Legenda Buah Surgawi

Legenda Buah Surgawi
Eps. 140 — Keahlian Jiang Yifei


__ADS_3

"Jiang Yifei, sebentar, nama itu tidak terasa asing bagiku?"


"Apa kau bodoh, dia adalah pendekar yang dijuluki peri api biru, Putri dari Kaisar Bulan!"


Semua penonton dan peserta turnamen akhirnya mengetahui sosok gadis itu, biarpun nama Jiang Yifei sudah terkenal di telinga mereka namun tidak ada yang pernah melihatnya langsung seperti ini.


"Bagaimana bisa ada mahluk wanita secantik ini, apa aku sedang bermimpi?" Salah satu penonton menggosok matanya melihat paras Yifei.


"Julukan itu ternyata benar, dia seperti peri yang turun dari langit dan memancarkan cahaya kecantikan yang tak terhingga ..." Penonton lainnya sampai tak berkedip ketika memandang gadis itu.


Zhou Yuan tertawa kecil, ia sudah menebak situasi seperti ini akan terjadi, Yifei terlalu cantik untuk seukuran wanita sampai semua pandangan langsung tercuri ke arahnya.


Zhou Yuan tidak terlalu memikirkan itu lebih lama, pandangannya tertuju ke arah lawan Yifei yaitu Rong Xian. Salah satu alis Zhou Yuan terangkat ketika melihat gadis itu tidak membawa senjata apapun ke arena pertandingan.


'Sepertinya dia pengguna ilmu tangan kosong...' Zhou Yuan mengelus dagunya.


Di dunia persilatan akan sangat sedikit seseorang yang memperdalam keahlian tangan kosong sebagai kemampuan beladiri mereka apalagi pendekar tersebut adalah perempuan.


Bagaimanapun ilmu tangan kosong kurang menguntungkan ketika melawan mereka yang bersenjata. Selain digunakan untuk menyerang, senjata juga bisa digunakan sebagai pertahanan.


Xiong Bian mengingatkan keduanya tentang peraturan yang ia sebutkan sebelumnya, setelah kedua belah pihak mengangguk dan siap bermain dengan sportif, Xiao Bian meniup peluit yang menandakan pertandingan mereka dimulai.


Yifei yang pertama kali maju, seperti lawannya Yifei juga mempunyai keahlian dalam tangan kosong.


Rong Xian menyambut serangan Yifei dan menghindari beberapa pukulan sebelum kemudian ia mulai menyerang balik, tampak sekali Rong Xian sangat terampil dengan ilmu tangan kosongnya yang cepat dan bergerak gesit.


Para penonton menjadi heran karena Yifei malah menggunakan ilmu tangan kosongnya padahal ia sangat terkenal dengan elemen api birunya.


Zhou Yuan juga berpikir serupa namun ia dengan cepat memahami niat Yifei.


"Jadi begitu, Fei'er ingin mengukur kemampuan lawannya terlebih dahulu sebelum ia menggunakan kekuatannya yang sesungguhnya..." Zhou Yuan melihat Yifei bertukar serangan sebelum menggeleng pelan. "Tidak, dia tidak perlu menggunakan kekuatan penuhnya untuk mengalahkan lawannya saat ini."


Biarpun Rong Xian sangat ahli dalam beladiri tangan kosong namun Yifei juga tak kalah ahli, bahkan secara perlahan Yifei mulai mengungguli pertandingan keduanya.

__ADS_1


Yifei mulai mengubah pola serangannya dan kali ini ia menggunakan ilmu tendangan, Zhou Yuan tersenyum tipis ketika gadis itu memakai Tendangan Penguasa Langit.


Dalam waktu beberapa detik kemudian, Yifei mulai mendesak lawannya lebih jauh. Teknik tendangan yang gadis itu gunakan dengan cepat merubah situasi menjadi lebih serius.


Para penonton sempat terpana karena tendangan Yifei sangat indah seperti menari.


Merasa tendangan Yifei semakin kuat setiap kali terayun membuat Rong Xian menyadari kekuatan lawannya. Rong Xian ingin menjaga jarak namun Yifei tidak membiarkan itu terjadi, salah satu tendangan Yifei mengenai perutnya dengan telak, membuat Rong Xian terdorong beberapa meter.


Rong Xian terbatuk-batuk, tendangan Yifei benar-benar kuat saat mengenai tubuhnya hingga membuat organ perutnya seperti berpindah tempat.


"Berhenti, aku menyerah..." Rong Xian merasa diposisi yang tidak diuntungkan apalagi saat sudah terluka seperti ini. Dia melihat Yifei berlari ke arahnya dan hendak berniat tendangan lainnya.


Rong Xian juga sadar ilmu tangan kosong Yifei lebih ahli daripada dirinya, andai pertarungan berlanjut ia juga akan tetap kalah.


