
Zhou Yuan kembali ke penginapan setelah mengelilingi akademi cukup lama, disisi lain ia tidak menemukan seseorang yang ingin dirinya jumpai seperti Xiao Rou atau Yue Linxia
Karena matahari sudah condong ke sebelah barat, Zhou Yuan memilih balik ke penginapan, hal yang menyambutnya ketika tiba di sana adalah aroma aneh yang tercium oleh hidungnya.
Zhou Yuan masuk ke penginapan lalu mendapati ada asap hitam yang mengepul di bagian dapur. Ketika Zhou Yuan melihatnya ternyata ada Yifei yang sedang memasak.
"Fei'er, apa yang sedang kau lakukan?" Zhou Yuan buru-buru memadamkan perapian dan membuka jendela agar asap hitamnya berhenti muncul dan menghilang.
"Aku... Aku sedang memasak." Yifei tersenyum pahit.
Zhou Yuan melihat sekitar, barulah menyadari ada beberapa piring di meja makan dimana di atas piring tersebut ada masakan yang sudah gosong.
Zhou Yuan tersenyum canggung, ia sepertinya mengerti situasi yang sedang terjadi.
"Kupikir aku bisa memasak dengan mudah tetapi melakukannya jauh lebih sulit dari yang aku duga..."
"Kalau begitu biar aku yang urus ini, kau tinggal menunggu masakan hingga aku datang." Zhou Yuan tersenyum lembut, merasa kasihan pada gadis itu.
Yifei tersenyum tipis sekaligus menahan rasa malunya, ia sebenarnya tidak ingin Zhou Yuan melihat sisi kelemahannya seperti ini.
Zhou Yuan kemudian memasakkan beberapa makanan pada gadis itu hingga membuat Yifei kenyang. Yifei kemudian meminta pada Zhou Yuan agar mengajarkannya memasak suatu hari nanti.
"Aku tidak terlalu pandai memasak tetapi secara dasar mungkin aku bisa mengajarimu." Zhou Yuan mengangguk, menyetujui untuk mengajari gadis itu.
Zhou Yuan juga mengatakan bahwa memasak tak kalah pentingnya dengan berlatih bagi seorang pendekar. Setidaknya ketika harus bermalam di tengah hutan ia tetap dapat memakan masakan yang enak bukan daging hambar yang hanya dibakar saja.
Setelah malam datang, Jiang Long akhirnya kembali ke penginapan. Pria paruh baya itu sepertinya telah melalui hari yang panjang.
Zhou Yuan kembali ke kamarnya, ia tidak tidur melainkan membuka kitab Tubuh Raja Langitnya. Setelah menyaksikan ada banyak teknik hebat serta unik di kekaisaran lain Zhou Yuan jadi penasaran sebanyak apa teknik di kitab langit yang dibawanya.
Awalnya Zhou Yuan hanya ingin membacanya saja namun baru ia membuka satu lembar selanjutnya dari kitab itu, dirinya sudah menemukan sebuah teknik yang menarik.
__ADS_1
"Aku tidak percaya di dunia persilatan teknik ini benar sungguhan ada..." Zhou Yuan menahan nafasnya serta berdecak kagum setelah membaca teknik tersebut.
Teknik yang Zhou Yuan lihat sekarang merupakan sebuah teknik teleportasi, sebuah kemampuan dimana ia bisa berpindah tempat dalam waktu yang singkat tanpa melalui perantara.
Zhou Yuan mulai membaca beberapa paragraf dari teknik tersebut termasuk pengertiannya. Ternyata biarpun disebut teknik teleportasi namun teknik yang sama merupakan sebuah teknik pertarungan bukan jurus perpindahan tempat.
"Dari buku ini, aku hanya bisa berteleportasi sejarak sepuluh meter..." Zhou Yuan mengelus dagunya.
Biarpun tidak sesuai yang ia duga, berteleportasi tetap merupakan teknik yang mengagumkan.
Zhou Yuan tidak bisa menahan diri lagi jadi dia langsung mempraktekkan teknik tersebut sesuai yang diajarkan kitabnya.
Teknik teleportasi membutuhkan konsentrasi penuh dalam penggunaannya, bisa dibilang teknik ini berasal dari kekuatan pikiran seseorang.
Zhou Yuan sedikit kesulitan karena biarpun ia mengerti cara menggunakan teknik itu namun mempraktekkan secara langsung jelas adalah dua hal yang berbeda.
