepat dan memiliki gerakan variasi yang rumit.
Serangan Zhou Yuan pada Xie Bui dilakukan secara bertubi-tubi tanpa memiliki jeda sedikitpun, ia tidak membiarkan Xie Bui menyerang balik atau menggunakan teknik tongkatnya.
Di saat Zhou Yuan bertukar serangan dengan Xie Bui. Yifei, Linxia, dan Xiao Rou juga tidak berdiam diri, mereka ikut bergerak menyerang pasukan manusia gunung disekitarnya.
Yifei menggunakan teknik api biru untuk menghadapi lawannya, ia menembakkan bola-bola api dari jarak jauh sementara Linxia dan Xiao Rou menggunakan seni permainan pedangnya dalam menghadapi musuh-musuhnya.
__ADS_1
Ketiganya secara serempak bekerjasama dan saling mengkoordinasikan satu sama lain, tidak hanya menyerang, mereka juga saling melindungi.
Di saat yang sama, Zhou Yuan terus menyerang Xie Bui tanpa henti, dia tentu menyadari tidak akan bisa mengalahkan manusia kera itu meski sudah menggunakan teknik totokan terlarangnya namun Zhou Yuan mempunyai tujuan yang lain.
Setiap tebasan pedang yang dilepaskan Zhou Yuan memiliki daya serangan yamg kuat, dalam beberapa puluh kali pusakanya beradu tongkat emas Xie Bui sudah mengalami kerusakan berat setiap detiknya.
"Bocah ini..."
Xie Bui merapatkan giginya penuh amarah, ia sudah berusaha untuk mengambil jarak dengan Zhou Yuan namun lelaki itu selalu menempel padanya.
Ia mengkhawatirkan kondisi tongkat emasnya yang semakin rusak, Xie Bui tidak mengerti bagaimana bocah didepannya memiliki teknik pedang setinggi ini.
Xie Bui sudah hidup sangat lama di dunia persilatan dan telah melewati banyak pertarungan tetapi sekarang baru pertama kalinya ia melawan seorang pendekar yang memiliki kemampuan pedang setinggi Zhou Yuan.
Xie Bui menyadari andai sekarang Zhou Yuan berada ditingkatan yang sama, mungkin pemuda itu sudah membunuhnya dalam beberapa kali serangan.
'Dia tidak bisa dibiarkan hidup lebih lama atau kalau tidak bocah ini akan menjadi ancaman besar bagi ras manusia binatang di masa depan...'
Ketika Xie Bui masih sibuk dengan pikirannya, Zhou Yuan tiba-tiba meningkatkan daya serangannya ke tingkat yang lebih kuat lagi.
"Gelombang Ombak!"
Zhou Yuan mengayunkan pedangnya dengan cepat, kali ini tongkat emas Xie Bui tidak bisa menahannya, pedang kusanagi memotong tongkat emas Xie Bui menjadi dua.
Semuanya begitu cepat, sebelum Xie Bui bereaksi Zhou Yuan sudah mengayunkan pedangnya kembali ke arah leher manusia kera itu.
Xie Bui tidak bisa menahan sehingga ia melompat mundur untuk menghindari ayunan tersebut.
Zhou Yuan berdecak kesal, ia sudah menduga membunuh Alam Cahaya tingkat tinggi sangat mustahil dengan kekuatannya yang sekarang.
__ADS_1
Xie Bui melihat tongkat emasnya yang telah menjadi dua, kemarahan manusia kera itu semakin membara dan hampir muntah darah saking marahnya. Dia menatap Zhou Yuan penuh kebencian sebelum pandangannya beralih ke pasukan manusia binatang disekitarnya.
"Apa yang kalian tontonkan, serang bocah Yin itu bersama-sama!"