
'Tuan Putri?!'
Zhou Yuan jadi teringat Jiang Qisha pernah mengatakan mengenai cucunya yang lain, yang sering-sering disebut pendekar paling jenius di generasi muda era sekarang.
Zhou Yuan tidak menduga cucunya itu adalah seorang gadis di depannya, jika perkiraannya benar maka gadis itu adalah Kakak dari anak kecil yang ia pernah selamatkan di Kota Hana sebelumnya dari racun organisasi Salju Abadi.
Cucu dari Kaisar Bulan bernama Jiang Yifei, usianya hampir sama dengan Zhou Yuan dengan gadis itu lebih muda beberapa bulan dengannya.
Zhou Yuan harus akui Jiang Yifei memiliki kecantikan yang sulit ditemui oleh wanita pada umumnya, jika bukan karena usia mentalnya yang sudah lima puluh tahunan mungkin ia sudah jatuh hati pada gadis itu pada pandangan pertama.
Jiang Yifei masih menatap Zhou Yuan sesaat sebelum pandangan gadis itu melirik pedang yang dibawa pemuda itu. "Hei-! Kau, kesini dan jadi lawan tandingku?!"
Zhou Yuan batuk pelan sementara dua kasim didekatnya terkejut, ketiganya tidak menduga gadis itu langsung berkata lantang pada mereka dengan nada sedikit kesal.
Salah satu kasim di dekat Zhou Yuan kemudian menghampiri Jiang Yifei dan menjelaskan kalau Zhou Yuan adalah tamu terhormat Yang Mulia. Tidak baik mengajak seorang tamu untuk bertarung.
"Aku tidak peduli, lagi pula aku tidak akan menyakitinya." Jiang Yifei melipat tangannya di dada, mendengus. Ia lalu menoleh ke arah Zhou Yuan lagi. "Hei, apa kau ingin latih tanding denganku?"
Zhou Yuan tersenyum tipis lalu menghampiri gadis itu dan memberikan hormat padanya, "Salam hormat Tuan Putri, perkenalkan namaku-..."
"Tidak usah memperkenalkan namamu, langsung ke intinya saja. Kau mau bertanding denganku atau tidak?"
Zhou Yuan tersenyum canggung, sesaat ia mengerti emosi tempramen gadis itu yang cenderung galak.
Zhou Yuan bisa saja menolaknya namun situasinya tidak tepat apalagi melihat tatapan tajam gadis itu, pada akhirnya Zhou Yuan mengangguk menyetujui.
Dua kasim di dekatnya menelan ludah, mereka sudah mengetahui kekuatan Tuan Putri Kaisar Bulan tersebut. Jika 12 prajurit saja sudah kalah apalagi Zhou Yuan yang notabennya masih lebih muda.
Tidak ada yang tidak mengetahui kekuatan Jiang Yifei dengan elemen apinya, dia mampu mengalahkan sampai 20 prajurit jika mau dan bertarung dengan serius.
Di istana Kekaisaran hanya Kakeknya saja yang bisa meladeni kekuatan gadis itu, masalahnya Jiang Qisha mempunyai kesibukan sendiri sebagai Kaisar, sehingga ketika Kakeknya sibuk Jiang Yifei selalu mengajak prajurit istana untuk bertarung.
Semua prajurit di istana hampir pasti pernah berhadapan dengan gadis itu, prajurit istana tidak bisa menolak apalagi Jiang Yifei paling tidak suka yang namanya penolakan.
__ADS_1
Zhou Yuan dan Jiang Yifei pindah ke lapangan berbeda, keduanya mempersiapkan kuda-kuda dan siap bertarung.
"Tenang saja, aku akan menggunakan 20% dari kekuatanku. Kuharap kau memberikan pertarungan yang sedikit lama dibandingkan mereka." Jiang Yifei menunjukkan para prajurit yang menjadi lawan tanding sebelumnya, mereka masih tak sadarkan diri di tanah.
"Terimakasih atas kebaikanmu Tuan Putri." Zhou Yuan memberikan hormatnya, tersenyum tipis.
Dua kasim yang menemani Zhou Yuan berdiri tak jauh di lapangan itu sambil berharap Zhou Yuan tidak mengalami luka sedikitpun atau atasan mereka akan memberi perhitungan kepada keduanya karena tidak becus menjaga tamu.
Jiang Yifei menjadi yang pertama menyerang Zhou Yuan, memberikan pukulan serta tendangan yang mengeluarkan api biru.
Zhou Yuan menghindari serangan itu dengan mudah, dalam hatinya ia berdecak kagum menyaksikan kemampuan gadis itu.
'Dia bisa mengkombinasikan ilmu tangan kosong dengan teknik perubahan jenis, kurasa Yang Mulia tidak berlebihan memuji cucunya sebagai generasi muda paling jenius?!' decak Zhou Yuan pelan.
Mengubah tenaga dalam menjadi sebuah energi lalu melakukan perubahan jenis bukanlah hal yang mudah bagi seorang pendekar.
