
Ketika Zhou Yuan dan Han Lilis berpisah, sebenarnya Zhou Yuan tidak meninggalkan gadis itu sendirian.
Zhou Yuan melayang di udara dan mengawasi Han Lilis dari jauh, ia sedikit terkejut ketika gadis itu berbohong soal tempat tinggalnya yang ternyata bukan disisi sungai.
Walaupun pemukiman ras manusia binatang itu tersembunyi dan berkamuflase dengan dedaunan sekitarnya namun Zhou Yuan yang melayang di langit dapat melihatnya dengan jelas.
Zhou Yuan terus menyaksikan gadis itu di atas udara sampai Han Lilis tiba di rumahnya dengan selamat.
Menyadari tidak ada yang perlu di cemaskannya lagi Zhou Yuan berniat pergi namun baru beberapa saat matanya melihat ada rombongan penyamun yang mendekati pemukiman mereka.
Para penyamun itu membawa anjing yang setahunya digunakan untuk melacak, Zhou baru menyadari beberapa saat kemudian ketika mereka melacak bau Han Lilis dari bulu dan jejak kakinya, sejak awal para penyamun itu menunggu Han Lilis untuk kembali ke rumahnya.
Dengan penciuman anjing pelacak mereka yang tajam akhirnya para penyamun itu bisa menemukan pemukiman Ras Manusia Binatang yang tersembunyi.
Zhou Yuan tidak langsung turun karena ingin melihat keadaannya lebih jauh, ketika para penyamun itu berhasil membobol gerbang pemukiman dan hendak bertarung dengan mereka, Zhou Yuan tidak punya pilihan untuk ikut campur.
Zhou Yuan kemudian turun dan mendarat di tengah mereka, tatapannya dingin tertuju pada para penyamun itu.
Keterkejutan terpampang di wajah penyamun, dua pria dewasa yang pernah bertemu Zhou Yuan sebelumnya paling bereaksi dibanding yang lain.
Selain para penyamun, penduduk Ras Manusia Binatang juga sama bereaksinya terutama Han Lilis yang mengenal Zhou Yuan.
"Kenapa dia bisa disini..." Han Lilis terkejut bukan main.
"Bos, dia adalah pemuda yang aku ceritakan sebelumnya..." Dua pria dewasa yang mengenal Zhou Yuan berbisik pada pemimpin mereka, memberitahu tentang Zhou Yuan.
Bos penyamun sedikit mengerutkan dahinya sesudah mendengarnya, ia menatap Zhou Yuan dari atas sampai bawah namun tidak menemukan tanda-tanda pemuda itu kuat atau bahaya, dimatanya, Zhou Yuan seperti manusia remaja biasa.
Meski demikian Bos penyamun itu tetap waspada, kedatangan Zhou Yuan yang tiba-tiba dan seperti jatuh dari langit membuatnya yakin pemuda didepannya adalah seorang pendekar juga.
"Anak muda, aku tidak tahu kenapa kau disini tetapi sebagai sesama satu ras jangan ikut campur urusanku?!" Bos penyamun berkata dengan lantang.
__ADS_1
"Urusan kalian?" Zhou Yuan menaikan alis. "Aku hanya menemukan bahwa kalian sedang mencari masalah dengan orang lain, ini sama sekali bukan urusan kalian juga bukan?!"
Bos penyamun tidak membantah atau mencari alasan karena ia yakin, orang bodoh sekalipun akan menyadari niat dan siasatnya kesini.
"Sebaiknya kau jangan menghalangiku atau mungkin aku akan bertindak sesuatu padamu, aku tidak akan segan menghabisimu."
"Kau mengancamku?!" Zhou Yuan tertawa lantang. "Seharusnya aku yang berkata demikian pada kalian..."
Selepas Zhou Yuan berkata demikian dia tiba-tiba melepaskan aura pembunuh yang pekat ditubuhnya dan ditujukan untuk para penyamun.
Bos penyamun yang ingin berkata-kata lagi kini suaranya tersangkut di tenggorokannya, aura pembunuh Zhou Yuan membuat tubuhnya gemetar dan lututnya terasa lemas.
Para anggota penyamun yang lain merasakan hal serupa, nafas mereka terasa sesak serta tidak bertenaga, akhirnya mereka jatuh berlutut.
"Tidak ada pembicaraan! Tidak ada negosiasi! Aku akan mengakhiri nyawa kalian semuanya disini..." Zhou Yuan menggeleng pelan. "Jangan khawatir, ini akan berlangsung cepat."
Sambil terus memancarkan aura pembunuhnya, Zhou Yuan mulai berjalan mendekati mereka dengan pelan.
