Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 173 — Tebing Gunung


__ADS_3

Zhou Yuan berhasil membunuh manusia kucing itu yang membuat ras manusia binatang disekitarnya terdiam.


Mereka yang awalnya berteriak menyoraki tetua mereka kini hanya bisa mematung ditempat apalagi setelah melihat kepala tetua itu terlepas dari asalnya.


Pertarungan Zhou Yuan dan manusia kucing itu terbilang cepat sehingga ras manusia binatang yang lain tidak sempat membantu tetua mereka.


Zhou Yuan berpikir dengan terbunuhnya tetua mereka, ras manusia binatang itu akan berhenti untuk menyerangnya lagi namun kenyataannya justru berbanding sebaliknya.


"Kau harus mati ditanganku!"


"Akan kucincang kau sampai seribu bagian!"


Ras manusia binatang segera menyerbu Zhou Yuan kembali dengan lebih beringas dan nafsu membunuh yang kuat, kemarahan tampak jelas dari mata mereka dan ingin sekali mencabik-cabik Zhou Yuan.


"Mereka benar-benar keras kepala!" Zhou Yuan mengumpat berulang kali dalam hatinya.


Zhou Yuan tidak bisa diposisi seperti ini terus karena selain posisinya jauh dari kata menguntungkan, tenaga dalamnya juga sudah terkuras cukup banyak.


Pedang Zhou Yuan kembali bertemu dengan pasukan ras manusia binatang, dengan gerakan yang gesit, ia dengan cepat membunuh manusia binatang di dekatnya.


Di serang dari berbagai arah membuat perhatian Zhou Yuan harus terbagi, jubah yang dipakainya sudah robek akibat beberapa anak panah menggores tubuhnya.


Jumlah ras manusia binatang tidak kunjung berhenti dan terus bertambah, kini orang-orang yang mengepungnya sudah mencapai lebih dari lima ratus orang.


Zhou Yuan menahan nafasnya, situasi ini mengingatkan dia pada pengalaman terpahit kehidupan pertamanya.


"Aku harus keluar dari kepungan ini terlebih dahulu!"


Zhou Yuan menyarungkan pedangnya sebelum mengumpulkan tenaga dalam dan melakukan perubahan jenis.


"Elemental Api — Hembusan Bola Api!"

__ADS_1


Zhou Yuan melepaskan bola api biru di mulutnya ke salah satu arah, bola api itu bergerak cepat ke pasukan ras manusia binatang yang terkejut dengan serangan Zhou Yuan yang tiba-tiba.


Ketika bola api biru itu menyentuh salah satu dari mereka, sebuah ledakan besar terjadi, mengakibatkan belasan pasukan ras manusia binatang tewas ditempat.


Zhou Yuan mengambil kesempatan itu untuk kabur dari kepungan tersebut. Ia memanfaatkan ledakan api sebelumnya sebagai jalan melarikan diri. Zhou Yuan segera mengerahkan seluruh kekuatannya untuk berlari.


"Jangan biarkan dia lolos, kita harus balaskan dendam rekan-rekan kita!"


Menyadari rencana Zhou Yuan, ras manusia binatang tidak membiarkan pemuda itu pergi begitu saja. Mereka segera mengejarnya dengan kecepatan tinggi.


Zhou Yuan hanya bisa mengumpat, ia segera mempercepat langkahnya dan mencari tempat yang cocok untuk melawan mereka.


Pasukan manusia elang yang terbang bisa bergerak lebih cepat dibandingkan manusia binatang didarat sehingga dalam waktu singkat mereka bisa menyusul Zhou Yuan.


Mereka mulai menarik busur ditangan mereka lalu mengarahkan anak panah pada Zhou Yuan yang sedang berlari. Belasan anak panah segera terlepas menembak ke targetnya.


Zhou Yuan menggigit bibirnya dan menghindari serangan-serangan anak panah tersebut, biarpun diserang Zhou Yuan tetap mempertahankan laju kecepatan larinya.


Manusia elang nyatanya tidak berhenti, kali ini puluhan anak panah ditembakkan secara bersamaan.


Ketika anak panah itu mengenai Zhou Yuan, mereka tidak tembus melainkan mengalami retakan. Hal itu membuat manusia elang terkejut dibuatnya.