Mereka yang mendalami sejak kecil saja memerlukan waktu bertahun-tahun untuk melakukannya sementara menguasainya membutuhkan waktu belasan sampai puluhan tahun.
Biarpun demikian, Jiang Yifei ini bisa menggunakan elemen api setingkat ini diusianya yang masih muda.
Saat Zhou Yuan berpikir sambil menghindar, Jiang Yifei terkejut melihat kemampuan Zhou Yuan yang tidak selemah yang ia pikirkan.
"Kekuatanmu tidak buruk, kalau begitu aku akan naikan kekuatanku..." Jiang Yifei tersenyum sinis.
Jiang Yifei menaikan kekuatan serangannya menjadi 50%, setiap serangannya jadi meningkat kuat tetapi tidak pernah gadis itu duga Zhou Yuan masih mampu menghindarinya dengan mudah.
Alis Jiang Yifei terangkat, dia menghujani Zhou Yuan lebih serius, ia mengarahkan 70% dari kemampuannya.
Api yang dilepaskan setiap pukulan atau tendangan Jiang Yifei menjadi lebih besar. Seseorang akan sulit menghindari apinya tapi tidak dengan Zhou Yuan.
"Kau, bagaimana bisa?!" Jiang Yifei sulit menahan keterkejutannya.
Zhou Yuan tidak menjawab, ia terus menghindari serangan gadis itu sampai akhirnya Jiang Yifei memilih memisahkan jarak.
__ADS_1
"Kau ternyata lebih hebat dari yang aku duga, biasanya para prajurit sudah kalah setelah aku meningkatkan kekuatanku setingkat ini."
Jiang Yifei menatap Zhou Yuan dengan teliti, sudah lama ia tidak menemukan lawan yang sepadan dengannya apalagi Zhou Yuan tampak sepantaran dengan usianya.
Dua kasim yang menontonnya sejak tadi jadi berdecak kagum, tidak menduga Zhou Yuan seahli itu hingga bisa mengimbangi Jiang Yifei padahal gadis itu sangat ditakuti di istana.
"Terimakasih Tuan Putri, aku hanya sering berlatih dengan giat." Zhou Yuan tersenyum lembut.
"Hmph! Kali ini aku akan menyerangmu dengan serius, pastikan kau tidak akan pingsan seperti mereka..." Jiang Yifei mengalirkan tenaga dalam pada kedua telapak tangannya yang seketika api biru muncul dan menyelimutinya.
Jiang Yifei bergerak cepat dan mendekati Zhou Yuan, gadis itu memberikan serangan tapaknya namun Zhou Yuan menghindarinya dengan jarak sedekat itu.
Jiang Yifei tidak berhenti disana melainkan terus menyerang Zhou Yuan dengan ilmu tapak apinya. Serangan api itu sangat kuat hanya saja tetap percuma jika tidak mengenai lawannya.
Setelah memberikan belasan jurus ekspresi Yifei berubah, kekesalan terukir diwajahnya karena sejak tadi Zhou Yuan terus menghindar.
"Apa kau meremehkanku?" Jiang Yifei berdecak kesal. "Gunakan kemampuanmu, jangan menghindar terus!"
"Tuan Putri, aku tidak bisa melakukannya. Kau akan terluka..." Zhou Yuan masih penuh perhitungan, andai gadis itu terluka maka Jiang Qisha akan membuat perhitungan dengannya.
Ekspresi Yifei semakin kesal bercampur perasaan marah, perkataan Zhou Yuan menunjukkan pemuda itu benar meremehkannya apalagi melihat pedang tersarung di pinggang Zhou Yuan, menandakan lelaki itu belum menggunakan seluruh kemampuannya.
"Kalau kau tidak mau menyerangku, maka aku tidak akan segan melukaimu!"
Jiang Yifei mengambil jarak lalu mengalirkan tenaga dalamnya lebih banyak lagi, kali ini dia membuat empat bola api biru dengan kedua tangannya.
Bola api biru yang dibentuk Yifei kemudian melayang di dekatnya, Jiang Yifei mengayunkan tangannya seketika empat bola api itu bergerak menyerang Zhou Yuan.
Kali ini Zhou Yuan sedikit kesulitan menghindari serangan gadis itu, konsentrasinya harus terbagi oleh empat bola api yang bergerak dikendalikan gadis itu.
"Apa kau masih meremehkanku, apa kau tidak mau mencabut pedangmu?!" Jiang Yifei mendengus kesal.
Seiring berjalannya waktu Zhou Yuan semakin sulit menghindari serangan Yifei, apalagi pakaiannya sedikit terbakar akibat tergores salah satu bola api itu.
__ADS_1
Zhou Yuan menghela nafas lalu secara tiba-tiba ia muncul di dekat gadis itu, Yifei terkejut melihat kecepatan Zhou Yuan namun sebelum ia bereaksi, Zhou Yuan memberikan serangan tapak padanya.
Zhou Yuan tidak menggunakan tenaga dalam dan juga tidak menggunakan seluruh kekutan fisiknya namun biarpun begitu serangan tapak itu cukup membuat gadis itu terpukul beberapa meter serta empat bola api yang dibuatnya langsung menghilang.