Masih melepaskan aura pembunuh, Zhou Yuan kemudian melepaskan aura selanjutnya yaitu aura kekuatannya sebagai pendekar Alam Cahaya.
Mereka yang telah mencapai pendekar Alam Cahaya memang bisa melepaskan aura kekuatan yang berupa tekanan hebat, aura yang sama mampu menekan pergerakan lawannya.
Para penyamun yang sebelumnya bisa bergerak kini hanya bisa mematung di tempat dan jatuh berlutut kembali. Kekuatan mereka yang mencapai Alam Emas ke bawah tidak berdaya dengan dua aura tersebut.
Zhou Yuan kemudian sampai pada salah satu dari mereka lalu menciptakan pedang es di tangannya. Satu penyamun itu semakin ketakutan apalagi Zhou Yuan tanpa ragu mengayunkan pedang pada leher lawannya, membuat kepala penyamun itu terpisah dari tempatnya.
Melihat teman mereka mati dengan cara seperti itu ketakutan para penyamun semakin menjadi namun mereka tidak bisa berbuat apapun dengan aura Zhou Yuan, para penyamun itu hanya bisa melihat rekan mereka dihabisi satu persatu.
"Jangan berharap permohonan dan belas kasihanku, aku yakin kalian sudah diberi kesempatan oleh orang lain agar berbuat baik tetapi kalian tetap menjadi penyamun kembali, kalian sudah banyak melakukan pembunuhan dan penculikan, tidak ada kesempatan selanjutnya." Zhou Yuan berkata pada mereka, nadanya terkesan dingin.
Zhou Yuan mulai mengayunkan pedangnya ke arah leher para penyamun, setiap serangannya mampu menghabisi mereka dan dalam waktu singkat sudah banyak kepala yang menggelinding di tanah.
__ADS_1
Zhou Yuan menghabisi para penyamun itu tanpa ampun, pemimpin mereka hanya bisa menyaksikan anak buahnya terbunuh satu persatu karena Zhou Yuan berniat menghabisi pemimpinnya di akhir.
Tubuh Bos penyamun bergetar hebat, jantungnya hampir berhenti saat Zhou Yuan berhenti didepannya.
Bos Penyamun hanya bisa memejamkan matanya dan berharap Zhou Yuan menghabisinya dengan rasa sakit sedikit mungkin. Zhou Yuan mendengus, tidak seperti lainnya, ia menghujamkan pedang esnya ke arah jantung bos penyamun itu, ia sempat merasakan kesakitan yang hebat sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Zhou Yuan mengembuskan nafasnya lega setelah semua penyamun itu mati, Zhou Yuan kemudian menatap pada Han Xian dan lainnya.
Han Xian serta penduduk ras manusia binatang dari awal sampai akhir hanya bisa menahan nafas melihat aksi pembantaian Zhou Yuan.
Beberapa mereka yang tidak kuat melihat tindakan pemuda itu muntah-muntah sampai kehilangan kesadaran sementara lainnya hanya berkeringat dingin.
Pemuda itu datang dengan tiba-tiba dan mereka dikejutkan kemampuan serta kekuatannya. Yang paling mengerikan dari Zhou Yuan adalah aura pembunuh yang dilepaskan pemuda itu.
Meski Zhou Yuan bisa dibilang telah menghabisi lawannya namun sulit untuk mereka menyembunyikan ketakutan apalagi mereka tidak tahu identitas pemuda di depannya, boleh jadi Zhou Yuan ingin membantai semua orang yang ada disini mengingat dari kekejamannya.
"Seharusnya kalian aman sekarang, tidak ada penyamun yang datang kesini lagi..." Zhou Yuan angkat bicara, tersenyum tipis melihat ketakutan mereka.
Zhou Yuan akui ia memang sangat kejam kali ini tetapi ia mempunyai alasan dibaliknya.
Zhou Yuan paling tidak menyukai seorang kriminal seperti para penyamun itu yang selalu menculik dan menjadikan mangsanya sebagai pemuas nafsu atau dijual sebagai budak.
Bagi Zhou Yuan tindakan seperti mereka bukan lagi dikatakan manusia, akal dan hati mereka sudah mati.
Membiarkan mereka hidup tidak akan berdampak baik pada yang lain justru akan merugikan, Zhou Yuan yakin sudah ada ratusan orang yang menjadi korban para penyamun tersebut.
Melihat mereka ketakutan Zhou Yuan tidak bisa berbuat banyak, ia berbalik dan hendak pergi saat Han Lilis bersuara.
"Apa kau ingin pergi?" Han Lilis berkata dengan ragu.
"Aku hanya memastikan kau selamat sampai rumahmu, kini semuanya sudah aman..." Zhou Yuan menoleh dan tersenyum.
__ADS_1