Empat jam telah berlalu namun Zhou Yuan masih tidak melakukan teknik teleportasi itu, baru setelah menginjakkan waktu di jam kelima latihan Zhou Yuan mulai menimbulkan hasilnya.
Zhou Yuan langsung terjatuh sekaligus meringis kesakitan saat ia berteleportasi dengan tubuhnya yang terbalik, dimana posisi kepalanya yang berada di bawah.
"Teknik ini lebih merepotkan dari yang aku duga..." Zhou Yuan mengelus kepalanya yang masih terasa sakit.
Selain harus berpikir dimana ia akan berteleportasi, Zhou Yuan juga harus membayangkan posisi tubuhnya agar muncul dengan posisi yang seharusnya.
Satu hal yang Zhou Yuan mengerti, ia sadar meski teknik ini sangat luar biasa namun sebenarnya dalam penggunaannya teknik tersebut cukup berbahaya.
Jika seseorang tidak mempunyai fokus yang tinggi lalu belajar teknik berteleportasi maka dia akan muncul secara acak di tempat dan diposisi yang tidak terduga.
Meski Zhou Yuan mengetahui resiko besar dari teknik itu tetapi ia tidak berniat berhenti, Zhou Yuan kembali berkosentrasi dan membayangkan ingin berteleportasi ke tempat tidurnya kembali.
Splash!
__ADS_1
Sekitar sepuluh menit Zhou Yuan berkosentrasi akhirnya tubuhnya berpindah tempat lagi, Zhou Yuan muncul di tempat tidurnya dengan semula dan kali ini pendaratannya berhasil sempurna.
Zhou Yuan mengepalkan tangannya penuh semangat, ia sepertinya sudah mengerti cara menggunakan teknik tersebut hanya saja ia membutuhkan waktu untuk menguasainya sepenuhnya.
***
Dihari-hari berikutnya Zhou Yuan menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk belajar teknik teleportasi tersebut.
Dibandingkan dengan Teknik Naga Cahaya atau Sisik Naga Emas, teknik teleportasi ini membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penguasaannya karena memang teknik tersebut memiliki kesulitan yang lebih tinggi.
Zhou Yuan sempat mencoba membayangkan tempat tinggalnya di Keluarga Zhou dengan teknik itu agar bisa ke teleport ke sana namun setelah beberapa kali mencoba ia tidak berhasil melakukannya.
Teknik teleportasi tersebut memang hanya bisa bisa membuatnya berpindah tempat dalam radius sepuluh meter saja.
Dua minggu berlalu, Zhou Yuan menghabiskan waktunya di penginapan. Selain berlatih teknik teleportasi tersebut sesekali ia juga melatih Yifei atau mengajarkan gadis itu memasak.
Yifei juga ikut berlatih keras selama dua minggu tersebut di halaman penginapan, Zhou Yuan bisa melihat tekad gadis itu yang ingin jadi juara.
Meski tidak keluar dari penginapannya Zhou Yuan juga tetap mendengar informasi yang terkini mengenai turnamen ini.
Karena Jiang Long menggantikan posisi Kaisar Bulan yang tidak bisa hadir di turnamen nanti membuatnya jadi orang penting dan sering keluar penginapan untuk bertemu Kepala Akademi.
Dari Jiang Long lah Zhou Yuan mendapatkan berbagai informasi termasuk mendengar tentang kedatangan tiga Kaisar yang lain.
Akademi menyambut kedatangan mereka dengan penuh hormat, hampir semua murid akademi maupun peserta turnamen ingin melihat tiga Kaisar tersebut karena masing-masing dari mereka merupakan jagoan nomor 1 di Kekaisarannya seperti Jiang Qisha.
Beberapa hari kemudian akhirnya waktu turnamen telah tiba, Jiang Long menyuruh Zhou Yuan dan Yifei agar pergi ke lapangan akademi karena semua peserta turnamen harus berkumpul di sana.
Yifei yang awalnya semangat kini merasa gugup setelah melihat banyak orang di lapangan tersebut.
"Fei'er, jangan khawatir, kau fokus saja untuk bertarung, anggap saja mereka semua tidak ada." Jiang Long yang menyadari suasana hati Yifei, tersenyum hangat dan mencoba menghiburnya.
__ADS_1
Yifei mengangguk dan berusaha untuk tersenyum sementara perhatian Zhou Yuan saat ini sedang tertuju ke satu arah yaitu arena turnamen tersebut.