Tidak hanya sampai di sana, Zhou Yuan juga mengambil salah satu anak panah yang bergerak padanya. Dia membalikkan tubuh dan melemparkan anak panah yang ditangkapnya ke salah satu manusia elang.


Kecepatan anak panah yang dilepaskan Zhou Yuan jauh lebih cepat dibandingkan mereka menggunakannya.


Manusia elang yang menjadi targetnya tidak siap dengan serangan balik tersebut sehingga dengan telak anak panah itu mengenai lehernya.


Kejadian tersebut mengejutkan manusia elang yang memanah, mereka sempat terpana oleh aksi pemuda itu apalagi Zhou Yuan tidak berhenti disana, ia terus menembakkan anak panah yang lain.


"Dia bisa menembakkan anak panah tanpa menoleh pada tergetnya, apa dia benar manusia!"

__ADS_1


Hampir semua manusia elang memiliki kemampuan memanah yang tinggi, mereka terkejut ketika melihat Zhou Yuan bisa melepaskan anak panah dengan tepat sasaran tanpa membidiknya terlebih dahulu.


Zhou Yuan hanya terus fokus ke arah depan, manusia elang melihat Zhou Yuan penuh celah namun kenyataannya jauh demikian.


Satu persatu pasukan manusia elang yang ada di udara mulai berjatuhan akibat lemparan anak panah Zhou Yuan, setiap tembakannya mengarah bagian vital sehingga hampir semuanya dihabisi dalam sekali lemparan anak panah.


Manusia binatang yang ada didarat hampir kehabisan kesabaran melihat rekan-rekan mereka di atas langit mulai tumbang ke tanah.


Bukan hanya berbahaya saat berhadapan langsung, nyatanya Zhou Yuan tetap berbahaya saat berlari sekalipun.


Zhou Yuan terus memfokuskan untuk berlari, sebenarnya ia sendiri bingung sedang menuju ke arah mana namun yang dipikirkannya sekarang adalah terus bergerak.


Zhou Yuan sudah meninggalkan area akademi dan tiba di bebatuan yang terjal.


Selang beberapa waktu akhirnya ia melihat sebuah tebing yang cukup curam di depan matanya, "Kurasa ini tempat yang cocok..."


Zhou Yuan pergi ke ujung tebing itu dan berhenti di sana, ia sempat melihat ke bawah tebing tersebut yang sangat curam dan tidak dapat melihat dasarnya, mengingat ia berada di atas gunung yang tinggi Zhou Yuan yakin ia akan mati jika jatuh ke sana.


Zhou Yuan segera membalikan tubuhnya dan menghadap ratusan pasukan ras manusia binatang yang masih mengejarnya.


"Akhirnya kau tidak bisa berlari lagi, Bocah..."


Pasukan ras manusia binatang merasa puas Zhou Yuan menemukan jalan buntu, Zhou Yuan sendiri hanya tersenyum tipis, sebenarnya ia justru ingin memanfaatkan tebing itu.


Diserang dari berbagai sisi membuat posisi Zhou Yuan tidak diuntungkan, jika dia bertarung di dekat tebing ini ia bisa memfokuskan serangan ke arah depan tanpa peduli ada serangan dari belakang.


Zhou Yuan menarik pedang kusanagi dan pedang ayahnya secara bersamaan, ia siap menggunakan seluruh kemampuan serta kekuatannya untuk melawan musuh-musuhnya.


Biarpun Zhou Yuan mempunyai cara tersendiri menghadapi ratusan lawannya, sebenarnya Zhou Yuan sadar tidak mempunyai harapan untuk menang.


Melawan ratusan orang sendirian menggunakan logika orang gila sekalipun akan mengetahui seperti apa ujungnya. Zhou Yuan tidak mempunyai kesempatan untuk lolos dari mereka.

__ADS_1


Zhou Yuan sadar situasi dan posisinya dengan jelas di pertarungan ini, anehnya ia tidak ketakutan, mungkin ini bukan kali pertama ia diposisi seperti ini.


"Situasi ini mengingatkanku pada kehidupan pertama, aku tidak tahu apakah aku akan mati lagi tetapi aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan tanpa perlawanan..." Zhou Yuan mengalirkan tenaga dalam pada dua pedangnya membuat pedang kusanagi berubah warna menjadi lebih gelap dan kelam. "Sebelum aku mati, aku akan membawa puluhan dari kalian agar ikut bersamaku!"


__ADS_2