Xiong Bian langsung menengahi keduanya sekaligus mengumumkan siapa yang menang.


"Pertandingan pertama dimenangkan oleh Jiang Yifei, peserta selanjutnya, She Wuxin silahkan menaiki arena..."


Jiang Yifei harus bertahan melawan tiga lawannya untuk lolos ke babak utama, Yifei diperbolehkan istirahat lima menit namun gadis itu menolaknya karena ia masih dalam kondisi prima.


Tidak lama kemudian api biru muncul di telapak tangan Yifei lalu gadis itu merubahnya dan membentuknya menjadi pedang api. Semua yang melihat menahan nafas saat menyadari Yifei menggunakan elemen api birunya.


"Jadi ini teknik api biru yang terkenal itu..."


"Melihatnya langsung seperti ini demikian berbeda ketika aku mendengarnya, aku tidak menyangka bisa melihat jurus yang legendaris itu..."


Para penonton dan peserta turnamen sangat terpana melihatnya sementara Jiang Long tersenyum penuh kebanggaan karena teknik keluarga Jiang sudah terkenal sampai keluar Kekaisaran.


Yifei kembali menjadi penyerang pertama lalu mengayunkan pedang apinya ke arah lawannya sementara She Wuxin menyambut ayunan pedang api tersebut dengan senjatanya.


Kedua pedang kemudian berbenturan namun dalam sekali ayunan tersebut, pedang She Wuxin yang memang bukan pusaka langsung menerima kerusakan fatal pada pedangnya.


She Wuxin melihat pedangnya yang sebagian kecil telah meleleh langsung mengangkat tangan dan menyerah, ia tidak mau pedang pemberian ayahnya lebih rusak dari ini.

__ADS_1


"Pertandingan kedua di menangkan Yifei, peserta selanjutnya..." Xiong Bian kembali memanggil peserta lain yang jadi lawan gadis itu.


"Aku menyerah, aku mengaku kalah dari Saudari Yifei." Sebelum pertandingan dimulai, peserta selanjutnya itu sudah langsung mengangkat tangan.


Peserta itu sudah melihat keganasan api Jiang Yifei, jika besi saja meleleh apalagi kulit manusia. Peserta tersebut tidak percaya diri bisa melawan gadis itu apalagi mereka bisa melihat Yifei belum menggunakan kekuatan penuhnya.


Xiong Bian terbatuk pelan, menggaruk kepala, ia tidak berbuat apa-apa dan langsung mengumumkan Yifei lolos memasuki babak utama.


"Sepertinya Keluarga Jiang mempunyai keturunan yang berbakat, Saudara Long..." Kaisar Matahari tersenyum tipis.


"Ini belum seberapa, Yang Mulia Liu, Fei'er masih belum menggunakan seluruh kemampuannya." Jiang Long tertawa kecil.


Yifei kembali ke kursinya, ia sedikit bernafas lega karena bisa pertandingan itu akhirnya telah selesai.


"Kau telah bertarung hebat Fei'er..." Zhou Yuan memberikan selamat pada Yifei.


Yifei menunjuk rambutnya, Zhou Yuan tersenyum canggung lalu mulai mengelus rambut gadis itu.


Pertandingan selanjutnya kembali diumumkan dan dua peserta maju ke atas arena, salah satu dari mereka memakai pedang sementara sisi lainnya membawa senjata pisau.


Zhou Yuan terus memperhatikan pertandingan tersebut sambil melihat kemampuan lawan-lawannya.


Pertandingan turnamen terus berlanjut hingga sampai pertandingan ke dua belas akhirnya nama Zhou Yuan disebutkan.


Zhou Yuan menguap lebar, ia pikir tidak akan bertanding hari ini.


"Kau jangan sampai terluka." Yifei mengingatkan Zhou Yuan dengan tatapan tajam.


Zhou Yuan tersenyum tipis lalu mulai naik ke arena pertandingan, lawan Zhou Yuan saat ini adalah seorang pemuda yang berusia 19 tahun namun memiliki tubuh besar dan berotot.


"Bukankah dia Wu Liang, Sang Tameng Emas?!"


"Wu Liang katamu, pendekar yang dapat mengeraskan tubuhnya sekeras emas dan memiliki tenaga seperti gorila itu. Sial, Ternyata dia juga mengikuti turnamen ini?!"

__ADS_1


"Ah, sayang sekali lawannya sekarang, jika berurusan dengan laki-laki kekar itu aku khawatir tulang lawannya akan patah, apalagi Wu Liang cenderung memakai emosi ketika bertarung dibandingkan dengan otaknya."


Zhou Yuan yang mendengar itu tersenyum tipis, ia yang tidak terkenal namanya maupun kemampuannya tidak bisa berkata apa-apa ketika banyak yang mengkhawatirkan dirinya dan menatapnya dengan perasaan iba.


__ADS_2